Make your own free website on Tripod.com

s

  

Create Your Dreams


PRESENTASI
Halaman Utama
Penghasilan Multiplikasi
Contoh Perhitungan Komisi
Pengembangan Usaha
Produk Unggulan
Info Kesehatan
FAQ
PROFIL
Perusahaan
Create Your Dreams
KISAH SUKSES
Ir. Alex IW (CAM)
Dahlia Herlina (DDAM)
Salam Hidayat (DAM) 
Yakobus Sunardi (PAM)
Sugimin (RAM)
Abas Safingi (RAM)
Nini Khosali (RAM)
KESAKSIAN
Pewaris Usaha CNI
 

KPT, CERMIN JUTAWAN CNI

Bandung 


CNI memberikan penghargaan kepada 78 mitra usahanya dalam acara KPT di kota kembang Bandung. Acaranya luar biasa….. Mau ikutan?

Bicara soal CNI memang tidak ada habis-habisnya. Pada tahun ini saja sudah beberapa kali menggelar acara cukup fantastis yang dihadiri ribuan orang. Setiap acara yang diadakan CNI selalu dipenuhi “semut-semut” CNI yang datang dari berbagai daerah. Mereka rela datang jauh-jauh dan tidur di emperan untuk memberikan dukungan kepada mitra usahanya yang mendapat penghargaan. Mau bukti! Lihat saja acara Konvensi Produktivitas Tahunan (KPT) 2003 yang digelar di gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, awal April lalu. Tidak lebih dari 8600 orang memadati gedung yang bersebelahan dengan kampus ITB itu.

KPT merupkan salah satu jenis komisi yang dibagikan CNI setiap tahun kepada para mitra usahanya sesuai produktivitasnya selama setahun. KPT itu di luar  komisi utama. Acara KPT seakan-akan menegaskan bahwa usaha MLM CNI merupakan peluang usaha yang tahan dari badai krisis dan bisa diandalkan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Sampai saat ini CNI memiliki 750.000 mitra usaha yang tersebar di seluruh Indonesia yang sedang berada dalam taraf memperbaiki kesejahtaraan hidupnya.

Pada tahun ini CNI memberikan penghargaan kepada 78 mitra udaha dari berbagai wilayah di Indonesia yang berhasil meraih komisi di atas Rp20 juta. Penghargaan KPT terdiri atas empat ketegori. Pertama, Rp20 – 50 juta, kedua, Rp50 – 100 juta, ketiga, Rp100 – 250 juta, dan keempat Rp250 juta hingga Rp1 miliar. Pada acara yang sama CNI juga memberikan sumbangan untuk donor darah kepada PMI Bandung sebesar Rp55 juta.

Sebelumnya CNI menyerahkan 3 unit mobil ambulan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) yang diserahkan langsung CEO CNI Indonesia,  S. Abrian Natan kepada Ketua PMI Mar’ie Muhammad di Graha CNI. pada kesempatan itu Mar’ie Muhammad menyampaikan rasa bangga dengan kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan CNI selama ini. Terutama aksi sosial donor oleh CNI maupun mitra usahanya yang luar biasa.

Pendapat mantan Menteri Keuangan era Soeharto itu memang pantas diberikan kepada CNI. Mengingatkan aksi donor darah yang dilakukan CNI selalu diikuti dengan antusias oleh mitra usaha dan masyarakat umum. Menurut PR Senior Executive, Fit Yanuar, dalam keterangannya mengatakan bahwa aksi donor darah dilakukan dengan harapan memberi manfaat bersar bagi masyarakat, mengingat PMI seringkali mengalami kekurangan persediaan darah yang amat dibutuhkan banyak orang. “Dengan adanya sumbangan 3 unit ambulan tentu akan semakin memudahkan aktivitas PMI dalam tugas-tugas kemanusian di masyarakat,” katanya.

Acara KPT itu sendiri sangat menarik dan meriah. Berlangsung dalam dua sesi; siang dan malam. Untuk sesi pertama seluruh mitra usaha mengenakan kaos berwarna merah. Sesi kedua mitra usaha CNI harus mengenakan kaos berwarna kuning. Sejak pagi “semut-semut” CNI yang datang dari luar kota Bandung sudah nampak berkerumunan di luar gedung Sabuga. Ada yang datang secara rombongan dengan menyewa bus dan ada pula yang membawa mobil pribadi. Sementara para pedagang asesoris  CNI seolah-olah ikut menyemarakkan acara tersebut.

Dari pengamatan yang dilakukan $UKSE$, tidak ada satupun wajah yang nampak kelelahan ataupun kecewa. Yang ada justru wajah-wajah yang berseri dan penuh antusias. “Kehadiran saya di sini untuk memberikan dukungan kepada mitra usaha yang meraih KPT. Karena suatu saat saya juga akan didukung oleh mereka,” ujar Irma, seorang ibu rumah tangga saat ditemui $UKSE$ di depan pintu masuk gedung Sabuga. Irma datang bersama rombongannya dari Jakarta untuk memberikan dukungan sekaligus mendengarkan motivasi yang akan diberikan para pembicara. Ia mengaku sangat penting mendengarkan motivasi untuk menambah wawasan dan memperkuat semangatnya menjalankan usaha  MLM CNI.

Ibu dua anak ini mengaku baru enam bulan menjadi mitra usaha CNI yang diajak seorang temannya. Semula ia mengaku tidak tertarik dengan bisnis tersebut, apalagi dirinya adalah istri dari seorang perwira TNI. “Setelah saya diajak untuk mendengarkan presentasi, saya sempat berpikir untuk menjadi mitra usaha CNI. Apalagi setiap motivasi yang disampaikan mitra usaha CNI selalu menggetarkan hari,” ungkapnya. Makanya Irma rela datang lantaran ingin mendengarkan mitovasi yang akan disampaikan oleh para distributor yang berhasil meraih KPT.

Tepat pukul 13.00 WIB acara dimulai dengan suguhan lagu-lagu yang akan dibawakan kelompok musik asal Bandung. Tidak ketinggalan tarian jaipongan ikut memeriahkan KPT. Sesekali terdengar teriakan “CNI…CNI…CNI” dari seluruh mitra usaha yang memadati gedung Sabuga. Tepuk tangan bergemuruh saat MC memanggil nama-nama peraih KPT naik ke atas panggung. Sementara mitra usaha yang memnui gedung meneriakkan bisa…bisa…bisa… sambil mengepalkan tangan kanan ke atas. Suka dan duka langsung terasa dalam gedung milik ITB itu.

Lebih-lebih saat motivator menceritakan  pengalamannya selama menjadi mitra usaha CNI. Anisa, Harto Suseno, Salam Hidayat, dan M. Natsir berhasil menciptakan suasana lebih meriah dan bersemangat. Teriakan bisa…bisa…bisa lagi-lagi bergemuruh. Selurh pengunjung seakan terbawa oleh motivasi yang disampaikan empat distributor tadi. Memang, dalam menjalankan usaha MLM penuh dengan liku-liku. Penolakan, tidak ada dukugan, dan pelecehan selalu mewarnai bisnis ini.

Simak saja pengalaman Harto Suseno ketika pertama kali menjalankan bisnis CNI. mantan karyawan yang bekerja di kawasan Glodok Jakarta Barat itu menceritakan bagaimana liku-liku perjuangannya saat bergabung dengan CNI. terlebih-lebih keluarganya tidak ada yang mendukung usahanya. Setiap hari Harto harus menerima omelan orang tuanya lantaran selalu pulang larut malam. Tapi Harto tetap pada pendiriannya untuk terus melakukan usaha. “Kalau tidak begitu saya menghidupi keluarga saya. Apalagi gaji saya hanya 300 ribu, mana cukup untuk menghidupi istri dan anak,” katanya sambil berapi-api. Waktu itu Harto bekerja sebagai karyawan dan seusai jam kerja ia gunakan untuk mengikuti presentasi hinga larut malam. “Saya pernah mengatakan kalau tidak boleh pulang jam 12 malam, maka saya akan pulang jam 2 pagi,” tambahnya yang diikuti tepuk tangan seluruh mitra usaha CNI.

Baginya leuarga adalah motivasi terbesar dalam perjuangan hidupnya. Tanpa keluarga maka ia tak mungkin akan bisa seperti sekarang ini. Harto memandang penolakan dan hinaan sebetulnya adalah dukungan terbesar bagi dirinya untuk terus menjalankan usaha CNI. “Ketika bekerja sebagai karyawan, saya tidak pernah bermimpi untuk hidup lebih baik. Justru melalui usaha CNI saya dapat hidup menjadi lebih baik. Inilah kebahagiaan saya di CNI,’ tegasnya yang disambut tepuk tangan seluruh mitra usaha.

Hal yang sama disampaikan Annisa asal Bandung. Dosen salah satu perguruan tinggi di Bandung dengan gelar Master ini menceritakan bagaimana penghinaan yang diterimanya saat menjalankan usaha CNI. namun penghinaan dan pelecehan dianggap sebagai berkah bagi dirinya. “Saya mengambil hikmah dari segala penghinaan itu. Mungkin kalau tidak dihina saya tidak akan bisa berdiri dihadapan saudara-saudara sekarang,” katanya.

Begitu pula dengan Salam Hidayat dan M. Natsir. Keempat motivator itu sepakat bahwa CNI dapat merubah hidup seseorang menjadi luar biasa. “Kalau ingin sukses di usaha ini harus belajar, belajar dan belajar,” ujar Salam Hidayat yang pernah bekerja sebagai pramuniaga.

Memang dalam menjalankan bisnis MLM ini dibutuhkan kesabaran, ketekunan, dan semangat pantang menyerah. Seperti yang dikatakan praktisi MLM Andreas Harefa, sukses atau tidaknya seseorang dalam usaha MLM berpulang kepada ketekunan dan semangat yang bersangkutan. Bila hal tersebut dijadikan modal maka kesuksesan akan diraihnya. Tapi, bial usaha ini dijalankan dengan penuh keraguan dan cepat menyerah, jangan harap akan cepat meraih sukses.

Digelarnya acara KPT di Bandung mengingatkan kembali kelahiran CNI 17 tahun silam. CNI didirikan di Bandung dengan nama PT Nusantara Sun Chlorella Tama (NSCT) yang memasarkan produk makanan kesehatan Sun Chlorella. Selama 17 tahun CNI bersama mitra usahanya terus berusaha menciptakan berbagai prestasi membanggakan. Ibarat sebuah oase, usaha CNI ini memang dapat dipertimbangkan untuk menjadi alternatif peluang usaha. Apalagi saat ini jumlah pengangguran di Indonesia sangat membengkak.

Para mitra usaha CNI yakin, seorang dikatakan sukses, bila ia telah berhasil mensukseskan orang lain. Sehingga terjalin team work yang saling mendukung satu sama lain guna meraih keberhasilan yang diidamkan. Ke-78 orang yang berhasil meraih KPT merupakan bukti sukses di MLM, khususnya CNI, benar-benar berbekal ketekunan, kemauan dan antusias yang tinggi. Semua itu dapat dimiliki siapa saja, tanpa memandang status sosial.

[Home]

MITRA YANG MEMBANTU MEWUJUDKAN IMPIAN ANDA

 

Upline :

Puspita Dewi

N-2582552

KLIPING
Gebyar CNI 2003
Target Omzet 2003 : 1,2 T
Buktikan Khasiat Nutrimoist
KPT, Cermin Jutawan CNI

Copyright © 2003 Create Your Dreams