Era Gereja Akhir Jaman - Penyataan Kemuliaan Tuhan

PELAYANAN DENGAN KARUNIA-KARUNIA ROH KUDUS (2)

( Warta Sepekan GBI Bethany, 19 September 1999 )



Karunia-karunia Roh Kudus yang disebutkan Paulus di 1 Korintus 12:7-11 bisa dikelompokkan menjadi tiga:
Karunia-karunia pewahyuan, karunia-karunia kuasa dan karunia-karunia peng-ilham-an.

1. Karunia-karunia Pewahyuan terdiri dari karunia berkata-kata dengan hikmat, karunia berkata-kata dengan pengetahuan dan karunia bernubuat.

Karunia berkata-kata dengan hikmat, hikmat supraalami, jangan dikacaukan dengan hikmat alami/dunia. Hikmat alami itu merupakan kemampuan seseorang untuk menerapkan timbunan pengetahuan dan pengalamannya untuk menghadapi suatu situasi atau untuk memperkirakan apa yang mungkin akan terjadi, tetapi hikmat ini tidak bisa menyingkapkan sesuatu yang benar-benar akan terjadi.

Hikmat dunia bisa diperoleh seseorang karena belajar atau pengalamannya. Harap diperhatikan, bahwa pelayan-pelayanan Tuhan bisa juga memakai hikmat dunia ini, dan bukan karunia berkata-kata dengan hikmat dari Roh Kudus, dalam pelayanannya. Mereka bisa saja memakai atau mengutip atau menerapkan firman-firman yang telah dia pelajari atau peroleh dari sekolah atau latihannya. Pelayanan dengan hikmat pengetahuan di kepala. Dan kalau ini dilakukan, tidak akan pernah menyatakan kemuliaan Tuhan, bahkan di 2 Korintus 3 menyebutkan pelayanan ini adalah pelayanan perjanjian lama yang mematikan! Mereka tidak atau belum melakukan pelayanan dengan karunia-karunia rohani. Kata-kata hikmat dalam karunia ini tidak berasal dari pendidikan, latihan, pengalaman hidup, psikologi, atau kemampuan untuk memberikan penyataan-penyataan rohani.

Hikmat supraalami ini Tuhan berikan pada saat seseorang menghadapi sesuatu situasi yang rumit, yang bisa menjadikannya frustrasidan putus-asa. Dalam yang demikian inilah Tuhan ikut campur tangan dengan memberikan hikmat Allahi-Nya. Dia memberikan hikmat-Nya langsung ke hati kita atau melalui orang lain dengan kata-kata hikmat.

Pada saat Roh Kudus menyingkapkan apa yang akan Tuhan kerjakan melalui kata-kata hikmat, Dia sesungguhnya sedang memberikan sebagian pewahyuan mengenai maksud dan rencana-Nya kepada kita.

Dalam pelayanan bisa saja kita diperhadapkan ke situasi yang tidak tahu harus berbuat apa. Sama seperti sewaktu raja Salomo yang harus menentukan ibu dari bayi yang sedang diperebutkan oleh dua wanita. Dengan kata-kata hikmat yang dari Tuhan akhirnya Salomo bisa mengetahui siapa ibu yang sebenarnya (baca 1 Raja-raja 3:16-28).

Kata-kata hikmat itu datang langsung dari Allah untuk memberikan petunjuk apa yang harus dikatakan, dilakukan atau bagaimana harus bertindak terhadap situasi yang ada.

Agabus di perjanjian baru (Kisah 21:10-11) diberikan kata-kata hikmat Tuhan sehingga dia bisa menyingkapkan apa yang
akan terjadi kepada Paulus.

Roh Kudus berbicara dengan banyak cara. Bisa melalui penglihatan, mimpi, pewahyuan, suara lembut, suara yang terdengar oleh telinga, karunia bernubuat, atau karunia berbahasa roh dengan penafsirannya.

Tujuan pemberian kata-kata hikmat bisa untuk: peringatan akan adanya penghukuman atau kehancuran, memberi kekuatan, pewahyuan rencana Allah, pewahyuan maksud Allah, atau memberi jalan keluar terhadap masalah yang sukar.

Karunia berkata-kata dengan pengetahuan merupakan pewahyuan oleh Roh Kudus tentang fakta atau informasi khusus, baik yang sudah terjadi maupun yang sedang terjadi. Pewahyuan ini berasal dari pikiran Allah ke pikiran manusia dan diberikan
pada saat-saat yang khusus. Pengetahuan ini begitu saja muncul tanpa seseorang pelajari sebelumnya dan tanpa melalui sarana alami. Pewahyuan ini akan langsung membimbing kita.

Karunia berkata-kata dengan pengetahuan berbeda dengan karunia pengetahuan. Yang pertama dimaksudkan untuk diucapkan / disampaikan kepada orang lain sedang yang kedua langsung untuk ditindaklanjuti oleh yang bersangkutan. Penting
untuk membedakan arti kedua karunia yang berbeda ini.

Karunia berkata-kata pengetahuan bisa Allah berikan sebagai suatu peringatan seperti apa yang Elisa katakan kepada raja Israel mengenai rencana raja Syria yang berusaha menjebak bangsa Israel. Tuhan memberikan Elisa karunia
berkata-kata pengetahuan untuk menyingkapkan rencana musuh tanpa memakai sarana alami. (Baca 2 Raja-raja 6:9-12)

Elia, tercatat di 1 Raja-raja 19, memperoleh karunia ini untuk menguatkan dan menginspirasikan dia yang dalam keadaan stress dan ingin mati

(baca 1Raja-raja 19:18).

Karunia Roh Kudus ini Tuhan berikan juga kepada gereja-gereja-Nya agar mereka tidak bergerak berdasarkan kemampuan pengetahuan alami atau kemampuan pengetahuan sumber daya manusianya. Allah menghendaki gereja-Nya bergerak dalam aliran pengetahuan supralami yang diberikan sendiri oleh Roh Kudus. Harap diperhatikan, aliran ini hanya akan bekerja melalui bejana-bejana yang taat dan tunduk kepada Allah. Dan Allah tidak memberikan karunia ini berdasarkan keinginan seseorang tetapi karunia ini disediakan bagi mereka yang sudah berserah kepada rencana Allah.

Karunia membedakan bermacam-macam roh merupakan bagian terakhir dari karunia-karunia pewahyuan Roh Kudus. Karunia-karunia pewahyuan dari Tuhan ini akan memampukan kita, gereja-Nya, untuk mengetahui fakta, kejadian, maksud
hati, motif-motif, sumber-sumber alami atau supralami, hal-hal yang supra alami, baik masa lalu atau masa kini atau masa yang
akan datang.

Karunia membedakan roh ini berbeda dengan karunia berkata-kata dengan hikmat dan berkata-kata dengan pengetahuan karena untuk karunia ini bekerjanya langsung di dunia roh; berarti kita langsung diberikan karunia untuk bisa melihat ke dunia roh.

Karunia ini bukanlah pengertian psikologi atau kemampuan menghakimi orang lain. Tujuan karunia ini ialah untuk menyingkapkan jenis roh yang ada atau yang sedang bekerja didalam diri seseorang, atau yang mau bekerja melalui seseorang.
Ini bukan hanya untuk membedakan roh-roh jahat tetapi juga untuk semua roh.

Manusia itu sesungguhnya adalah makhluk roh yang bersifat kekal. Roh itu memiliki jiwa yang memberikan kecerdasan, emosi dan kehendak, dan yang hidup dalam tubuh sehingga memungkinkannya untuk berhubungan dengan dunia nyata di sekitarnya. Tetapi di mata Allah, manusia itu adalah roh.

Demikian juga dengan dunia nyata yang kita huni ini, yang dihuni oleh makhluk-makhluk roh, yang tidak kelihatan oleh mata jasmani.

Sebagian dari mereka oleh Alkitab disebut sebagai roh-roh jahat atau demon-demon, yang di rajai oleh Setan atau Iblis sendiri. Mereka akan menyerang manusia agar bisa melaksanakan rencana Iblisnya. Dengan segala cara mereka diperintahkan untuk mencuri, membunuh dan membinasakan setiap orang yang berhasil mereka jerat (Yohanes 10:10)

Roh-roh jahat inilah yang mempengaruhi seseorang untuk berbicara dan melakukan kehendak jahat mereka. Manifestasi melalui perkataan dan perbuatan jahat yang dilakukan oleh manusia inilah yang bisa kita lihat dan dengar secara jasmani.
Memang perjuangan kita bukan berperang dengan darah dan daging tetapi dengan roh-roh penguasa di udara dan roh-roh jahat (Efesus 6:12).

Contoh karunia membedakan roh ini bisa kita lihat sewaktu Paulus berhadapan dengan Baryesus (Kisah 13:6-10). Demikian juga yang dilakukan oleh Petrus sewaktu berhadapan dengan Simon si tukang sihir (Kisah 8:13-24).

Karunia ini akan beroperasi dalam pelayanan-pelayanan pelepasan dari cengkeraman roh-roh jahat, menyatakan roh-roh kelemahan, menyingkapkan hamba-hamba Setan, menyingkapkan kerja roh-roh penuduh, membukakan kedok-kedok atau praktek-praktek sihir yang ada di gereja, membuka kebohongan dan kemunafikan yang ada, membuka roh-roh / kutuk-kutuk keturunan yang sedang bekerja, bimbingan ke strategi peperangan rohani, membuka batas-batas teritorial roh, mengetahui kerja Roh Kudus dan menyingkapkan keadaan roh seseorang.

Karunia membedakan roh ini jangan dikacaukan dengan spiritisme, hal yang dilarang dalam Alkitab. Roh 'baik' dan roh 'jahat' yang disebutkan dalam spiritisme itu, roh baik dikatakan akan mengusir roh jahat, merupakan tindakan penipuan roh jahat. Kedua roh yang disebutkan di spiritisme itu berasal dari roh jahat. Demikian juga yang dinamakan roh-roh pembimbing atau apapun namanya. Hanya ada satu roh yang benar dan yang baik yaitu Roh Kudus!

Karunia membedakan roh ini bekerjanya langsung di dunia roh. Mereka yang mengadakan pelayanan dengan karunia ini perlu kewaspadaan khusus, dengan bantuan Roh Kudus, sehingga tidak dikacaukan oleh roh-roh penipu.

Kita semua, dan dunia, sangat mendambakan melihat dan mengalami bagaimana karunia-karunia pewahyuan ini bekerja di gereja dan umat percaya. Jangan percaya kepada anggapan sebagian orang dan gereja yang mengatakan bahwa jaman mujizat sudah selesai. Sesungguhnya sekaranglah saatnya karunia-karunia Roh Kudus Tuhan curahkan, bahkan dengan lebih dahsyat
lagi, untuk menyatakan kemuliaan-Nya.

2. Karunia-karunia Kuasa terdiri dari karunia iman, karunia untuk menyembuhkan dan karunia mengadakan mujizat.

Karunia iman bisa bekerja seperti kepada Daniel misalnya, yang sewaktu dilemparkan ke kandang singa-singa yang kelaparan, dia bukannya takut tetapi bahkan membaringkan dirinya untuk tidur! Dan Daniel tidak diganggu sedikitpun oleh singa-singa yang lapar itu, yang mana biasanya, begitu ada seseorang dimasukkan ke kandang itu langsung akan diterkam habis oleh mereka. Daniel tidak diterkam oleh singa-singa itu karena ada manifestasi karunia iman supralami yang bekerja dalam dirinya.

Yesus juga mendemonstrasikan karunia iman ini sewaktu Dia tidur di perahu yang sedang diombang-ambingkan oleh angin badai. Dan begitu bangun Dia hardik badai itu sehingga tenang kembali. (Baca Matius 8:23-26)

Yesus sewaktu di dunia, sebagai manusia 100%, telah berhasil memanifestasikan karunia iman-Nya karena Dia berjalan dalam kemenangan yang 100%, dan bukan sekedar ingin. Dan Yesus berhasil karena Dia tidak pernah melakukan sesuatu kecuali dengan kuasa Roh Kudus. Dia melayani sama seperti kebanyakan kita melayani dengan menerima pengurapan Roh Kudus. Yesus mengatakan di Yohanes 8:28 bahwa apa yang Dia lakukan itu bukan dari diri-Nya sendiri.

 

(bersambung)


 

ke renungan yang lain