Februari 1998
Prakata

Bonus

 Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
1
2 3

4

5

6

7

8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28

husen@hotmail.com

Prakata

KRISIS KEPERCAYAAN

Tahun 1998 telah kita jalani selama satu bulan penuh. Terasa atau tidak semua tergantung kita bukan? Ada yang telah mengisinya dengan begitu banyak aktifitas, sehingga hari demi hari berlalu dengan begitu cepat. Tetapi tentu ada juga yang merasa hampa waktu merambat dengan lamban sekali dan krisis ini tidak juga berlalu...
Krisis yang menghantui negeri ini masih belum juga teratasi. Banyak pengamat yang menunjuk krisis kepercayaanlah yang menjadi akar "lambatnya" penyelesaian krisis ini. Masyarakat berada dalam kepanikan, tidak percaya pada rupiah, sistem, pemerintah, dan terus diombang-ambingkan dengan isu-isu yang belum tentu kebenarannya.
Gambaran dari kepanikan seperti ini juga pernah dituturkan lewat film yang disebut sebagai The Most Expensive Movie, apalagi kalalu bukan TITANIC. Film yang mengangkat cerita legendaris tenggelamnya kapal terbesar di dunia ini menggambarkan bagaimana kepanikan manusia ketika tidak lagi dapat percaya pada siapapun, berbagai ekspresi dinampakkan dengan apik. Sayang memang film ini hanya menitikberatkan pada sisi romantisme, sehingga bobot pesan-pesan yang lebih penting kadang tersamarkan.
Banyak kepanikan seperti yang terjadi dalam film itu adalah diawali dengan over confidence yang diakhiri dengan kekecewaan. Segala arogansi manusia akhirnya harus bertekuk lutut di bawah kedaulatan Allah yang Mahakuasa.
Di dalam jeritannya Ayub menanyakan hal-hal yang penting, "Siapakah manusia, jika Allah memperhatikannya, siapakah manusia jika Allah memeliharanya, siapakah manusia jika Allah masih mau memberinya ujian." Terpujilah Allah jika memasuki bulan kedua 1998 ini masih memberi kita kesempatan untuk berlajar kebenarannya. Terpujilah Tuhan yang masih terus beserta kita. Sekarang pertanyaannya adalah, apakah kita masih bersama dengan Dia???

Back to Top


Bonus

Intergrasi Kitab Syair dalam Teknologi Kontemporer
Hari Ini Domba, Besok Gembala...*)
Sebuah Kritik Terhadap Kloning dan Semangat Zaman
Oleh: Yuzo Adhinarta, S.T.

*) Judul ini diinspirasikan oleh sebuah artikel yang ditulis oleh Kenneth L. Woodward dan yang diterbitkan dalam mingguan Newsweek, edisi March 10, 1997, yang berjudul "Today the Sheep..." p.50.

Akhir-akhir ini manusia sering kali membicarakan tentang "Kloning". Apakah Kloning itu? Apakah kloning sesuatu yang sah-sah saja, karena memang bisa bermanfaat bagi manusia? Sejauh mana kloning diperbolehkan oleh Alkitab? Kalau memang tidak boleh, kuatkah alasan kita untuk pernyataan itu? Mari kita simak ulasan Sdr. Yuzo pada bagian pertama ini, kiranya menjadi berkat bagi kita.


Kloning

Kata "Kloning" sudah tidak asing lagi di telinga kita saat ini.1 Mungkin sekitar lima atau enam puluh tahun lalu orang hanya mengerti artinya sebatas kamus bahasa, tetapi kondisi ini jauh berbeda dengan sekarang. Khususnya dalam dekade terakhir ini kata 'kloning' (bahasa Inggirs: Clone, berarti: Duplikasi, penggandaan, membuat objek yang sama persis) tidak lagi dimengerti secara hurufiah maupun tekstual tetapi sudah memiliki konotasi tertentu dan muatan arti yang belum pernah dibayangkan sebelumnya bahkan oleh penduduk bumi pada masa Perang Dunia II.
Kloning adalah salah satu hasil "kemajuan" teknologi manusia abad modern. Dalam konteks sains, kloning didefinisikan sebagai sebuah rekayasa genetika dengan cara pembelahan dan pencangkokan sel dewasa di laboratorium dan bila telah berhasil kemudian dibiakkan dalam rahim organisme. Teknik yang semula berkembang kira-kira di tahun 1940-an abad XXI nanti dunia akan menghadapi masalah-masalah serius dalam kasus kloning dan rekayasa genetika yang lebih kompleks lagi. Dari fenomena-fenomena yang ada (bukan hanya dalam kloning dan rekayasa genetika) seakan-akan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) terus berkembang tanpa batas.
Dari teknik inseminasi buatan yang kemudian dikembangkan/disempurnakan melalui teknik bayi tabung, manusia melakukan sebuah "lompatan" teknologi — sehubungan dengan kemajuan teknologi-teknologi lain yang menunjang — dengan menemukan metode kloning. Tujuan awal dari dikembangkannya teknik-teknik tersebut adalah untuk mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan hal reproduksi.
Pada awalnya manusia mengenal proses reproduksi (kelahiran anak) — baik dalam diri manusia maupun hewan — sebagai suatu proses alami yang terjadi melalui hubungan kelamin (coitus) yang melaluinya sel telur (ovum) dari wanita atau betina yang subur dibuahi oleh sel mani (sperma) dari pria atau jantan.


1 Mingguan Newsweek edisi tanggal 10 Maret 1997 secara khusus mengupas isu ini. Beberapa judul artikel yang dipublikasikan antara lain: "The Fantastic Made Real" (p. 2), "Little Lamb Who Made Thee? (p. 43-49), dan "Today the Sheep..." (p. 50).

Proses ini pula yang langsung kita mengerti pada saat kita membaca kata "bersetubuh" (yada [Ibrani]; knew [Inggris: KJV, RSV], mengenal/mengetahui) dalam Kej. 4:1, 17, 25; kata ini mempunyai pengertian suatu relasi yang sangat intim antara suami-istri, baik secara jasmani maupun rohani. Proses ini terjadi secara alami dan bila perubahan berhasil maka akan terjadi kehamilan, kemudian kelahiran akan terjadi dalam waktu tertentu (untuk manusia ± 9 bulan 10 hari). Tetapi kenyataannya, karena satu dan lain hal, tidak semua hubungan kelamin pada manusia berakibat kehamilan sekalipun hubungan tersebut dilakukan pada masa subur. Kehamilan juga mempunyai faktor-faktor penghambat, misalnya: kemandulan, kelainan dalam struktur rahim, konsentrasi sperma terlalu encer sehingga tidak dapat membuahi ovum, dan lain-lain. Dari permasalahan inilah manusia mulai mencari jalan pemecahannya. Dalam kondisi yang sederhana usaha pertolongan itu dilakukan dengan teknik inseminasi buatan, yaitu dengan cara memasukkan mani ke dalam rahim secara buatan (manual). Usaha demikian banyak dilakukan di kalangan wanita subur yang suaminya mandul atau mereka yang mendambakan bibit unggul; dan di kalangan hewan agar terjadi kehamilan massal. Usaha inipun tidak selalu berhasil, lebih-lebih bila terdapat kelainan atau cacat tertentu. Itulah sebanya kemudian dikembangkan teknik bayi tabung, yaitu dengan melakukan pembuahan ovum oleh sperma di tabung petri di laboratorium, dan embrio yang jadi kemudian dimasukkan ke dalam rahim agar tumbuh, sedangkan rahim yang dipakai bisa berasal dari ibu embrio itu sendiri atau ibu lain (surrogate mother). Kemungkinan keberhasilan teknik ini untuk sebuah embrio hanyalah sekitar 10-20%, hal ini mendorong ilmuwan untuk menemukan cara lain yang kemudian kita kenal sekarang dengan kloning. Melalui kloning gen-gen manusia dan hewan direkayasa bukan saja agar terjadi pembuahan, tetapi lebih dari itu, yaitu agar dapat diciptakan jenis yang bukan saja unggul secara alamiah, tetapi unggul secara rekayasa, anak yang dilahirkan diusahakan agar tidak mewarisi kelemahan genetik orang tuanya/induknya, atau bahkan agar memiliki keunggulan yang tidak dipunyai orang tuanya/induknya.
Teknik-teknik di atas berkembang secara bertahap. Tiap tahapan yang ada tidak pernah lepas dari sikap pro dan kontra. Bukan karena ilmu pengetahuan itu sendiri yang dipermasalahan, melainkan implikasi dan dampak yang ditimbulkannya terhadap manusia dari segi pertimbangan moral, etika, sosial, psikologi (dan theologi?). Penemuan dan pengembangan teknik-teknik yang ada untuk menjawab masalah manusia jarang yang terlepas dari dilema. Di tangan manusia yang berdoa, teknologi dapat dipakai untuk kepentingan yang jahat dan baik. Adalah hal yang mustahil bagi manusia dengan hikmatnya sendiri dapat menjawab setiap permasalahan yang ada dengan memuaskan tanpa menimbulkan ekses-ekses negatif. Manusia hanya bisa menciptakan teknologi tanpa mampu mengantisipasi dampak teknologi itu sendiri.
Dalam kasus inseminasi buatan manusia berusaha melepaskan proses reproduksi dari hubungan kelamin dua organisme sejenis berbeda kelamin, dan jika hal ini dilakukan maka akan terbukalah seribu satu kemungkinan kehamilan. Manusia bisa terus mencoba apakah inseminasi bisa dilakukan terhadap hewan yang berbeda, misalnya kucing dengan babi, harimau dengan sapi, dan lain-lain; atau mungkin manusia dengan salah satu jenis binatang. Bila inseminasi buatan menjadi hal yang umum maka apakah arti perzinahan, hubungan seksual di luar nikah mempunyai arti yang signifikan untuk tidak dilakukan? Bukankah melalui inseminasi orang terbiasa melakukan hal yang sama, yaitu ketika sperma donor dipertemukan dalam rahim? Anak yang akan lahir jelas akan mewarisi sifat-sifat genetika si istri dan si donor (yang bukan ayahnya) dan sama sekali tidak mewarisi sifat genetika si suami, sama halnya dengan kasus apa yang disebut dengan anak haram hasil perzinahan hanya saja yang ini "dilegitimasi" oleh teknologi. Dalam kasus bank sperma, ada kalanya donor yang dipilih seringkali hanya berdasarkan kriteria fisik dan sifat-sifat genetika yang kelihatan (pandai, ulet) sedangkan sifat-sifat lain yang merugikan (licik, serakah, tamak, jahat, penyakit keturunan) sulit dilihat dan akan menimbulkan masalah di kemudian hari.
Teknik bayi tabung yang dikembangkan kemudian ternyata juga tidak menjawab masalah-masalah yang ditimbulkan oleh inseminasi buatan, bahkan memperumit dan menambahnya dengan masalah pelik yang baru. Perkembangan teknik ini berikutnya adalah dengan berhasilnya dilakukan pembekuan embrio. Pada tahun 1984 di Australia seorang bayi perempuan bernama Zoe dilahirkan dari ibu dengan menggunakan proses in-vitro embrio yang telah dibekukan. Keberhasilan ini membuka kemungkinan bahwa di kemudian hari embrio yang dibekukan tersebut akan bisa dipesan, sehingga setiap wanita bisa memilih tipe manusia bagaimana yang ingin dikandung dan dilahirkannya. Masalah etis akan segera timbul apabila teknik ini diterapkan kepada manusia, yaitu ketika teknik ini melibatkan donor pihak ketiga. Dan bukan itu saja, dalam proses pembuahan di tabung petri, biasanya banyak embrio dihasilkan, tetapi tidak semua diusahakan untuk ditanam dalam rahim, dan sebagian lagi dimusnahkan atau dibuang. Apa bedanya dengan aborsi? Kasusnya akan lebih rumit lagi kalau melibatkan soal hukum, misalnya dalam menentukan hak atas anak, warisan dan lainnya, siapakah yang lebih berhak memperoleh hak perwalian: ibu donor atau ibu biologis? Salah satu kasus nyata etis yang berkenaan dengan bayi tabung ini adalah kasus 'Baby M' pada tahun 1986, yaitu ketika sepasang suami istri karier yang enggan mengandung anak, menggunakan teknik inseminasi in-vitro untuk memperoleh anak dengan menitipkan sel sperma ke rahim seorang ibu pengganti (surrogate mother) bernama Mary Beth Whitehead dengan imbalan $10,000,. Setelah melahirkan, ternyata Mary jatuh hati kepada anak yang dikandungnya dan melarikan anak itu. Masalah ini sampai menjadi urusan pengadilan yang berlarut-larut dan akhirnya Mary kalah. Ini adalah salah satu di antara banyak kasus yang terjadi akibat teknologi bayi tabung.
Usaha kloning2 sudah dilakukan lama sekali dan setidaknya diberitakan bahwa pada tahun 1952 Robert Briggs dan Thomas King telah berhasil membiakkan katak dari sel kecebong (bayi katak). Usaha yang sama dilakukan oleh John Gurdon pada tahun 1962, tetapi dengan menggunakan sel kecebong yang lebih dewasa yaitu yang sudah berkaki belakang. Pada tahun 1970 telah dilaporkan bahwa usaha kloning pada embrio tikus telah berhasil dilakukan. Pada tahun 1979 embrio domba telah diklon dan berhasil berbiak sekalipun belum sampai menghasilkan bayi domba, dan pada tahun 1980 usaha ini mulai dilakukan pada ternak sapi. Usaha kloning yang lebih serius mulai dilakukan pada tahun 1993 yaitu ketika para penelilti George Washington University di Amerika, Jerry Hall dan Robert Stillman, mencoba melakukan kloning terhadap embrio manusia dan berhasil hidup beberapa hari.3 Hasil-hasil kemajuan teknik kloning ini masih belum mendapat perhatian yang cukup besar dari masyarakat dunia sampai suatu ketika keberhasilan kloning terhadap embrio domba oleh Ian Wilmut dari Roslin Institute, Skotlandia, secara resmi dipublikasikan di awal tahun 1997.


2 Ir. Herlianto membahas sejarah kloning ini dalam Makalah Sahabat Awam, edisi no. 43, Agustus 1997.
3 Dalam perkembangan terakhir, seorang bayi perempuan hasil kloning telah lahir pada bulan Mei 1997 di St. Barnabas Medical Center, Livingstone, New Jersey, AS. Bayi yang bernama Emma Ott ini lahir sempurna dengan berat normal: 4 kilogram 7 ons. "Manusia Pertama Hasil Kloning Itu Telah Lahir", Harian Republika, 29 Juli 1997.

Dunia seakan digemparkan oleh berita kelahiran domba kloning Wilmut yang diberi nama Dolly (bulan Februari), dan dari laboratorium yang sama kemudian dilahirkan domba lain yang diberi nama Polly (bulan Juli). Semenjak mulai merebak dalam percaturan teknologi, teknik kloning tidak pernah sepi dari kritik dan bahkan menimbulkan kontroversi yang meluas ke seluruh dunia. New York Times pernah memuat berita utama dengan judul "Scientist Clones Human Embryos, and Creates an Ethical Challenge". Reaksi banyak berdatangan dari berbagai pihak. Demonstrasi-demonstrasi jalanan pun menyerukan penghentian kloning embrio (manusia) itu.
Memang di satu segi kloning embrio terhadap manusia dapat dilakukan bila misalnya seorang wanita yang karena penyakit tertentu tidak mungkin mengandung lagi, maka ia dapat mengggunakan klon sel embrio anaknya yang sudah dibekukan, atau kalau anaknya meninggal maka klon anaknya bisa dilahirkan. Tetapi, bisa juga terjadi bahwa praktek demikian berjalan lebih jauh, misalnya klon sel embrio sengaja dilahirkan sebagai suku cadang, yaitu bila anak yang diklon itu suatu saat mengalami kerusakan ginjal atau bagian tubuh yang lain, maka ia bisa memperoleh donor dari klonnya sendiri yang 100% cocok (compatible) dengan sistem tubunya. Dengan klon seseorang bisa melahirkan klon kembarnya sendiri, atau bahkan klon ibunya, neneknya atau lainnya. Segala kemungkinan masalah bisa terbuka dengan penerapan teknik kloning yang meluas ini.
Yang menjadi pertanyaan adalah apakah manusia hasil kloning itu dianggap sepenuhnya manusia, mengingat proses kelahiran mereka yang tidak manusiawi yaitu di atas cawan petri atau piranti teknologi yang canggih? Apakah ia mempunyai hak yang sama dengan manusia pada umumnya? Bagaimana status sosial orang itu dan bagaimana kehidupan sosialisasinya kelak?4 Apa yang terjadi bila yang diklon adalah Hitler, Pol Pot, Einstein, atau Newton? Yang jelas hasil kloning sampai saat ini hanya 'menjamin' organisme yang identik secara biologis dan tidak secara (totalitas) psikologis apalagi secara sosiologis.


4 "The cloning of an adult, on the other hand, brings up many more social, psychological, and ethical questions, including issues of identify... Would a cloned individual be truly human, and just how does organized religion view the matter of cloning? ... There are many unknowns about the future health and fertility of a cloned animal, but there is some concern that the use of older DNA to create a new individual may reduce the clone's lifespan," tulis sebuah jurnal. "The 'baaaa' heard 'round the world", Current Thoughts & Trends, June 1997, p. 4-5.

Beberapa imajinasi telah dikembangkan berkenaan dengan isu kloning terhadap manusia dan hewan ini. Film The Boys from Brazil (1976) menceritakan bahwa pengikut Neo Nazi menciptakan manusia super dari klon Hitler, hanya saja karena kegagalan dalam penciptaan maka terbentuklah Hitler-Hitler yang bukan hanya jahat tetapi juga cacat sehingga lebih jahat dari Hitler yang asli. Beberapa novel tentang kloning sempat difilmkan seperti miniseri TV berjudul "The Cloning of Joanna May" (1991). Film ini menceritakan tentang seorang suami yang membuang istrinya yang serong, tetapi sebelumnya ia telah membuat kloning istrinya itu dan menjadikannya sebagai istri pengganti. Pada tahun 1993, serial film "The X-Files" menceritakan tentang klon-klon kejiwaan, dan pada tahun yang sama dibuat film tentang kloning dinosaurus dewasa bahkan fosil yang sudah meninggal jutaan tahun yang terkenal dengan nama Jurassic Park yang kemudian dilanjutkan oleh produser yang sama dengan filmnya yang kedua yang berjudul The Lost World.
Ketika masalah kloning sudah merambah dunia multimedia, maka kloning bukan lagi masalah eksklusif para ilmuwan dan peneliti, melainkan telah menjadi masalah dunia, masalah seluruh manusia. Kondisi dunia yang sudah mengglobal dalam era globalisasi ini merupakan lingkungan yang kondusif bagi penyebaran kloning sebagai trend baru dalam teknologi, yang mau tidak mau sedikit banyak akan mempengaruhi pola kebudayaan peradaban manusia.
Sampai sejauh ini para ahli dan ilmuwan masih belum bisa meramalkan apa yang bakalan terjadi bila kloning tersebut dilaksanakan secara meluas dan membabi buta, tidak ada batasan jenis organisme. Beberapa film dan imajinasi yang telah dibuat juga memperingatkan kepada kita tentang bahaya yang akan terjadi apabila hasil kloning tersebut cacat sehingga membahayakan kehidupan umat manusia. Apakah dalam etika teknik kloning ini dapat dibenarkan? Dari sudut pandang theologis? Sebenarnya apa yang ada di belakang kloning tersebut? Semangat zaman yang bagaimana yang telah mendorong pengem-bangan teknologi kontemporer sedemikian rupa sehingga menghasilkan teknik ini? Bagaimana kita sebagai orang Kristen menyikapi hal ini?

SEMANGAT ZAMAN
Untuk menyingkapi masalah kloning ini kita tidak boleh terjebak kepada fenomena dan pola pemikiran yang fragmental (terpisah-pisah) tetapi kita harus mencari, melihat, dan mengerti apa yang ada dibalik semuanya itu, yaitu semangat zaman (the spirit of the age) yang melatarbelakangi semua itu. Kloning hanyalah sebuah gejala di dalam rangkaian gejolak sejarah peradaban manusia. Dan bila kita mengamatinya dengan teliti, kita akan menemukan bahwa setiap gejolak yang terjadi di muka bumi ini tidak terjadi secara terpisah, tetapi sebaliknya merupakan sebuah rangkaian peristiwa yang mempunyai pesan tertentu yang hendak disampaikan. Pesan yang disampaikan tersebut adalah apa yang penulis sebutkan dengan semangat zaman. Semangat zaman ini biasanya diidentifikasikan berdasarkan adanya gerakan besar yang dianggap representatif untuk mewakili suatu kurun waktu tertentu.
Alvin Toffler, seorang futuris, membagi masa ke dalam tiga gelombang, yaitu: gelombang pertama (the First Wave: th. 8000 SM-1700 M) sebagai revolusi pertanian, gelombang kedua (the Second Wave: th. 1700 M-1970 M) sebagai revolusi industri, dan gelombang ketiga (the Third Wave: th. 1970-... M) sebagai revolusi modern.5 Pembagian zaman yang diusulkan oleh Alvin Toffler lebih didasarkan atas fenomena perkembangan teknologi, dan kurang memperhatikan masalah-masalah budaya. Seakan-akan asumsinya adalah perubahan budaya merupakan hasil pengaruh teknologi yang baru, sedangkan teknologi yang baru tidak dipengaruhi oleh budaya melainkan berasal dari penyempurnaan teknologi yang sudah ada. Tetapi data-data yang dikumpulkan oleh Alvin Toffler tetap dapat kita gunakan sebagai acuan pembagian semangat zaman.


5 John R. W. Stott, Isu-isu Global Menantang Kepemimpinan Kristiani (Jakarta: Yayasan Bina Kasih/OMF), p. 147

Bila kita melihat setiap gejolak yang ada pada zaman modern ini, maka kita juga akan melihat bahwa setiap gejolak itu mempunyai tendensi/kecenderungan yang sama. Sekalipun gejolak-gejolak tersebut melanda bidang kebudayaan yang berbeda pada suatu zaman tetapi pesan yang hendak disampaikannya adalah sama, semangat zamannya pun sama. Dalam hal ini, teknologi (khususnya teknologi telekomunikasi) hanya menjadi sarana untuk menyampaikan pesan kepada semua umat manusia dalam setiap lingkup kebudayaannya. Dan memang secara fenomena kita dapat melihat bahwa perubahan budaya dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, tetapi lebih dalam dari itu, sebenarnya budaya berubah akibat pesan yang disampaikan itu secara sadar atau tidak telah diterima dengan baik dan bahkan menjadi falsafah hidup orang yang hidup di zaman tersebut. Semuanya ini terjadi pasti bukan karena kebetulan, tetapi tentu ada dalang di balik segala fenomena yang terjadi, ada kuasa yang membuat semuanya itu terjadi.
Kita harus sadar bahwa gejolak yang terjadi saat-saat ini tidak hanya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga telah merambah hampir setiap aspek kehidupan manusia seperti ekonomi, sosial, politik, lingkungan hidup/ekologi, dan agama. Dalam kesempatan kali ini penulis akan membatasi pembahasannya hanya dalam bidang teknologi.
Ketika manusia mulai menemukan kemungkinan digunakannya tenaga atom, di satu sisi manusia boleh sedikit merasa lega karena krisis energi yang bakalan terjadi dapat diantisipasi, tetapi di sisi yang lain dengan perbekalan teknologi yang sama manusia belum bisa menemukan jalan keluar membuang limbah nuklir yang dihasilkan dan malah mengembangkan bom atom yang dipakainya untuk menghabisi bangsa/manusia yang lain secara massal. Akhirnya hanya segelintir negara saja yang sempat menikmati manfaat positif sedangkan yang turut menanggung derita peperangan hampir semua negara di dunia. Dan sampai sekarang ketegangan untuk peperangan tak kunjung surut oleh kemajuan teknologi nuklir, malah sebaliknya. John Stott memberi data sebagai berikut: Negara-negara NATO dan Pakta Warsawa bersama-sama mempunyai lebih 12 juta tentara dalam angkatan bersenjatanya. Menurut taksiran kedua adikuasa itu memiliki antara mereka sekurang-kurangnya 15.000 senjata nuklir 'strategis' (antar kontinental) dan 27.000 senjata nuklir 'taktis' (jarak pendek atau medan tempur). Rudak berkepala nuklir yang jumlahnya mencapai hampir 50.000 (ada yang mengatakan hampir 60.000) konon mempunyai daya menghancurkan yang satu juta kali lebih besar daripada bom Hiroshima.6
Apa yang dipikirkan oleh para pemimpin negara tersebut dengan mengembangkan sekian banyak persenjataan? Apa yang menjadi motivasi mereka dalam mengembangkan teknologi nuklir?


6 Ibid., p. 106.


Ketika manusia mengembangkan teknologi medis sebagian menjadi optimis bahwa teknologi tersebut akan memberikan kemungkinan bagi manusia untuk hidup lebih panjang, mengobati lebih banyak penyakit, dan memperkecil kemungkinan kematian bayi saat dilahirkan. Tetapi kita juga tidak bisa menutup sebelah mata bahwa dengan teknologi yang sama — salah satunya — manusia telah melakukan ribuan (atau sekarang bahkan belasan ribu) aborsi setiap tahunnya dalam satu negara. Di Jepang tercatat jumlah aborsi selama 8 tahun pertama setelah penghapusan undang-undang aborsi (1948-1956) adalah kurang dari 5 juta, tetapi dalam tahun 1972 angka itu telah melebihi 1,5 juta aborsi per tahun. Di Inggris tercatat jumlah aborsi pada tahun 1966: 6.100 kasus, tahun 1968: 24.000 kasus, tahun 1973: 167.000, dan menjelang tahun 1983 jumlah itu melebihi 2 juta aborsi per tahun. Lebih gawat lagi ialah di Amerika Serikat, konon angka tersebut telah mencapai 3 aborsi per menit di tahun 1980, itu berarti jumlah aborsi melebihi jumlah kelahiran bayi hidup dengan rasio 3 banding 1. Jumlah total aborsi yang legal dan tidak legal di seluruh dunia dalam tahun 1968 diperkirakan antara 30 dan 35 juta, apalagi sekarang! Apa yang manusia pikirkan ketika mereka melakukan dan bahkan melegalkan tindakan aborsi tersebut? Dampak apa yang ditimbulkan dari dicabutnya undang-undang aborsi? Apa hubungannya dengan hak asasi manusia (bayi)?
Alvin Toffler juga menamai gelombang ketiga itu sebagi era globalisasi, yaitu suatu era saat dunia seakan-akan tidak mempunyai tembok-tembok pemisah, baik itu secara geografis, waktu, kultural, bahasa, maupun sistem ekonomi. Perkembangan dalam teknologi transportasi, komunikasi, dan informasi menjadi tulang punggung terbentuknya situasi dunia yang global ini. Teknologi-teknologi tersebut telah memperkecil jarak antar bangsa dan negara. Orang-orang Jerman mempunyai sebuah ungkapan yang baik yang melukiskan keadaan ini: Die Welt ist ein kleines Dorf ("The world is a small village").7 Kebanyakan pengembangan teknologi ini adalah untuk kebaikan umat manusia, tetapi kemudahan-kemudahan yang diciptakannya juga membuka kemungkinan bahaya yang belum pernah terpikirkan dan bisa menjadi sarana yang mematikan bila digunakan oleh tangan yang salah. Kemajuan teknologi transportasi ternyata juga menjadi saran penyebaran penyakit-penyakit berbahaya (mematikan) yang menular, misalnya: penyakit AIDS, kasus infeksi HIV hanya ditemukan di tiga benua pada tahun 1970-an tetapi sekarang virus ini telah berjangkit hampir di seluruh belahan bumi dan tahun 1980 sekitar 100.000 orang di seluruh dunia telah terinfeksi oleh virus ini, dan sekitar tahun 2000 sedikitnya 38 juta manusia bakal terinfeksi virus ini. Belum lagi penyakit-penyakit yang lain seperti Ebola yang sampai saat ini masih belum ditemukan obat penangkalnya. Kemajuan teknologi komunikasi ternyata juga dapat digunakan sebagai piranti yang sangat bermanfaat bagi kegiatan terorisme. Kemajuan teknologi informasi melalui pengembangan komputer dan multimedia juga telah digunakan oleh sekelompok orang untuk merampok bank, pornografi, serta penghasutan massal oleh kelompok-kelompok politik tertentu di banyak negara. Apa yang ada dalam pikiran manusia ketika ia memutuskan untuk menggunakan kemajuan teknologi tertentu untuk memenuhi hasratnya? Tidakkah mereka memikirkan kepentingan dan kesejahteraan orang lain?



7 Sammy Tippit, The Gathering Storm (Chicago: Moody Press, 1996), p. 19.

 

Teknologi rekayasa genetika pun tidak terlepas dari dilema yang sama. Ketika inseminasi buatan, bayi tabung, dan kloning dikembangkan, apa yang sebenarnya menjadi motivasi manusia? Selain tujuan yang baik tidakkah mereka memperhitungkan pula dampak yang akan diakibatkan bila teknologi itu digunakan dengan sembarangan dan oleh orang yang salah?
Apa yang sebenarnya menjadi masalah dalam pengembangan teknologi? Teknologi dan pengembangannya itu sendiri tidak salah tetapi penggunaannya oleh manusia yang telah jatuh dalam dosa akan justru membuka kemungkinan terjadinya bahaya-bahaya yang lebih tragis bagi umat manusia yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Andil dosa dalam sejarah kehidupan dan peradaban manusia sangat besar dalam hal ini, dosa adalah akar segala masalah yang ada. Sammy Tippit mengungkapkan hal ini dengan begitu tepat dan jelas demikian: Modern technology is only as good or bad as the people using that technology. Science cannot offer a solution to moral problems... God created us and He knows the natural order in which mankind can live purposefully and harmoniously. He gave laws to govern our lives and enable us to live to our fullest potential. But every one of us has violated those laws. The Bible calls it sin. We all have that sin nature within us... When the ingredient of the fallen nature of man is mixed with instant communication, international transportation, and information technology, the result is almost inevitable: a rapid declension of moral values in society.8


8 Ibid., p. 29.

Pengembangan teknologi termasuk dalam wilayah mandat budaya. Manusia memang diciptakan dengan potensi untuk melakukannya. Tetapi yang menjadi masalah adalah motivasi untuk mengembangkan teknologi itu sendiri. Kadang-kadang ada pula teknologi yang dikembangkan dengan motivasi yang baik pada mulanya tetapi akhirnya digunakan oleh orang yang mempunyai motivasi yang salah. Namun tidak jarang pula teknologi-teknologi yang dikembangkan dengan motivasi yang salah sejak mulanya, misalnya: pembuatan bom atom, senjata biologis, dan lain-lain. Manusia zaman modern telah memutarbalikan tatanan/ordo yang telah ditetapkan Tuhan dalam penciptaan. Tatanan yang seharusnya adalah Allah mengatasi segala sesuatu dan memberi mandat kepada manusia untuk menguasai alam yang lebih rendah darinya untuk sepenuhnya kemuliaan Tuhan. Kondisi yang terjadi saat ini adalah kekacauan, bukan keteraturan. Manusia menganggap dirinya sebagai Allah yang dapat membuat segala sesuatu dan ternyata tidak sanggup melakukan segala sesuatu. Bahkan dampak-dampak teknologi pun tidak sepenuhnya dapat dikuasai olehnya. Manusia yang seharusnya menguasai alam dengan menggunakan teknologi, sekarang tidak sanggup menguasai alam sepenuhnya (penyakit-penyakit dan bencana alam) dan bahkan menjadikan teknologi mereka sebagai ilah yang disembah-sembah. Ironis sekali, Allah telah menciptakan manusia menurut rupa dan gambarNya, sedangkan kini manusia menciptakan allah menurut rupa dan gambar manusia. Alam yang seharusnya dikelola sedemikian rupa, sekarang dieksploitasi habis-habisan tanpa mempertimbangkan keseimbangan ekologi. Allah yang seharusnya menerima segala kemuliaan dari segala karya manusia, sekarang malah diragukan keberadaanNya, dikacaukan pewahyuanNya, dan bahkan dihujat. Stephen Tong dalam bukunya Dosa dan Kebudayaan menyebutnya sebagai kekacauan epistemologi zaman modern: Di masa kekacauan level pengetahuan seperti ini, kita tahu bahwa kekacauan pengetahuan pun dimulai setelah kejatuhan. Pada 300 tahun terakhir ini kita menyaksikan pemutarbalikan yang besar: Ilmiah yang sebenarnya berada pada level terendah telah diangkat pada level yang tertinggi, sedangkan pengenalan terhadap Tuhan yang seharusnya berada pada level tertinggi, telah dipndahkan level terendah. Inilah kekacauan epistemologi.9


9 Stephen Tong, Dosa dan kebudayaan (Jakarta: Lembaga Reformed Injili Indonesia, 1997), p.62.


Teknologi yang mengabaikan tatanan yang telah diatur oleh Tuhan dalam hukum alam akan berakibat merugikan manusia itu sendiri dan alam. Semenjak bom atom meledak di Hiroshima, peperangan pecah di Vietnam, dan tangki nuklir bocor di Chernobyl, telah ditemukan ribuan anak yang terlahir cacat akibat radiasi ataupun mineral logam-logam tertentu yang telah masuk dan beradaptasi dalam tubuh mereka.
Pada zaman yang sedemikian, semangat zaman apa yang sedang menguasai manusia? Pesan apa yang hendak disampaikan kepada seluruh umat manusia? Siapa atau apa yang ada di belakang semua ini? Tidak lain adalah semangat zaman yang menolak keberadaan Allah dan kebenaranNya. Dalam segala sesuatu yang dilakukan (termasuk dalam hal agama) manusia berusaha untuk menghilangkan kata Allah dari kamus dalam pikirannya. Allah tidak dibiarkan berintervensi dalam hidup mereka. Kebenaran Allah diperlakukan sebagai sampah. Allah yang berotoritas telah diturunkan dari jabatanNya dan digantikan dengan rasio manusia. Manusia modern telah menjadikan ilmu pengetahuan sebagai agamanya yang baru. Brian J. Walsh dan J. Richard Middleton melukiskan agama baru ini sebagai berikut: Scientism is thus the first absolute in our modern religion. It is the first false god in which secular man has historically put his trust. Foundational to the modern world view is the deeply religious belief that human reason, especially in the form of scientific method, can provide exhaustive knowledge of the world of nature and of mankind. Science become the source of revelation. Instead of the priest of the medieval period, the scientist clad in authoritative white dispenses "knowledge unto salvation. " The original sin is no longer disobedience to God; it is ignorance, irrationally or misinformation. Lack of knowledge is the root of all evil.10


10 Brian J. Walsh, J. Richard Middleton, The Transforming Vision (Illinois: Inter Varsity Press, 1984), p. 132-133.

Dan bukan hanya itu, dalam hal teknologi (termasuk kloning), nilai manusia tidak lebih tinggi daripada keberhasilan teknologi itu sendiri. Moral, etika, serta pola sosial yang beradab tidak lagi menjadi hal yang vital untuk dipertimbangkan. Jadi, dengan kata lain, kemajuan teknologi yang dicapai atau keberhasilan manusia menemukan sesuatu yang baru menjadi lebih penting daripada dampak negatif terhadap manusia yang mungkin akan dihasilkan. Manusia berusaha untuk menggantikan posisi Allah dengan sesuatu yang bukan Allah.
Sekalipun gejala serupa telah muncul pada abad-abad sebelumnya, tetapi yang terjadi sekarang ini adalah gejala yang telah mendunia (mempunyai skala pengaruh yang lebih besar) karena teknologi telah memungkinkannya demikian. Secara sadar manusia telah melakukan praktek atheisme dalam kehidupannya sehari-hari. Tidak perduli apakah seseorang itu beragama atau tidak, semangat zaman ini telah menghayutkan hampir seisi dunia ke dalam arus yang ditimbulkannya.
Jika kita melihat kembali ke atas tentang apa yang telah kita telaah bersama dalam perkembangan teknologi (termasuk teknik kloning), sebenarnya manusia sedang bermain-main dengan Allah dengan cara berusaha meletakkan teknologi ke posisi Allah, dan memperlakukannya sebagai sesuatu yang dapat menyelesaikan segala masalah bahkan termasuk menciptakan sebuah kehidupan di atas cawan petri atau di ruang-ruang laboratorium mereka. Tak dapat disangkali lagi, sekalipun paham komunisme sebagai ideologi negara telah runtuh di sebagian besar negara komunis di abad terakhir ini, namun paham atheisme tetap dilakukan oleh manusia zaman ini secara praktis. Inilah yang kita sebut dengan paham Atheisme Praktis (Practical Atheism).
Pesan apa yang hendak disampaikan oleh zaman ini melalui Atheisme Praktis mereka? Tidak lain adalah sama yang dinyatakan secara eksplisit oleh Daud sekitar tiga ribu tahun yang lalu dan digemakan oleh rasul Paulus seribu tahun kemudian, yaitu: "Tidak ada Allah!" (Maz. 14:1. 53:2 cf. Rm. 3:10-12). Lalu bagaimana iman Kristen menyikapi hal ini?

Back to Top


Doa Bagi Bangsa

"Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit."
( Neh.1:4 )

Tanggal :

1 Februari 1998

Bacaan :

Neh. 1:1-11

Refleksi :

Kesaksian yang efektif bagi bangsa dimulai dari kesungguhan hati Anda mengasihi bangsa ini.

Doakan Bersama :

• Seluruh masyarakat Indonesia agar dalam setiap masalah yang dihadapinya dapat tetap tenang dan menyelesaikannya dengan bijak.

    Tidak terasa kita sudah memasuki bulan kedua tahun 1998. Waktu terus bergulir dan persoalan kita masih tetap persoalan lama, masalah yang saling kait-mengkait antara moneter, sosial, dan politik. Dampak krisis ekonomi telah kita rasakan saat ini. Berita tentang PHK diberbagai daerah telah menjadi menu berita sehari-hari. Menurut Liputan 6 pagi SCTV 23 Januari, angka pengangguran tahun ini bisa mencapai 7,1 juta orang. Kita telah melihat masyarakat panik dan memborong sembilan kebutuhan pokok pada tanggal 8-9 Januari lalu. Pada 12 Januari sebuah toko di desa Lengkong, Jember dirusak dan dijarah massa. Pada malam berikutnya aksi penjarahan meluas ke daerah lain (Kompas online 22 januari). Aksi yang sama terjadi juga di daerah Banyuwangi. Kita masih terus was-was terhadap kondisi ekonomi, sosial, politik saat ini. Melihat kondisi bangsa dan negara kita yang sangat memprihatinkan ini, patutkah kita hanya memikirkan keuntungan diri sendiri atau tak acuh saja?
Nehemia seorang tokoh Alkitab yang patut kita teladani. Ketika ia mendengar bahwa bangsanya dalam kesukaran besar ia tidak bersikap masa bodoh, apalagi hanya memikirkan kenikmatan hidupnya saja. Nehemia membuka telinga dan hatinya terhadap kesulitan yang dihadapi bangsanya (ay.4). Bahkan lebih jauh lagi, ia "berpuasa dan berdoa" bagi bangsanya. Ia membawa persoalan bangsa yang dikasihinya itu ke hadirat Allah. Nehemia mengasihi dan penuh peduli terhadap bangsanya. Bagaimana dengan Anda saat ini? Mari bergabung dalam doa puasa yang dikoordinir oleh Jaringan Doa Nasional, pada 10-13 Februari di gereja anda masing-masing. (RC)
 

Back to Top


Penderitaan Dan Kekristenan

"Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu."
( I Ptr. 4:14 )

Tanggal :

2 Februari 1998

Bacaan :

I Ptr. 4:12-19

Refleksi :

Bagimanakah sikap Anda dalam menghadapi penderitaan? Adakah itu Anda pandang sebagai suatu kesempatan untuk memuliakan Allah?

Doakan Bersama :

• Masyarakat Aceh yang sudah mengenal kasih Tuhan agar tetap memancarkan kasihNya di tengah-tengah tantangan yang ada.

    Penderitaan dalam berbagai bentuk merupakan kondisi yang akan dialami setiap orang di dalam dunia yang telah jatuh ke dalam dosa dan terpisah dari Allah (Rm.8:18-22). Bagi orang Kristen, penderitaan ataupun penganiayaan bukanlah merupakan sesuatu yang asing. Sepanjang sejarah, umat Allah telah mengalami berbagai macam penderitaan di bawah penguasa dunia yang belum percaya.
Masalah yang sebenarnya dari penderitaan adalah masalah praktis, yakni bagaimanakah kita seharusnya dapat mengatasi penderitaan tersebut agar menjadi batu loncatan yang dapat membuat kita berjalan, dan jangan menjadi batu sandungan yang membuat kita jatuh. Perbedaan hasil ini memperlihatkan bagaimana sikap dan cara orang dalam mengatasinya. Kekristenan mengandung suatu rahasia yang dapat membuat semua penderitaan menjadi suatu yang memperkaya. Kebenaran ini dapat kita saksikan dalam kehidupan Polycarpus, seorang Uskup di Smirna yang hidup pada sekitar pertengahan abad kedua. Ia di tangkap karena imannya dan diancam hukuman mati jika ia tidak melepaskan kepercayaannya. Polycarpus menjawab: "Delapan puluh enam tahun saya sudah melayani Dia, dan Ia tidak pernah menyakiti saya. Bagaimana mungkin untuk saat ini saya menghujat Raja dan Juruselamat saya?" Polycarpus akhirnya dibakar mati di tiang pembakaran sebagai martir. Ia membawa kemuliaan bagi nama Yesus Kristus. Untuk hal inilah, maka Petrus mengatakan: "..., bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemulianNya" (ay.13). (LS)
 

Back to Top


Kisah Mengenai Yusuf

"Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah."
( Kej. 39:9b )

Tanggal :

3 Februari 1998

Bacaan :

Kej. 39: 1-5, 21-23

Refleksi :

Tanpa ketaatan dan sikap kooperatif tidak ada berkat yang lebih besar.
Sampai akhirnya Yusuf menjadi orang nomor dua di Mesir. Seandainya Yusuf tidak taat, dia tidak akan mengalami semuanya itu.

Doakan Bersama :

• Suku Simeulue yang belum mendengar Kabar Baik agar dapat mendengar Injil melalui orang Kristen yang tersebar di sana.

    Alkitab tidak mencatat secara jelas berapa lama Yusuf bekerja sebagai budak pada Potifar sebelum akhirnya ia diangkat menjadi kepala rumah tangga Potifar. Alkitab juga tidak mencatat secara pasti berapa lama Yusuf dipenjara (paling sedikit 2 tahun) sampai akhirnya dia dibebaskan dan diangkat menjadi pegawai Firaun. Tapi dapat dipastikan bahwa bilangan waktu yang dilalui oleh Yusuf adalah bilangan dalam satuan tahun. Hal berikut yang tidak dicatat oleh Alkitab adalah masalah pergumulan batin Yusuf pada saat dia dijual sebagai budak maupun saat dia dipenjara oleh karena ulah istri Potifar. Tapi Yusuf seorang manusia biasa sama seperti kita, karena itu dapat kita pastikan bahwa dia mengalami pergumulan batin yang hebat juga.
Namun dalam keadaan yang tidak menyenangkannya itu, Yusuf menunjukkan sikap yang patut dijadikan teladan oleh kita semua. Yusuf yang posisinya sudah enak sebagai kepala rumah tangga Potifar, akhirnya harus masuk penjara, karena Yusuf tidak mau main "gila" dengan istri Potifar. Yusuf memilih untuk lebih taat kepada Allah daripada yang lain. Dalam keadaan yang tidak menyenangkan, Yusuf bukannya "ngambek", putus asa dan berdiam diri. Tapi dia tetap bersikap positif dengan mengerjakan semua tugas-tugasnya dengan baik.
Karena ketaatan dan sikap Yusuf inilah akhirnya Yusuf dapat dipakai Tuhan untuk menjadi saluran berkat bagi begitu banyak orang. Kata kunci bagi keberhasilan Yusuf adalah "Tuhan menyertai Yusuf" (Kej.39:21,23).
Bagaimana dengan kita, apakah dalam keadaan tidak menyenangkan seperti sekarang ini kita dapat bersikap seperti Yusuf? (Y)

 

 

Back to Top


Tragisnya Hidup Haman

"Tetapi ia menganggap dirinya terlalu hina untuk membunuh hanya mordekhai saja...Jadi Haman mencari ikhtiar untuk membunuh semua orang yahudi."
( Est. 3:6 )

Tanggal :

4 Februari 1998

Bacaan :

Est. 3:1-7

Refleksi :

Mari menjaga hati agar jangan merencanakan kejatuhan orang lain. Tuhan melihat, dan Ia mendengar doa orang yang dapat mengakibatkan kejatuhan itu menimpa kepala Anda sendiri.

Doakan Bersama :

Kasih Tuhan tetap menjadi kekuatan dan pengharapan bagi umat Kristen di Lebanon yang sedang mengalami perang yang berkepanjangan.

    Permulaan agung namun disudahi dengan kehinaan adalah kalimat yang tepat bila kita menggambarkan pribadi Haman. Cerita kehidupan Haman adalah kehidupan yang tragis. Ia memulai hidupnya sebagai seorang bangsawan. Ia seorang yang naik pangkat di atas semua pegawai Raja Ahasyweros dan semua pegawainya harus sujud bila bertemu dengan dia (Est.3:1,2). Ia begitu bangga saat diundang Ester Sang Ratu untuk bersantap bersama dengan raja (Est. 5:12).
Tetapi semua kebesaran itu menjadi hina saat kita melihat hati Haman yang sesungguhnya. Ia berikhtiar memunahkan semua orang Yahudi hanya karena, Mordekhai orang Yahudi itu tidak sujud kepadanya (Est.3:5,6 — karena ia memang bukan Allah). Tetapi yang membuat dosa Haman bertambah besar adalah bagaimana ia memandang terlalu hina untuk membunuh Mordekhai seorang diri, melainkan hatinya dipenuhi dengan kebencian dengan rencana membunuh semua orang Israel (ay.6). Ia bahkan sudah menyiapkan tiang gantungan bagi Mordekhai di depan rumahnya (Est.5:14). Haman menilai dirinya terlalu tinggi dan semua orang Israel tidak bernilai.
Apa yang direncanakan Haman akhirnya ditimpakan Tuhan atas dirinya sendiri. Akhirnya Haman sendiri yang digantung di tiang gantungan yang dibuatnya untuk Mordekhai (Est.7:9-10); anak-anaknyapun digantung (Est.9:7-10). Tragis!! Itulah kisah Haman yang menganggap orang terlalu hina dibanding dirinya, namun akhirnya Tuhan menilai orang seperti ialah yang hina. Keagungan diakhiri dengan kehinaan. Itu layak bagi orang seperti Haman. (GM)
 

Back to Top


Hina Menjadi Agung

"Sebab Mordekhai besar kekuasaannya di dalam istana raja....; Mordekhai orang Yahudi itu, menjadi orang kedua di bawah raja Ahasyweros."
( Est. 9:4a; 10:3a )

Tanggal :

5 Februari 1998

Bacaan :

Est. 2:5-7; 19-23; 4:12-14

Refleksi :

Bagimana integritas iman Anda di hadapan Tuhan dan sesama? Apakah Anda menjadi orang seperti mordekhai yang akhirnya ditinggikan Tuhan atau seperti Haman yang akhirnya direndahkan?

Doakan Bersama :

Kiranya Tuhan memberkati masyarakat Mesir untuk mendapat kesempatan mendengarkan Injil, mengalami perubahan yang baik dalam cuaca, mata pencaharian, dan pendidikan.

    Kalau kemarin kita melihat satu permulaan agung yang diakhiri dengan kehinaan, maka hari ini kita melihat permulaan hina yang diakhiri dengan keagungan. Itulah Mordekhai. Mordekhai hanya seorang buangan dari Israel di Babel (2:5,6). Pasti status warga negaranya tidak jelas. Pasti ia menjadi orang minoritas di Babel.
Tetapi Mordekhai tidak memiliki iman yang bisa dinilai sebagai buangan atau minoritas. Ia memiliki integritas iman yang kokoh kepada Allahnya (3:2; 4:12-14). Ia orang yang membenci kejahatan (2:19-23). Dalam hidup Mordekhai berlaku prinsip bahwa Tuhan akan membalaskan yang baik kepada orang yang teguh kepadanya.
Kemujuran yang diperoleh Mordekhai adalah dapat kita simpulkan sebagai berikut:
1. Ia dihormati di depan bangsa Babel, bahkan pengiringnya adalah orang yang berencana untuk memusnahkannya (6:6-11). Bagi Mordekhai, Tuhan yang akan meninggikan dirinya di depan orang yang merendahkannya;
2. Mordekhai memperoleh status sosial yang tinggi dengan diserahkannya cincin meterai dari Haman kepadanya. Bahkan ia menguasai harta Haman (8:2). Ia bahkan memiliki kedudukan yang tinggi di istana raja, dengan menjadi orang kedua di bawah raja sendiri (10:3).
Mordekhai dari yang hina menjadi agung. Keagungan Mordekhai bukan hanya di hadapan manusia, tetapi ia juga diperkenan di mata Allah. Mordekahi tidak pernah memperjuangkan kedudukan dan kekayaan. Tetapi itu semua dianugrahkan Allah kepadanya oleh karena integritas imannya kepada Allah dan bangsanya.
Bagaimana dengan kita sekalian? (GM)
 

Back to Top


Duka Menjadi Suka

"Oleh sebab itu orang Yahudi yang dipedusunan, yakni yang diam diperkampungan merayakan hari keempat belas bulan Adar itu sebagai hari sukacita dan hari perjamuan..."
( Est. 9:19 )

Tanggal :

6 Februari 1998

Bacaan :

Mzm. 8: 1-12;
Est. 9:15-19.

Refleksi :

Sudahkan Anda evaluasi diri, mengapa banyak petaka dan kesusahan? Sudahkah Anda beriman seperti Mordekhai dan Ester bahwa petaka bisa menjadi sukacita bila bersandar padaNya?

Doakan Bersama :

Pengangguran yang banyak, cuaca yang sangat panas, dan keselamatan masyarakat Jibuti (salah satu negara terkecil Afrika).

    Kita masih akan melihat kekayaan rohani kitab Ester ini dan mengaplikasikannya dalam kehidupan kita. Di dalam kitab ini juga menceritakan bagaimana Tuhan bisa membalikkan dukacita menjadi sukacita.
Apa yang dialami oleh Mordekhai, Ester dan segenap bangsa Israel adalah dukacita besar. Mereka sudah berduka dengan menjadi bangsa buangan, terlebih lagi sekarang menjadi sasaran empuk pembunuhan masal seperti yang dilakukan Hitler dan Nazi setengah abad yang lalu. Itu sebabnya hari-hari bangsa Israel menjadi hari-hari perkabungan: "Mordekhai dan bangsa Israel melolong menangis dengan memakai kain kabung dan abu." (4:1,3).
Namun perkabungan berbalik menjadi sukacita dan sorak-sorak, dikarenakan Mordekhai dan Ester adalah orang-orang yang mencari Tuhan. (4:13-17). Orang-orang yang mencari Tuhan akan mengalami seperti Daud dalam doanya (Mzm. 9:2-11). Karena Tuhan memihak kepadanya, "sebab engkau membela perkaraku dan hakku."
Bangsa Israel mengalami itu. Hukuman berbalik setelah Allah campur tangan. Dalam 8:11 disebutkan bahwa: "Raja mengijinkan orang Yahudi membela diri serta memunahkan, membunuh segala tentara... dari bangsa yang hendak menyerang mereka." Dan di dalam 9:1 dikatakan bahwa: "Mereka membunuh 75.000 orang di antara pembenci mereka. Pada hari yang keempat belas dijadikan mereka sebagai hari perjamuan dan sukacita."
Apa yang kita pelajari dari semua ini? Petaka yang direncanakan orang jahat terhadap orang benar akan menjadi sukacita dan kemenangan bila kita mencari Tuhan. (GM)
 

Back to Top


Walaupun Aku Mati

"Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati."
( Est. 4:16b ).

Tanggal :

7 Februari 1998

Bacaan :

Est. 4:1-17

Refleksi :

Bagaimana keadaannya bila Ester hanya memperhatikan keselamatan dan ketenangan dirinya di istana. Tidak peduli lagi dengan bangsanya? Apakah doa Mordekhai bisa jadi kenyataan (4:14)?

Doakan Bersama :

Siaran televisi di Indonesia agar dapat menjadi media informasi dan hiburan yang sehat bagi setiap penontonnya.

    Pembahasan kita yang terakhir tentang kitab Ester yang berani mengambil resiko demi bangsanya dan kebenaran, walaupun dengan kematian. Ayat 1-17 diceritakan; Mordekhai melolong, menangis sampai ke pintu gerbang istana raja, padahal tidak boleh seorangpun masuk pintu gerbang istana raja dengan pakaian kabung.
Setelah aksi Mordekhai diberitahukan kepada Ester, mulanya ia tidak berani mengambil resiko untuk bertemu raja tanpa dipanggil terlebih dahulu (ay.11). Namun perkataan Mordekhai membangkitkan iman dan nasionalismenya, "Sekalipun engkau...berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa".
Dihadapkan dengan masalah iman, Ester tidak menjadi konyol, tetapi mencari Tuhan. Komitmen Ester adalah:
• Berdoa dan berpuasa, bahkan bersama dengan dayang-dayangnya;
• Meminta segenap orang Yahudi berpuasa untuk dia selama tiga hari;
• Kalaupun aku harus mati demi kebenaran dan bangsaku, tidak menjadi masalah, karena semua sudah dibawa kepada Tuhan.
Inilah komitmen yang luar biasa. Ester yakin bahwa nyawa terletak di tangan Tuhan? Apakah kebetulan jika Ester mendapat belas kasihan dari raja Ahasyweros? Tidak ada kebetulan di dalam Tuhan, karena Tuhan yang mengontrol sejarah manusia dan menetapkan langkah setiap orang yang mau serius mencari Dia.
Beranikah kita mengambil resiko demi kebaikan dan kebenaran? Tuhan menolong kita. (GM)
 

Back to Top


Petrus Dan Yohanes Mendapat Masalah

"Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya..."
( Kis. 4:4 )

Tanggal :

8 Februari 1998

Bacaan :

Kis.4:1-4

Refleksi :

Apakah memberitakan Injil adalah kerinduan Anda? Jika Anda mengasihi orang lain tetapi tidak memberitakan Injil maka Anda tidak mengasihi mereka dengan kasih yang tulus dan benar.

Doakan Bersama :

• Mohon Tuhan memberkati bangsa Indonesia dengan kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

    Bagi sebagian orang, nama Tuhan Yesus adalah merupakan suatu momok atau virus yang mematikan sehingga mereka menjadi ketakutan dan berusaha untuk meleyapkannya. Oleh sebab itu, mereka dengan gigih untuk melenyapkan orang-orang yang berusaha untuk memberitakan mengenai nama itu. Seperti yang dialami oleh Petrus dan Yohanes, karena mereka memberitakan nama Tuhan Yesus, mereka harus menghadapi para imam, kepala pengawal Bait Allah dan orang-orang Saduki, yang akhirnya mereka harus tinggal dalam tahanan selama satu hari.
Situasi pada zaman Petrus dan Yohanes ini hampir tidak jauh berbeda dengan situasi pada saat ini. Kekristenan semakin hari semakin dibatasi dengan peraturan-peraturan atau undang-undang. Dalam kondisi yang demikian tersebut, apakah kita masih berani dan bersemangat untuk memberitakan Injil Yesus Kristus tersebut kepada setiap orang. Petrus dan Yohanes, mereka mengetahui akibat yang harus dihadapi tetapi mereka tetap setia untuk melaksanakan Amanat Agung yang diberikan oleh Tuhan Yesus sebelum Ia naik ke Sorga yang tercatat dalam Mat. 28:18-20 dan Kis.1:8. Bagaimanakah dengan kita? Sebagai tanda bahwa kita mengasihi Yesus Kristus dan sesama adalah dengan memberitakan Injil kepada setiap orang. Dan perlu dicatat dan diingat bahwa hasil kesetiaan Petrus dan Yohanes ada banyak orang yang menjadi percaya (ay.4) "dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat.28:20) (KP)
 

Back to Top


Menggunakan Kesempatan Yang Ada

"Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
( Kis. 4:12 )

Tanggal :

9 Februari 1998

Bacaan :

Kis. 4:5-12

Refleksi :

Janganlah takut bersaksi bagi Tuhan! Biarlah memuliakan nama Tuhan menjadi kerinduan Anda dalam hidup sehari-hari.

Doakan Bersama :

• Saudara-saudara seiman kita yang saat ini di tahan, di siksa, di penjara, secara tidak adil karena mereka berani mempertahankan iman kepercayaannya.

    Kesempatan selalu ada dihadapan kita, namun yang menentukan adalah diri kita apakah kita mau menggunakan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya atau membiarkan itu berlalu.
Petrus dan Yohanes, mereka dihadapkan kepada sidang Imam Besar sehubungan dengan peristiwa penyembuhan orang lumpuh di Bait Allah yang tercatat dalam Kis. 3:1-10. Mereka diperiksa dengan pertanyaan "Dengan kuasa atau nama siapa mereka bertindak?" Dengan pertanyaan ini, Petrus dan Yohanes tidak menyiakan-nyiakan waktu atau kesempatan yang ada untuk memperkenalkan nama Tuhan Yesus Kristus.
Di dalam kehidupan kita, sebenarnya banyak sekali kesempatan untuk kita memperkenalkan Yesus Kristus kepada orang lain, baik melalui perkataan maupun tingkah laku kita. Namun sayangnya, kita sering kali menyia-nyiakan kesempatan itu, karena kita tidak berani memperkenalkan Yesus Kristus kepada orang lain.
Apabila kita sungguh-sungguh mengasihi suami, istri, anak, keluarga, teman-teman kita, maka kita harus berani memberitakan tentang Yesus Kristus karena keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (ay.12).
Oleh karena itu, kita harus mengambil keputusan untuk mau menggunakan kesempatan yang ada untuk memperkenalkan Tuhan Yesus Kristus melalui hidup dan tutur kata kita kepada setiap orang. Karena sesungguhnya: "...keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kis.4:12) (KP)
 

Back to Top


Semua AnugerahNya

"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."
( Ef . 2:8-9 )

Tanggal :

10 Februari 1998

Bacaan :

I Tim. 4:1-5

Refleksi :

Apakah Anda menjadi orang Kristen yang legalisme atau menjadi orang Kristen yang mengandalkan diri? Sadarkah semua yang ada pada diri Anda merupakan anugerah dan kemurahan Allah!

Doakan Bersama :

• Mohon Tuhan meningkatkan kerinduan doa syafaat kita dan membiarkan kita mengalami keindahan dan kuasa dari jawaban doa-doa yang dinaikkan.

    Ada pendapat mengatakan bahwa Perjanjian Baru berdasarkan anugerah, dimana manusia diterima oleh Allah berdasarkan iman kepada Kristus. Sedangkan Perjanjian Lama berdasarkan hukum dimana manusia diterima Allah berdasarkan perbuatannya. Tetapi sebenarnya sama seperti dalam Perjanjian Baru, keselamatan dalam Perjanjian Lama bergantung pada anugerah dan kemurahan yang Allah berikan secara cuma-cuma yang diwujudkan dalam perjanjianNya kepada Abraham dan keturunannya. Anugerah ini menghendaki respon berupa iman atau percaya (Kej.22:17-18, Maz.33:16-20).
Bagaimana dengan hukum Taurat? Hukum Taurat berlaku sebagai tuntutan Allah supaya umatNya hidupnya menurut sifatNya yang kudus (Kel. 20:1-2). Sayang, agama Yahudi lupa akan hal ini dan hukum Taurat sendiri menjadi faktor dominan yang menghasilkan legalisme dan pengandalan diri, seperti orang Farisi.
Legalisme itu bukan ajaran Perjanjian Lama, melainkan ajaran sesat. Dan ajaran ini muncul di dalam jemaat Efesus. Mereka melarang orang kawin dan makan makanan dengan mengklasifikasikan haram dan tidak haram.
Paulus mengkonfirmasikan bahwa semuanya yang diciptakan Allah itu baik (Kej.1) dan diterima dengan ucapan syukur (band. Kej.1:28)
Sebenarnya anugerah dan kemurahan yang diberikan Allah bukan saja keselamatan jiwa melainkan juga keseluruhan yang ada dalam hidup kita, keluarga, teman hidup, pekerjaan, studi, harta benda, rumah, bahkan pelayanan yang kita lakukan adalah semata-mata anugerah dan kemurahan Allah bukan 'kesalehan' dan 'usaha kita'. (SD)
 

Back to Top


Hidup DalamNya

"Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan."
( Fil. 1:21 )

Tanggal :

11 Februari 1998

Bacaan :

I Tim. 4: 6-16
(Lanjutan)

Refleksi :

Saat ini mungkin Anda mensyukuri akan anugerah dan kemurahan Allah, tetapi apakah saat ini hidup Anda sudah sesuai dengan hidup yang dikehendaki oleh Allah, yakni Hidup didalamNya?

Doakan Bersama :

• Komisi Nasional Hak Asasi Manusia agar dapat berfungsi netral dan membela hak asasi manusia dengan motivasi yang murni, berani dan penuh keadilan.

    Kalau kita sudah menyadari betul bahwa hidup itu merupakan anugerah dan kemurahan dari Allah. Kemudian perlu kita melangkah lebih lanjut dengan menjawab pertanyaan "Bagaimana seharusnya kita hidup sebagai orang yang mengenal Kristus dan mendapatkan anugerah kemurahan Allah?
Paulus menjelaskan ada 3 hal: Pertama, Kita harus memiliki kerinduan bertumbuh secara rohani dengan mau belajar tentang pokok-pokok iman, sehingga tidak gampang disesatkan oleh ajaran sesat yang berbau takhayul dan dongeng-dongeng nenek moyang.
Kedua, Hidup kita merupakan ibadah dan dipersembahkan kepada Tuhan (band. Rm. 12:1). Hidup adalah Kristus (Fil.1:21a) . Hidup harus kudus dan berkenan kepada Allah, tidak serupa dengan dunia (Rm. 12:1-2). Hidup yang demikian memiliki nilai kekekalan yakni saat ini dan masa akan datang. Saat ini bisa mengetahui kehendak Allah: tahu apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan sempurna (Rm. 12:2). Akan datang diam bersama Kristus.
Ketiga, Hidup yang memberitakan dan mengajarkan Injil. Di sini Paulus menekankan pemberitaan dan pengajaran yang terbaik yaitu dengan menjadi teladan hidup: dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan dan dalam kesucian.
Mungkin kita berpikir sangat sulit melakukan semua itu. Namun Paulus memberikan pesan supaya kita bertekun membaca kitab suci, menggunakan karunia yang kita miliki, berdoa, berani mengevaluasi diri dan hidup transparan (jujur terhadap diri, orang lain dan terhadap Tuhan). (SD)
 

Back to Top


Meringankan Beban

"Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkanNya orang benar itu goyah."
( Mzm. 55:23 )

Tanggal :

12 Februari 1998

Bacaan :

Mzm. 55: 17-24

Refleksi :

Sudahkah Anda menaruh seluruh hidup Anda kepada Tuhan ?

Doakan Bersama :

• Program PETA (Pembinaan Teologi Awam) GKA Gloria agar melaluinya jemaat awam dapat semakin diperlengkapi dengan Firman Tuhan yang akan membuatnya kokoh dalam iman.

    Allah tidak membebaskan anak-anakNya dari problema kehidupan. Ayub mengalami kesedihan dan penderitaan yang dalam ketika Tuhan mengijinkan setan menyerang dia. Abraham, Paulus, stefanus dan yang lain juga diuji dengan berat. Namun dibalik pemeliharaan yang berkerut, Allah menyembunyikan wajahNya yang tersenyum. Oleh karena itu, kita tidak boleh membiarkan diri tenggelam dalam beban hidup kita, sebaiknya kita harus berserah kepada Tuhan. Allah yang setia dan baik itu akan senantiasa memelihara hidup anak-anakNya.
Ada seorang penulis lagu pujian bernama George Neumark, dia adalah seorang kristen yang sungguh-sungguh percaya Tuhan. Ia menderita kebutaan pada tahun-tahun akhir hidupnya. Namun demikian, imannya kepada Allah tidak pernah pudar, ia mendapat kekuatan besar dalam janji Allah, "Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau!” Dengan Firman Tuhan yang menguatkan dia, dia terdorong mengarang sebuah lagu yang cukup terkenal dengan judul "If Thou But Suffer God To Guide Thee” yang artinya bila anda menderita Allah akan memimpinmu. Lagu itu diciptakan sebagai rasa syukurnya kepada Tuhan karena cinta dan anugrahNya.
Saudara, apakah saat ini saudara mempunyai banyak masalah? Pada saat ini Tuhan berfirman kepada kita serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan. Yakinlah bahwa Allah akan meringankan beban saudara. "Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya." (Mzm.34:19) (HSW)
 

Back to Top


Hati Yang Damai

"Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh."
( Kol.3:15 )

Tanggal :

13 Februari 1998

Bacaan :

Kol. 3:12-17

Refleksi :

Sudahkah Anda mempunyai hati yang demikian bersyukur kepada Tuhan, sehingga Anda dapat mengendalikan segala emosi Anda dengan lebih bersabar menghadapi segala masalah yang terjadi?

Doakan Bersama :

• Berbagai krisis yang terjadi di Indonesia kiranya membuat kita semua semakin dekat dan takut akan Tuhan dalam tindakan dan perkataan sebagai manusia ciptaanNya.

    Masalah dan pencobaan yang kita hadapi seringkali bertambah sulit karena kita kehilangan ketenangan dan kesabaran. Kita mendapati semuanya sangat membingungkan, termasuk hal-hal yang sepele sekalipun, karena kita belum mengembangkan sikap iman yang penuh rasa syukur. Itulah suatu tema yang pernah saya baca di dalam suatu artikel yang mengangkat ayat bacaan kita hari ini. Pada saat membacanya saya memutuskan untuk menjadi orang yang selalu bersyukur, dengan pertolongan Tuhan tentunya. Dan sungguh, hal itu selalu menghasilkan sesuatu yang mengagumkan dan tidak terduga.
Pernah suatu pagi ketika akan berangkat bekerja, di tengah perjalanan saya menjumpai salah satu ban sepeda motor saya bocor, padahal kelihatannya tempat tambal ban itu masih jauh dan tentu makan waktu lama untuk menambal. Rasa marah dan frustrasi segera saja memenuhi hati, saya demikian jengkel. Tetapi Tuhan segera menyadarkan saya dengan apa yang telah saya tekadkan itu, sayapun mulai berpikir tentang kemurahan Tuhan pada saya. Saya tidak mengalami kecelakaan, saya dapat segera menemukan tempat tambal ban yang tidak terlalu jauh. Ketika pikiran-pikiran tersebut memenuhi benak saya, maka terasakan damai Tuhan mengalir di hati. Saya dapat melalui masa-masa itu dengan lebih baik, dan semua terlihat lebih lancar, saya bahkan berhasil tiba di kantor tepat pada waktunya.
Bila menghadapi suatu peristiwa dalam hidup yang membuat kita frustrasi, mari melihat kembali segala kemurahan Tuhan dan bersyukur kepadaNya, maka hati kita akan tertolong dan merasa lega. (IP)
 

Back to Top


Gembala Domba

"Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."
( Yoh. 10:10b )

Tanggal :

14 Februari 1998

Bacaan :

I Ptr. 5:1-5

Refleksi :

Adakah kehadiran para Pendeta dan Majelis memberikan rasa aman bagi Anda? Atau sebaliknya mendatangkan ancaman bagi Anda? Sebagai jemaat adakah Anda mengenali suara gembala Anda?

Doakan Bersama :

• Hari Valentine ini benar-benar mempunyai makna kasih yang sesungguhnya dan boleh menjadi berkat bagi setiap orang.

    Dengan memakai kiasan gembala dan domba, Rasul Petrus membicarakan hubungan antara para penatua dan jemaatnya. Perumpamaan itu menggambarkan kebiasaan pada abad pertama di daerah Palestina. Di Palestina pada masa itu hubungan gembala dan domba sangat akrab, tiap-tiap gembala akan memanggil domba-dombanya sesuai dengan nama yang telah diberikan. Domba-domba akan mengenali suara gembalanya dan membedakannya dari suara orang asing (bnd. Yoh.10:1-5).
Bagi domba, kehadiran gembala itu memberikan rasa aman, kemerdekaan dan pemenuhan kebutuhan mereka. Hidup domba itu bergantung pada keterlibatan sang gembala pada mereka. Menanggapi suara gembalanya, mengikuti pimpinannya, masuk ke dalam kandang dan menolak mengikuti orang lain merupakan syarat untuk mendapatkan keamanan bagi domba-domba itu. Sedangkan binatang buas dan gerombolan perampok merupakan ancaman yang serius bagi keamanan kawanan domba. Gembala upahan akan lari dari bahaya untuk menyelamatkan dirinya sendiri, sedangkan gembala yang baik akan menyelamatkan kawanan domba, bahkan mungkin mengorbankan hidupnya. Untuk hal inilah Rasul Petrus mengingatkan para penatua: "Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu" (I Ptr. 5:2-3). (LS)
 

Back to Top


Kekuatan Pujian

"Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih."
( Lukas 7:47 )

Tanggal :

15 Februari 1998

Bacaan :

Lukas 7:36-50

Refleksi :

Apakah selama ini Anda selalu meng-anggap kehadiran seseorang itu biasa-biasa saja?
Tidak memperlihat-kan penghargaan untuk dia? Dan Anda hanya sibuk memikirkan diri sendiri? Ubahlah sikap Anda!

Doakan Bersama :

• Wakil-wakil rakyat yang duduk di dalam pemerintahan agar mereka benar-benar setia dan bertanggung jawab menjalankan roda pemerintahan.

    Tuhan Yesus mengetahui bahwa pujian yang tulus dapat membawa penghiburan dan kekuatan bagi jiwa seseorang. Peristiwa yang tertulis dalam bacaan Alkitab hari ini menceritakan bagaimana Yesus memberikan suatu pujian bagi seorang wanita yang sepanjang hidupnya selalu dihina. Yesus menghargai penyesalan dan kepedihan hati wanita itu akan dosa-dosanya serta kasihnya padaNya. Perkataan Yesus tadi pasti telah memberi wanita itu pengharapan baru bahwa hidupnya tetap berharga.
Sebuah artikel menceritakan tentang seorang wanita anggota gereja yang mengalami hal yang serupa. Dia adalah seorang ibu rumah tangga yang sibuk dan selalu kerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Dia juga berperan cukup aktif di gereja. Sehingga jadwal kerjanya luar biasa padat sehingga diapun mulai merasa tertekan dan stres. Dia merasa tidak ada lagi orang yang sungguh-sungguh memberi perhatian padanya, dia mulai merasa segala apa yang telah dikerjakannya itu tidak ada artinya.
Suatu pagi dia menerima sebuah kiriman bunga yang indah, yang bersamanya ada sebuah catatan kecil: "Kami hanya ingin ibu mengetahui betapa kami semua sangat menghargai ibu. Ibu benar-benar seorang istri dan ibu yang luar biasa, dari: suami dan anak-anakmu." Setelah membaca, wanita itupun terduduk di lantai dan menangis. Bersama derai air matanya, luruh pula rasa tertekan dan stres di hatinya.
Kalau hari ini anda merasa masih ada orang-orang yang seperti ibu itu, mari kita datang kepadanya dan memberikan pujian yang tulus padanya. (IP)
 

Back to Top


Kebajikan Allah

"Yerusalem...engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, tetapi kamu tidak mau."
( Mat. 23:37 )

Tanggal :

16 Februari 1998

Bacaan :

Mzm. 111:1-10

Refleksi :

Sudahkah Anda bersandar kepada Tuhan?
Sudahkah Anda merasakan berkat-berkat yang diberikanNya dengan cuma-cuma kepada orang-orang yang takut kepadaNya?

Doakan Bersama :

• Suku Gayo di Aceh Tengah, yang sangat memerlukan Alkitab, pembinaan jemaat, dan kekurangan tenaga guru di bidang eksakta.

    Pusat hidup orang Kristen adalah Yesus Kristus. Karena hati kita tidak lagi dirajai oleh diri sendiri, atau dikuasai oleh berhala dunia seperti harta, tahta, wanita dan lain-lain. Kristuslah yang menjadi Tuhan dan raja kita. Dengan demikian hidup kita akan senantiasa hidup dalam kelimpahan akan penyertaan dan anugerahNya yang tidak terbatas.
Realita yang tidak bisa kita abaikan adalah sering kali hidup orang Kristen masih hidup di dalam daging artinya segala kelemahan yang dulu kita miliki masih ada, siap untuk menjatuhkan hidup kita lagi. Kebiasaan buruk, keterikatan terhadap dosa tertentu tak akan hilang begitu saja.
Hidup yang berpusat pada Yesus Kristus adalah hidup oleh karena iman. Maksudnya realita sempurna dari hidup sedemikian belum kita rasakan di dunia ini, tapi nanti di surga. Sekarang ini kita sudah merasakan sebagian, yaitu kebencian terhadap dosa, kekuatan yang kita peroleh di dalam pergumulan melawan dosa serta kerinduan untuk melayani. Semua itu bukti kita sudah jadi anak Tuhan, suatu tanda jaminan bahwa kita sudah menjadi milikNya.
Pergumulan demikian itu akan tetap ada di dalam hidup kita. Kita akan mendapat kemenangan asalkan kita bersandar pada Tuhan dan kita peka, taat dan melakukan FirmanNya. Kita akan gagal jika kita berusaha menjauhkan diri dari padaNya. Oleh sebab itu kita minta pada Tuhan agar kita dapat memaksimalkan iman kita kepadaNya dengan hidup lebih dekat dan dengar-dengaran akan FirmanNya. (HSW)

 

 

 

Back to Top


Kenyang Tapi Tak Pernah Bersyukur

"Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuatNya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki."
( Yoh. 6:11 )

Tanggal :

17 Februari 1998

Bacaan :

Mat. 14:13-21

Refleksi :

Sudahkan hari ini Anda mengucap syukur atas apa yang telah Anda nikmati?
Atau Anda hanya menghiasi doa-doa Anda dengan permohonan-permohonan yang berlebihan?

Doakan Bersama :

• Mohon Tuhan membangkitkan bagi bangsa ini para hamba Tuhan yang benar-benar taat dan setia kepada kebenaran Firman Tuhan.

    Dari semua mujizat yang dibuat Yesus, hanya mujizat yang memberi makan 5000 oranglah yang terdapat dalam keempat Injil. Dalam keempat Injil tersebut juga mengisahkan bahwa Dia berdoa sebelum membagikan roti dan ikan. Masing-masing penulis Injil tersebut menyatakan bahwa selain "memberkati" makanan itu Yesus juga "mengucap syukur". Dalam doaNya, Yesus melakukan dua hal: Dia mengerti ketergantunganNya pada Bapa Surgawi bagi kehidupan jasmani, dan Dia menyatakan syukurNya bagi pemeliharaan yang diberikan oleh BapaNya.
Seorang raja Spanyol suatu kali mengetahui bahwa para pegawai istananya lupa berdoa sebelum mereka makan, maka diapun memutuskan untuk memberi mereka pelajaran. Dalam suatu perjamuan makan dia mengundang seluruh pegawai istananya, dan menghadirkan seorang pengemis untuk datang dan makan bersama. Setelah makan dengan demikian lahap sang pengemis ini langsung pergi meninggalkan tempat itu, kontan seluruh pegawai istana yang terundang marah sekali dan menganggap tindakan pengemis itu menghina sang raja. Maka dengan bijak raja itupun menjelaskan: "Setiap hari kamu semua telah menerima berkat kehidupan yang berlimpah dari tangan Bapamu yang di surga, kalian menikmati matahariNya, menghirup udara yang segar, makan yang cukup, tetapi kalian sama sekali tidak ingat untuk mengucapkan "terima kasih" atas semua yang telah kalian nikmati itu. Kalian lebih tidak tahu diri dibandingkan pengemis tadi!"
Janganlah kita hanya memiliki perut yang kenyang, tetapi jiwa yang kelaparan karena tidak pernah bersyukur. (IP)
 

Back to Top


Berdiri Dengan Dua Kaki

"...aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakanNya kepadaku..."
( II Tim.1:12 )

Tanggal :

18 Februari 1998

Bacaan :

II Tim. 1:8-14

Refleksi :

Pemahaman dan pengalaman sama pentingnya dalam kehidupan orang Kristen. Apakah Anda sudah berdiri dengan "Kedua kaki" Anda?

Doakan Bersama :

• Iman orang percaya agar tetap setia dan taat pada kebenaran Firman Tuhan terhadap berbagai godaan, nabi-nabi palsu, dan masalah kehidupan yang ada.

    Bila ingin menjadi orang Kristen yang kuat kita memerlukan pengetahuan Alkitab dan juga pengalaman. Bergantung hanya pada salah satu tanpa memahami yang lain sama halnya dengan mencoba berdiri pada satu kaki. Kita baca dalam 2 Timotius 1 bahwa Paulus dapat bersaksi dan menderita bagi Kristus tanpa rasa malu karena berdiri dengan salah satu kaki berpijak pada kebenaran-kebenaran iman Kristen (ay.13) dan kaki yang lain dengan hubungan yang dinamis bersama Yesus (ay.12).
Seoang pria bernama Bob memiliki keadaan emosi dan rohani yang naik turun karena ia mengandalkan pengalamannya saja. Dulu dia adalah seorang yang demikian rusak hidupnya, kemudian bertobat menerima Yesus. Hidupnyapun berubah secara dramatis, dan dia menjadi seorang saksi yang penuh semangat. Tetapi dia tidak mempelajari Alkitab dengan sungguh-sungguh, sehingga tampak bahwa dia tidak mantap.
Sebaliknya, istrinya benar-benar teguh, tetapi tidak mempunyai semangat sebesar Bob. Dia adalah seorang Kristen sejak masih kecil, dan dia terus dibina sehingga akhirnya yakin pada kebenaran iman Kristen melalui banyak belajar Alkitab. Namun dia jarang berbicara tentang Tuhan Yesus pada orang lain. Hampir-hampir dia tidak pernah memberikan kesaksian dengan sukacita tentang jawaban doa. Dia kekurangan pengalaman.
Bob perlu mempelajari Alkitab, untuk mengetahui apa yang dia imani dan mengapa dia mengimaninya. Sedang istrinya perlu mengembangkan pengalamannya dengan lebih banyak berdoa dan berbagi pengalaman dengan orang lain. (IP)
 

Back to Top


Rasa Malu

"Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka."
( Yer. 8:12 )

Tanggal :

19 Februari 1998

Bacaan :

Yer. 8:1-13

Refleksi :

Emosi utama yaitu "rasa malu" dapat menjadi sekutu yang ampuh untuk menjaga Anda tetap hidup dalam kebenaran Tuhan, sudahkah Anda memilikinya?

Doakan Bersama :

• SU MPR berjalan sesuai dengan rencana dan kehendak Tuhan dan nama Tuhan dimuliakan.

    "Rasa Malu" kita semua pasti pernah mengalami perasaan yang tidak menyenangkan ini. Ini merupakan hal yang cukup penting, karena ada kemungkinan seseorang menjadi kebal terhadap rasa malu yang sesungguhnya sangat kita perlukan.
Alkitab menggambarkan rasa malu sebagai suatu petunjuk tentang bagaimana kita menanggapi dosa. Dalam Yeremia 8 Tuhan menganggap bangsa Israel telah berpaling terus-menerus dan hidup dalam tipu daya serta menolak untuk kembali (ay.5). Mereka tidak menyesal karena kejahatannya (ay.6). Mereka menolak Firman Tuhan (ay.9). Mereka melakukan tipu muslihat (ay.10). Meskipun demikian mereka tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka (ay.12). Kekebalan terhadap rasa malu ini dapat juga terjadi pada diri kita. Itulah sebanya kita harus memohon pada Tuhan untuk mengubah kita seperti kanak-kanak, tidak hanya dalam iman kita tetapi juga dalam kepekaan terhadap dosa.
Pernahkan anda melihat seorang anak kecil yang ketika melakukan suatu kesalahan dan menyadarinya, dia langsung mengekspresikan rasa malu dan bersalahnya itu tanpa ditutup-tutupi.
Betapa cepatnya kita kehilangan kepekaan semacam itu! Menyaksikan tontonan yang tidak senonoh pada layar TV, mungkin kita segera menirunya. Itulah sebabnya kita perlu secara teratur merenungkan Firman Tuhan untuk menjaga kita tetap waspada.
Bila ktia telah menjadi acuh tak acuh terhadap dosa, marilah kita minta Tuhan untuk memberi kita suatu rasa malu yang sehat. (IP)
 

Back to Top


Orang Kristen Dan Kudeta

"Patuhilah perintah raja demi sumpahmu kepada Allah."
( Pkh. 8:2 )

Tanggal :

20 Februari 1998

Bacaan :

Pkh. 8:2-6

Refleksi :

Orang Kristen tidak dipanggil untuk merebut kekuasaan sah dengan paksa atau menaati pemerintah yang bejat, melainkan untuk menaatinya dan memperdengarkan suara kenabian.

Doakan Bersama :

• Orang-orang yang belum mendapatkan pekerjaan atau yang mengalami PHK agar merasakan kesetiaan pemeliharaan Tuhan dalam saat-saat sulit.

    Dalam beberapa bulan terakhir ini kehidupan kita berbangsa dan bernegara menjadi terganggu karena krisis moneter dan dampaknya. Liputan 6 SCTV tanggal 9 Januari lalu memberitakan bahwa Mensesneg Moerdiono membantah isu akan terjadinya kudeta. Memang isu akan adanya kudeta menyebabkan sebagian masyarakat di kota-kota besar, khususnya Jakarta, menjadi panik dan memborong bahan kebutuhan pokok di berbagai toko swalayan. Isu tentang kudeta juga mempengaruhi kemerosotan nilai rupiah pada saat itu. secara manusiawi, rupanya trauma terhadap kekacauan dan kesulitan hidup di era tahun 60-an masih membayangi rakyat kita.
Apakah orang Kristen boleh mengadakan kudeta? Dengan jelas Alkitab tidak mengijinkan orang Kristen terlibat atau mengadakan kudeta. Sebaliknya Pengkhotbah mengatakan bahwa umat Allah sepatutnya mematuhi pemerintah (ay.2) karena dua alasan. Pertama, karena "sumpah kepada Allah", yang berarti sumpah yang disaksikan oleh Allah (TNTC). Kedua, raja atau pemerintah memiliki kuasa yang besar (ay.3-4) sehingga sia-sialah upaya melawan penguasa. Lalu, apakah berarti orang Kristen harus menaati pemerintah yang korup dan jahat secara membabi buta? Alkitab juga tidak mengajar demikian. Dalam kondisi yang demikian ketaatan kepada Allah harus melampaui ketaatan kepada pemerintah (bnd. Kis.4:19). Dan Pengkhotbah mengatakan umat Allah patut melakukan protes terhadap kejahatan dan ketidakadilan di dalam kebijaksanaan serta pada saat yang tepat (ay.5-6). Namun sekali lagi, patut diingat, umat Allah tidak dipanggil untuk melakukan dan terlibat kudeta. (RC)
 

Back to Top


Kristus Penguasa Sejarah

"Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."
( Why. 1:8 )

Tanggal :

21 Februari 1998

Bacaan :

Why. 1:8,17-181

Refleksi :

Dia tetap adalah Allah yang Mahakuasa. Biarlah ini menjadi kekuatan bagi Anda dalam menghadapi tekanan dan aniaya yang berat.

Doakan Bersama :

• Mohon Tuhan mengaruniakan kepada kita hati yang mau perduli terhadap berbagai kesusahan dunia dan yang mau dekat dengan rakyat banyak.

    Kitab Wahyu ditulis dalam bentuk atau gaya sastra khusus yang banyak memakai bahasa pelambangan atau bahasa simbol. Gaya sastra biasa dipakai bertujuan untuk menghibur umat yang sedang dalam tekanan dan aniaya, dengan memperlihatkan kondisi kehidupan yang memprihatinkan dan tindakan intervensi ilahi yang melepaskan umat dari penderitaan dan menyelesaikan kejahatan secara tuntas. Bagaimanapun suramnya kehidupan, Allah pasti akan menyatakan kemenanganNya suatu saat kelak.
Dalam pasal awal tulisannya, Yohanes memaparkan kepada setiap pembaca, bahwa Tuhan Yesus Kristus yang diimani dan diikuti oleh Gereja sepanjang sejarah, adalah Tuhan yang hidup dan yang menang, Tuhan yang mengendalikan sejarah dan yang berkuasa menggenapi semua rencana dan janjiNya. Kebenaran ini dibukakan kepada setiap pembaca, menjadi landasan untuk apa yang akan dijabarkannya dalam seluruh kitab tersebut.
Kitab ini melukiskan bagaimana dengan kekerasan hati orang berdosa mengacungkan tangan melawan Tuhan dan umatNya, dan untuk seketika nampaknya musuh ada pada pihak yang lebih kuat, tapi sesungguhnya semua itu hanya sementara saja.
Tuhan membiarkan semua itu terjadi, tapi bukan berarti Dia tidak berdaya, lepas kendali. Dia adalah Tuhan yang memegang kendali atas kehidupan manusia, dan atas sejarah. Betapun beratnya hidup, apapun goncangan yang akan terjadi, Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah Allah yang hidup, yang tetap akan menyertai umatNya sampai akhir zaman. (AK)
 

Back to Top


Binasa Oleh Kekerasan Hati

"Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia."
( Why. 16:9 )

Tanggal :

22 Februari 1998

Bacaan :

Why. 16:9,11,21

Refleksi :

Kasih Tuhan telah dinyatakan dengan jelas! Bertobatlah; sebab kehidupan kekallah yang akan Anda terima dan itu adalah suatu hadiah yang paling indah.

Doakan Bersama :

• Daerah Bergslagen, Swedia, yang mengalami masalah pengangguran, dan kemorosotan rohani (dengan mengakui Lucifer sebagai sumber kekuatan mereka).

    Kitab Wahyu dengan bahasa lambang berusaha melukiskan keadaan kehidupan manusia yang hidup terbelenggu dosa sampai pada akhir zaman. Bahwa di tengah-tengah kehidupan yang seperti itu, Gereja akan terus mengalami tekanan dan aniaya. Sebaliknya kehidupan dosa akan semakin merajalela, kekerasan hati orang berdosa akan terus dinyatakan dalam sikap penolakan terhadap anugerah yang terus ditawarkan lewat pemberitaan Injil dan peringatan-peringatan ilahi yang terus dinyatakan.
Bencana alam, peperangan, kelaparan, kegoncangan politik, dan berbagai macam bentuk peringatan terus dinyatakan ke tengah-tengah kehidupan manusia, tetapi manusia yang keras hati tetap tidak mau bertobat. Pasal 16 kitab Wahyu mengungkapkan; ketika tujuh cawan murka Allah dicurahkan ke atas bumi, manusia tetap tidak mau menerima peringatan ilahi tersebut. Mereka tetap, bahkan semakin berani menghujat Allah dan tidak mau bertobat, sampai kebinasaan kekal menelan mereka ke dalam neraka yang menyala.
Betapa mengerikannya kenyataan itu! Allah melalui berbagai macam bencana sedang terus memperingatkan manusia supaya bertobat dari dosa dan kembali kepadaNya. Hidup kita begitu sekejap, pada detik lainnya maut datang tanpa bisa dielakkan. Marilah kita meraih kesempatan yang masih Tuhan berikan dengan bertobat dari kehidupan dosa dan kembali kepadaNya memohon pengampunan dan perdamaian, oleh darah Yesus Kristus. Janganlah kita menjadi orang-orang yang keras hati terus menolak peringatan Tuhan, sampai api kekal neraka menelannya. (AK)
 

Back to Top


Diabolos

"Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya."
( I Ptr. 5:8 )

Tanggal :

23 Februari 1998

Bacaan :

I Ptr. 5: 6-11

Refleksi :

Diabolos adalah lawanmu, musuhmu bukan teman atau karibmu. Adakah Anda suka memfitnah sesama? Tinggalkan itu mulai hari ini!

Doakan Bersama :

• Berbagai sidang yang diadakan oleh para pemerintah, agar keputusan yang diambil adalah untuk kesejahteraan seluruh umat manusia.

    Iblis (ay.8) berasal dari kata Yunani, diablos, yang mengandung arti pemfitnah atau pendakwa. Iblis melakukan hal ini dengan tidak henti-hentinya baik siang maupun malam. Atas dasar apakah dia memfitnah dan mendakwa kita? Atas dasar dosa-dosa yang telah kita lakukan. Akan tetapi, Tuhan kita, Pembela kita, Yesus Kristus membela kita atas dasar satu-satunya bahwa dosa kita sudah dibayar melalui kematianNya. Kebenaran ini harus menimbulkan suatu sikap dalam hidup kita sebagai anak-anak Tuhan, yaitu melawan iblis dengan iman yang teguh. Inilah yang dikatakan oleh Rasul Petrus pada ay.9.
Namun, adalah sangat tragis pada masa kini banyak anak-anak Tuhan bukannya melawan iblis, sebaliknya mereka tanpa sadar telah di pakai oleh iblis untuk menjalankan salah satu kegiatannya yaitu dengan memfitnah saudara-saudara seiman. Bukankah ada begitu banyak isu-isu yang beredar di kalangan gereja yang sengaja ditiupkan dengan maksud untuk memecahbelahkan gereja Tuhan dan merusak kehormatan orang lain. Untuk itu kita harus lebih bermawas diri seperti yang telah disampaikan oleh Rasul Petrus kepada jemaat di Efesus: "Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan." (Ef. 6:14-18). (LS)
 

Back to Top


Sekalipun Itu Lucifer

" Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya kerajaan Allah sudah datang kepadamu."
( Mat. 12:28 )

Tanggal :

24 Februari 1998

Bacaan :

Mat. 12:22-32

Refleksi :

Sudahkah Anda menyadari bahwa Anda punya kuasa sebagai anak-anak Allah? renungkan lagi Yak. 4:7.

Doakan Bersama :

• Lembaga-lembaga pelayanan yang ada kiranya terus dipakai Tuhan dan boleh menjadi berkat sehingga nama Tuhan dimuliakan.

    Bahwa sesungguhnya kuasa mengusir setanpun sudah diberikan oleh Tuhan kepada setiap anak-anakNya adalah sesuai dengan firman Tuhan (Yak.4:7). Inipun sudah menjadi pengalaman saya dalam setiap kali pelayanan pengusiran kuasa kegelapan.
Tahun 1990 saya melayani dalam satu retreat mahasiswa ASMI-AMI di Puncak-Jawa Barat. Pada waktu itu ada seorang pemuda kerasukan roh jahat. Dan celakanya yang masuk itu adalah setan yang menamakan diri sebagai Beelzebul. Pertama, ia mengaku sebagai penguasa Jawa Barat. Kemudian ia berkata sebagai Prabu Siliwangi. Waktu yang kita pakai untuk berdoa dan mengusir iblis ini hampir 5 jam, karena ia tidak sendiri tetapi bersama pasukannya (perhatikan arti Beelzebul di kamus Alkitab dibagian belakang Alkitab). Para mahasiswa itupun akhirnya ikut berdoa dan memuji Tuhan bahkan ikut menengking setan-setan itu.
Setelah setan-setan itu keluar semua anak ASMI-AMI yang ikut retreat bertobat, dengan alasan, baru kali ini mereka mengalami langsung bahwa sesungguhnya nama Yesus itu berkuasa, tidak hanya cerita di Alkitab saja. Apa poin kita?
• Setiap orang Kristen punya kuasa mengusir roh jahat;
• Sesungguhnya kerajaan Allah sudah datang ke dalam orang saat kita sudah mengusir setan dari dirinya;
• Tidak ada satupun kuasa yang dapat tahan terhadap nama Tuhan Yesus (Mat.28:18).
Dengan kenyataan ini seharusnya kita senantiasa bersyukur karena Tuhan yang seperti itulah yang menjadi Tuhan kita? (GM)
 

Back to Top


Berhati-hatilah!

"Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni."
( Mat.12:31 )

Tanggal :

25 Februari 1998

Bacaan :

Mat. 12:22-32

Refleksi :

Sudahkah Anda sadar akan semua hal diatas? Cobalah bawa dalam doa dan kehidupan Anda.

Doakan Bersama :

• Keluarga, teman, tetangga, dan orang yang kita kasihi agar semakin setia kepada Tuhan melalui kehidupan saat teduh dan doa sehingga menjadi kesaksian hidup dilingkungan sekitarnya.

    Pada waktu itu, sesungguhnya bukan hanya Tuhan Yesus yang mereka hujat tetapi juga Roh Kudus yang berkarya atas orang itu. Lalu mengapa Yesus mengatakan bahwa hujat terhadap Dia akan diampuni sementara hujat terhadap Roh Kudus tidak? Percaya kepada Yesus adalah karya Roh Kudus. Roh Kuduslah yang menginsafkan manusia akan dosa, akan kebenaran dan akan penghakiman (Yoh.16:7-11). Roh kuduslah yang mencelikkan mata rohani manusia agar manusia dapat melihat keindahan dan keTuhanan Kristus. Maka kalau orang itu sudah menolak karya Roh Kudus maka orang itu secara otomatis menolak Kristus dan karya pengampunanNya di kayu salib. Itu sebabnya orang itu tidak akan pernah diampuni.
Bagi penganut teologi reform, orang-orang yang menentang Karya Roh Kudus adalah orang-orang yang tidak dipanggil dan dipilih Allah Bapa untuk menerima anugerahnya. Sebab tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada Kristus kalau tidak ditarik oleh Bapa (perh.Yoh.6:44;65; 10:28-30). Tahukah kita siapa yang ditarik oleh Bapa? Tentu! Setiap orang yang percaya kepada Kristus. Tapi, apakah orang-orang yang kita tahu sudah mengutuk Yesus dan Roh Kudus bisa selamat. Kita tidak tahu. Karena ucapan mulut adalah fenomena, tetapi Tuhan yang tahu hati setiap orang. Maksud saya adalah kita tidak boleh menjadi hakim atas siapapun, siapa tahu sebelum ia mati tiba-tiba anugerah Allah dinyatakan kepada orang itu? Selain jangan menjadi hakim, kita harus terus mengenalkan Injil kepada orang lain, karena tidak ada seorangpun yang tahu siapa yang akan dipilih oleh Tuhan. (GM)
 

Back to Top


Tak Kelihatan Berbahaya
"Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging dan berjuang melawan jiwa."
( I Ptr. 2:11 )
Tanggal :

26 Februari 1998

Bacaan :

Yak. 1:12-15

Refleksi :

Berhati-hatilah terhadap bahaya yang kelihatan, tetapi lebih berhati-hatilah terhadap bahaya yang tak kelihatan, yang dapat membutakan mata hati Anda terhadap kasih Tuhan Yesus Kristus!

Doakan Bersama :

• Orang-orang yang terikat dalam kebiasaan minum obat-obatan, melakukan sex bebas, berjudi, dll. kiranya kasih Tuhan senantiasa mengubah mereka.

    Selama berlangsungnya perang Teluk pada tahun 1991, penduduk yang tinggal disepanjang perbatasan Turki selalu cemas terhadap kemungkinan adanya serangan senjata kimia. Banyak diantara mereka yang menutup semua jendela dan celah-celah pintu rumahnya dengan plastik. Beberapa penduduk mengikatkan seekor ayam di depan pintu pada malam menjelang tidur. Keesokan harinya ketika bangun, mereka akan mengintip dulu dari jendela. Bila ayam itu ternyata masih hidup, itu pertanda mereka juga akan aman untuk keluar rumah.
Petrus dan Yakobus mengingatkan kita untuk berhati-hati terhadap bahaya keinginan daging. Menyerah pada keinginan hawa nafsu dapat merusak hubungan dengan Tuhan dan sesama. Dosa dapat menutup mata hati kita terhadap kebaikan Allah dan merebut sukacita dan rasa syukur dari dalam diri kita.
Dosa memang menawarkan sesuatu yang tampaknya manis, tetapi dibalik yang manis dan memikat itu, kepahitan sudah menanti. Mula-mula hanya sekedar menjauhkan diri dari Tuhan, padahal itu akan memperburuk keadaan jika kita tidak lagi mengenal Kristus sebagai Juruselamat. Akhirnya kita akan terseret pada kebinasaan. Hal ini dapat terjadi pada orang-orang percaya, karena itu kita harus berhati-hati. Karena seringkali dosa terlihat tidak membahayakan. Kita merasa tidak terganggu dan dapat mengendalikannya. Bahkan kita merasa bahwa kita sudah terlatih untuk mengatasinya. Tetapi pada kenyataannya, apabila dosa itu telah mulai melilit hidup kita, sukar sekali untuk dapat melepaskan diri lagi daripadanya. (LT)
 

Back to Top


Mereka Yang Menang
"Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."
( Why. 17:14b )
Tanggal :

27 Februari 1998

Bacaan :

Why. 17:1-18

Refleksi :

Marilah tetap setia untuk menjadi orang yang dipilih dan dipanggil Tuhan karena Anda akan menang bersama Tuhan kita, Yesus Kristus.

Doakan Bersama :

• Pejabat-pejabat pemerintahan yang terpilih dalam SU MPR mempunyai hati yang benar-benar takut akan Tuhan saat mereka menjalankan roda pemerintahan.

    Dunia, untuk sementara waktu, memang ada di bawah penguasaan Iblis, ada di bawah pengaruh falsafah hidup yang sudah dicemari dosa. Kenyataan ini menyebabkan permusuhan yang tidak terelakkan antara sistem dan falsafah kehidupan dunia dengan mereka yang menjadi pengikut dari Sang Anak Domba, antara Babel besar itu dengan Gereja. Iblis, yang mendalangi semua perbuatan dosa dan kejahatan, akan melakukan hal-hal yang mengherankan dan akan menarik semua orang yang memang terbuang dari anugerah, yaitu mereka yang namanya tidak tercatat dalam kitab kehidupan Anak Domba.
Pasal ini melukiskan keadaan peperangan yang mengakibatkan gereja seketika kelihatannya seperti dikalahkan. Tapi di tengah-tengah lukisan tekanan yang begitu berat, dinyatakan suatu rahasia besar yang membangkitkan pengharapan dan kekuatan bagi gereja, yaitu bahwa Sang Anak Domba akan mengalahkan mereka semua, karena Dia adalah Tuhan dan Raja yang hidup, yang mulia, yang mahakuasa.
Kebenaran yang dinyatakan Alkitab sedang terjadi di hadapan kita, hari ini. Peperangan sedang terus berlangsung dan nampak semakin sengit, himpitan dan tekanan kepada gereja semakin terasa. Tapi atas semua itu, kita tidak perlu terlalu kuatir atau menjadi terlalu takut apa lagi sampai meninggalkan Dia, sebab Dia sudah menang, dan Dia akan menyatakan kemenanganNya atas si iblis secara final, yaitu ketika Dia datang kembali untuk orang-orang yang dikasihiNya. Yang bisa menunjukkan kesetiaan kepada Anak Domba yang telah menjadi Juruselamatnya, sampai akhir. (AK)
 

Back to Top


Bekerja Sepenuh Hati

"Tetapi kami terus membangun tembok sampai setengah tinggi dan sampai ujung-ujungnya bertemu, karena seluruh bangsa bekerja dengan segenap hati."
( Neh. 4:6 )

Tanggal :

28 Februari 1998

Bacaan :

Neh. 4:1-6

Refleksi :

Bagimana sikap Anda terhadap pekerjaan atau pelayanan Anda? Ketika tahun ini mulai berlalu hari demi hari, bagaimana dengan semangat Anda?

Doakan Bersama :

• Perilaku umat Kristen ditengah lingkungan yang bukan Kristen agar pandai membawa diri, tidak lupa identitas, dan menjadi berkat bagi sekelilingnya.

    Sukses besar yang dialami Nehemia dalam membangun kembali tembok Yerusalem, sebagian besar adalah berkat sikap rajin dari para pembantu-pembantunya. Alkitab mengatakan bahwa mereka bekerja dengan segenap hati. Mereka mengabdikan diri untuk tugas-tugas mereka. Oleh karena itu mereka mencapai hasil yang gemilang.
Ada seorang pemuda yang miskin dan lapar sedang berdiri di atas sebuah jembatan memperhatikan orang-orang yang sedang memancing. Ketika ia melihat salah satu dari pemancing itu memperoleh sekeranjang penuh ikan, ia berkata, "Seandainya saya memperoleh ikan sebanyak itu, betapa senangnya. Akan saya jual dan uangnya saya belikan makanan dan pakaian." Pemancing itu berkata "Saya akan memberikan ikan sebanyak itu, jika kamu mau membantuku memegang joran ini, saya akan pergi sebentar." Dengan senang orang muda itu menerima tawaran tersebut. Selama ditinggal, banyak ikan yang mulai tertanggap sehingga dia mulai lupa dengan kemurungannya. Ketika pemancing itu kembali, katanya kepada orang muda itu, "Saya menepati janji saya, kau boleh menerima ikan-ikan itu, dan saya harap kau juga telah belajar sesuatu. Jangan menyia-nyiakan waktu dengan melamun, berkhayal, sebaliknya sibukkanlah dirimu dan pasanglah joran untuk dirimu sendiri!"
Mulai saat ini, perhatikanlah sikapmu terhadap pekerjaanmu. Pendekatan yang dilakukan dengan segenap hati terhadap suatu tugas adalah yang terpenting. Janganlah menjadi orang yang selalu mengawasi jam dinding. Perhatikanlah semangatmu. Itu menunjukkan bahwa anda bekerja dengan segenap hati. (IP)
 


husen@hotmail.com