Make your own free website on Tripod.com

CNRT/Kongres Nasional

Pidato pada Konferensi Pembangunan Berkelanjutan

25/1/2001

Mario Carrascalao, Wakil Presiden, CNRT-CN

 

Atas nama CNRT dan rakyat Timor Lorosa’e, saya mengucapkan selamat datang ke negara kami. Terima kasih karena anda telah menyediakan waktu dan keahlian, kemampuan, dan pengetahuan anda. Saya percaya bahwa pembahasan di sini dalam beberapa hari mendatang akan memberikan kepada kami pengetahuan yang berharga tentang bagaimana kami sebagai negara baru yang sudah hancur bisa maju ke arah masa depan yang berkelanjutan.

 

Pembangunan berkelanjutan adalah konsep baru untuk kita di Timor Lorosa’e. Konsep tersebut bisa dikatakan konsep baru karena pembangunan berkelanjutan sudah belum dipraktekkan selama beberapa ratus tahun di Timor Lorosa’e.

 

Kita tidak mengerti akan konsep pembangunan berkelanjutan karena selama berabad-abad dalam penjajahan, Timor Lorosa’e mengalami eksploitasi yang tidak bersifat berkelanjutan terhadap sumber daya alamnya. Misalnya, kayu cendana di Timor Lorosa’e pertama dieksploitasi oleh orang-orang Cina, kemudian penjajah Portuguese, sampai pada tahun 1948, kayu cendana di Timor Lorosa’e hampir tidak ada. Kemudian, selama 25 tahun terakhir ini, Indonesia mengambil apa saja yang mereka inginkan dari lingkungan hidup kita. Namun, tidak hanya orang lain saja yang merusak lingkungan hidup kita di Timor Lorosa’e: orang Timor Lorosa’e sendiri ikut mempraktekkan cara pertanian tambang bakar di lingkungan hidup kita yang sudah rusak ini. Salah satu sumber daya alam kita yang masih belum disentuh oleh para penjajah adalah sumber tambang, dan ini harus kita pertimbangkan secara hati-hati.

 

Dengan mulainya konferensi tentang pembangunan berkelanjutan ini, kita harus mengamati situasi pada masa sekarang ini. Negara kita sudah hancur. Sumber daya alam yang masih ada, kualitasnya sangat rendah. Dengan kata lain, kita punya sedikit saja sumber-sumber untuk menunjang hidup kita.

 

Ada banyak tantangan yang harus dihadapi dan ditanggulangi sebelum kita bisa mulai melaksanakan pembangunan berkelanjutan secara sungguh-sungguh di Timor Lorosa’e.

 

Kita percaya pada konferensi ini untuk membuat beberapa ide solusi untuk memperbaiki sistem ekologi kita, dan memulihkan sumber daya alam kita. Kita juga ingin mendengar bagaimana masyarakat Timor Lorosa’e bisa ikut serta dalam proses pemulihan sumber-sumber alam tersebut.

 

Kami, para pemimpin, percaya bahwa penting sekali untuk melestarikan apa yang kita sudah punya. Kalianlah para ahlinya-tolong tunjukkan bagaimana caranya melestarikan hutan-hutan dan tanah kami. Tunjukkanlah bagaimana cara melestarikan sistem ekologi kita, sambil memberikan kehidupan berkelanjutan kepada mereka yang diminta menjaga dan melestarikan sumber daya alam tersebut.

Bagaimana memulihkan karang-karang kita, yang sudah rusak karena pemboman ikan dll? Bagaimana caranya supaya orang-orang yang tinggal di daerah pantai diikutsertakan dalam proses pemulihan sumber daya alam tersebut?

 

Bicarakan juga tentang bagaimana kita mendasarkan pembangunan di Timor Lorosa’e pada penghasilan energi yang berkelanjutan-salah satu faktor yang paling penting untuk pembangunan berkelanjutan.

 

Yang penting pula, tunjukkanlah bagaimana kita bisa mendapat dukungan finansial yang sangat dibutuhkan karena jelas tidak akan ada program pembangunan berkelanjutan di Timor Lorosa’e tanpa keuangan dan pendanaan yang berkelanjutan untuk program-program semacam itu.

 

Saya menantang anda sekalian untuk mencari dan menemukan cara supaya budaya kita sendiri dapat menemukan solusi untuk membuat pembangunan berkelanjutan yang lebih berhasil.

 

Semua pembicaraan di Timor Lorosa’e juga harus termasuk pembicaraan tentang warisan penjajahan kita, yang terus mempengaruhi kita dan mengambil hak-hak asasi kita sebagai manusia. Warisan penjajahan tersebut melukai, mencederai, dan membunuh, seperti halnya perang. Sementara berjuta-juta dolar digunakan untuk memperbaiki kerusakan fisik dari perang tersebut- masyarakat sendiri terus menderita karena perusakan psikis yang disebabkan penjajahan, menderita karena perpecahan yang ditinggalkan dalam masyarakat kita.

 

Apakah pembangunan yang berkelanjutan dapat memasukkan suatu upaya agar masyarakat Timor Lorosa’e juga bisa menanggulangi penderitaan psikisnya yang disebabkan oleh warisan penjajahan? Bagaimana cara untuk mendamaikan warga masyarakat masing-masing, sebagaiman kita mendamaikan masyarakat dengan Ibu Pertiwi?

 

Masyarakat Timor Lorosa’e tidak bisa hanya membicarakan untung dan ruginya pembangunan berkelanjutan- mereka sudah cukup kesulitan cari makanan untuk keluarganya setiap hari. Seperti salah satu orang dari Kepulauan Pasifik berkomentar kepada seorang ahli ilmu pengetahuan yang datang, “Keanekaragaman hayati seseorang, adalah makan siang bagi orang lain”.

 

Kita tidak bisa terlalu mengandalkan solusi dari luar. Karena semua yang sudah terjadi di sini, Timor Lorosa’e adalah negara yang unik dan keperluan-keperluannya luar biasa. Keperluan kita sudah harus segera ditangani karena apabila program-program untuk pembangunan berkelanjutan di masa depan tidak dilaksanakan sekarang, sisa sumber-sumber alam kita akan cepat hilang.

 

Kita berpikir bahwa situasi kita mirip dengan negara-negara dari Kepulauan Pasifik. Mereka juga sudah pernah mengalami penjajahan, tetapi tetap bisa mengembangkan sumber daya alamnya, dan menciptakan sistem demokrasi yang berjalan dengan baik.

 

Saya berharap konferensi ini akan menunjukkan bagaimana kita bisa belajar dari pengalaman negara-negara Kepulauan Pasifik, dan minta bantuan dan dukungannya terhadap usaha kita dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan.

 

Kalian dari Asia Tenggara juga bisa membagi pengalaman anda di bidang pembangunan berkelanjutan. Negara-negara dari kawasan Asia Tenggara sudah bersikap sangat baik terhadap Negara Timor Lorosa’e, dan kita berharap anda sekalian akan mencari jalan supaya sikap positif dari kawasan kita berpengaruh dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan di sini.

 

Memang, kita akan dituntun oleh “Program Aksi” yang disetujui Konferensi Sedunia PBB tentang Pembangunan Berkelanjutan di Negara-negara Kepulauan Kecil yang Sedang Berkembang, di Barbados, pada tahun 1994. Program tersebut disetujui oleh lebih dari 160 negara, dan memasukkan beberapa hal utama untuk kerja sama internasional.

 

Mungkin rekan kerja kita dari PBB yang ada di sini bisa menasehati kita tentang bagaimana menggunakan rencana yang disetujui di Barbados sebagai dasar hubungan kerja kita di masa depan.

 

Kita memberi tantangan kepada konferensi ini untuk mengakui hal-hal tersebut, dan melaksanakan Rancangan Pembangunan Berkelanjutan untuk anak dan cucu kita. Seperti kita sudah tahu, “Kita tidak mewarisi bumi ini dari orang tua kita- tetapi kita meminjamnya dari anak-anak kita”.

 

Kita juga perlu mencari jalan untuk menggerakkan kalangan muda di Timor Lorosa’e supaya mereka sadar akan hak yang dimilikinya sejak lahir, dan supaya mereka membantu melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Mari kita bicarakan pelatihan macam apa yang diperlukan bagi kalangan muda Timor Lorosa’e.

 

Konferensi ini juga harus meniliti bentuk ilmu pengetahuan dan teknologi apa yang sudah terbukti berjalan dengan baik. Kita tidak ingin menjadi laboratorium uji-coba- kita perlu memakai teknologi yang terbukti keberhasilannya. Kita akan mencari solusi yang cocok untuk budaya kita, serta yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita.

 

Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih kepada semua yang memungkinkan pelaksanaan konferensi ini dengan memberikan dukungan finansial, utamanya USAID, HIVOS, CAFOD, UNDP, TROCAIRE, Kedutaan Finlandia, Timor Aid, UNICEF, NZAid, AUSAid, dan Canada Fund. UNDP bersama Pemerintah Norwegia, juga mengirim tiga orang konsultan, dan tiga orang lokal untuk mengevaluasi kebutuhan-kebutuhan lingkungan hidup di Timor Lorosa’e. Kita berharap bahwa UNDP, dan semua pemberi donor yang terdaftar di atas, akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan LSM-LSM di bidang pembangunan berkelanjutan di Timor Lorosa’e.

 

Saya juga ingin berterima kasih kepada anda semua yang datang ke Timor Lorosa’e dari jauh supaya bisa membantu kami mencari jalan untuk membangun negara kami secara berkelanjutan.

 

Saya berharap bahwa hasil-hasil dari konferensi ini akan berarti bahwa masyarakat Timor Lorosa’e juga akan ikut berterima kasih kepada anda, karena anda sempat bekerja sama dengan kami untuk mencari masa depan yang penuh dengan harapan- dibangun atas dasar pemulihan ekologi dan pembangunan masyarakat dan sumber-sumber kita secara berkelanjutan dan manusiawi.

 

Semoga sukses dalam konferensi yang penting ini.