| April 1999 |
| Prakata |
|
| Senin | Selasa | Rabu | Kamis | Jumat | Sabtu | Minggu |
|
|
|
|
4 | |||
| 5 | 6 |
|
|
|
|
11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |

husen@hotmail.com
|

|
Mari Kita Kabarkan "Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu menjadi Tuhan dan Kristus." ( Kis. 2:36 ) |
|
Tanggal : 1 April 1999 Bacaan : Rm. 10:9 Refleksi : Sudahkah Anda kabarkan kabar sukacita ini kepada orang lain? Tuhan sudah mati dan hidup kembali untuk Anda! Doakan Bersama : Kerusuhan yang terjadi di Ambon, dan Sambas tidak semakin meluas. Orang yang mengungsi atau keluarga yang ditinggal oleh sanak keluar-ganya dapat dikuatkan dan dihibur oleh Tuhan. |
Teman saya baru menulis sebuah artikel tentang Paskah yang temanya
cukup menarik: "Kabar dari Kubur: Dikaburkan atau
Dikabarkan". Walaupun saya belum membaca isinya
tetapi saya yakin, bahwa isinya tentang peristiwa Karya Keselamatan
Yesus yang luar biasa. Seorang penulis yang bernama Andrew Song menulis paling sedikit lima syarat untuk membuat seorang manusia itu menjadi seorang terkenal. Pertama, harus banyak uang; kedua, harus berilmu tinggi; ketiga, harus mempunyai kekuasaan; keempat, kedudukan serta yang kelima, paling sedikit umurnya sekitar empat puluhan atau lanjut usia. Hanya satu orang di dunia ini yang tidak memiliki syarat-syarat di atas, tetapi sangat terkenal yaitu Tuhan Yesus. Buktinya: 1. Yesus tidak mempunyai uang, lahir di kandang domba, tidak ada tempat untuk meletakkan kepalaNya (Mat. 8:20) dan pada saat mati, kuburNyapun pinjaman dari Nikodeus; 2. Yesus tidak pernah bersekolah tinggi atau menulis buku atau artikel, tetapi berjuta-juta buku menulis tentang Dia; 3. Yesus tidak menyandang senjata untuk menyatakan Dia berkuasa. Ketika di Taman Getsemani, Ia membiarkan diriNya ditangkap tanpa perlawanan; kecuali Petrus yang coba membela Dia yang dicekam habis-habisan; 4. Yesus tidak berkedudukan, Ia hanya seorang anak desa dan anak tukang kayu; 5. Yesus tidak memiliki usia yang lanjut, Dia hidup lebih kurang tiga puluh tiga tahun di dunia ini. Pertanyaannya, mengapa Yesus begitu terkenal? Jawabannya satu, seandainya Yesus bukan Tuhan tidak mungkin demikian. Mari kita kabarkan pada orang lain berita kesukaan ini. |

|
Getsemani, Gabata, Golgota "Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh
berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan
ke tanah." |
|
Tanggal : 2 April 1999 Bacaan : Mat. 26:36-46; Yoh. 19:1-16; Refleksi : Kerajaan Allah bukan dibangun dengan senjata, tetapi dengan kasih dan pengorbanan Tuhan Yesus. Doakan Bersama : Tuhan telah mati untuk kita, menebus dosa kita, semuanya ini karena cintaNya yang begitu besar untuk kita. Bersyukurlah senantiasa. |
Penyalipan Tuhan Yesus bukan sekedar suatu kisah yang perlu diulang
(review) setiap tahun pada minggu-minggu sengsara, bahkan bukan
merupakan suatu dongeng kuno yang mengenaskan. Sebaliknya, kisah
kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus merupakan kunci kepercayaan
orang Kristen. Sekalipun Yesus adalah Tuhan yang dapat melakukan segala sesuatu dengan kuasaNya, termasuk menyelamatkan manusia yang berdosa, namun Allah Tritunggal tidak menyelesaikannya dengan cara demikian. Langkah menuju penyaliban perlu dibayar dengan harga yang mahal. Perjalanan Tuhan Yesus dari Getsemani sampai di Golgota merupakan detik-detik yang penuh dengan pergumulan. Di Getsemani, Ia juga harus mengalami ujian yang berat. Tuhan Yesus yang juga sebagai manusia mengalami kegentaran, ketakutan dan kesedihan saat Ia harus mengahadapi maut. Pada saat itu tidak ada seorangpun yang dapat mendampingiNya untuk bersama-sama bergumul dalam doa. Bahkan Ia mempunyai suatu keinginan, kalau boleh cawan pahit itu lalu dari padaNya. Tetapi semakin Ia takut, Ia semakin berdoa dengan sungguh-sungguh (Luk. 22:44). Inilah kekuatan yang diperolehNya dari Allah Bapa. Maka, setelah menyelesaikan doaNya, Ia bangkit menghadapi kematian dengan kekuatan yang baru. Di Gabata, tempat Tuhan Yesus diadili dan akhirnya menang atas ujian. Dia dianiaya, tetapi Dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutNya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian (Yes. 53:5). Ini semua karena Ia menyadari, untuk keselamatan manusia, Ia diutus ke dunia. Di Golgota, Tuhan Yesus menyelesaikan karya keselamatan dengan mencucurkan darahNya. Ia yang tidak mengenal dosa telah dibuat menjadi berdosa oleh karena kita (2 Kor. 5:21). Dia ditikam oleh karena pemberontakan kita, Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita. Tangan dan kakiNya harus ditusuk oleh paku. KepalaNya diberikan mahkota duri. TubuhNya harus digantung dengan kaki sebagai sebagai tumpuan berat tubuhNya. Tetapi rencana karya keselamatan dari Allah ini telah diselesaikan oleh karena ketaatanNya. Sebab itu, kisah tentang kematian Tuhan Yesus ini mengingatkan kita kepada gambaran tragis yang membawa kemenangan. |

|
Konsep Yang Kabur "... betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak
percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah
Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" |
|
Tanggal : 3 April 1999 Bacaan : Luk. 24:13-35 Refleksi : Bagaimanakah konsep Anda tentang Kristus? Doakan Bersama : Pemutaran film Yesus dan perkabaran Injil di Tajikistan, India. Negara ini tidak beragama Kristen, tapi kita berdoa agar lebih banyak orang yang mau mengenal Tuhan. |
Saya sedang mencoba menempatkan diri saya pada saat kota Yerusalem
dilanda rumor tentang "menghilangnya" jenazah Tuhan
Yesus. Ada murid-murid Tuhan Yesus yang memeriksa kubur kosong;
ada yang berjumpa dengan Tuhan Yesus ketika mereka sedang dalam
perjalanan ke Emaus; ada yang ingin membuktikan dengan matanya
sendiri bahwa Tuhan Yesus sungguh-sungguh hidup. Yang menjadi
tanggapan saya tentang menghilangnya Tuhan Yesus
ini yaitu seperti menafsir tentang siapa yang menjadi biang ninja
di Jatim; dan provokator kerusuhan di Jakarta (Ketapang), Kupang;
bahkan penumpahan darah yang masih berkepanjangan di Ambon? Sesungguhnya Tuhan Yesus telah berulangkali memberi pesan kepada murid-muridNya bahwa Ia akan diserahkan untuk menderita dan akan bangkit pada hari yang ketiga (24:45-49). Namun pesan Tuhan Yesus ini tidak mengubah konsep tentang Kristus yang benar. Murid-murid mempunyai konsep yang kabur tentang misinya. Mereka hanya melihat kebesaran dengan apa yang dikerjakanNya. Mungkin karena itu, Ia mengubah lima ketul roti dan dua potong ikan yang dapat dimakan untuk lima ribu orang; dan Ia juga menyembuhkan orang lumpuh, mencelikkan orang buta, mentahirkan orang kusta; serta Ia dapat mengatasi alam dengan menghentikan badai dan sebagainya. Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang murid Tuhan dengan nada kecewa: Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang membebaskan bagsa Israel (24:21). Tidak heran jika mereka menjadi kecewa. Dahulu kami mengharapkan, bukan kami tetap mengharapkan, karena yang diharapkan itu adalah hal yang dilihat, yaitu agar bangsa Israel dapat dibebaskan. Sehingga jika yang dilihat itu berubah, hatipun juga berubah. Karena konsep yang salah tentang Kristus membawa pendirian yang simpang siur dan sikap yang tidak yakin. Sebab Tuhan Yesus menegur mereka, betapa lambannya hati mereka. Seharusnya mereka mempunyai keyakinan, bahwa Kristus akan bangkit dari kematian setelah hari yang ketiga. Sehingga mereka tidak lagi mengatakan, dahulu kami mengharapkan. Bagaimana konsep Anda tentang Kristus? Kecewakah Anda sebab Ia tidak menyembuhkan penyakitmu? Atau tidak memulihkan kondisi ekonomi Anda? Berpalinglah pada janji-janji Tuhan yang tidak berubah dengan konsep yang benar. |

|
Kebangkitan Yang Tak Dimengerti "Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah." |
|
Tanggal : 4 April 1999 Bacaan : Yoh. 20:1-10 Refleksi : Apakah kebangkitan mempunyai makna yang penting dalam hidup Anda? Doakan Bersama : Umat Kristiani mengenal kehi-dupan doa, saat teduh dan perse-kutuan yang baik sehingga dapat menjadi kesaksian yang hidup bagi sekelilingnya. |
Hari Minggu itu, di Palestina telah terjadi suatu peristiwa yang
besar, yang di kemudian hari menjadi peristiwa yang menggemparkan
seluruh negeri bahkan seluruh dunia. Yesus, orang Nazareth, yang
disalibkan oleh orang-orang Yahudi melalui keputusan pengadilan
yang tidak adil, bangkit kembali dari kematian! Peristiwa tersebut menjadi salah satu peristiwa terbesar di dalam sejarah kehidupan manusia, peristiwa tersebut mendasari kebangkitan dari suatu sistem kepercayaan baru, yang selama ini belum pernah ada pada konsep agama manusia, bahkan juga setelah itu. Kepercayaan yang baru ini, menjadi satu-satunya kepercayaan yang dibangun atas suatu karya penebusan dosa, kepercayaan kepada Tuhan yang mati dan bangkit kembali. Kebangkitan ini begitu penting nilai dan maknanya, sehingga di kemudian hari Paulus dengan gamblang menyatakan; Kalau Kristus tidak bangkit, maka sia-sialah iman dari semua orang yang percaya kepadaNya. Kebangkitan Kristus yang satu-satunya itu jelas merupakan konfirmasi tunggal dari semua spekulasi manusia tentang agama dan keselamatan. Tanpa kebangkitan Kristus hari itu, kekristenan tidak ada sedikitpun nilai kelebihannya dari kepercayaan lain. Kenyataannya, kebangkitan Tuhan hari itu ternyata tidak ditanggapi dengan sikap terlalu antusias dari pada murid. Ketika mereka ditinggalkan, mereka sangat terpukul dan kecewa. Padahal Tuhan sudah berulang kali memberi tahu bahwa Dia memang akan mati dibunuh, tapi Dia akan bangkit kembali pada hari ke tiga. Tiga hari kemudian, mereka diberi tahu bahwa kubur Tuhan telah kosong, tubuh Tuhan tidak ada ditempat. Menanggapi berita itu, pada murid tidak juga disadarkan akan kebenaran berita yang pernah disampaikan kepada mereka oleh Tuhan sendiri, sebaliknya mereka terus diliputi keraguan. Mereka pergi ke kubur Yesus, menemukan tubuhNya tidak ada di sana. Tetapi mereka tidak mengerti apa yang sesungguhnya terjadi. Bagaimana pengertian orang Kristen hari ini terhadap kebangkitan Tuhan? Seberapa penting kebenaran ini bagi orang percaya dan sejauh mana kebangkitan Kristus berperan dalam kehidupan nyata? |

|
Kegagalan Murid "... betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak
percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah
Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" |
|
Tanggal : 5 April 1999 Bacaan : Yoh. 21:1-11 Refleksi : Berapa seringkah kita tidak peka merasakan karyaNya di tengah kehidupan kita? Berapa seringkah kita juga telah gagal mengenali Tuhan dalam hidup kita dan menyikapi dengan Tuhan sepantasnya? Doakan Bersama : Siaran atau penayangan semua stasiun televisi memberi informasi yang benar, menghiur dan mendidik masyarakat secara positif. |
Tuhan sudah bangkit. Kepada Maria dan teman-temannya Tuhan menyampaikan
pesan supaya murid-murid menjumpaiNya di Galilea, yaitu di bukit
Galilea (Mat. 28:10,16 ). Tetapi ketika pagi itu mereka bertemu
Tuhan, peristiwanya justru terjadi di pantai Galilea, setelah
para murid gagal mendapat hasil menangkap ikan. Nampaknya penantian yang tidak menentu telah mendorong Petrus sekali lagi mengambil suatu keputusan kontroversi: kembali ke profesi lamanya. Dan tindakannya itu segera diikuti oleh beberapa temannya yang lain. Mereka semalaman menangkap ikan, dan tidak mendapatkan hasil apapun. Pagi itu, Tuhan berdiri di tepi pantai menyapa mereka, tapi mereka tidak mengenaliNya. Lalu Tuhan menyuruh mereka menebarkan jala ke sebelah kanan dan mereka mendapatkan sejaring penuh. Ini adalah pengulangan dari peristiwa dulu (Luk. 5:1-11). Pada waktu itu, Petrus pernah sujud di hadapan Tuhan, mengakui kepapaan dirinya. Tapi kali ini, ketika peristiwa tersebut terulang kembali, merekatermasuk Petrus tetap tidak mengenaliNya, kecuali seorang murid yang lainkemungkinan Yohanesyang lebih peka. Dia segera berkata: Itu Tuhan! Sifat typikal Petrus mendorong dia segera bereaksi; tanpa memikirkan resiko karena kondisi fisik, dia segera terjun ke dalam danau menuju Tuhan. Apakah dia lakukan itu karena begitu rindunya kepada Tuhan? Nampaknya tidak demikian. Di dalam catatan Yohanes, tidak ada kesan bahwa mereka memperlihatkan sikap kehangatan bertemu kembali dengan Tuhan. Beberapa dari mereka bahkan masih menganggap ikan-ikan di dalam jala itu lebih penting dari pada Tuhan yang telah memberikan itu kepada mereka.. Ini adalah peristiwa ke 3 kalinya Tuhan menampakan diri kepada mereka (ay. 14), tapi kelihatan betapa lambannya para murid mengenali dan memberi sikap yang sepantasnya kepada Tuhan. Untuk kali yang kesekian, mereka kembali gagal! |

|
Kasih Setia Tuhan "Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya
kepada mereka, demikian juga ikan itu" |
|
Tanggal : 6 April 1999 Bacaan : Yoh. 21:12-19 Refleksi : Tuhan telah begitu banyak memberi kesempatan kepada Anda, seberapa tangkas Anda menangkap dan memakainya? Doakan Bersama : Pengenalan Alkitab di Timur Tengah dapat menjadi permu-laan perkabaran Injil dan Tuhan juga mengirimkan anakNya untuk membimbing pertumbuhan iman mereka. |
Tuhan menampakkan diri kepada murid-muridNya, tapi Dia tidak
dikenali. Tuhan sekali lagi menyatakan kemurahanNya, tetapi Dia
tidak disyukuri. Dia adalah Tuhan yang tidak berubah, Dia tetap
mengasihi mereka. Tuhan tidak menegor mereka, Dia bahkan menyediakan
sarapan bagi mereka. Dia adalah Tuhan. Tidak seharusnya Dia melakukan
semua itu, para muridlah yang sepantasnya menjamu Dia tetapi
justru Tuhanlah yang melayani mereka. Setelah selesai makan, Tuhan mengajukan tiga pertanyaan yang sama kepada Petrus untuk menguji hatinya. Pada malam Tuhan ditangkap, Petrus pernah tiga kali menyangkaliNya. Kini seolah-olah Tuhan memberi dia tiga kali kesempatan, untuk memperbaiki kesalahannya. Bukankah tidak ada keharusan apapun sehingga Tuhan melakukan itu? Bukankah sepenuhnya sah jika Tuhan menegor Petrus atas ketidak-setiaannya, atas penyangkalannya kepada Tuhan beberapa waktu lalu? Tuhan tidak melakukan itu. Dia adalah Tuhan yang mengasihi anak-anakNya dengan kasih setia yang tidak pernah berubah. Dia memahami kelemahan anak-anakNya, Dia memahami kebutuhan fisik mereka, Dia tahu bagaimana memperbaiki kesalahan mereka, Dia tahu bagaimana membimbing mereka ke jalan yang benar. Tuhan bukan saja tidak membuang Petrus, Dia justru memberi kesempatan untuk melayaniNya, Tuhan tetap mempercayakan suatu tugas penting kepada Petrus yang begitu sering gagal. Petrus pernah menyangkal Tuhan. Tapi bukankah tindakan Petrus seringkali mewakili kita semua juga? Petrus seringkali gagal. Tapi bukankah kegagalan Petrus juga mewakili kegagalan kita semua? Kita semua sering gagal. Gagal dalam memelihara hubungan yang benar dan baik dengan Tuhan, gagal mengasihi Dia, gagal dalam menaati kehendakNya. Tapi Dia tetap Tuhan yang setia. Dan kalau Tuhan yang terus melimpahi kita dengan kasih setiaNya bertanya kepada Saudara: "Apakah engkau mengasihi Aku lebih dari segalanya?" Apa jawab Saudara? Kalau Dia sekali lagi memberi kesempatan bagi Saudara untuk dipulihkan dari kegagalan Saudara, apa tanggapan Saudara? Kalau Dia masih mau memberi kepercayaan kepada Saudara untuk melayani Dia, apa jawab Saudara? |

|
Allah Memperhatikan Anda "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan
umat-Ku di tanah Mesir ..." |
|
Tanggal : 7 April 1999 Bacaan : Kel. 3:1-9 Refleksi : Pernahkan kita bersyukur atas semua yang telah Dia berikan untuk kita? Pernahkah kita berusaha untuk menyenagkanNya atas apa yang telah Dia berikan untuk kita? Doakan Bersama : Gereja kita masing-masing menjadi gereja yang tidak terpuruk dengan program-program ke dalam tanpa memperhatikan masyarakat sekitar. |
Bangsa Israel yang dituntun Allah keluar dari tanah Mesir merupakan
rencana Allah bukan rencana manusia. Ketika umatNya diperbudak
dengan keras, mereka berteriak minta tolong kepada Tuhan. Kesengsaraan
seakan sudah memuncak. Dari sinilah Allah mulai bekerja untuk
memulai lembaran baru dalam kehidupan bangsa ini supaya mereka
mengenal Allah Yahweh yang menyelamatkan mereka dari kesengsaraan
perbudakan di Mesir dan menjadi saksi Allah yang hidup untuk
keturunan bangsa ini. Dari ayat 6-8, Allah menanggapi seruan
mereka dalam beberapa hal: Pertama, Allah memperhatikan (ay. 7), terjemahan bahasa sekarang adalah peduli. Penderitaan yang sedang mereka alami memang sangat berat, tapi Allah sorgawi peduli akan hal itu. Manusia pada dasarnya butuh perhatian, apa lagi di saat kesusahan. Siapa yang dapat mengerti kesusahan saudara? Tidak ada! Hanya Allah! Serahkan segala pergumulan Anda padaNya dan Dia akan memperhatikan keadaan saudara. Kedua, Allah mendengar dan mengetahui penderitaan umatNya. Allah tidak tuli, Ia Mahatahu. Apapun yang sedang terjadi dalam kehidupan kita hanya Allah yang tahu. Sewaktu kita dalam penderitaan, kita mengharapkan Allah dapat menolong kita. Tetapi, ketika kita sedang dalam dosa, kita tidak mengharapkan Allah mengetahuinya. Pemahaman subyektif ini menilai Allah menurut kondisi hidupnya sendiri. Allah yang menyatakan diri kepada Musa adalah Allah yang mendengar dan mengetahui penderitaan kita dan juga dosa kita. Di hadapan Allah tidak ada yang tersembunyi. Dia mndengar dan mengetahui keadaan hidup kita. Ketiga, Allah akan melepaskan dan menuntun umatNya keluar dari Mesir (ay. 8). Janji Allah itu pasti dan menyakinkan. Musa percaya bahwa penderitaan bangsanya akan berakhir saat memasuki tanah perjanjian yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Apakah kita percaya bahwa Allah juga dapat melepaskan kemelut hidup kita saat ini? Bukankah Allah telah menyatakan kuasa dan janjiNya? Sebagai orang yang beriman kepada Tuhan, kita harus yakin dan percaya Allah dapat melakukan hal yang sama, melepaskan kita dari belenggu kesulitan dan menuntun kita memasuki kehidupan yang penuh berkat. |

|
Hal Kekuatiran "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok,
karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari
cukuplah untuk sehari." |
|
Tanggal : 8 April 1999 Bacaan : Mat. 6:25-34 Refleksi : Lihatlah burung di udara, Tuhan pelihara mereka. Apakah Tuhan akan melalaikan anak-anakNya yang dicintaiNya? Masihkan Anda tidak percaya akan penyertaanNya? Doakan Bersama : Para ayah lebih bijaksana dalam mengatur waktu mereka sehingga tidak melupakan keluarganya serta menjadi kesaksian yang baik bagi istri dan anak-anak. |
Saat senggang, saya menyempatkan diri melihat acara TV 'National
Geographical Channel'. NGC memperlihatkan binatang-binatang
tentang perilaku hidupnya, cara mendapatkan makanan, cara berkembang
biak hingga mengasuh anak mereka. Betapa Allah menciptakan segala
sesuatunya dengan sempurna! Ada satu binatang yang selalu membuat
saya terkenangburung pinguin. Hidupnya bergerombol dengan jumlah yang cukup banyak. Hidupnya di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Burung ini berjalan dengan kedua tangan dan kakinya yang pendek yang dapat dikatakan tidak berguna. Tanpa sayap, sehingga tidak dapat terbang seperti burung-burung lainnya untuk mencari makan. Tahukah saudara bagaimana cara burung ini menghangatkan anaknya yang masih kecil? Tuhan memberi sebuah lipatan kantung yang terletak di daerah perut bagian bawah. Ketika pinguin kecil tersebut belum dapat berjalan sendiri maka induk pinguin akan mendorongnya hingga dapat berjalan. Allahpun telah menyediakan makanan untuk mereka, yaitu ikan-ikan yang terletak di bawah hamparan es. Memang terlalu ekstrim jika di tengah krisis ini kita tidak bimbang dengan masa depan kita. Tetapi kesaksian orang Kristen yang lainnya menunjukkan dengan jelas penyertaan dan pemeliharaan Tuhan bagi orang-orang yang bersandar penuh pada Tuhan. Di tengah keadaan yang tidak menentu ini, kita harus lebih banyak berdoa, menomorsatukan Tuhan dalam segala aspek kehidupan kita, maka Tuhan berjanji akan memberi berkat yang limpah. Mustahil bila Tuhan melalaikan manusiaciptaan-Nya. |

|
Penyerahan Diri "Aku mau berseru-seru dengan nyaring kepada Allah,
dengan nyaring kepada Allah, supaya Ia mendengarkan aku." |
|
Tanggal : 9 April 1999 Bacaan : Mzm. 77 Refleksi : Tak seorangpun yang menyerahkan diri kepada Allah akan ditinggal oleh Allah Doakan Bersama : Saudara-saudara seiman kita yang sedang dalam masa tahanan, dihukum secara tidak adil karena mereka berani memperjuangkan kebenaran iman mereka kepada Tuhan. |
Walter Cizsek, seorang yang beragama Kristen dari negara
bekas Uni Soviet, dipenjara dan dianiaya oleh penguasa karena
imannya kepada Kristus. Ia dipaksa untuk mengambil keputusan
yang menggetarkan jiwanya: bekerjasama atau dihukum mati. Bekerjasama
dengan pembohong dan pembunuh? Tidak akan pernah! Tetapi menghadapi
kematian yang mengerikan? Bagaimana mungkin ia dapat sanggup
menanggungnya? Dalam keadaan nyaris kehilangan iman kepada Allah, Walter mulai berdoa dengan perasaan putus asa. Pada akhirnya ia mampu untuk menyerahkan diri sepenuhnya pada kehendak Bapa. Ia menulis bahwa kehendak Allah tidaklah "di luar sana" melainkan "di dalam situasi tempat saya berada." Dia menginginkan saya menerima situasi ini dari tanganNya, menyerahkan kendali dan menempatkan diri sepenuhnya dalam rencanaNya. Walter mampu melakukan hal ini karena ia dikuatkan oleh kasih setia Tuhan. Pernahkah Anda merasa ditinggal oleh Allah? Pernahkah Anda mengalami kondisi seperti pemazmur yang berteriak dalam keputusasaan, "Sudah lenyapkah untuk seterusnya kasih setiaNya, telah berakhirkah janji itu berlaku turun-temurun?" (Mzm. 77:9). Kesusahan yang dialami sang pemazmur mereda tatkala ia mengingat dan merenungkan kembali karya Allah yang ajaib dan mulai me-nyadari bahwa ia sepenuhnya dipelihara oleh Allah (ay. 10-20). Saat kita "menyerahkan kendali" dan menempatkatkan diri sepenuhnya dalam rencana Allah, perasaan ditinggal oleh Allah akan sirna. AMIN! |

|
Munafik " Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau
mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di
rumah-rumah ibadat... supaya mereka dipuji orang..." |
|
Tanggal : 10 April 1999 Bacaan : Mat. 6:1-4 Refleksi : Apakah hidup dan ibadah anda tertuju kepada Allah atau manusia ? Doakan Bersama : Penginjilan di negara Thailand yang mulai tebuka, semakin banyak orang mengerti isi Injil dan bertobat serta meninggalkan kehidupan yang penuh dosa. |
Ada bahaya setiap saat mengancam orang percaya, yaitu sifat munafik!
Yesus selalu menunjuk orang-orang Farisi sebagai orang munafik
(Mat. 23:13-29) karena mereka mengejar kekudusan dan kehormatan
lahiriah semata. Berdoa panjang-panjang, senang disebut sebagai
Rabi, duduk di tempat paling depan, serta menyatakan diri sebagai
orang Farisi sesuai dengan artinya yaitu "yang
dipisahkan". Yesus mengingatkan bahwa orang percayapun dapat jatuh ke dalam dosa yang sama: sombong rohani, munafik, atau mencari pujian dari manusia. Tuhan Yesus memakai istilah munafik yang dalam bahasa aslinya, hupokrites (bahasa Yuhani). Kata ini diambil dari dunia teater/drama yang maksudnya adalah bahwa sesungguhnya agama mereka bukanlah murni tetapi hanya bersifat sandiwara/drama saja. Itulah sesungguhnya yang dimaksud Tuhan Yesus saat Ia berkata "hati-hati", yang berarti: jangan munafik seperti orang Farisi. Kegiatan agama mereka bukan lagi merupakan jawaban pada manusia. Semuanya hanya pura-pura dan mencari pujian manusia. Sikap dan tindakan orang munafik sepertinya tertuju kepada Allah, tetapi batiniah mereka merindukan pengakuan dan pujian manusia. Munafik dengan gampang dibicarakan tetapi begitu sulit untuk mengatasinya. Karena sifat munafik berakar begitu mendalam di dalam hati manusia. Kita sadar akan hal itu saat kita menerima pujian dan kritik. Kita dapat terlihat rendah hati saat menerima kritik tapi di dalam hati kita, tersembunyi perasaan sakit hati dan kesombongan yang tidak dapat kita dilupakan. |

|
Manfaat Ke Rumah Allah "Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada
seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu
rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik." |
|
Tanggal : 11 April 1999 Bacaan : Mzm. 84 Refleksi : Ibadah kita juga turut menentukan pertumbuhan kerohanian kita. Sudahkah Anda menjalankannya sesuai dengan perintahNya? Doakan Bersama : Pemimpin negara Thailand yang melindungi kejahatan dan perdagangan obat bius dapat digantikan oleh orang yang jujur dan adil sehing-ga kerangka sosial dan hukum ditegakkan. |
Terdapat bukti-bukti yang semakin bertambah bahwa orang yang
beragama dapat mengatasi luka bakar berat dan masalah fisik yang
lain; yang ternyata lebih baik dibandingkan dengan orang yang
tak percaya dan juga mempunyai kemungkinan pemulihan kesehatan
yang lebih besar baik dalam segi fisik ataupun mental. Suatu penelitian terhadap 30 pasien wanita dalam proses penyembuhan patah tulang pinggang ditemukan bahwa mereka yang percaya kepada Allah sebagai sumber kekuatan dan yang biasanya mengikuti kebaktian, dapat berjalan lebih jauh ketika keluar dari rumah sakit dan kurang mengalami depresi dibandingkan dengan pasien yang hanya sedikit rasa kepercayaannya. Demikian juga survei dari National Institute of Aging terhadap 4.000 orang lanjut umur yang dipilih secara acakyang tinggal di rumah mereka, juga ditemukan bahwa orang yang ke gereja kurang terkena stress dan secara fisik lebih sehat dari pada mereka yang beribadah atau menon-ton kebaktian di televisi di dalam rumah saja. Tentu ada kemungkinan bahwa orang yang ke gereja kurang terkena depresi karena mereka lebih sehat dan mampu ke luar rumah. Tetapi, si peneliti menarik kesimpulan bahwa keikutsertaan orang di dalam kebaktian, berdoa bersama-sama, bersekutu bersama orang percaya dan penggunakan ayat-ayat Alkitab sebagai bacaan. Cara penghiburan dan penanggulangan masalah mempunyai dampak yang serba positif, malah lebih positif dari pada agama "buat sendiri" atau di televisi. Itulah sebabnya, ayo lekas-lekas ke gereja dan jangan pernah malas. Percayalah! |

|
Gengsi "Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi
mereka |
|
Tanggal : 12 April 1999 Bacaan : Ams. 13:10 Refleksi : Mengasihi musuh adalah perintah Tuhan. Sudahkah Anda memaafkan kesalahan orang lain sebagai tanda kasih Anda? Doakan Bersama : Pertumbuhan rohani pribadi Anda sendiri dan pengertian akan makna salib dalam menjalani kehidupan sehari-hari. |
Pertengkaran kecil yang terjadi baik di rumah, di tempat kerja
maupun di gereja; sering kali tidak terselesaikan dengan baik
bukan karena persoalan yang rumit, tetapi lebih sering karena
masing-masing mempertahankan gengsi. Seorang suami yang baru
selesai bertengkar dengan isterinya memutuskan untuk tidak mau
saling menyapa. Pagi-pagi sang suami telah berangkat ke kantor
tanpa pamit pada isterinya. Malam sehabis makan, ia langsung
masuk ke kamar dan tidur; demikian yang dilakukan si suami setiap
hari. Sementara itu isterinya juga tidak mau menyapa suaminya,
baginya yang penting ia sudah menyediakan makanan untuk suaminya,
dan itu sudah cukup. Suatu malam si suami cepat-cepat pergi tidur karena ia harus berangkat ke kantor lebih pagi. Namun sebelumnya, ia menulis di secarik kertas satu kalimat yang berbunyi "Ma, besok pagi jam 05.00 bangunkan saya ya...Salam Papa". Lalu ia meletakkannya di atas meja dan tertidur pulas. Keesokan paginya, si suami bangun jam 08.00, itu berarti ia terlambat tiga jam. Ia marah sekali, sebab isterinya tidak membangunkan dia. Tetapi ketika ia turun dari tempat tidur, ia melihat secarik kertas, tetapi bukan tulisan tangan yang dibuatnya kemarin malam, melainkan tulisan isterinya yang berbunyi "Pa..., pa..., bangun, sekarang sudah jam 05.00, nanti engkau terlambat? Salam Mama." Dari cerita di atas, kita dapat memetik pelajaran bahwa gengsi berakibat fatal. Orang-orang Kristen tentu tidak diajarkan untuk bergengsi-gengsian, tetapi ia harus merendahkan hati untuk terlebih dahulu mau untuk memaafkan orang lain. Maafkanlah kesalahan orang lain. |

|
Dendam "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah
seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap
yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu." |
|
Tanggal : 13 Aperil 1999 Bacaan : Im. 19:18 Refleksi : Janganlah engkau menuntut balas dan menaruh dendam , melainkan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri. Doakan Bersama : Umat Kristen Indonesia agar lebih banyak berdoa dalam keadaan bangsa seperti sekarang ini sehingga dapat lebih peka terhadap kehen-dak Tuhan. |
Setiap manusia mempunyai kelemahan. Sering kali tatkala kita
melihat kelemahan seseorang, kita cenderung menghakimi dari pada
mengasihi. Firman Tuhan mengatakan "Balok
di pelupuk matamu tidak engkau lihat, tetapi sedikit kesalahan
dari saudaramu engkau sudah mene-ropongnya dengan kaca pembesar". Ada seorang pemuda yang sedang duduk di lantai dua rumahnya, saat itu dia tidak dapat menahan diri untuk menegur tetangganya yang sedang menjemur pakaian yang belum dicuci bersih. Pemuda ini mendatangi tetangganya dan memberitahukan bahwa jemurannya itu masih kotor tapi nyatanya pakaian yang dijemur itu sudah bersih. Selidik punya selidik, kesalahannya ternyata terletak pada kaca jendela sang pemuda yang penuh debu, sehingga melihat ke arah pakaian yang dijemur itu masih kotor. Mengapa seseorang bisa menyimpan dendam pada orang lain? Semua ini tidak lepas pada kepentingan diri sendiri. Tatkala jabatan kita terancam, tatkala kita merasa disingkirkan, tatkala kita dinomer duakan; maka kita pasti berusaha membela diri dengan berbagai cara, halal atau tidak bukan menjadi soal; yang penting jabatanku jangan sampai tergeser. Dalam kehidupanNya, Tuhan tidak pernah berbuat demikian, Ia justru mengampuni orang-orang yang berbuat salah kepadaNya. Ia tidak pernah dendam atau menyimpan kesalahan orang lain. Berbeda dengan manusia, tidak pandang bulu; baik itu hamba Tuhan atau orang awam. Kadang kala mulut sudah mengatakan "maaf" namun di dalam "hati" masih belum; jadi dendam masih ada. Kiranya kita semua terhindar dari perilaku buruk ini, Amin. |

|
Intervensi "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang
yang penuh dengan Roh Allah?" |
|
Tanggal : 14 April 1999 Bacaan : Kej. 41:37-47 Refleksi : Tuhan adalah pemimpin hidup kita. Biarlah Tuhan ikut campur-tangan dalam keputusan, pergumulan, masalah dan dalam setiap bagian hidup kita lainnya. Doakan Bersama : Ibadah-ibadah dan persekutuan di setiap gereja, rumah, penjara, rumah sakit dan dimanapun agar senantiasa memberitakan kebenaran Injil Tuhan. |
Penanganan yang dinilai lambat itu, muncul tuntutan agar Presiden
B.J Habibie dan Menhankam/Pangab Jend. TNI Wiranto mundur. Tuntutan
itu terdengar senter beberapa hari terakhir. Seolah-olah, dengan
mundurnya dua pucuk pimpinan itu, masalah Ambon dengan sendirinya
dapat selesai. Lalu muncul pula seruan agar Amerika Serikat melakukan
intervensi untuk menyelesaikan masalah. Seolah-olah kita sudah
tak mampu menyelesaikan masalah dan harus meminta bantuan AS
yang selama ini sudah terkenal dengan politiknya yang bermuka
ganda (J. Pos 8/3/99). Adalah wajar, jika terjadi pro-kontra tentang hal ini. Namun jika kita menilai dari segi positifnya, maka lebih banyak menguntungkan rakyat khususnya (Ambon) yang sedang mengalami pertikaian dan menderita banyak kerugian selain korban jiwa. Ketika Firaun mengetahui negerinya akan mengalami krisis, sebagai pemimpin negeri Mesir, ia tidak sungkan-sungkan meminta bantuan Yusuf, seorang yang sangat sederhana namun penuh dengan Roh Allah. Dia diangkat dan dipercayai tugas yang sangat berat, ia tidak berpengalaman seperti pemimpin-pemimpin di negeri Mesir tapi Yusuf mempunyai kelebihan dimana hikmat Allah menyertainya. Ketika krisis tujuh tahun melanda negeri Mesir maka terjadilah kelaparan yang hebat bahkan merembes ke seluruh bumi (ay. 56-57). Berkat campur tangan (intervensi) Allah terhadap negeri ini, Yusuf dipakai untuk menyelamatkan bangsa ini dari krisis kelaparan. Bayangkan jika Firaun tetap bersikeras tidak mengangkat Yusuf karena takut kehilangan muka atau merasa gengsi, negeri ini akan ambruk karena krisis dan banyak orang mati kelaparan. Siapakah yang dapat menyelesaikan masalah Indonesia? Kita percaya Tuhanlah yang dapat menyelesaikan segala permasalahan di negara Indonesia ini. Intervensi Allah dapat melalui suatu bangsa, negera atau individu tertentu. Mari kita mendoakan negara dan bangsa ini agar Allah menolong kesulitan bangsa ini seperti Allah menolong bangsa Mesir pada zaman Yusuf. Ingatlah, bahwa keberadaan Allah dan campur tangan Allah, secara individu maupun secara bangsa, tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan kita. |

|
Sesuai Kemampuan "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan
biasa... Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu
jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya." |
|
Tanggal : 15 April 1999 Bacaan : 1 Kor. 10:30 Refleksi : Sudahkah Anda melakukan tugas yang diberikan kepada anda dengan baik dan bertanggungjawab? Jika belum, lakukanlah selagi Anda berkesem-patan. Doakan Bersama : Kegiatan kerohanian bagi anak pemuda- remaja bermanfaat bagi kerohanian mereka dan membuat hidup mereka dekat dengan Tuhan. |
Hari ini Anda akan saya ceritakan sebuah dongeng singkat: Suatu
hari raja merasa jengkel dengan kelicikan Abunawas, maka ia bermaksud
mencelakakannya. Lalu ia memanggil Abunawas datang ke Istana
dengan maksud menyuruhnya melakukan suatu tugas yang mustahil.
Abunawas disuruh membeli pisang goreng di dasar kolam. Mendengar
tugas yang sulit ini, maka Abunawas memohon kepada raja agar
diberi waktu untuk berpikir selama lebih kurang tiga hari. Tiga hari kemudian Abunawas datang menghadap raja tetapi ia dengan tenang berkata bahwa ia akan mencoba apa yang diperintahkan oleh raja. Maka Abunawaspun melompat ke dalam kolam itu, kemudian ia menyelam sampai ke dasarnya. Lima menit kemudian ia muncul kembali, namun dengan tangan hampa. Semua teman-temannya sudah mulai kaget, sebab sebentar lagi pastilah Abunawas dihukum. Raja kemudian bertannya "Abunawas, mana pesan saya?" Abunawas dengan tenang men-jawab "Maaf tuanku raja, toko sudah tutup!" "Mana mungkin tutup, saya belum pernah men-dengar ada toko di dasar kolam ?" jawab raja penuh keheranan. "Makanya... Tuanku raja sudah mengetahui bahwa tidak ada toko di dasar kolam, mengapa menyuruh saya membeli pisang goreng ke sana?" balas Abunawas penuh kemenangan. Dari cerita di atas kita dapat mengambil pelajaran bahwa raja yang menyuruh Abunawas melakukan pekerjaan yang tidak masuk akal adalah raja yang jahat. Tetapi Tuhan kita adalah Tuhan yang baik, apa yang diperintahkanNya pasti dapat kita lakukan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. |

|
Bagiku Hidup Adalah Kristus "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah
keuntungan." |
|
Tanggal : 16 April 1999 Bacaan : Fil. 1:12-26 Refleksi : Sejauh mana keyakinan Anda atas hidup Anda kepada Kristus? Apa yang menda-sari keyakinan percaya Anda kepada Kristus? Maukah Anda berkata: bagiku hidup adalah Kristus? Doakan Bersama : Orang Kristen Siria yang telah melepaskan diri dari masyarakat mereka untuk menjadi saksi Kristus bagi orang-orang dari kebudayaan yang lainnya. |
'Bagiku hidup adalah Kristus dan mati
adalah keuntungan'. Apa arti ungkapan ini buat Paulus
mengenai kesaksian pelayanannya yang ditulisnya dalam penjara,
yang ditujukan kepada jemaat di Filipi? Nampaknya ungkapan tersebut
merupakan keyakinan iman yang mendasari kehidupan pelayanannya.
Paulus menyadari bahwa baik hidup maupun matinya, ia harus memuliakan
Kristus (ay 20). Kenapa ia bersikap demikian? Sebab Paulus berkeyakinan
akan jaminan keselamatan yang sudah ia peroleh dengan pasti dan
ia juga menyadari bahwa semua yang diperolehnya ialah pemberian
dari Allah dan bukan usaha dirinya sendiri (ay. 19, band. Kis.
9:1-19a). Ia melihat bahwa hidup dan matinya mempunyai satu tujuan,
yaitu memuliakan nama Kristus Yesus. Hari ini kita merenungkan 'Bagiku hidup adalah Kristus.' Bagaimana 'hidup bagi Kristus' yang dialami Paulus? Nampaknya hidup bagi Kristus adalah kehidupan yang secara total berorientasi kepada Kristus; baik pikiran, hati dan kehendak. Kedua, Paulus tidak memisahkan kehidupan sehari-harinya dengan pelayanan. Bagi Paulus, seluruh hidupnya adalah pelayanan. Pada saat ia berkotbah di sinagoge, saat tidak berkotbah, atau sedang membuat tendaitu merupakan suatu pelayanan bagi Kristus. Jadi secara pasti hidup bagi Kristus adalah kehidupan yang memberikan buah. Hidup yang melayani dan menjadi berkat bagi orang lain, sehingga semakin banyak orang yang percaya kepada Kristus. Namun, ini bukanlah hal yang mudah. Paulus harus di penjara dan bertemu dengan orang-orang yang suka dengki dan tidak jujur hatinya. |

|
Mati Adalah Keuntungan "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah
keuntungan." |
|
Tanggal : 17 April 1999 Bacaan : Fil. 1:12-26 Refleksi : Apakah arti kematian bagi Anda? Keuntungankah atau menakutkankah? Apakah bagi Anda lebih perlu hidup daripada mati? Doakan Bersama : Umat Kristen Indonesia mengetahui kepentingan hidup doa yang baik sehingga belajar untuk melihat dan mengerti kehendak Tuhan. |
Kita sudah melihat keyakinan iman percaya dan penyerahan hidup
Paulus kepada Kristus. Ia menyimpulkan suatu kalimat yang indah
dan penuh makna: 'Karena bagiku hidup adalah Kristus dan
mati adalah keuntungan.' Kita coba memahami kalimat 'mati adalah keuntungan.' Apakah waktu itu Paulus memang ingin mati karena kecewa atau putus asa? Memang saat itu ia ada dalam penjara. Atau ia sudah jenuh akan pelayanannya melihat rekan-rekan kerjanya yang menjadi batu sandungan dan beban yang melumpuhkan semangat dan pelayanannya. Apakah itu alasannya? Bukanlah demikian! Paulus tidak terpengaruh semuanya itu dan itu semua tidak menyurutkan tekadnya untuk hidup dan melayaniNya. Ia tetap bersemangat dan bersukacita, asalkan Injil kristus tetap diberitakan sehingga akhirnya orang yang mendengarkan akan mendapatkan keselamatan, sekalipun dengan motivasi yang tidak benar. Jadi kalau Pulus mengatakan: "mati adalah keuntungan" adalah merupakan jaminan yang pasti untuk keselamatan yang diperolehnya melalui iman kepada Kristus. Kematian bukanlah suatu yang menakutkan baginya, tetapi keuntungan karena ia akan bersama-sama dengan Kristus di sorga (ay. 23). Apakah ini berarti Paulus ingin cepat-cepat mati? Tidak! (ay. 23-24). Diam bersama Kristus memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu (ada tanggungjawab yang lebih) untuk tinggal di dunia (baca: hidup). Bagi Paulus, mati dalam Kristus itu baiktetapi kalau ia masih diberi hidup, maka ia hidup bagi Kristussemakin giat melayanimembawa orang dalam kemegahan Tuhan. |

|
DATANGLAH KEPADA TUHAN "Jawab TUHAN kepada Daud: "Pergilah, kalahkanlah
orang Filistin itu dan selamatkanlah Kehila." |
|
Tanggal : 18 April 1999 Bacaan : 1 Sam. 23:1-5 Refleksi : Pada saat menghadapi tantangan dan kesulitan hidup, bagaimanakah reaksi Anda dan langkah apakah yang Anda ambil? Datangkah Anda pada Tuhan? Doakan Bersama : Calcutta, daerah kumuh dengan tingkat kehidupan perkotaan terendah di dunia. Berdoa untuk kehancuran kerajaan iblis di kota ini dan kaum injili yang berusaha menyatakan iman mereka. |
Dalam masa pelariannya dari kejaran Raja Saul kala itu, Daud
kemudian sampailah di daerah Nob. Pada saat tiba di daerah itu
Daud memperoleh kabar bahwa bangsa Filistin telah menyerang bangsa
Israel di Kehila. Reaksi pertama yang timbul dalam diri Daud
terhadap berita tersebut ialah datang kepada Tuhan (ay. 2). Inilah
langkah yang harus juga diambil oleh setiap anak Tuhan dalam
menyingkapi setiap pergumulan dan tantangan kehidupan. Apabila
tidak, kita tentu akan banyak mengalami kegagalan. Ternyata langkah yang telah diambil oleh Daud tidaklah diikuti oleh para pengikutnya. Para pengikutnya justru bereaksi dengan sikap yang penuh dengan kebimbangan dan ketakutan (ay. 3). Ketakutan yang dialami oleh para pengikut Daud, secara manusiawi dapatlah kita pahami, karena: Pertama, mereka bukanlah prajurit profesional yang terlatih. Sesungguhnya, mereka hanya dapat digolongkan sebagai pasukan "nano-nano" (baca 1 Sam. 22:2). Kedua, jumlah mereka relatif kecilAlkitab mencatat, hanya ada 400 orang dan perlengkapan alat perang mereka juga sangat minim apabila dibandingkan dengan bangsa Filistin yang menjadi musuh mereka. Melihat reaksi dari para pengikutnya itu, Daud tidak terbawa arus, sebaliknya ia kembali kepada Tuhan sekali lagi dan bertanya kepadaNya. Dan Daud memperoleh jawaban yang sama dari Tuhan: "Bersiaplah, pergilah ke Kehila, sebab Aku akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu" (ay. 4). Setelah diteguhkan kembali oleh janji Tuhan, dengan penuh keberanian Daud memimpin para pengikutnya ke Kehila dan membebaskan rakyat Israel dari tangan Filistin. |

|
Yang Mengasihi Musuhnya "Dijauhkan TUHANlah kiranya dari padaku untuk melakukan
hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN,
yakni menjamah dia ..." |
|
Tanggal : 19 April 1999 Bacaan : 1 Sam. 24:1-23 Refleksi : Sikap apakah yang Anda ambil bila bertemu dengan orang yang berniat jahat pada Anda? Menghancurkan dia atau mendoakannya? Doakan Bersama : Mohon Tuhan meningkatkan kerinduan doa kita dan membiarkan kita mengalami keindahan dan kuasa dari jawaban doa-doa yang dinaikkan. |
Berkat perlindungan dan pertolongan Tuhan, Daud tetap luput dari
jebakan maut yang dirancang oleh raja Saul yang berikhtiar untuk
membinasakannya. Daud berusaha lari dari satu tempat ke tempat
yang lain. Dan suatu ketika tibalah ia di pegunungan En Gedi.
Dalam masa pelariannya, Daud memilih untuk bersembunyi di dalam
gua. Pada saat yang bersamaan, Saul juga berada di dalam gua
yang sama dengan Daud. Hal ini terjadi tanpa pernah disadari
oleh Saul, bahwa di dalam gua itulah musuh yang sedang dicarinyasedang
bersembunyi. Dalam pandangan para pengikut Daud, ini adalah suatu
kesempatan emas bagi mereka untuk dapat menaklukkan Saul. Bahkan
mereka melihat kesempatan itu sebagai perbuatan tangan Tuhan.
Sebab itu mereka berkata kepada Daud: "Telah
tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan
musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang
kau pandang baik" (ay. 5). Tindakan Daud ternyata di luar dugaan para pengikutnya, ia tidak menggunakan kesempatan itu untuk membunuh Saul, sebaliknya ia hanya memotong punca jubah Saul. Para pengikut Daud tentu merasa sangat heran atas sikap dan tindakan yang telah diambil Daud. Mereka pasti bertanya mengapa Daud berbuat demikian? Kenapa kesempatan baik itu tidak dimanfaatkan oleh Daud? Apakah ini bukan suatu kebodohan? Ternyata sikap Daud ini dilandasi dengan suatu pemahaman yang mulia, seperti yang ia ucapkan di ayat 7 (band. dengan ay. 11). Sikap seperti inilah yang dimaksudkan oleh Tuhan dalam Mat. 5:43-48, dan Paulus pada saat berbicara kepada orang percaya di Roma (Rm. 12:17-21). |

|
Malaikat Di Antara Kita "Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang
yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka." |
|
Tanggal : 20 April 1999 Bacaan : Mzm. 34 Refleksi : Apakah Anda memiliki persamaan persepsi tentang keberadaan malaikat seperti yang dunia miliki? Doakan Bersama : Pertumbuhan gereja yang ada di negara non Kristen terus bertambah dan semakin menunjukkan jati dirinya di lingkungannya sehingga lebih banyak membawa jiwa. |
Sudah diketahui bahwa malaikat telah dikenal selama berabad-abad.
Disamping Yudaisme, malaikat merupakan bagian dari agama Islam.
Malaikat dilukis di kuburan-kuburan Mesir dan keberadaan yang
serupa ini juga ditemukan di dalam agama Budha, Hindu dan Zoroaster. Sungguhpun sudah lama dikenal, keberadaan makhluk supernatural ini jarang menarik perhatian orang banyak. Kalaupun ada yang tertarik maka belakangan ini kita mengenal istilah "angel-mania" yang melanda bangsa-bangsa di dunia. Yang mencemaskan pakar teologia Kristen adalah bahwa para malaikat yang menyentuh imajinasi masyarakat dan muncul sebagai pin di kerah atau sebagai patung halus, yang perbedaannya sangat jauh dengan keberadaan malaikat sorgawi yang telah mewarnai nilai-nilai kehidupan Kristiani. Alkitab sering menyebut malaikat sorgawi sebagai pembawa pesan atau utusan Allah. Di lain waktu, malaikat berfungsi sebagai tentara sorga yang memuja-muja dan melaksanakan maksud-maksud IlahiNya. Tidak jarang, malaikat juga ditugaskan untuk menjaga dan melindungi orang-orang percaya. Malaikat dapat juga membangun benteng dan mengawasi kita. Sebab ia diutus untuk menjaga orang-orang yang hidupnya takut dan menyembah Tuhan. Apakah ini tidak menyadarkan orang Kristen untuk dapat merasa lebih aman, nyaman dan sentosa dalam segala perlindunganNya yang ajaib? Mari, janganlah kuatir akan pemeliharaan Tuhan. Kita harus melihat dan mengecap kebaikan yang Tuhan sudah berikan untuk kita. |

|
Tidaklah Murahan! "Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut Hukum
Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan."
|
|
Tanggal : 21 April 1999 Bacaan : Ibr. 9:13-14; Refleksi : Bagaimana dengan peristiwa kayu salib pada diri Tuhan Yesus oleh Anda pribadi? Doakan Bersama : Minta Tuhan supaya selalu menghangatkan kita untuk terus menerus rindu supaya Tuhan bentuk menjadi lebih indah lagi walau harus melalui banyak penderitaan dan tantangan. |
Sering orang mengatakan untuk menuju ke sorga seperti banyak
jalan menuju ke Roma. Karena kebebasan, manusia dengan cara apa
saja dapat menyembah kepada Allah, bahkan ingin supaya diperkenankan-Nya.
Mungkin dengan cara bertarak, tidak makan daging, tidak ingin
bergaul dengan orang lain; atau beramal dan sebagainya. Tetapi,
apakah semua cara ini memperkenankan manusia di hadapan Allah?
Jawabannya: tidak mungkin, sebab semua orang adalah berdosa dan
unsur dosa tetap ada pada diri manusia. Tuhan sudah menetapkan suatu prinsip penebusan. "Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut Hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan" (Ibr. 9:22). Hukum ini ditetapkan sejak manusia pertama kali jatuh dalam dosa dan ditegaskan kembali di Kitab Imamat pada saat umat Israel mendirikan kemah suci (Im. 17:11). Pada zaman Perjanjian Lama, umat Allah menggunakan domba atau lembu jantan sebagai korban persembahan penebusan. Ini adalah lambang penebusan yang digenapi pada diri Tuhan Yesus. Allah tidak menebus manusia dengan emas atau perak, tetapi dengan darah-Nya. Ia sebagai korban yang tidak bercacat cela dan berdosayang mencucurkan darahNya sebagai ganti hukuman yang seharusnya ditanggung oleh manusia. Apakah darah yang dicucurkan pada 2.000 tahun lalu masih berkhasiat? Ibrani 9:14, mengatakan bahwa darah Kristus, oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diriNya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, yang menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia. Roh yang kekal dari Allah yang bekerja dalam penebusan manusia. Jika demikian, dapatkah kita menganggap bahwa terlalu mudah manusia diperkenan oleh Allah sehingga manusia menyia-nyiakan penebusanNya? Jawaban seharusnya ialah manusia menghargai keselamatan itu karena Tuhan telah membayarnya dengan harga yang mahal, yaitu dengan darahNya sendiri. |

|
Bertumbuh Dalam Pelayanan 1 "... serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan
kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh
dalam pengetahuan yangbenar tentang Allah." |
|
Tanggal : 22 April 1999 Bacaan : Kol. 1:9-10 Refleksi : Pengalaman rohani sangat penting untuk dimiliki. Sudahkah Anda memiliki penga-laman pertumbuhan di dalam Yesus? Doakan Bersama : Pelayanan mimbar gereja kristen dikerjakan dengan serius sehingga mendidik orang Kristen menuju kebenaran yang bernilai kekal. |
Kita tahu bahwa proses pertumbuhan anak membutuhkan percobaan
dan pengalaman tersendiri, meskipun kadangorang tua yang
berpengalaman mendidik anak membagikan pengalamannya. Namun,
anak-anak mereka itu cenderung bersikeras untuk mengalami dan
mencobanya sendiri. Demikian juga proses pertumbuhan orang Kristen. setelah kita memperoleh hidup baru sebagai permulaan dari kehidupan kerohanian, kira perlu bertumbuh melalui pengalaman-pengalaman, baik pengalaman yang berhasil ataupun pengalaman yang gagal. Ada pendapat yang mengatakan: orang yang hanya dapat berkata-kata saja tanpa melakukan perbuatan akan melupakan 90%; sedangkan orang yang berkata-kata sekaligus menjadi pelaku akan mengingat sebanyak 90%. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan membutuhkan pengalaman. Namun, sayang sekali karena pada zaman ini banyak orang Kristen yang memiliki segu-dang pengetahuan tentang Alkitab namun miskin akan pengalaman tentang apa yang diketahuinya tentang Firman Tuhan sehingga kebenaran Tuhan hanya nyata pada bibirnya saja dan tidak nyata dalam kehidupan mereka sehari-hari. Ini mengakibatkan pengetahuan mereka jauh dari kenyataan yang ada dalam kehidupan mereka. Inilah keadaan orang Farisi dan ahli taurat, yang banyak dikecam oleh Tuhan Yesus Kristus. Milikilah pengalaman yang indah di dalam Tuhan sehingga pengalaman rohani Anda semakin hari semakin menyenangkan hati Anda dan hati Bapa! |

|
Bertumbuh Dalam Pelayanan 2 "Tetapi TUHAN berfirman kepadanya: "Siapakah
yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau
buta; bukankah Aku, yakni TUHAN? |
|
Tanggal : 23 April 1999 Bacaan : Kel. 4:10-17 Refleksi : Apakah Anda telah mengalami periode pertumbuhan pelayanan yang semakin hari semakin bertambah baik? Doakan Bersama : Segala usaha yang sedang ditempuh bangsa Indonesia untuk memperbaiki kondisi pereko-nomian dapat lebih berjalan baik untuk kepentingan bersama. |
Saat ini kita akan belajar dari Musa: bagaimanakah
dapat bertumbuh dalam pelayanan. Usia Musa dalam dunia
adalah 120 tahun yang terbagi menjadi 3 periode, dan setiap periode
adalah 40 tahun. Empat puluh tahun pertamanyamasa 'aku mampu'. Sebagai anak dari puteri Firaun, Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir, ia juga berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya. Karenanya ia mampu membunuh seorang Mesir yang menganiaya seorang Ibrani. Hal tersebut mengakibatkan ia harus melarikan diri ke padang belantara Midian. Kemampuan diri sendiri acapkali menjadi penghalang bagi seorang pelayan Tuhan. Empat puluh tahun keduamasa 'aku tidak mampu'. Di padang belantara Midian, Musa menjadi seorang gembala domba selama 40 tahun, dan pada masa ini ia sadar bahwa dirinya tidak mampu. Saat Tuhan memanggil Musa memimpin bani Israel keluar dari Mesir, ia merasa dirinya tidak mampu. Dengan demikian, Allah ingin memakainya (Kel. 3:7-22). Inilah pertumbuhan yang Musa alami'merasa dirinya mampu' menjadi 'merasa dirinya tidak mampu.' Empat puluh tahun yang ketiga adalah masaMusa menemukan bahwa 'Allahlah yang mampu'. Dalam pelayanannya memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, Musa mengalami mujuzat-mujizat yang Allah lakukan melalui hidupnya. Pertumbuhan ini menjadikannya sebagai seorang Hamba Allah yang setia dan dipakai dalam kerajaan Allah. Dalam ketiga periode ini kita melihat bahwa pelayanan pribadi Musa bertumbuh menjadi lebih baik. Bagaimanakah dengan pelayanan Anda? |

|
Bertumbuh Dalam Pelayanan 3 "... dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa
kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan
sabar." |
|
Tanggal : 24 April 1999 Bacaan : Kol. 1:9-14 Refleksi : Kehidupan orang Kristen bertumbuh dan menampakkan buahnya. Sudahkah Anda berbuah? Doakan Bersama : Hati kita terus dikobarkan untuk menginjili orang lain di dalam segala kondisi, juga berdoa untuk orang lain yang mempunyai hati untuk PI pada orang lain. Tuhan tuntun mereka. |
Dalam Kol. 1:9-14 ini, Paulus memakai 4 kali present participle
yang berarti terus-menerus, bukan satu kali sudah jadi dan cukup. Pertama, terus-menerus berbuah dalam segala pekerjaan yang baikbearing fruit in every good workKol. 1:10. Pekerjaan yang baik mencakup banyak hal; misalnya, bertumbuh dalam kerohanian. Semuanya harus bertumbuh selaras dengan tuntutan Allahsempurna seperti Bapamu yang sempurna (Mat. 5:48). Kedua, terus-menerus mengenal Allahgrowing the knowledge of GodKol. 1:10. Berbuah dalam segala pekerjaan yang baik akan menjadikan kita makin mengenal Allah sebab kita semakin mengalami Allah; misalnya, saat kita menjalankan perintah Tuhan untuk mengasihi musuh, kita semakin mengetahui betapa besar kasih Allah kepada kitaseteruNya. Mengasihi musuh adalah sulit. Ketiga, terus-menerus makin dikuatkanbeing strengthened with all powerKol. 1:11. Kita harus sadar akan keterbatasan kita, namun kita harus rela untuk mempersembahkan kekuatan kita yang terbatas itu. Tuhan akan menambahkan kekuatanNya pada kita. Bila kita tidak sadar akan keterbatasan kita, maka kita mudah menjadi sombong. Keempat, terus-menerus bersyukurgiving thanks to the FatherKol. 1:12. Saat kita makin dikuatkan, Tuhan mendatangkan buah di luar dugaan kita, saat itu kita bersykur padaNya selalu; baik dalam situasi senang atau susah, dan suka-cita akan terus-menerus meluap dari hati kita. Kehidupan bersyukur merupakan puncak kerohanian orang Kristen dan kesaksian yang tak terelakkan oleh dunia. |

|
Pokok Anggur Yang Benar "Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya
dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih
banyak berbuah." |
|
Tanggal : 25 April 1999 Bacaan : Yoh. 15:1-8 Refleksi : Buah menandakan kita berada dalam rantingNya. Buah penting bagi kehidupan orang Kristen. Tuhan akan memotong ranting yang tidak berbuah. Waspadalah!. Doakan Bersama : Pelayanan Kristen di Bangladesh. Berdoa supaya Tuhan terus kuatkan mereka. khususnya suku Bengali dan suku Sylhetti Bengali. |
Berbuah adalah sesuatu yang pasti diinginkan oleh setiap orang
yang memiliki tanaman. Bila Anda memiliki tanaman jeruk atau
mangga yang Anda siram dan Anda beri pupuk tapi ternyata tak
satupun berbuah. Bagaimana perasaan Anda sebagai pemilik tanaman?
Tentu saja jengkel, marah dan ingin rasanya menebang tanaman
yang berbadun rimbun itu. Demikian pula kita sebagai orang Kristen. Saat kita bertobat dan mengakui bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat Pribadi, serta berjanji untuk hidup seturut kehendak Tuhan maka Allah Bapa di sorga menyambutnya dengan sukacita. Tetapi setelah beberapa lama, ternyata tidak ada perubahan dalam diri kita. Bacaan ini menjelaskan bahwa Tuhan Yesus adalah Pokok Anggur dan setiap orang Kristen yang mengaku Yesus Kristus sebagai Tuhan adalah rantingNya. Berapa lama Tuhan memberi ijin kita tinggal pada Pokok Anggur tersebut? Selama-lamanya? Tentu tidak! Tuhan memberi batas waktu yaitu kita harus berbuah! Berbuah sehingga orang lain mengenal kita sebagai orang Kristen. Kalau dulu suka marah, sekarang lebih memiliki penguasaan diri. Dulu hobi mencari musuh, sekarang lebih banyak memberi kasih kepada sesama. Bagaimana bila batas waktu yang Tuhan telah tetapkan bagi kita habis dan kita belum menghasilkan apa-apa? Jawaban Tuhan tegas dan jelas yaitu ranting yang tidak berbuah akan dipotong dan dibuang. Hal ini dilakukan agar ranting yang masih tinggal pada Pokok Anggur tersebut dapat berbuah lebih banyak lagi. Tuhan Yesus berjanji bila kita bersedia tinggal di dalam Yesus, maka pasti akan berbuah banyak yaitu buah-buah Kristiani. |

|
Tanda Dan Mujizat "Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya." ( Ibr. 2:4 ) |
|
Tanggal : 26 April 1999 Bacaan : Ibr. 2:1-4 Refleksi : Tanda dan mujizat yang benar adalah dari Tuhan. Apakah Anda telah mengalaminya? Jika ya, pastikan bahwa semuanya itu berasal dari Tuhan. Doakan Bersama : Orang kristen di Indonesia memiliki standar kekudusan yang tinggi dalam kehidupannya sehingga dapat menjadi teladan di dalam lingkungannya masing-masing. |
Tanda-tanda, mujizat-mujizat; dan berbagai penyataan kekuasaan
dari Roh Kudus menyertai pemberitaan Firman Allah pada era permulaan
dan perkembangan Kekristenan. Kisah Para Rasul mencatat perbuatan-perbuatan
mujizat: "Petrus menyembuhkan
seseorang timpang di pintu Bait Allah (3:1-10),
memulihkan Eneas yang delapan tahun
mengalami kelum-puhan (9:32-35), dan
membangkitkan Dorkas dari kematian (9:32-43)." Tanda dari mujizat adalah nilai yang terbatas, berfungsi sebagai konfirmasi atas berita Injil yang diberitakan pada waktu itu. Tidak ada indikasi bahwa tanda-tanda mujizat itu menunjuk kepada karakter Injil. Kristus tetap Allah walau Ia tidak melakukan mujizat. Bahkan Ia acapkali menolak melakukannya, meski didesak. Manusia harus percaya kepada Tuhan sebelum mujizat-mujizat benar-benar berfungsi sebagai 'tanda'. Mujizat mempunyai nilai konfirmasimenunjukkan kemuliaan Kristus. Maka tidak mungkin mengeluarkan mujizat itu dari konteks 'berita Injil'. Bila hal itu terjadi maka mujizat tidak bermakna apa-apa. Mujizat meneguhkan orang yang melakukannya sebagai seorang hamba yang secara ilahi diutus oleh Tuhan (2 Kor. 12:12). Orang itu berbicara untuk Allah. Ia patut didengar dan di-hargai. Ketika Petrus membangkitkan Dorkas dari kematian, berita itu tersebar dan banyak orang yang percaya kepada Tuhan. Saat Paulus mendatangkan kebutaan pada tukang sihir Elimas, gubernur percaya, ia takjub oleh ajaran Tuhan (Kis. 13:12). Dalam konteks ini; tanda, mujizat dan kuasa yang dilakukan oleh Paulus adalah sebagai suatu konfirmasi dari Allah bahwa ia adalah seorang rasul Allah. |

|
Yesus Sebagai Anak Sulung "Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia." ( Ibr. 1:6 ) |
|
Tanggal : 27 April 1999 Bacaan : Ibr. 1:5-9 Refleksi : Semua ciptaanNya memuliakan dan meninggikan Dia. Bersorak-soraklah hai umat pilihan Tuhan. Tinggikan namaNya dalam hidupmu. Doakan Bersama : Orang Tibet yang beragama Budha. Hanya sebagian kecil dari mereka yang telah diinjili. Doakan supaya mereka lebih terbuka untuk mendengarkan pengabaran Injil. |
Kapankah Allah Bapa membawa Yesus, Anak Allah yang sulung ke
dunia? Ini terjadi pada waktu kelahiran Tuhan Yesus di Betlehem.
Ketika Yesus lahir, Lukas mencatat: "Tiba-tiba
tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala
tentara sorga yang memuji Allah ..." (Luk.
2:13). Puji-pujian yang dibawakan oleh para malaikat ini memperlihatkan
bahwa Yesus lebih besar dari pada malaikat-malaikat. Anak Allah
adalah Pencipta para malaikat, maka Allah memerintahkan malaikat-malaikatNya
untuk memberikan hormat kepada Anak. Dalam ayat ini, Yesus disebut sebagai "yang sulung." Kata sulung di sini tidak berarti Yesus juga diciptakan seperti manusia pada umumnya. Kata ini lebih menunjuk kepada posisi atau julukan Yesus yang berarti "the chief one". Pada zaman dulu, kesulungan selalu dikaitkan dengan konsep yang berpendapat bahwa anak sulung selalu mendapatkan seluruh warisan ayahnya. Anak pertama belum tentu menjadi anak sulung. Esau, sebagai contohnya, lebih tua dari Yakub, tetapi Yakub adalah anak sulung. Kejadian 49:3 memberikan gambaran yang tepayt tentang anak sulung: "Ruben, engkaulah anak sulungku, kekuatanku dan kegagahanku." Kekuatan dan kegagahan menerangkan arti dari kesulungan. Kesulungan selalu dikaitkan dengan hak untuk memerintah atau kedaulatan yang dimiliki seseorang. Maka kalau Yesus dikatakan sebagai Anak Sulung, ini menunjukkan bahwa Yesus adalah seseorang yang amat dihormati, dan yang ditinggikan. Seseorang yang tertinggi dan yang paling berkuasa. Maka tak heran, para malaikatpun harus menyembahNya. |

|
Kegagalan Musa "Orang Israel sendiri tidak mendengarkan aku, bagaimanakah
mungkin Firaun akan mendengarkan aku, aku seorang yang tidak
petah lidahnya!" |
|
Tanggal : 28 April 1999 Bacaan : Kel. 4:21-23; Refleksi : Kegagalan Musa mungkin saja terjadi dalam hidup kita. Apakah kita akan terjatuh lagi dalam dosa yang sama? Apakah kita takut melakukanNya dengan utuh dalam hidup kita? Doakan Bersama : Penulis buku Kristen dapat melihat dengan tepat kebutuhan orang Kristen pada masa seka-rang ini supaya buku yang dihasilkan dapat menolong Kekristenan semakin tegak berdiri. |
Musa diperintahkan oleh Tuhan untuk menghadap Firaun untuk menyampaikan
kalimat yang bernada ancaman. Musa diharuskan untuk mengultimatum
orang yang paling berkuasa itu dan mempunyai resiko: nyawa melayang. Kalau kita baca perintah tersebut (Kel. 4:21-23), kita melihat bahwa Allah memberitahukan kepada Musa untuk pergi kepada Firaun, menyampaikan kehendakNya. Allah meminta Musa melakukan segala keajaiban Tuhan di depan Firaun lalu Allah juga mengeraskan hati Firaun untuk melarang orang Israel keluar dari Mesir. Jika Firaun tidak menurut, maka Allah akan mencabut nyawa anak sulung Firaun. Dalam Kel. 4:21-23 dan Kel. 5:1-3, kita melihat bahwa apa yang dikatakan Musa kepada Firaun tidak sama dengan yang didengarnya dari Allah. Musa hanya menyampaikan sebagian Firman Tuhan saja (5:1-3). Setelah Musa mendengar perkataan Tuhan, ia memang mengulanginya di depan bangsa Israel, tetapi isi berita itu menjadi lain ketika Musa di hadapan Firaun. Musa mengurangi bobot Firman Tuhan. Musa hanya 'believe in God's Word bukan trust in God's Word.' Musa seharusnya berpikir bahwa jaminan kebenaran Firman Tuhan adalah Firman Tuhan sendiri. Iman sedemikian ini dibongkar oleh Tuhan dengan fakta bahwa bangsa Israel semakin ditindas oleh Firaun. Musa mengeluh kepada Tuhan, ia bahkan menyesali pengutusannya (5:22). Firman Tuhan adalah Firman Tuhan, tidak ada satupun manusia yang dapat mengurangiNya. Kita belajar untuk menyampaikanNya secara keseluruhan walau terkadang tidak disukai oleh orang lain. |

|
Beriman Karena Firman "Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Akulah
TUHAN." |
|
Tanggal : 29 April 1999 Bacaan : Kel. 6:1-12; Refleksi : Kadang kita bertanya mengapa Tuhan mengijinkan situasi buruk menimpa kehidupan kita. Pernahkan kita menyadari bahwa dalam situasi yang burukpun Tuhan punya rencana yang baik untuk hidup kita? Doakan Bersama : Kebutuhan tenega misi yang dibutuhkan untuk daerah-daerah tepencil di Indonesia dapat teratasi sehingga lebih banyak orang Indonesia yang mendengar Injil. |
Musa masih mengeluh dan di jawab Tuhan dengan satu kalimat kepastian
(6:1), bahwa dengan kekuatan Tuhan, bangsa Israel akan dikeluarkan
dari Mesir. Sekali lagi Tuhan mengulangi pengajaranNya kepada
Musa dan bangsa Israel di Kel. 6, di mana: (1) Tuhan menyatakan
dirinya; (2) Tuhan menyatakan kesetiaanNya kepada janj-Nya;
(3) Tuhan menyatakan kepedulianNya kepada Israel; (4)
Tuhan menyatakan betapa Israel adalah milikNya dan; (5)
Tuhan menjanjikan berkat yang melimpah. Tuhan ingin Musa
dan bangsa Isreal beriman karena Firman Tuhan bukan karena situasi. Tuhan mengatakan semua ini kepada Musa untuk disampaikan kepada Israel, tetapi karena Israel sudah sangat menderita akibat kekejaman Firaun, Israel menjadi tidak percaya. Akhirnya karena ketidakpercayaan Israel, Musa menjadi enggan menjalankan perintah Tuhan. Musa menggunakan logikanya untuk membatasi perintah Tuhan (6:11). Di sinilah situasi yang sulit bagi manusia. Secara nyata Tuhan berfirman tetapi ketika kenyataan lain, maka buyarlah iman itu. Secara logika kita dapat mengerti bahwa tidak mungkin pencipta kalah dengan ciptaanNya. Situasi adalah segala di luar kita yang pada dasarnya dicipta oleh Tuhan, dapatkah situasi mengalahkan Tuhan sebagai pencipta? Apakah kita masih percaya kepada Tuhan? Apakah yang akan terus menghidupkan kita? Percayalah bahwa Allah sedang mengerjakan sesuatu yang baik sehingga akan tiba waktuNya untuk menyatakan kehendakNya. Tuhan ingin kita menerima setiap FirmanNya dengan iman dan kita harus percaya kepada Tuhan kita sendiri bukan karena situasi kita. |

|
Mungkin Kamu Benar "Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan
kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga." |
|
Tanggal : 30 April 1999 Bacaan : Fil. 2:1-6 Refleksi : Toleransi tidak akan tumbuh dalam pribadi yang merasa dirinya paling benar dan penting sedang orang lain salah. Doakan Bersama : Pelajar Kristen mempersiapkan diri denganbaik untuk mengha-dapi ujian akhir. Mereka menger-jakan ujian dengan baik dan jujur. |
Bila kita mau mencermati penyebab kekacauan, perpecahan dan pertengkaran
yang banyak terjadi baik di gereja maupun disekitar kita... semua
banyak disebabkan sulitnya kita dapat menjadi pribadi yang bijaksana
dan toleran. Pribadi yang bijaksana bukanlah orang yang berpengatahuan namun yang dapat menerapkan pengetahuan dengan benar. Pribadi toleran adalah orang yang tidak dikuasai prasangka buruk terhadap orang lain yang berbeda pendapat dengannya. Pribadi toleran bukan juga orang yang harus setuju dengan semua pendapat orang (Yes-man). Dalam setiap pertengkaran selalu melibatkan dua orang yang saling mempertahankan pendapatnya masing-masing. Hari ini dalam setiap perdebatan, kita jarang mendengar orang berkata: "Mungkin Anda yang benar... dan saya yang salah." Toleransi berarti kita jug menghargai bahwa orang lain juga mempunyai hak untuk memiliki pendapat yang mungkin berbeda bahkan bertentangan dengan kita. Rasul Paulus menyadari betapa mudahnya kehidupan berjemaat dihancurkan karena banyaknya pertentangan pendapat dan kepentingan yang berbeda, karenanya ia meminta jemaat di Filipi dapat menerangkan pola hidup berjemaat yang: 1. Sehati, sepikir, satu jiwa dan satu tujuan; 2. Tidak memetingkan diri sendiri dan mencari puji-pujian yang sia-sia bahkan dengan rendah hati menganggap orang lain lebih utama/penting; 3. Dalam kehidupan bersama menaruh pikiran dan perasaan yang dimiliki Kristus Yesus. Mari bersama-sama kita belajar menjadi pribadi yang bijaksana dan toleran. |

|
Ketidakmampuan Manusia "maka nyatalah kepadaku, bahwa manusia tidak dapat
menyelami segala pekerjaan Allah, yang dilakukan-Nya di bawah
matahari..." |
|
Tanggal : 31 Maret 1999 Bacaan : Pkh. 8:16-18 Refleksi : Selama berada di bawah matahari, memang kita memerlukan pengetahuan. Namun pengetahuan kita itu sangat terbatas. Doakan Bersama : Mengucap syukur untuk semua berkat yang Tuhan telah berikan kepada kita secara cuma-cuma, baik itu keluarga, kehidupan, atau karya kesela-matan Tuhan. |
Tidak jarang kekristenan bukannya menjadi garam dan terang bagi
dunia, melainkan ikut-ikutan pola dunia ini. Salah satu pola
dunia yang merasuk ke dalam kekristenan secara mencolok saat
ini adalah kegandrungan pada gelar akademis. Gelar-gelar akademis
menjadi semacam simbol legitimasi kerohanian dan kemampuan seorang
aktivis, pengurus atau majelis, dan hamba Tuhan. Gelar kesarjanaan
secara implisit menjadi cap legitimasi bahwa orang Kristen tersebut
berhikmat atau mengetahui segala kehendak Allah. Pendidikan yang
tinggi memang diperlukan untuk beberapa hal, namun persoalannya,
apakah gelar yang tinggi secara otomatis menunjukkan bahwa seseorang
itu berhikmat? Dapat menyelami segala pekerjaan Allah di dunia
ini? Di dalam Alkitab, makna "berhikmat" tidak berarti memiliki sejumlah pengetahuan akademis, mengetahui segala perkara yang terjadi ada di sekeliling kita, atau mampu mengetahui segala alasan mengapa Allah mengerjakan suatu hal khusus. Berhikmat berarti memiliki pandangan yang jernih dan realistis atas kehidupan ini sebagaimana adanya dan dapat memberi respon yang tepat. Pengkhotbah menunjukkan keterbatasan pengetahuan kita untuk memahami banyak perkara di dunia ini. Usaha kita untuk mengetahui semua perbuatan Allah melalui usaha keras dan usaha yang tak putus harap akan berakhir pada kegagalan. Mengapa? Karena pengetahuan kita memang terbatas. Inilah realita yang terasa pahit bagi kecongkakan kita tapi sekaligus merupakan fakta yang patut diterima agar kita belajar bersandar padaNya. |


husen@hotmail.com