| Februari 1998 |
| Prakata |
|
| Senin | Selasa | Rabu | Kamis | Jumat | Sabtu | Minggu |
| 1 | ||||||
| 2 | 3 |
|
|
|
|
8 |
| 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
| 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 |
![]()
![]()
|
Prakata KRISIS KEPERCAYAAN Tahun 1998 telah kita jalani selama satu bulan penuh. Terasa atau tidak
semua tergantung kita bukan? Ada yang telah mengisinya dengan begitu banyak
aktifitas, sehingga hari demi hari berlalu dengan begitu cepat. Tetapi
tentu ada juga yang merasa hampa waktu merambat dengan lamban sekali dan
krisis ini tidak juga berlalu... |
|
Bonus Intergrasi Kitab Syair dalam Teknologi Kontemporer Akhir-akhir ini manusia sering kali membicarakan tentang "Kloning".
Apakah Kloning itu? Apakah kloning sesuatu yang sah-sah saja, karena memang
bisa bermanfaat bagi manusia? Sejauh mana kloning diperbolehkan oleh Alkitab?
Kalau memang tidak boleh, kuatkah alasan kita untuk pernyataan itu? Mari
kita simak ulasan Sdr. Yuzo pada bagian pertama ini, kiranya menjadi berkat
bagi kita.
1 Mingguan Newsweek edisi tanggal 10 Maret 1997 secara khusus mengupas isu ini. Beberapa judul artikel yang dipublikasikan antara lain: "The Fantastic Made Real" (p. 2), "Little Lamb Who Made Thee? (p. 43-49), dan "Today the Sheep..." (p. 50). Proses ini pula yang langsung kita mengerti pada saat kita membaca kata
"bersetubuh" (yada [Ibrani]; knew [Inggris: KJV, RSV], mengenal/mengetahui)
dalam Kej. 4:1, 17, 25; kata ini mempunyai pengertian suatu relasi yang
sangat intim antara suami-istri, baik secara jasmani maupun rohani. Proses
ini terjadi secara alami dan bila perubahan berhasil maka akan terjadi
kehamilan, kemudian kelahiran akan terjadi dalam waktu tertentu (untuk
manusia ± 9 bulan 10 hari). Tetapi kenyataannya, karena satu dan
lain hal, tidak semua hubungan kelamin pada manusia berakibat kehamilan
sekalipun hubungan tersebut dilakukan pada masa subur. Kehamilan juga mempunyai
faktor-faktor penghambat, misalnya: kemandulan, kelainan dalam struktur
rahim, konsentrasi sperma terlalu encer sehingga tidak dapat membuahi ovum,
dan lain-lain. Dari permasalahan inilah manusia mulai mencari jalan pemecahannya.
Dalam kondisi yang sederhana usaha pertolongan itu dilakukan dengan teknik
inseminasi buatan, yaitu dengan cara memasukkan mani ke dalam rahim secara
buatan (manual). Usaha demikian banyak dilakukan di kalangan wanita subur
yang suaminya mandul atau mereka yang mendambakan bibit unggul; dan di
kalangan hewan agar terjadi kehamilan massal. Usaha inipun tidak selalu
berhasil, lebih-lebih bila terdapat kelainan atau cacat tertentu. Itulah
sebanya kemudian dikembangkan teknik bayi tabung, yaitu dengan melakukan
pembuahan ovum oleh sperma di tabung petri di laboratorium, dan embrio
yang jadi kemudian dimasukkan ke dalam rahim agar tumbuh, sedangkan rahim
yang dipakai bisa berasal dari ibu embrio itu sendiri atau ibu lain (surrogate
mother). Kemungkinan keberhasilan teknik ini untuk sebuah embrio hanyalah
sekitar 10-20%, hal ini mendorong ilmuwan untuk menemukan cara lain yang
kemudian kita kenal sekarang dengan kloning. Melalui kloning gen-gen manusia
dan hewan direkayasa bukan saja agar terjadi pembuahan, tetapi lebih dari
itu, yaitu agar dapat diciptakan jenis yang bukan saja unggul secara alamiah,
tetapi unggul secara rekayasa, anak yang dilahirkan diusahakan agar tidak
mewarisi kelemahan genetik orang tuanya/induknya, atau bahkan agar memiliki
keunggulan yang tidak dipunyai orang tuanya/induknya. 2 Ir. Herlianto membahas sejarah kloning ini dalam Makalah Sahabat Awam, edisi no. 43, Agustus 1997. 3 Dalam perkembangan terakhir, seorang bayi perempuan hasil kloning telah lahir pada bulan Mei 1997 di St. Barnabas Medical Center, Livingstone, New Jersey, AS. Bayi yang bernama Emma Ott ini lahir sempurna dengan berat normal: 4 kilogram 7 ons. "Manusia Pertama Hasil Kloning Itu Telah Lahir", Harian Republika, 29 Juli 1997. Dunia seakan digemparkan oleh berita kelahiran domba kloning Wilmut
yang diberi nama Dolly (bulan Februari), dan dari laboratorium yang sama
kemudian dilahirkan domba lain yang diberi nama Polly (bulan Juli). Semenjak
mulai merebak dalam percaturan teknologi, teknik kloning tidak pernah sepi
dari kritik dan bahkan menimbulkan kontroversi yang meluas ke seluruh dunia.
New York Times pernah memuat berita utama dengan judul "Scientist
Clones Human Embryos, and Creates an Ethical Challenge". Reaksi banyak
berdatangan dari berbagai pihak. Demonstrasi-demonstrasi jalanan pun menyerukan
penghentian kloning embrio (manusia) itu. 4 "The cloning of an adult, on the other hand, brings up many more social, psychological, and ethical questions, including issues of identify... Would a cloned individual be truly human, and just how does organized religion view the matter of cloning? ... There are many unknowns about the future health and fertility of a cloned animal, but there is some concern that the use of older DNA to create a new individual may reduce the clone's lifespan," tulis sebuah jurnal. "The 'baaaa' heard 'round the world", Current Thoughts & Trends, June 1997, p. 4-5. Beberapa imajinasi telah dikembangkan berkenaan dengan isu kloning terhadap
manusia dan hewan ini. Film The Boys from Brazil (1976) menceritakan bahwa
pengikut Neo Nazi menciptakan manusia super dari klon Hitler, hanya saja
karena kegagalan dalam penciptaan maka terbentuklah Hitler-Hitler yang
bukan hanya jahat tetapi juga cacat sehingga lebih jahat dari Hitler yang
asli. Beberapa novel tentang kloning sempat difilmkan seperti miniseri
TV berjudul "The Cloning of Joanna May" (1991). Film ini menceritakan
tentang seorang suami yang membuang istrinya yang serong, tetapi sebelumnya
ia telah membuat kloning istrinya itu dan menjadikannya sebagai istri pengganti.
Pada tahun 1993, serial film "The X-Files" menceritakan tentang
klon-klon kejiwaan, dan pada tahun yang sama dibuat film tentang kloning
dinosaurus dewasa bahkan fosil yang sudah meninggal jutaan tahun yang terkenal
dengan nama Jurassic Park yang kemudian dilanjutkan oleh produser yang
sama dengan filmnya yang kedua yang berjudul The Lost World. SEMANGAT ZAMAN
5 John R. W. Stott, Isu-isu Global Menantang Kepemimpinan Kristiani (Jakarta: Yayasan Bina Kasih/OMF), p. 147 Bila kita melihat setiap gejolak yang ada pada zaman modern ini, maka
kita juga akan melihat bahwa setiap gejolak itu mempunyai tendensi/kecenderungan
yang sama. Sekalipun gejolak-gejolak tersebut melanda bidang kebudayaan
yang berbeda pada suatu zaman tetapi pesan yang hendak disampaikannya adalah
sama, semangat zamannya pun sama. Dalam hal ini, teknologi (khususnya teknologi
telekomunikasi) hanya menjadi sarana untuk menyampaikan pesan kepada semua
umat manusia dalam setiap lingkup kebudayaannya. Dan memang secara fenomena
kita dapat melihat bahwa perubahan budaya dipengaruhi oleh kemajuan teknologi,
tetapi lebih dalam dari itu, sebenarnya budaya berubah akibat pesan yang
disampaikan itu secara sadar atau tidak telah diterima dengan baik dan
bahkan menjadi falsafah hidup orang yang hidup di zaman tersebut. Semuanya
ini terjadi pasti bukan karena kebetulan, tetapi tentu ada dalang di balik
segala fenomena yang terjadi, ada kuasa yang membuat semuanya itu terjadi. 6 Ibid., p. 106.
7 Sammy Tippit, The Gathering Storm (Chicago: Moody Press, 1996), p. 19.
Teknologi rekayasa genetika pun tidak terlepas dari dilema yang sama.
Ketika inseminasi buatan, bayi tabung, dan kloning dikembangkan, apa yang
sebenarnya menjadi motivasi manusia? Selain tujuan yang baik tidakkah mereka
memperhitungkan pula dampak yang akan diakibatkan bila teknologi itu digunakan
dengan sembarangan dan oleh orang yang salah? Pengembangan teknologi termasuk dalam wilayah mandat budaya. Manusia memang diciptakan dengan potensi untuk melakukannya. Tetapi yang menjadi masalah adalah motivasi untuk mengembangkan teknologi itu sendiri. Kadang-kadang ada pula teknologi yang dikembangkan dengan motivasi yang baik pada mulanya tetapi akhirnya digunakan oleh orang yang mempunyai motivasi yang salah. Namun tidak jarang pula teknologi-teknologi yang dikembangkan dengan motivasi yang salah sejak mulanya, misalnya: pembuatan bom atom, senjata biologis, dan lain-lain. Manusia zaman modern telah memutarbalikan tatanan/ordo yang telah ditetapkan Tuhan dalam penciptaan. Tatanan yang seharusnya adalah Allah mengatasi segala sesuatu dan memberi mandat kepada manusia untuk menguasai alam yang lebih rendah darinya untuk sepenuhnya kemuliaan Tuhan. Kondisi yang terjadi saat ini adalah kekacauan, bukan keteraturan. Manusia menganggap dirinya sebagai Allah yang dapat membuat segala sesuatu dan ternyata tidak sanggup melakukan segala sesuatu. Bahkan dampak-dampak teknologi pun tidak sepenuhnya dapat dikuasai olehnya. Manusia yang seharusnya menguasai alam dengan menggunakan teknologi, sekarang tidak sanggup menguasai alam sepenuhnya (penyakit-penyakit dan bencana alam) dan bahkan menjadikan teknologi mereka sebagai ilah yang disembah-sembah. Ironis sekali, Allah telah menciptakan manusia menurut rupa dan gambarNya, sedangkan kini manusia menciptakan allah menurut rupa dan gambar manusia. Alam yang seharusnya dikelola sedemikian rupa, sekarang dieksploitasi habis-habisan tanpa mempertimbangkan keseimbangan ekologi. Allah yang seharusnya menerima segala kemuliaan dari segala karya manusia, sekarang malah diragukan keberadaanNya, dikacaukan pewahyuanNya, dan bahkan dihujat. Stephen Tong dalam bukunya Dosa dan Kebudayaan menyebutnya sebagai kekacauan epistemologi zaman modern: Di masa kekacauan level pengetahuan seperti ini, kita tahu bahwa kekacauan pengetahuan pun dimulai setelah kejatuhan. Pada 300 tahun terakhir ini kita menyaksikan pemutarbalikan yang besar: Ilmiah yang sebenarnya berada pada level terendah telah diangkat pada level yang tertinggi, sedangkan pengenalan terhadap Tuhan yang seharusnya berada pada level tertinggi, telah dipndahkan level terendah. Inilah kekacauan epistemologi.9 9 Stephen Tong, Dosa dan kebudayaan (Jakarta: Lembaga Reformed Injili Indonesia, 1997), p.62.
10 Brian J. Walsh, J. Richard Middleton,
The Transforming Vision (Illinois: Inter Varsity Press, 1984), p. 132-133. Dan bukan hanya itu, dalam hal teknologi (termasuk kloning), nilai manusia
tidak lebih tinggi daripada keberhasilan teknologi itu sendiri. Moral,
etika, serta pola sosial yang beradab tidak lagi menjadi hal yang vital
untuk dipertimbangkan. Jadi, dengan kata lain, kemajuan teknologi yang
dicapai atau keberhasilan manusia menemukan sesuatu yang baru menjadi lebih
penting daripada dampak negatif terhadap manusia yang mungkin akan dihasilkan.
Manusia berusaha untuk menggantikan posisi Allah dengan sesuatu yang bukan
Allah. |
| Doa
Bagi Bangsa
"Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung
selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta
langit." |
| Tanggal :
1 Februari 1998 Bacaan : Neh. 1:1-11 Refleksi : Kesaksian yang efektif bagi bangsa dimulai dari kesungguhan hati Anda mengasihi bangsa ini. Doakan Bersama : • Seluruh masyarakat Indonesia agar dalam setiap masalah yang dihadapinya dapat tetap tenang dan menyelesaikannya dengan bijak. |
Tidak terasa kita sudah
memasuki bulan kedua tahun 1998. Waktu terus bergulir dan persoalan kita
masih tetap persoalan lama, masalah yang saling kait-mengkait antara moneter,
sosial, dan politik. Dampak krisis ekonomi telah kita rasakan saat ini.
Berita tentang PHK diberbagai daerah telah menjadi menu berita sehari-hari.
Menurut Liputan 6 pagi SCTV 23 Januari, angka pengangguran tahun ini bisa
mencapai 7,1 juta orang. Kita telah melihat masyarakat panik dan memborong
sembilan kebutuhan pokok pada tanggal 8-9 Januari lalu. Pada 12 Januari
sebuah toko di desa Lengkong, Jember dirusak dan dijarah massa. Pada malam
berikutnya aksi penjarahan meluas ke daerah lain (Kompas online 22 januari).
Aksi yang sama terjadi juga di daerah Banyuwangi. Kita masih terus was-was
terhadap kondisi ekonomi, sosial, politik saat ini. Melihat kondisi bangsa
dan negara kita yang sangat memprihatinkan ini, patutkah kita hanya memikirkan
keuntungan diri sendiri atau tak acuh saja? Nehemia seorang tokoh Alkitab yang patut kita teladani. Ketika ia mendengar bahwa bangsanya dalam kesukaran besar ia tidak bersikap masa bodoh, apalagi hanya memikirkan kenikmatan hidupnya saja. Nehemia membuka telinga dan hatinya terhadap kesulitan yang dihadapi bangsanya (ay.4). Bahkan lebih jauh lagi, ia "berpuasa dan berdoa" bagi bangsanya. Ia membawa persoalan bangsa yang dikasihinya itu ke hadirat Allah. Nehemia mengasihi dan penuh peduli terhadap bangsanya. Bagaimana dengan Anda saat ini? Mari bergabung dalam doa puasa yang dikoordinir oleh Jaringan Doa Nasional, pada 10-13 Februari di gereja anda masing-masing. (RC) |
| Penderitaan
Dan Kekristenan
"Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus,
sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu." |
| Tanggal :
2 Februari 1998 Bacaan : I Ptr. 4:12-19 Refleksi : Bagimanakah sikap Anda dalam menghadapi penderitaan? Adakah itu Anda pandang sebagai suatu kesempatan untuk memuliakan Allah? Doakan Bersama : • Masyarakat Aceh yang sudah mengenal kasih Tuhan agar tetap memancarkan kasihNya di tengah-tengah tantangan yang ada. |
Penderitaan dalam berbagai
bentuk merupakan kondisi yang akan dialami setiap orang di dalam dunia
yang telah jatuh ke dalam dosa dan terpisah dari Allah (Rm.8:18-22). Bagi
orang Kristen, penderitaan ataupun penganiayaan bukanlah merupakan sesuatu
yang asing. Sepanjang sejarah, umat Allah telah mengalami berbagai macam
penderitaan di bawah penguasa dunia yang belum percaya. Masalah yang sebenarnya dari penderitaan adalah masalah praktis, yakni bagaimanakah kita seharusnya dapat mengatasi penderitaan tersebut agar menjadi batu loncatan yang dapat membuat kita berjalan, dan jangan menjadi batu sandungan yang membuat kita jatuh. Perbedaan hasil ini memperlihatkan bagaimana sikap dan cara orang dalam mengatasinya. Kekristenan mengandung suatu rahasia yang dapat membuat semua penderitaan menjadi suatu yang memperkaya. Kebenaran ini dapat kita saksikan dalam kehidupan Polycarpus, seorang Uskup di Smirna yang hidup pada sekitar pertengahan abad kedua. Ia di tangkap karena imannya dan diancam hukuman mati jika ia tidak melepaskan kepercayaannya. Polycarpus menjawab: "Delapan puluh enam tahun saya sudah melayani Dia, dan Ia tidak pernah menyakiti saya. Bagaimana mungkin untuk saat ini saya menghujat Raja dan Juruselamat saya?" Polycarpus akhirnya dibakar mati di tiang pembakaran sebagai martir. Ia membawa kemuliaan bagi nama Yesus Kristus. Untuk hal inilah, maka Petrus mengatakan: "..., bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemulianNya" (ay.13). (LS) |
| Kisah
Mengenai Yusuf
"Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini
dan berbuat dosa terhadap Allah." |
| Tanggal :
3 Februari 1998 Bacaan : Kej. 39: 1-5, 21-23 Refleksi : Tanpa ketaatan dan sikap kooperatif tidak ada berkat yang lebih besar. Doakan Bersama : • Suku Simeulue yang belum mendengar Kabar Baik agar dapat mendengar Injil melalui orang Kristen yang tersebar di sana. |
Alkitab tidak mencatat secara
jelas berapa lama Yusuf bekerja sebagai budak pada Potifar sebelum akhirnya
ia diangkat menjadi kepala rumah tangga Potifar. Alkitab juga tidak mencatat
secara pasti berapa lama Yusuf dipenjara (paling sedikit 2 tahun) sampai
akhirnya dia dibebaskan dan diangkat menjadi pegawai Firaun. Tapi dapat
dipastikan bahwa bilangan waktu yang dilalui oleh Yusuf adalah bilangan
dalam satuan tahun. Hal berikut yang tidak dicatat oleh Alkitab adalah
masalah pergumulan batin Yusuf pada saat dia dijual sebagai budak maupun
saat dia dipenjara oleh karena ulah istri Potifar. Tapi Yusuf seorang manusia
biasa sama seperti kita, karena itu dapat kita pastikan bahwa dia mengalami
pergumulan batin yang hebat juga. Namun dalam keadaan yang tidak menyenangkannya itu, Yusuf menunjukkan sikap yang patut dijadikan teladan oleh kita semua. Yusuf yang posisinya sudah enak sebagai kepala rumah tangga Potifar, akhirnya harus masuk penjara, karena Yusuf tidak mau main "gila" dengan istri Potifar. Yusuf memilih untuk lebih taat kepada Allah daripada yang lain. Dalam keadaan yang tidak menyenangkan, Yusuf bukannya "ngambek", putus asa dan berdiam diri. Tapi dia tetap bersikap positif dengan mengerjakan semua tugas-tugasnya dengan baik. Karena ketaatan dan sikap Yusuf inilah akhirnya Yusuf dapat dipakai Tuhan untuk menjadi saluran berkat bagi begitu banyak orang. Kata kunci bagi keberhasilan Yusuf adalah "Tuhan menyertai Yusuf" (Kej.39:21,23). Bagaimana dengan kita, apakah dalam keadaan tidak menyenangkan seperti sekarang ini kita dapat bersikap seperti Yusuf? (Y)
|
| Tragisnya
Hidup Haman
"Tetapi ia menganggap dirinya terlalu hina untuk membunuh hanya
mordekhai saja...Jadi Haman mencari ikhtiar untuk membunuh semua orang
yahudi." |
| Tanggal :
4 Februari 1998 Bacaan : Est. 3:1-7 Refleksi : Mari menjaga hati agar jangan merencanakan kejatuhan orang lain. Tuhan melihat, dan Ia mendengar doa orang yang dapat mengakibatkan kejatuhan itu menimpa kepala Anda sendiri. Doakan Bersama : • Kasih Tuhan tetap menjadi kekuatan dan pengharapan bagi umat Kristen di Lebanon yang sedang mengalami perang yang berkepanjangan. |
Permulaan agung namun disudahi
dengan kehinaan adalah kalimat yang tepat bila kita menggambarkan pribadi
Haman. Cerita kehidupan Haman adalah kehidupan yang tragis. Ia memulai
hidupnya sebagai seorang bangsawan. Ia seorang yang naik pangkat di atas
semua pegawai Raja Ahasyweros dan semua pegawainya harus sujud bila bertemu
dengan dia (Est.3:1,2). Ia begitu bangga saat diundang Ester Sang Ratu
untuk bersantap bersama dengan raja (Est. 5:12). Tetapi semua kebesaran itu menjadi hina saat kita melihat hati Haman yang sesungguhnya. Ia berikhtiar memunahkan semua orang Yahudi hanya karena, Mordekhai orang Yahudi itu tidak sujud kepadanya (Est.3:5,6 — karena ia memang bukan Allah). Tetapi yang membuat dosa Haman bertambah besar adalah bagaimana ia memandang terlalu hina untuk membunuh Mordekhai seorang diri, melainkan hatinya dipenuhi dengan kebencian dengan rencana membunuh semua orang Israel (ay.6). Ia bahkan sudah menyiapkan tiang gantungan bagi Mordekhai di depan rumahnya (Est.5:14). Haman menilai dirinya terlalu tinggi dan semua orang Israel tidak bernilai. Apa yang direncanakan Haman akhirnya ditimpakan Tuhan atas dirinya sendiri. Akhirnya Haman sendiri yang digantung di tiang gantungan yang dibuatnya untuk Mordekhai (Est.7:9-10); anak-anaknyapun digantung (Est.9:7-10). Tragis!! Itulah kisah Haman yang menganggap orang terlalu hina dibanding dirinya, namun akhirnya Tuhan menilai orang seperti ialah yang hina. Keagungan diakhiri dengan kehinaan. Itu layak bagi orang seperti Haman. (GM) |
| Hina
Menjadi Agung
"Sebab Mordekhai besar kekuasaannya di dalam istana raja....;
Mordekhai orang Yahudi itu, menjadi orang kedua di bawah raja Ahasyweros." |
| Tanggal :
5 Februari 1998 Bacaan : Est. 2:5-7; 19-23; 4:12-14 Refleksi : Bagimana integritas iman Anda di hadapan Tuhan dan sesama? Apakah Anda menjadi orang seperti mordekhai yang akhirnya ditinggikan Tuhan atau seperti Haman yang akhirnya direndahkan? Doakan Bersama : • Kiranya Tuhan memberkati masyarakat Mesir untuk mendapat kesempatan mendengarkan Injil, mengalami perubahan yang baik dalam cuaca, mata pencaharian, dan pendidikan. |
Kalau kemarin kita melihat
satu permulaan agung yang diakhiri dengan kehinaan, maka hari ini kita
melihat permulaan hina yang diakhiri dengan keagungan. Itulah Mordekhai.
Mordekhai hanya seorang buangan dari Israel di Babel (2:5,6). Pasti status
warga negaranya tidak jelas. Pasti ia menjadi orang minoritas di Babel.
Tetapi Mordekhai tidak memiliki iman yang bisa dinilai sebagai buangan atau minoritas. Ia memiliki integritas iman yang kokoh kepada Allahnya (3:2; 4:12-14). Ia orang yang membenci kejahatan (2:19-23). Dalam hidup Mordekhai berlaku prinsip bahwa Tuhan akan membalaskan yang baik kepada orang yang teguh kepadanya. Kemujuran yang diperoleh Mordekhai adalah dapat kita simpulkan sebagai berikut: 1. Ia dihormati di depan bangsa Babel, bahkan pengiringnya adalah orang yang berencana untuk memusnahkannya (6:6-11). Bagi Mordekhai, Tuhan yang akan meninggikan dirinya di depan orang yang merendahkannya; 2. Mordekhai memperoleh status sosial yang tinggi dengan diserahkannya cincin meterai dari Haman kepadanya. Bahkan ia menguasai harta Haman (8:2). Ia bahkan memiliki kedudukan yang tinggi di istana raja, dengan menjadi orang kedua di bawah raja sendiri (10:3). Mordekhai dari yang hina menjadi agung. Keagungan Mordekhai bukan hanya di hadapan manusia, tetapi ia juga diperkenan di mata Allah. Mordekahi tidak pernah memperjuangkan kedudukan dan kekayaan. Tetapi itu semua dianugrahkan Allah kepadanya oleh karena integritas imannya kepada Allah dan bangsanya. Bagaimana dengan kita sekalian? (GM) |
| Duka
Menjadi Suka
"Oleh sebab itu orang Yahudi yang dipedusunan, yakni yang diam
diperkampungan merayakan hari keempat belas bulan Adar itu sebagai hari
sukacita dan hari perjamuan..." |
| Tanggal :
6 Februari 1998 Bacaan : Mzm. 8: 1-12; Refleksi : Sudahkan Anda evaluasi diri, mengapa banyak petaka dan kesusahan? Sudahkah Anda beriman seperti Mordekhai dan Ester bahwa petaka bisa menjadi sukacita bila bersandar padaNya? Doakan Bersama : • Pengangguran yang banyak, cuaca yang sangat panas, dan keselamatan masyarakat Jibuti (salah satu negara terkecil Afrika). |
Kita masih akan melihat
kekayaan rohani kitab Ester ini dan mengaplikasikannya dalam kehidupan
kita. Di dalam kitab ini juga menceritakan bagaimana Tuhan bisa membalikkan
dukacita menjadi sukacita. Apa yang dialami oleh Mordekhai, Ester dan segenap bangsa Israel adalah dukacita besar. Mereka sudah berduka dengan menjadi bangsa buangan, terlebih lagi sekarang menjadi sasaran empuk pembunuhan masal seperti yang dilakukan Hitler dan Nazi setengah abad yang lalu. Itu sebabnya hari-hari bangsa Israel menjadi hari-hari perkabungan: "Mordekhai dan bangsa Israel melolong menangis dengan memakai kain kabung dan abu." (4:1,3). Namun perkabungan berbalik menjadi sukacita dan sorak-sorak, dikarenakan Mordekhai dan Ester adalah orang-orang yang mencari Tuhan. (4:13-17). Orang-orang yang mencari Tuhan akan mengalami seperti Daud dalam doanya (Mzm. 9:2-11). Karena Tuhan memihak kepadanya, "sebab engkau membela perkaraku dan hakku." Bangsa Israel mengalami itu. Hukuman berbalik setelah Allah campur tangan. Dalam 8:11 disebutkan bahwa: "Raja mengijinkan orang Yahudi membela diri serta memunahkan, membunuh segala tentara... dari bangsa yang hendak menyerang mereka." Dan di dalam 9:1 dikatakan bahwa: "Mereka membunuh 75.000 orang di antara pembenci mereka. Pada hari yang keempat belas dijadikan mereka sebagai hari perjamuan dan sukacita." Apa yang kita pelajari dari semua ini? Petaka yang direncanakan orang jahat terhadap orang benar akan menjadi sukacita dan kemenangan bila kita mencari Tuhan. (GM) |
| Walaupun
Aku Mati
"Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian
aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang;
kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati." |
| Tanggal :
7 Februari 1998 Bacaan : Est. 4:1-17 Refleksi : Bagaimana keadaannya bila Ester hanya memperhatikan keselamatan dan ketenangan dirinya di istana. Tidak peduli lagi dengan bangsanya? Apakah doa Mordekhai bisa jadi kenyataan (4:14)? Doakan Bersama : • Siaran televisi di Indonesia agar dapat menjadi media informasi dan hiburan yang sehat bagi setiap penontonnya. |
Pembahasan kita yang terakhir
tentang kitab Ester yang berani mengambil resiko demi bangsanya dan kebenaran,
walaupun dengan kematian. Ayat 1-17 diceritakan; Mordekhai melolong, menangis
sampai ke pintu gerbang istana raja, padahal tidak boleh seorangpun masuk
pintu gerbang istana raja dengan pakaian kabung. Setelah aksi Mordekhai diberitahukan kepada Ester, mulanya ia tidak berani mengambil resiko untuk bertemu raja tanpa dipanggil terlebih dahulu (ay.11). Namun perkataan Mordekhai membangkitkan iman dan nasionalismenya, "Sekalipun engkau...berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa". Dihadapkan dengan masalah iman, Ester tidak menjadi konyol, tetapi mencari Tuhan. Komitmen Ester adalah: • Berdoa dan berpuasa, bahkan bersama dengan dayang-dayangnya; • Meminta segenap orang Yahudi berpuasa untuk dia selama tiga hari; • Kalaupun aku harus mati demi kebenaran dan bangsaku, tidak menjadi masalah, karena semua sudah dibawa kepada Tuhan. Inilah komitmen yang luar biasa. Ester yakin bahwa nyawa terletak di tangan Tuhan? Apakah kebetulan jika Ester mendapat belas kasihan dari raja Ahasyweros? Tidak ada kebetulan di dalam Tuhan, karena Tuhan yang mengontrol sejarah manusia dan menetapkan langkah setiap orang yang mau serius mencari Dia. Beranikah kita mengambil resiko demi kebaikan dan kebenaran? Tuhan menolong kita. (GM) |
| Petrus
Dan Yohanes Mendapat Masalah
"Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang
menjadi percaya..." |
| Tanggal :
8 Februari 1998 Bacaan : Kis.4:1-4 Refleksi : Apakah memberitakan Injil adalah kerinduan Anda? Jika Anda mengasihi orang lain tetapi tidak memberitakan Injil maka Anda tidak mengasihi mereka dengan kasih yang tulus dan benar. Doakan Bersama : • Mohon Tuhan memberkati bangsa Indonesia dengan kerukunan antar umat beragama di Indonesia. |
Bagi sebagian orang, nama
Tuhan Yesus adalah merupakan suatu momok atau virus yang mematikan sehingga
mereka menjadi ketakutan dan berusaha untuk meleyapkannya. Oleh sebab itu,
mereka dengan gigih untuk melenyapkan orang-orang yang berusaha untuk memberitakan
mengenai nama itu. Seperti yang dialami oleh Petrus dan Yohanes, karena
mereka memberitakan nama Tuhan Yesus, mereka harus menghadapi para imam,
kepala pengawal Bait Allah dan orang-orang Saduki, yang akhirnya mereka
harus tinggal dalam tahanan selama satu hari. Situasi pada zaman Petrus dan Yohanes ini hampir tidak jauh berbeda dengan situasi pada saat ini. Kekristenan semakin hari semakin dibatasi dengan peraturan-peraturan atau undang-undang. Dalam kondisi yang demikian tersebut, apakah kita masih berani dan bersemangat untuk memberitakan Injil Yesus Kristus tersebut kepada setiap orang. Petrus dan Yohanes, mereka mengetahui akibat yang harus dihadapi tetapi mereka tetap setia untuk melaksanakan Amanat Agung yang diberikan oleh Tuhan Yesus sebelum Ia naik ke Sorga yang tercatat dalam Mat. 28:18-20 dan Kis.1:8. Bagaimanakah dengan kita? Sebagai tanda bahwa kita mengasihi Yesus Kristus dan sesama adalah dengan memberitakan Injil kepada setiap orang. Dan perlu dicatat dan diingat bahwa hasil kesetiaan Petrus dan Yohanes ada banyak orang yang menjadi percaya (ay.4) "dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat.28:20) (KP) |
| Menggunakan
Kesempatan Yang Ada
"Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di
dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan
kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." |
| Tanggal :
9 Februari 1998 Bacaan : Kis. 4:5-12 Refleksi : Janganlah takut bersaksi bagi Tuhan! Biarlah memuliakan nama Tuhan menjadi kerinduan Anda dalam hidup sehari-hari. Doakan Bersama : • Saudara-saudara seiman kita yang saat ini di tahan, di siksa, di penjara, secara tidak adil karena mereka berani mempertahankan iman kepercayaannya. |
Kesempatan selalu ada dihadapan
kita, namun yang menentukan adalah diri kita apakah kita mau menggunakan
kesempatan itu dengan sebaik-baiknya atau membiarkan itu berlalu. Petrus dan Yohanes, mereka dihadapkan kepada sidang Imam Besar sehubungan dengan peristiwa penyembuhan orang lumpuh di Bait Allah yang tercatat dalam Kis. 3:1-10. Mereka diperiksa dengan pertanyaan "Dengan kuasa atau nama siapa mereka bertindak?" Dengan pertanyaan ini, Petrus dan Yohanes tidak menyiakan-nyiakan waktu atau kesempatan yang ada untuk memperkenalkan nama Tuhan Yesus Kristus. Di dalam kehidupan kita, sebenarnya banyak sekali kesempatan untuk kita memperkenalkan Yesus Kristus kepada orang lain, baik melalui perkataan maupun tingkah laku kita. Namun sayangnya, kita sering kali menyia-nyiakan kesempatan itu, karena kita tidak berani memperkenalkan Yesus Kristus kepada orang lain. Apabila kita sungguh-sungguh mengasihi suami, istri, anak, keluarga, teman-teman kita, maka kita harus berani memberitakan tentang Yesus Kristus karena keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (ay.12). Oleh karena itu, kita harus mengambil keputusan untuk mau menggunakan kesempatan yang ada untuk memperkenalkan Tuhan Yesus Kristus melalui hidup dan tutur kata kita kepada setiap orang. Karena sesungguhnya: "...keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kis.4:12) (KP) |
| Semua
AnugerahNya
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu
bukan hasil usahamu tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu:
jangan ada orang yang memegahkan diri." |
| Tanggal :
10 Februari 1998 Bacaan : I Tim. 4:1-5 Refleksi : Apakah Anda menjadi orang Kristen yang legalisme atau menjadi orang Kristen yang mengandalkan diri? Sadarkah semua yang ada pada diri Anda merupakan anugerah dan kemurahan Allah! Doakan Bersama : • Mohon Tuhan meningkatkan kerinduan doa syafaat kita dan membiarkan kita mengalami keindahan dan kuasa dari jawaban doa-doa yang dinaikkan. |
Ada pendapat mengatakan
bahwa Perjanjian Baru berdasarkan anugerah, dimana manusia diterima oleh
Allah berdasarkan iman kepada Kristus. Sedangkan Perjanjian Lama berdasarkan
hukum dimana manusia diterima Allah berdasarkan perbuatannya. Tetapi sebenarnya
sama seperti dalam Perjanjian Baru, keselamatan dalam Perjanjian Lama bergantung
pada anugerah dan kemurahan yang Allah berikan secara cuma-cuma yang diwujudkan
dalam perjanjianNya kepada Abraham dan keturunannya. Anugerah ini menghendaki
respon berupa iman atau percaya (Kej.22:17-18, Maz.33:16-20). Bagaimana dengan hukum Taurat? Hukum Taurat berlaku sebagai tuntutan Allah supaya umatNya hidupnya menurut sifatNya yang kudus (Kel. 20:1-2). Sayang, agama Yahudi lupa akan hal ini dan hukum Taurat sendiri menjadi faktor dominan yang menghasilkan legalisme dan pengandalan diri, seperti orang Farisi. Legalisme itu bukan ajaran Perjanjian Lama, melainkan ajaran sesat. Dan ajaran ini muncul di dalam jemaat Efesus. Mereka melarang orang kawin dan makan makanan dengan mengklasifikasikan haram dan tidak haram. Paulus mengkonfirmasikan bahwa semuanya yang diciptakan Allah itu baik (Kej.1) dan diterima dengan ucapan syukur (band. Kej.1:28) Sebenarnya anugerah dan kemurahan yang diberikan Allah bukan saja keselamatan jiwa melainkan juga keseluruhan yang ada dalam hidup kita, keluarga, teman hidup, pekerjaan, studi, harta benda, rumah, bahkan pelayanan yang kita lakukan adalah semata-mata anugerah dan kemurahan Allah bukan 'kesalehan' dan 'usaha kita'. (SD) |
| Hidup
DalamNya
"Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan."
|
| Tanggal :
11 Februari 1998 Bacaan : I Tim. 4: 6-16 Refleksi : Saat ini mungkin Anda mensyukuri akan anugerah dan kemurahan Allah, tetapi apakah saat ini hidup Anda sudah sesuai dengan hidup yang dikehendaki oleh Allah, yakni Hidup didalamNya? Doakan Bersama : • Komisi Nasional Hak Asasi Manusia agar dapat berfungsi netral dan membela hak asasi manusia dengan motivasi yang murni, berani dan penuh keadilan. |
Kalau kita sudah menyadari
betul bahwa hidup itu merupakan anugerah dan kemurahan dari Allah. Kemudian
perlu kita melangkah lebih lanjut dengan menjawab pertanyaan "Bagaimana
seharusnya kita hidup sebagai orang yang mengenal Kristus dan mendapatkan
anugerah kemurahan Allah? Paulus menjelaskan ada 3 hal: Pertama, Kita harus memiliki kerinduan bertumbuh secara rohani dengan mau belajar tentang pokok-pokok iman, sehingga tidak gampang disesatkan oleh ajaran sesat yang berbau takhayul dan dongeng-dongeng nenek moyang. Kedua, Hidup kita merupakan ibadah dan dipersembahkan kepada Tuhan (band. Rm. 12:1). Hidup adalah Kristus (Fil.1:21a) . Hidup harus kudus dan berkenan kepada Allah, tidak serupa dengan dunia (Rm. 12:1-2). Hidup yang demikian memiliki nilai kekekalan yakni saat ini dan masa akan datang. Saat ini bisa mengetahui kehendak Allah: tahu apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan sempurna (Rm. 12:2). Akan datang diam bersama Kristus. Ketiga, Hidup yang memberitakan dan mengajarkan Injil. Di sini Paulus menekankan pemberitaan dan pengajaran yang terbaik yaitu dengan menjadi teladan hidup: dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan dan dalam kesucian. Mungkin kita berpikir sangat sulit melakukan semua itu. Namun Paulus memberikan pesan supaya kita bertekun membaca kitab suci, menggunakan karunia yang kita miliki, berdoa, berani mengevaluasi diri dan hidup transparan (jujur terhadap diri, orang lain dan terhadap Tuhan). (SD) |
| Meringankan
Beban
"Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara
engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkanNya orang benar itu goyah." |
| Tanggal :
12 Februari 1998 Bacaan : Mzm. 55: 17-24 Refleksi : Sudahkah Anda menaruh seluruh hidup Anda kepada Tuhan ? Doakan Bersama : • Program PETA (Pembinaan Teologi Awam) GKA Gloria agar melaluinya jemaat awam dapat semakin diperlengkapi dengan Firman Tuhan yang akan membuatnya kokoh dalam iman. |
Allah tidak membebaskan
anak-anakNya dari problema kehidupan. Ayub mengalami kesedihan dan penderitaan
yang dalam ketika Tuhan mengijinkan setan menyerang dia. Abraham, Paulus,
stefanus dan yang lain juga diuji dengan berat. Namun dibalik pemeliharaan
yang berkerut, Allah menyembunyikan wajahNya yang tersenyum. Oleh karena
itu, kita tidak boleh membiarkan diri tenggelam dalam beban hidup kita,
sebaiknya kita harus berserah kepada Tuhan. Allah yang setia dan baik itu
akan senantiasa memelihara hidup anak-anakNya. Ada seorang penulis lagu pujian bernama George Neumark, dia adalah seorang kristen yang sungguh-sungguh percaya Tuhan. Ia menderita kebutaan pada tahun-tahun akhir hidupnya. Namun demikian, imannya kepada Allah tidak pernah pudar, ia mendapat kekuatan besar dalam janji Allah, "Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau!” Dengan Firman Tuhan yang menguatkan dia, dia terdorong mengarang sebuah lagu yang cukup terkenal dengan judul "If Thou But Suffer God To Guide Thee” yang artinya bila anda menderita Allah akan memimpinmu. Lagu itu diciptakan sebagai rasa syukurnya kepada Tuhan karena cinta dan anugrahNya. Saudara, apakah saat ini saudara mempunyai banyak masalah? Pada saat ini Tuhan berfirman kepada kita serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan. Yakinlah bahwa Allah akan meringankan beban saudara. "Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya." (Mzm.34:19) (HSW) |
| Hati
Yang Damai
"Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu,
karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh." |
| Tanggal :
13 Februari 1998 Bacaan : Kol. 3:12-17 Refleksi : Sudahkah Anda mempunyai hati yang demikian bersyukur kepada Tuhan, sehingga Anda dapat mengendalikan segala emosi Anda dengan lebih bersabar menghadapi segala masalah yang terjadi? Doakan Bersama : • Berbagai krisis yang terjadi di Indonesia kiranya membuat kita semua semakin dekat dan takut akan Tuhan dalam tindakan dan perkataan sebagai manusia ciptaanNya. |
Masalah dan pencobaan yang
kita hadapi seringkali bertambah sulit karena kita kehilangan ketenangan
dan kesabaran. Kita mendapati semuanya sangat membingungkan, termasuk hal-hal
yang sepele sekalipun, karena kita belum mengembangkan sikap iman yang
penuh rasa syukur. Itulah suatu tema yang pernah saya baca di dalam suatu
artikel yang mengangkat ayat bacaan kita hari ini. Pada saat membacanya
saya memutuskan untuk menjadi orang yang selalu bersyukur, dengan pertolongan
Tuhan tentunya. Dan sungguh, hal itu selalu menghasilkan sesuatu yang mengagumkan
dan tidak terduga. Pernah suatu pagi ketika akan berangkat bekerja, di tengah perjalanan saya menjumpai salah satu ban sepeda motor saya bocor, padahal kelihatannya tempat tambal ban itu masih jauh dan tentu makan waktu lama untuk menambal. Rasa marah dan frustrasi segera saja memenuhi hati, saya demikian jengkel. Tetapi Tuhan segera menyadarkan saya dengan apa yang telah saya tekadkan itu, sayapun mulai berpikir tentang kemurahan Tuhan pada saya. Saya tidak mengalami kecelakaan, saya dapat segera menemukan tempat tambal ban yang tidak terlalu jauh. Ketika pikiran-pikiran tersebut memenuhi benak saya, maka terasakan damai Tuhan mengalir di hati. Saya dapat melalui masa-masa itu dengan lebih baik, dan semua terlihat lebih lancar, saya bahkan berhasil tiba di kantor tepat pada waktunya. Bila menghadapi suatu peristiwa dalam hidup yang membuat kita frustrasi, mari melihat kembali segala kemurahan Tuhan dan bersyukur kepadaNya, maka hati kita akan tertolong dan merasa lega. (IP) |
| Gembala
Domba
"Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya
dalam segala kelimpahan." |
| Tanggal :
14 Februari 1998 Bacaan : I Ptr. 5:1-5 Refleksi : Adakah kehadiran para Pendeta dan Majelis memberikan rasa aman bagi Anda? Atau sebaliknya mendatangkan ancaman bagi Anda? Sebagai jemaat adakah Anda mengenali suara gembala Anda? Doakan Bersama : • Hari Valentine ini benar-benar mempunyai makna kasih yang sesungguhnya dan boleh menjadi berkat bagi setiap orang. |
Dengan memakai kiasan gembala
dan domba, Rasul Petrus membicarakan hubungan antara para penatua dan jemaatnya.
Perumpamaan itu menggambarkan kebiasaan pada abad pertama di daerah Palestina.
Di Palestina pada masa itu hubungan gembala dan domba sangat akrab, tiap-tiap
gembala akan memanggil domba-dombanya sesuai dengan nama yang telah diberikan.
Domba-domba akan mengenali suara gembalanya dan membedakannya dari suara
orang asing (bnd. Yoh.10:1-5). Bagi domba, kehadiran gembala itu memberikan rasa aman, kemerdekaan dan pemenuhan kebutuhan mereka. Hidup domba itu bergantung pada keterlibatan sang gembala pada mereka. Menanggapi suara gembalanya, mengikuti pimpinannya, masuk ke dalam kandang dan menolak mengikuti orang lain merupakan syarat untuk mendapatkan keamanan bagi domba-domba itu. Sedangkan binatang buas dan gerombolan perampok merupakan ancaman yang serius bagi keamanan kawanan domba. Gembala upahan akan lari dari bahaya untuk menyelamatkan dirinya sendiri, sedangkan gembala yang baik akan menyelamatkan kawanan domba, bahkan mungkin mengorbankan hidupnya. Untuk hal inilah Rasul Petrus mengingatkan para penatua: "Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu" (I Ptr. 5:2-3). (LS) |
| Kekuatan
Pujian
"Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah
diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit
diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih." |
| Tanggal :
15 Februari 1998 Bacaan : Lukas 7:36-50 Refleksi : Apakah selama ini Anda selalu meng-anggap kehadiran seseorang itu
biasa-biasa saja? Doakan Bersama : • Wakil-wakil rakyat yang duduk di dalam pemerintahan agar mereka benar-benar setia dan bertanggung jawab menjalankan roda pemerintahan. |
Tuhan Yesus mengetahui bahwa
pujian yang tulus dapat membawa penghiburan dan kekuatan bagi jiwa seseorang.
Peristiwa yang tertulis dalam bacaan Alkitab hari ini menceritakan bagaimana
Yesus memberikan suatu pujian bagi seorang wanita yang sepanjang hidupnya
selalu dihina. Yesus menghargai penyesalan dan kepedihan hati wanita itu
akan dosa-dosanya serta kasihnya padaNya. Perkataan Yesus tadi pasti telah
memberi wanita itu pengharapan baru bahwa hidupnya tetap berharga. Sebuah artikel menceritakan tentang seorang wanita anggota gereja yang mengalami hal yang serupa. Dia adalah seorang ibu rumah tangga yang sibuk dan selalu kerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Dia juga berperan cukup aktif di gereja. Sehingga jadwal kerjanya luar biasa padat sehingga diapun mulai merasa tertekan dan stres. Dia merasa tidak ada lagi orang yang sungguh-sungguh memberi perhatian padanya, dia mulai merasa segala apa yang telah dikerjakannya itu tidak ada artinya. Suatu pagi dia menerima sebuah kiriman bunga yang indah, yang bersamanya ada sebuah catatan kecil: "Kami hanya ingin ibu mengetahui betapa kami semua sangat menghargai ibu. Ibu benar-benar seorang istri dan ibu yang luar biasa, dari: suami dan anak-anakmu." Setelah membaca, wanita itupun terduduk di lantai dan menangis. Bersama derai air matanya, luruh pula rasa tertekan dan stres di hatinya. Kalau hari ini anda merasa masih ada orang-orang yang seperti ibu itu, mari kita datang kepadanya dan memberikan pujian yang tulus padanya. (IP) |
| Kebajikan
Allah
"Yerusalem...engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan
batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan
anak-anakmu, tetapi kamu tidak mau." |
| Tanggal :
16 Februari 1998 Bacaan : Mzm. 111:1-10 Refleksi : Sudahkah Anda bersandar kepada Tuhan? Doakan Bersama : • Suku Gayo di Aceh Tengah, yang sangat memerlukan Alkitab, pembinaan jemaat, dan kekurangan tenaga guru di bidang eksakta. |
Pusat hidup orang Kristen
adalah Yesus Kristus. Karena hati kita tidak lagi dirajai oleh diri sendiri,
atau dikuasai oleh berhala dunia seperti harta, tahta, wanita dan lain-lain.
Kristuslah yang menjadi Tuhan dan raja kita. Dengan demikian hidup kita
akan senantiasa hidup dalam kelimpahan akan penyertaan dan anugerahNya
yang tidak terbatas. Realita yang tidak bisa kita abaikan adalah sering kali hidup orang Kristen masih hidup di dalam daging artinya segala kelemahan yang dulu kita miliki masih ada, siap untuk menjatuhkan hidup kita lagi. Kebiasaan buruk, keterikatan terhadap dosa tertentu tak akan hilang begitu saja. Hidup yang berpusat pada Yesus Kristus adalah hidup oleh karena iman. Maksudnya realita sempurna dari hidup sedemikian belum kita rasakan di dunia ini, tapi nanti di surga. Sekarang ini kita sudah merasakan sebagian, yaitu kebencian terhadap dosa, kekuatan yang kita peroleh di dalam pergumulan melawan dosa serta kerinduan untuk melayani. Semua itu bukti kita sudah jadi anak Tuhan, suatu tanda jaminan bahwa kita sudah menjadi milikNya. Pergumulan demikian itu akan tetap ada di dalam hidup kita. Kita akan mendapat kemenangan asalkan kita bersandar pada Tuhan dan kita peka, taat dan melakukan FirmanNya. Kita akan gagal jika kita berusaha menjauhkan diri dari padaNya. Oleh sebab itu kita minta pada Tuhan agar kita dapat memaksimalkan iman kita kepadaNya dengan hidup lebih dekat dan dengar-dengaran akan FirmanNya. (HSW)
|
| Kenyang
Tapi Tak Pernah Bersyukur
"Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya
kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuatNya dengan ikan-ikan
itu, sebanyak yang mereka kehendaki." |
| Tanggal :
17 Februari 1998 Bacaan : Mat. 14:13-21 Refleksi : Sudahkan hari ini Anda mengucap syukur atas apa yang telah Anda nikmati? Doakan Bersama : • Mohon Tuhan membangkitkan bagi bangsa ini para hamba Tuhan yang benar-benar taat dan setia kepada kebenaran Firman Tuhan. |
Dari semua mujizat yang
dibuat Yesus, hanya mujizat yang memberi makan 5000 oranglah yang terdapat
dalam keempat Injil. Dalam keempat Injil tersebut juga mengisahkan bahwa
Dia berdoa sebelum membagikan roti dan ikan. Masing-masing penulis Injil
tersebut menyatakan bahwa selain "memberkati" makanan
itu Yesus juga "mengucap syukur". Dalam doaNya, Yesus
melakukan dua hal: Dia mengerti ketergantunganNya pada Bapa Surgawi bagi
kehidupan jasmani, dan Dia menyatakan syukurNya bagi pemeliharaan yang
diberikan oleh BapaNya. Seorang raja Spanyol suatu kali mengetahui bahwa para pegawai istananya lupa berdoa sebelum mereka makan, maka diapun memutuskan untuk memberi mereka pelajaran. Dalam suatu perjamuan makan dia mengundang seluruh pegawai istananya, dan menghadirkan seorang pengemis untuk datang dan makan bersama. Setelah makan dengan demikian lahap sang pengemis ini langsung pergi meninggalkan tempat itu, kontan seluruh pegawai istana yang terundang marah sekali dan menganggap tindakan pengemis itu menghina sang raja. Maka dengan bijak raja itupun menjelaskan: "Setiap hari kamu semua telah menerima berkat kehidupan yang berlimpah dari tangan Bapamu yang di surga, kalian menikmati matahariNya, menghirup udara yang segar, makan yang cukup, tetapi kalian sama sekali tidak ingat untuk mengucapkan "terima kasih" atas semua yang telah kalian nikmati itu. Kalian lebih tidak tahu diri dibandingkan pengemis tadi!" Janganlah kita hanya memiliki perut yang kenyang, tetapi jiwa yang kelaparan karena tidak pernah bersyukur. (IP) |
| Berdiri
Dengan Dua Kaki
"...aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena
aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan
apa yang telah dipercayakanNya kepadaku..." |
| Tanggal :
18 Februari 1998 Bacaan : II Tim. 1:8-14 Refleksi : Pemahaman dan pengalaman sama pentingnya dalam kehidupan orang Kristen. Apakah Anda sudah berdiri dengan "Kedua kaki" Anda? Doakan Bersama : • Iman orang percaya agar tetap setia dan taat pada kebenaran Firman Tuhan terhadap berbagai godaan, nabi-nabi palsu, dan masalah kehidupan yang ada. |
Bila ingin menjadi orang
Kristen yang kuat kita memerlukan pengetahuan Alkitab dan juga pengalaman.
Bergantung hanya pada salah satu tanpa memahami yang lain sama halnya dengan
mencoba berdiri pada satu kaki. Kita baca dalam 2 Timotius 1 bahwa Paulus
dapat bersaksi dan menderita bagi Kristus tanpa rasa malu karena berdiri
dengan salah satu kaki berpijak pada kebenaran-kebenaran iman Kristen (ay.13)
dan kaki yang lain dengan hubungan yang dinamis bersama Yesus (ay.12). Seoang pria bernama Bob memiliki keadaan emosi dan rohani yang naik turun karena ia mengandalkan pengalamannya saja. Dulu dia adalah seorang yang demikian rusak hidupnya, kemudian bertobat menerima Yesus. Hidupnyapun berubah secara dramatis, dan dia menjadi seorang saksi yang penuh semangat. Tetapi dia tidak mempelajari Alkitab dengan sungguh-sungguh, sehingga tampak bahwa dia tidak mantap. Sebaliknya, istrinya benar-benar teguh, tetapi tidak mempunyai semangat sebesar Bob. Dia adalah seorang Kristen sejak masih kecil, dan dia terus dibina sehingga akhirnya yakin pada kebenaran iman Kristen melalui banyak belajar Alkitab. Namun dia jarang berbicara tentang Tuhan Yesus pada orang lain. Hampir-hampir dia tidak pernah memberikan kesaksian dengan sukacita tentang jawaban doa. Dia kekurangan pengalaman. Bob perlu mempelajari Alkitab, untuk mengetahui apa yang dia imani dan mengapa dia mengimaninya. Sedang istrinya perlu mengembangkan pengalamannya dengan lebih banyak berdoa dan berbagi pengalaman dengan orang lain. (IP) |
| Rasa
Malu
"Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan;
tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka." |
| Tanggal :
19 Februari 1998 Bacaan : Yer. 8:1-13 Refleksi : Emosi utama yaitu "rasa malu" dapat menjadi sekutu yang ampuh untuk menjaga Anda tetap hidup dalam kebenaran Tuhan, sudahkah Anda memilikinya? Doakan Bersama : • SU MPR berjalan sesuai dengan rencana dan kehendak Tuhan dan nama Tuhan dimuliakan. |
"Rasa Malu"
kita semua pasti pernah mengalami perasaan yang tidak menyenangkan ini.
Ini merupakan hal yang cukup penting, karena ada kemungkinan seseorang
menjadi kebal terhadap rasa malu yang sesungguhnya sangat kita perlukan. Alkitab menggambarkan rasa malu sebagai suatu petunjuk tentang bagaimana kita menanggapi dosa. Dalam Yeremia 8 Tuhan menganggap bangsa Israel telah berpaling terus-menerus dan hidup dalam tipu daya serta menolak untuk kembali (ay.5). Mereka tidak menyesal karena kejahatannya (ay.6). Mereka menolak Firman Tuhan (ay.9). Mereka melakukan tipu muslihat (ay.10). Meskipun demikian mereka tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka (ay.12). Kekebalan terhadap rasa malu ini dapat juga terjadi pada diri kita. Itulah sebanya kita harus memohon pada Tuhan untuk mengubah kita seperti kanak-kanak, tidak hanya dalam iman kita tetapi juga dalam kepekaan terhadap dosa. Pernahkan anda melihat seorang anak kecil yang ketika melakukan suatu kesalahan dan menyadarinya, dia langsung mengekspresikan rasa malu dan bersalahnya itu tanpa ditutup-tutupi. Betapa cepatnya kita kehilangan kepekaan semacam itu! Menyaksikan tontonan yang tidak senonoh pada layar TV, mungkin kita segera menirunya. Itulah sebabnya kita perlu secara teratur merenungkan Firman Tuhan untuk menjaga kita tetap waspada. Bila ktia telah menjadi acuh tak acuh terhadap dosa, marilah kita minta Tuhan untuk memberi kita suatu rasa malu yang sehat. (IP) |
| Orang
Kristen Dan Kudeta
"Patuhilah perintah raja demi sumpahmu kepada Allah." |
| Tanggal :
20 Februari 1998 Bacaan : Pkh. 8:2-6 Refleksi : Orang Kristen tidak dipanggil untuk merebut kekuasaan sah dengan paksa atau menaati pemerintah yang bejat, melainkan untuk menaatinya dan memperdengarkan suara kenabian. Doakan Bersama : • Orang-orang yang belum mendapatkan pekerjaan atau yang mengalami PHK agar merasakan kesetiaan pemeliharaan Tuhan dalam saat-saat sulit. |
Dalam beberapa bulan terakhir
ini kehidupan kita berbangsa dan bernegara menjadi terganggu karena krisis
moneter dan dampaknya. Liputan 6 SCTV tanggal 9 Januari lalu memberitakan
bahwa Mensesneg Moerdiono membantah isu akan terjadinya kudeta. Memang
isu akan adanya kudeta menyebabkan sebagian masyarakat di kota-kota besar,
khususnya Jakarta, menjadi panik dan memborong bahan kebutuhan pokok di
berbagai toko swalayan. Isu tentang kudeta juga mempengaruhi kemerosotan
nilai rupiah pada saat itu. secara manusiawi, rupanya trauma terhadap kekacauan
dan kesulitan hidup di era tahun 60-an masih membayangi rakyat kita. Apakah orang Kristen boleh mengadakan kudeta? Dengan jelas Alkitab tidak mengijinkan orang Kristen terlibat atau mengadakan kudeta. Sebaliknya Pengkhotbah mengatakan bahwa umat Allah sepatutnya mematuhi pemerintah (ay.2) karena dua alasan. Pertama, karena "sumpah kepada Allah", yang berarti sumpah yang disaksikan oleh Allah (TNTC). Kedua, raja atau pemerintah memiliki kuasa yang besar (ay.3-4) sehingga sia-sialah upaya melawan penguasa. Lalu, apakah berarti orang Kristen harus menaati pemerintah yang korup dan jahat secara membabi buta? Alkitab juga tidak mengajar demikian. Dalam kondisi yang demikian ketaatan kepada Allah harus melampaui ketaatan kepada pemerintah (bnd. Kis.4:19). Dan Pengkhotbah mengatakan umat Allah patut melakukan protes terhadap kejahatan dan ketidakadilan di dalam kebijaksanaan serta pada saat yang tepat (ay.5-6). Namun sekali lagi, patut diingat, umat Allah tidak dipanggil untuk melakukan dan terlibat kudeta. (RC) |
| Kristus
Penguasa Sejarah
"Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan
yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa." |
| Tanggal :
21 Februari 1998 Bacaan : Why. 1:8,17-181 Refleksi : Dia tetap adalah Allah yang Mahakuasa. Biarlah ini menjadi kekuatan bagi Anda dalam menghadapi tekanan dan aniaya yang berat. Doakan Bersama : • Mohon Tuhan mengaruniakan kepada kita hati yang mau perduli terhadap berbagai kesusahan dunia dan yang mau dekat dengan rakyat banyak. |
Kitab Wahyu ditulis dalam
bentuk atau gaya sastra khusus yang banyak memakai bahasa pelambangan atau
bahasa simbol. Gaya sastra biasa dipakai bertujuan untuk menghibur umat
yang sedang dalam tekanan dan aniaya, dengan memperlihatkan kondisi kehidupan
yang memprihatinkan dan tindakan intervensi ilahi yang melepaskan umat
dari penderitaan dan menyelesaikan kejahatan secara tuntas. Bagaimanapun
suramnya kehidupan, Allah pasti akan menyatakan kemenanganNya suatu saat
kelak. Dalam pasal awal tulisannya, Yohanes memaparkan kepada setiap pembaca, bahwa Tuhan Yesus Kristus yang diimani dan diikuti oleh Gereja sepanjang sejarah, adalah Tuhan yang hidup dan yang menang, Tuhan yang mengendalikan sejarah dan yang berkuasa menggenapi semua rencana dan janjiNya. Kebenaran ini dibukakan kepada setiap pembaca, menjadi landasan untuk apa yang akan dijabarkannya dalam seluruh kitab tersebut. Kitab ini melukiskan bagaimana dengan kekerasan hati orang berdosa mengacungkan tangan melawan Tuhan dan umatNya, dan untuk seketika nampaknya musuh ada pada pihak yang lebih kuat, tapi sesungguhnya semua itu hanya sementara saja. Tuhan membiarkan semua itu terjadi, tapi bukan berarti Dia tidak berdaya, lepas kendali. Dia adalah Tuhan yang memegang kendali atas kehidupan manusia, dan atas sejarah. Betapun beratnya hidup, apapun goncangan yang akan terjadi, Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah Allah yang hidup, yang tetap akan menyertai umatNya sampai akhir zaman. (AK) |
| Binasa
Oleh Kekerasan Hati
"Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka
menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka
tidak bertobat untuk memuliakan Dia." |
| Tanggal :
22 Februari 1998 Bacaan : Why. 16:9,11,21 Refleksi : Kasih Tuhan telah dinyatakan dengan jelas! Bertobatlah; sebab kehidupan kekallah yang akan Anda terima dan itu adalah suatu hadiah yang paling indah. Doakan Bersama : • Daerah Bergslagen, Swedia, yang mengalami masalah pengangguran, dan kemorosotan rohani (dengan mengakui Lucifer sebagai sumber kekuatan mereka). |
Kitab Wahyu dengan bahasa
lambang berusaha melukiskan keadaan kehidupan manusia yang hidup terbelenggu
dosa sampai pada akhir zaman. Bahwa di tengah-tengah kehidupan yang seperti
itu, Gereja akan terus mengalami tekanan dan aniaya. Sebaliknya kehidupan
dosa akan semakin merajalela, kekerasan hati orang berdosa akan terus dinyatakan
dalam sikap penolakan terhadap anugerah yang terus ditawarkan lewat pemberitaan
Injil dan peringatan-peringatan ilahi yang terus dinyatakan. Bencana alam, peperangan, kelaparan, kegoncangan politik, dan berbagai macam bentuk peringatan terus dinyatakan ke tengah-tengah kehidupan manusia, tetapi manusia yang keras hati tetap tidak mau bertobat. Pasal 16 kitab Wahyu mengungkapkan; ketika tujuh cawan murka Allah dicurahkan ke atas bumi, manusia tetap tidak mau menerima peringatan ilahi tersebut. Mereka tetap, bahkan semakin berani menghujat Allah dan tidak mau bertobat, sampai kebinasaan kekal menelan mereka ke dalam neraka yang menyala. Betapa mengerikannya kenyataan itu! Allah melalui berbagai macam bencana sedang terus memperingatkan manusia supaya bertobat dari dosa dan kembali kepadaNya. Hidup kita begitu sekejap, pada detik lainnya maut datang tanpa bisa dielakkan. Marilah kita meraih kesempatan yang masih Tuhan berikan dengan bertobat dari kehidupan dosa dan kembali kepadaNya memohon pengampunan dan perdamaian, oleh darah Yesus Kristus. Janganlah kita menjadi orang-orang yang keras hati terus menolak peringatan Tuhan, sampai api kekal neraka menelannya. (AK) |
| Diabolos
"Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu si Iblis, berjalan keliling
sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." |
| Tanggal :
23 Februari 1998 Bacaan : I Ptr. 5: 6-11 Refleksi : Diabolos adalah lawanmu, musuhmu bukan teman atau karibmu. Adakah Anda suka memfitnah sesama? Tinggalkan itu mulai hari ini! Doakan Bersama : • Berbagai sidang yang diadakan oleh para pemerintah, agar keputusan yang diambil adalah untuk kesejahteraan seluruh umat manusia. |
Iblis (ay.8) berasal dari
kata Yunani, diablos, yang mengandung arti pemfitnah atau
pendakwa. Iblis melakukan hal ini dengan tidak henti-hentinya baik
siang maupun malam. Atas dasar apakah dia memfitnah dan mendakwa kita?
Atas dasar dosa-dosa yang telah kita lakukan. Akan tetapi, Tuhan kita,
Pembela kita, Yesus Kristus membela kita atas dasar satu-satunya bahwa
dosa kita sudah dibayar melalui kematianNya. Kebenaran ini harus menimbulkan
suatu sikap dalam hidup kita sebagai anak-anak Tuhan, yaitu melawan iblis
dengan iman yang teguh. Inilah yang dikatakan oleh Rasul Petrus pada ay.9. Namun, adalah sangat tragis pada masa kini banyak anak-anak Tuhan bukannya melawan iblis, sebaliknya mereka tanpa sadar telah di pakai oleh iblis untuk menjalankan salah satu kegiatannya yaitu dengan memfitnah saudara-saudara seiman. Bukankah ada begitu banyak isu-isu yang beredar di kalangan gereja yang sengaja ditiupkan dengan maksud untuk memecahbelahkan gereja Tuhan dan merusak kehormatan orang lain. Untuk itu kita harus lebih bermawas diri seperti yang telah disampaikan oleh Rasul Petrus kepada jemaat di Efesus: "Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan." (Ef. 6:14-18). (LS) |
| Sekalipun
Itu Lucifer
" Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka
sesungguhnya kerajaan Allah sudah datang kepadamu." |
| Tanggal :
24 Februari 1998 Bacaan : Mat. 12:22-32 Refleksi : Sudahkah Anda menyadari bahwa Anda punya kuasa sebagai anak-anak Allah? renungkan lagi Yak. 4:7. Doakan Bersama : • Lembaga-lembaga pelayanan yang ada kiranya terus dipakai Tuhan dan boleh menjadi berkat sehingga nama Tuhan dimuliakan. |
Bahwa sesungguhnya kuasa
mengusir setanpun sudah diberikan oleh Tuhan kepada setiap anak-anakNya
adalah sesuai dengan firman Tuhan (Yak.4:7). Inipun sudah menjadi pengalaman
saya dalam setiap kali pelayanan pengusiran kuasa kegelapan. Tahun 1990 saya melayani dalam satu retreat mahasiswa ASMI-AMI di Puncak-Jawa Barat. Pada waktu itu ada seorang pemuda kerasukan roh jahat. Dan celakanya yang masuk itu adalah setan yang menamakan diri sebagai Beelzebul. Pertama, ia mengaku sebagai penguasa Jawa Barat. Kemudian ia berkata sebagai Prabu Siliwangi. Waktu yang kita pakai untuk berdoa dan mengusir iblis ini hampir 5 jam, karena ia tidak sendiri tetapi bersama pasukannya (perhatikan arti Beelzebul di kamus Alkitab dibagian belakang Alkitab). Para mahasiswa itupun akhirnya ikut berdoa dan memuji Tuhan bahkan ikut menengking setan-setan itu. Setelah setan-setan itu keluar semua anak ASMI-AMI yang ikut retreat bertobat, dengan alasan, baru kali ini mereka mengalami langsung bahwa sesungguhnya nama Yesus itu berkuasa, tidak hanya cerita di Alkitab saja. Apa poin kita? • Setiap orang Kristen punya kuasa mengusir roh jahat; • Sesungguhnya kerajaan Allah sudah datang ke dalam orang saat kita sudah mengusir setan dari dirinya; • Tidak ada satupun kuasa yang dapat tahan terhadap nama Tuhan Yesus (Mat.28:18). Dengan kenyataan ini seharusnya kita senantiasa bersyukur karena Tuhan yang seperti itulah yang menjadi Tuhan kita? (GM) |
| Berhati-hatilah!
"Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap
Roh Kudus tidak akan diampuni." |
| Tanggal :
25 Februari 1998 Bacaan : Mat. 12:22-32 Refleksi : Sudahkah Anda sadar akan semua hal diatas? Cobalah bawa dalam doa dan kehidupan Anda. Doakan Bersama : • Keluarga, teman, tetangga, dan orang yang kita kasihi agar semakin setia kepada Tuhan melalui kehidupan saat teduh dan doa sehingga menjadi kesaksian hidup dilingkungan sekitarnya. |
Pada waktu itu, sesungguhnya
bukan hanya Tuhan Yesus yang mereka hujat tetapi juga Roh Kudus yang berkarya
atas orang itu. Lalu mengapa Yesus mengatakan bahwa hujat terhadap Dia
akan diampuni sementara hujat terhadap Roh Kudus tidak? Percaya kepada
Yesus adalah karya Roh Kudus. Roh Kuduslah yang menginsafkan manusia akan
dosa, akan kebenaran dan akan penghakiman (Yoh.16:7-11). Roh kuduslah yang
mencelikkan mata rohani manusia agar manusia dapat melihat keindahan dan
keTuhanan Kristus. Maka kalau orang itu sudah menolak karya Roh Kudus maka
orang itu secara otomatis menolak Kristus dan karya pengampunanNya di kayu
salib. Itu sebabnya orang itu tidak akan pernah diampuni. Bagi penganut teologi reform, orang-orang yang menentang Karya Roh Kudus adalah orang-orang yang tidak dipanggil dan dipilih Allah Bapa untuk menerima anugerahnya. Sebab tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada Kristus kalau tidak ditarik oleh Bapa (perh.Yoh.6:44;65; 10:28-30). Tahukah kita siapa yang ditarik oleh Bapa? Tentu! Setiap orang yang percaya kepada Kristus. Tapi, apakah orang-orang yang kita tahu sudah mengutuk Yesus dan Roh Kudus bisa selamat. Kita tidak tahu. Karena ucapan mulut adalah fenomena, tetapi Tuhan yang tahu hati setiap orang. Maksud saya adalah kita tidak boleh menjadi hakim atas siapapun, siapa tahu sebelum ia mati tiba-tiba anugerah Allah dinyatakan kepada orang itu? Selain jangan menjadi hakim, kita harus terus mengenalkan Injil kepada orang lain, karena tidak ada seorangpun yang tahu siapa yang akan dipilih oleh Tuhan. (GM) |
| Tak
Kelihatan Berbahaya "Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging dan berjuang melawan jiwa." ( I Ptr. 2:11 ) |
| Tanggal :
26 Februari 1998 Bacaan : Yak. 1:12-15 Refleksi : Berhati-hatilah terhadap bahaya yang kelihatan, tetapi lebih berhati-hatilah terhadap bahaya yang tak kelihatan, yang dapat membutakan mata hati Anda terhadap kasih Tuhan Yesus Kristus! Doakan Bersama : • Orang-orang yang terikat dalam kebiasaan minum obat-obatan, melakukan sex bebas, berjudi, dll. kiranya kasih Tuhan senantiasa mengubah mereka. |
Selama berlangsungnya perang
Teluk pada tahun 1991, penduduk yang tinggal disepanjang perbatasan Turki
selalu cemas terhadap kemungkinan adanya serangan senjata kimia. Banyak
diantara mereka yang menutup semua jendela dan celah-celah pintu rumahnya
dengan plastik. Beberapa penduduk mengikatkan seekor ayam di depan pintu
pada malam menjelang tidur. Keesokan harinya ketika bangun, mereka akan
mengintip dulu dari jendela. Bila ayam itu ternyata masih hidup, itu pertanda
mereka juga akan aman untuk keluar rumah. Petrus dan Yakobus mengingatkan kita untuk berhati-hati terhadap bahaya keinginan daging. Menyerah pada keinginan hawa nafsu dapat merusak hubungan dengan Tuhan dan sesama. Dosa dapat menutup mata hati kita terhadap kebaikan Allah dan merebut sukacita dan rasa syukur dari dalam diri kita. Dosa memang menawarkan sesuatu yang tampaknya manis, tetapi dibalik yang manis dan memikat itu, kepahitan sudah menanti. Mula-mula hanya sekedar menjauhkan diri dari Tuhan, padahal itu akan memperburuk keadaan jika kita tidak lagi mengenal Kristus sebagai Juruselamat. Akhirnya kita akan terseret pada kebinasaan. Hal ini dapat terjadi pada orang-orang percaya, karena itu kita harus berhati-hati. Karena seringkali dosa terlihat tidak membahayakan. Kita merasa tidak terganggu dan dapat mengendalikannya. Bahkan kita merasa bahwa kita sudah terlatih untuk mengatasinya. Tetapi pada kenyataannya, apabila dosa itu telah mulai melilit hidup kita, sukar sekali untuk dapat melepaskan diri lagi daripadanya. (LT) |
| Mereka
Yang Menang "Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia." ( Why. 17:14b ) |
| Tanggal :
27 Februari 1998 Bacaan : Why. 17:1-18 Refleksi : Marilah tetap setia untuk menjadi orang yang dipilih dan dipanggil Tuhan karena Anda akan menang bersama Tuhan kita, Yesus Kristus. Doakan Bersama : • Pejabat-pejabat pemerintahan yang terpilih dalam SU MPR mempunyai hati yang benar-benar takut akan Tuhan saat mereka menjalankan roda pemerintahan. |
Dunia, untuk sementara waktu,
memang ada di bawah penguasaan Iblis, ada di bawah pengaruh falsafah hidup
yang sudah dicemari dosa. Kenyataan ini menyebabkan permusuhan yang tidak
terelakkan antara sistem dan falsafah kehidupan dunia dengan mereka yang
menjadi pengikut dari Sang Anak Domba, antara Babel besar itu dengan Gereja.
Iblis, yang mendalangi semua perbuatan dosa dan kejahatan, akan melakukan
hal-hal yang mengherankan dan akan menarik semua orang yang memang terbuang
dari anugerah, yaitu mereka yang namanya tidak tercatat dalam kitab kehidupan
Anak Domba. Pasal ini melukiskan keadaan peperangan yang mengakibatkan gereja seketika kelihatannya seperti dikalahkan. Tapi di tengah-tengah lukisan tekanan yang begitu berat, dinyatakan suatu rahasia besar yang membangkitkan pengharapan dan kekuatan bagi gereja, yaitu bahwa Sang Anak Domba akan mengalahkan mereka semua, karena Dia adalah Tuhan dan Raja yang hidup, yang mulia, yang mahakuasa. Kebenaran yang dinyatakan Alkitab sedang terjadi di hadapan kita, hari ini. Peperangan sedang terus berlangsung dan nampak semakin sengit, himpitan dan tekanan kepada gereja semakin terasa. Tapi atas semua itu, kita tidak perlu terlalu kuatir atau menjadi terlalu takut apa lagi sampai meninggalkan Dia, sebab Dia sudah menang, dan Dia akan menyatakan kemenanganNya atas si iblis secara final, yaitu ketika Dia datang kembali untuk orang-orang yang dikasihiNya. Yang bisa menunjukkan kesetiaan kepada Anak Domba yang telah menjadi Juruselamatnya, sampai akhir. (AK) |
| Bekerja
Sepenuh Hati
"Tetapi kami terus membangun tembok sampai setengah tinggi dan
sampai ujung-ujungnya bertemu, karena seluruh bangsa bekerja dengan segenap
hati." |
| Tanggal :
28 Februari 1998 Bacaan : Neh. 4:1-6 Refleksi : Bagimana sikap Anda terhadap pekerjaan atau pelayanan Anda? Ketika tahun ini mulai berlalu hari demi hari, bagaimana dengan semangat Anda? Doakan Bersama : • Perilaku umat Kristen ditengah lingkungan yang bukan Kristen agar pandai membawa diri, tidak lupa identitas, dan menjadi berkat bagi sekelilingnya. |
Sukses besar yang dialami
Nehemia dalam membangun kembali tembok Yerusalem, sebagian besar adalah
berkat sikap rajin dari para pembantu-pembantunya. Alkitab mengatakan bahwa
mereka bekerja dengan segenap hati. Mereka mengabdikan diri untuk tugas-tugas
mereka. Oleh karena itu mereka mencapai hasil yang gemilang. Ada seorang pemuda yang miskin dan lapar sedang berdiri di atas sebuah jembatan memperhatikan orang-orang yang sedang memancing. Ketika ia melihat salah satu dari pemancing itu memperoleh sekeranjang penuh ikan, ia berkata, "Seandainya saya memperoleh ikan sebanyak itu, betapa senangnya. Akan saya jual dan uangnya saya belikan makanan dan pakaian." Pemancing itu berkata "Saya akan memberikan ikan sebanyak itu, jika kamu mau membantuku memegang joran ini, saya akan pergi sebentar." Dengan senang orang muda itu menerima tawaran tersebut. Selama ditinggal, banyak ikan yang mulai tertanggap sehingga dia mulai lupa dengan kemurungannya. Ketika pemancing itu kembali, katanya kepada orang muda itu, "Saya menepati janji saya, kau boleh menerima ikan-ikan itu, dan saya harap kau juga telah belajar sesuatu. Jangan menyia-nyiakan waktu dengan melamun, berkhayal, sebaliknya sibukkanlah dirimu dan pasanglah joran untuk dirimu sendiri!" Mulai saat ini, perhatikanlah sikapmu terhadap pekerjaanmu. Pendekatan yang dilakukan dengan segenap hati terhadap suatu tugas adalah yang terpenting. Janganlah menjadi orang yang selalu mengawasi jam dinding. Perhatikanlah semangatmu. Itu menunjukkan bahwa anda bekerja dengan segenap hati. (IP) |