Home

Sejarah
Berita NAD
Arsip Berita NAD
Photos Gallery
Produk Perundang-Undangan RI
Links
Calendar of Events
Contact Us
Nanggroe Aceh Darussalam
Sejarah

Graphic of globe; Actual size=240 pixels wide

Tugu Pahlawan Nasional
Teuku Umar Johan Pahlawan

Disinilah Teuku Umar Johan Pahlawan
menghembus nafas terakhirnya
setelah tertembus peluru Belanda
di kawasan Aceh Barat

Pada tanggal 21 Juni 1599 sebuah kapal dagang Belanda yang dipimpin oleh Cornelis De Houteman dan adiknya Frederick De Houteman mendarat di Aceh. Namun karena orang Aceh mengira bahwa Belanda tersebut Portugis mereka menyerang kapal itu dan membunuh Cornelis De Houteman serta menawan Frederick De Houteman.
Selanjutnya tahun 1602 sebuah kapal dagang Belanda lain yang dipimpin oleh Gerald De Roy dikirim ke Aceh oleh Prince Mourists dalam usaha menjalin hubungan kerja sama dengan Kerajaan Aceh. Utusan tersebut disambut baik oleh Sultan Aceh dan menandatangani hubungan kerjasama tersebut.
Dalam Abad ke XVI, Aceh memegang peranan yang sangat penting sebagai daerah transit barang-barang komoditi dari Timur ke Barat. Komoditi dagang dari Nusantara dikumpul di sini menunggu waktu untuk diberangkatkan ke luar negeri. Aceh sebagai bandar paling penting pada waktu itu ramai dikunjungi oleh para pedagang dari berbagai negara.

Aceh juga dikenal dengan daerah pertama masuknya agama Islam ke Nusantara. Sekitar akhir abad ke XIII di Aceh telah berdiri sebuah kerajaan besar yaitu Kerajaan Pasai yang bukan saja bandar paling penting bagi perdagangan, namun juga sebagai pusat penyebaran agama Islam baik ke Nusantara maupun luar negeri.
Portugis pertama sekali mendarat di Aceh dalam tahun 1509 mengunjungi Kerajaan Pedir (Pidie) dan Pasai untuk mencari Sutera. Tahun 1511 Portugis menaklukkan Malaka yang menyebabkan Sultan Aceh marah. Kerajaan Aceh kemudian mengirim armadanya untuk membebaskan kembali Malaka dari tanggan penjajah, namun tidak berhasil dan banyak tentara Kerajaan Aceh yang gugur dan dikebumikan disana.
Pada masa Sultan Iskandar Muda (1607 - 1636), barulah Malaka bisa dibebaskan kembali dari cengkeraman Portugis dan jalur perdagangan di Selat Malaka kembali dikuasai oleh Kerajaan Aceh Darussalam.
Pada awal Juni 1602 saudagar-saudagar Inggris dikirim ke Aceh oleh Ratu Elizabeth untuk menjalin kerjasama dalam bidang perdagangan. Utusan tersebut juga disambut baik oleh Sultan dan menandatangani hubungan kerjasama. Hubungan ini terus berlanjut sampai bertahun-tahun kemudian.
Namun karena keserakahan V.O.C, Belanda memaklumkan perang atas Kerajaan Aceh Darussalam dan menyerangnya pada tanggal 14 April 1873. Perang antara Belanda dan Aceh merupakan yang terpanjang dalam sejarah dunia yaitu lebih kurang 69 tahun (1873 - 1942) yang telah menelan jutaan nyawa.
Pada tahun 1942 Jepang mendarat di Aceh dan disambut baik oleh orang Aceh karena pada waktu itu antara Belanda dan Jepang saling bermusuhan, dan orang Aceh berharap kedatangan Jepang akan membantu mengusir Belanda dari tanah Aceh. Namun kenyataannya sebaliknya bahwa Jepang lebih ganas dari Belanda sehingga orang Aceh merasa ditipu oleh Jepang dan mengangkat senjata memerangi Jepang.
Jepang berada di Aceh hanya 2,5 tahun, namun banyak pertempuran yang terjadi antara Aceh dan Jepang. Diantara sekian banyak perang yang terjadi, ada dua pertempuran yang sulit untuk dilupakan karena banyaknya korban jiwa yang berjatuhan yaitu di Pandrah (Aceh Utara) dan di Cot Plieng (Aceh Utara).
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 sedikit banyak telah membebaskan Aceh dari belenggu perang yang mengenaskan.

GEOGRAFI NANGGROE ACEH DARUSSALAM

petaaceh

LETAK GEOGRAFI NANGGROE ACEH DARUSSALAM
Letak : 2 - 6 Lintang Utara
95 - 98 Lintang Selatan
Batas : Sebelah Utara dgn Selat Malaka
Sebelah Selatan dgn Propinsi Sumatera Utara dan Selat Malaka
Sebelah Barat dgn Samudera Hindia
Sebelah Timur dgn Propinsi Sumatera Utara dan Selat Malaka
Luas Daerah : 57.365,57 Km2
Tinggi Rata2 : 125 m di atas permukaan laut
Kondisi Daerah : 74,8% Hutan;
11,67% Lahan Pertanian;
1,59 % Desa/Kemukiman 8,7%;
Gunung: 39;
Danau: 2;
Sungai: 73
Iklim Tropis :a. Musim Kemarau : Februari - Agustus
b. Musim Hujan : September - Januari
Curah Hujan : Rata-rata Min : 23 - 25C
Rata-rata Max : 30 - 33 C
Kelembaban : Relatif antara 65% - 75%

bi
Gedung Bank Indonesia di banda Aceh, Salah satu Koleksi Sejarah Peninggalan Kolonial Belanda di Aceh

Rumoh Aceh Terancam Punah