Make your own free website on Tripod.com

Pharmaceutical Journal

Majalah Farmaseutik Volume 1, (1997), Number: 2

Article 1. (number of pages: 7; original language: indonesian)

PENGARUH NIKOTINAMIDA TERHADAP KELARUTAN DAN ABSORPSI IN VITRO SULFAMETOKSAZOL*

Siti Aminah dan Nusratini (Fakultas Farmasi UGM)

ABSTRAK

Sulfametoksazol merupakan obat anti bakteri yang sukar larut dalan air. Dengan kelarutan yang kecil ini sulfametoksazol mengalami absorpsi yang kurang baik. Kompleks antara sulfametok-sazol dengan nikotinamida serta pengaruh terjadinya kompleks terhadap absorpsi in vitro sulfametoksazol diteliti pada rentang pH cairan usus. Penelitian dilakukan dengan menentukan kelarutan sulfametok-sazol yang ditambah dengan berbagai kadar nikotinamida dalam dapar fosfat pH 6,5 pada suhu 27°C, 37°C dan 45°C. Selanjutnya perco-baan in vitro dilakukan dengan menggunakan usus halus tikus yang dibalik. Pemeriksaan kadar sulfametoksazol dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV pada l 258 nm dan 263 nm. Hasil menunjukkan bahwa penambahan nikotinamida menaikkan kelarutan sulfametoksazol secara linear. Kompleks yang terjadi adalah tipe A dengan harga K1:1 pada 27°C, 37°C, 45°C berturut-turut sebesar 17,6 M-1 , 13,7 M-1, 10,8 M-1 Nikotinamida menyebabkan penurunan permeabilitas dinding usus halus tikus terhadap sulfametoksazol.

--------------------------------------------------------

Article 2. (number of pages: 7; original language: indonesian)

PREGELATINIZED AMILUM MANIHOT SEBAGAI PENGISI TABLET METRONIDAZOL KEMPA LANGSUNG*

Siti Sundari dan Siti Oemi Alifah (Fakultas Farmasi UGM)

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian tentang pregelatinized amilum manihot sebagai pengisi tablet kempa langsung metronidazol untuk mengetahui beberapa macam pregelatinized amilum manihot dan mengetahui kemampuannya sebagai pengisi tablet metronidazol kempa langsung dengan sifat-sifat fisika dan pelepasan obat yang baik. Penelitian dilakukan dengan cara pregelatinized amilum dibuat dari amilum manihot berdasarkan perbedaan suhu pemanasan amilum 70°, 80° dan 90°C dalam oven dan jumlah air yang digunakan 40% dan 60%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisika pregelatinized amilum dipengaruhi oleh jumlah air dan suhu yang digunakan. Prege-latinizied amilum mempunyai sifat alir yang baik kecuali yang dibuat dengan air 40% pada suhu 80°C. Tablet metronidazol dengan pengisi pregelatinized amilum semuanya memenuhi persyaratan sifat fisika, sedangkan kerapuhannya tidak memenuhi persyaratan. Pelepasan obat dari tablet dengan pregelatinized amilum mempunyai harga DE60 yang lebih besar daripada tablet dengan amilum.

--------------------------------------------------------

Article 3. (number of pages: 7; original language: indonesian)

STUDI FORMULASI TABLET KUNYAH DEXTROMETORFAN HIDROBROMIDA YANG DIBUAT DENGAN METODE ADSORBSI DAN KOMBINASI BAHAN PENGISI MANITOL-SUKROSA*

Ida Kesumawaty dan Mufrod (Fakultas Farmasi UGM, Yogyakarta)

ABSTRAK

Dextrometorfan hidrobromida bentuk sediaan tablet kunyah dimaksudkan agar diperoleh bentuk yang praktis. Rasa pahit akan menjadi penghalang pembuatan bentuk sediaan tablet kunyah. Untuk itu dibuat massa adsorbat menggunakaan magnesium trisilikat. Dibuat lima formula dengan kombinasi bahan pengisi manitol dan sukrosa sebagai berikut : A [100 % manitol], B [80 % manitol; 20 % sukrosa], C [60 % manitol; 40 % sukrosa], D [40 % manitol; 20 % sukrosa], E [20 % manitol; 60 % sukrosa]. Bahan pengisi terlebih dulu dibuat menjadi massa granul menggunakan bahan pengikat mucilgo amyli 2 % dalam 25 % larutan gula. Sebagai pembanding untuk mengetahui fungsi proses adsorbsi, dibuat satu formula tablet kunyah tanpa massa adsorbat dari Dextrometorfan hidroromida yang digunakan. Uji sifat alir campuran granul dan sifat fisika-kimia tablet dilakukan dan hasilnya menunjukkan adanya perbedaan bermakna: waktu alir paling singkat [9,8 detik] dan sudut paling kecil [47,41o] adalah formula C serta Indeks pengetapan paling kecil formula B [12,80 %]. Dari uji sifat fisika dan kimia tablet didapatkan tidak ada perbedaan bermakna pada kekerasan tablet dengan tablet paling keras formula B [7,15 kg], kerapuhan tablet dengan kerapuhan paling kecil formula E [0,10 %]. dan kadar zat aktif meskipun ada perbedaan bermakna namun tablet semua formula memenuhi persyaratan. Hasil angket tanggapan rasa yang dilakukan menyatakan bahwa semua formula dapat diterima sebagai formula tablet kunyah.