| Januari 1999 |
| Prakata |
|
| Senin | Selasa | Rabu | Kamis | Jumat | Sabtu | Minggu |
| 1 | 2 | 3 | 4 |
|
|
7 |
| 8 | 9 |
|
|
|
|
14 |
| 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 |
| 22 | 22 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 |

gloria@mitra.net.id|
Tidak terasa telah tigapuluh satu hari kita menapaki tahun
1999 ini. Kini kita telah memasuki bulan kedua, Pebruari 1999.
Agenda kesibukan-kesibukan menyambut Natal dan Tahun Baru telah
terlewatkan di belakang kita. Kita memasuki hari-hari "rutin"
seperti "biasanya", seperti hari-hari sebelum kita
menanti masa-masa liburan akhir tahun. Sebagian besar hidup kita
memang terdiri dari hari-hari "rutin" dan nampak "biasa"
tersebut, bukan hari-hari yang penuh surprise dan mukjijat. |

|
Semangat John Wesley "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu
menyala-nyala dan layanilah TUHAN." |
|
Tanggal : 2 Februari 1999 Bacaan : Rm. 12:11
Refleksi : Usia yang uzur tidak dapat menghambat semangat yang dikobarkan oleh Roh Kudus. Doakan Bersama : Kita mengucap syukur atas pimpinan, berkat dan penyertaan Tuhan di bulan pertama tahun ini. Kita berdoa supaya iman kita boleh semakin ditumbuhkan olehNya di tahun ini. |
Tuhan memberikan talenta terhadap semua manusia masing-masing
berbeda, ada yang diberi banyak ada yang diberi sedikit. Apakah
ini yang disebut ketidakadilan? Jawabannya tidak, sebab Tuhan
senantiasa menuntut sesuai dengan talenta yang diberikan. Tuhan
tidak pernah menuntut kepada kita melebihi kekuatan kita. John Wesley tokoh pendiri Gereja Methodist yang mempunyai perawakan yang kecil, suara yang lembut, namun mempunyai semangat perkabaran Injil yang membaja. John biasanya pergi mengabarkan Injil dengan menunggang kuda dan setiap hari ia menempuh jarak kurang lebih tiga puluh sampai seratus kilometer. Dalam perjalanan, ia selalu meletakkan tali kekang kudanya sambil membaca buku. John Wesley setiap pagi bangun pukul 04.00 subuh dan baru beristirahat pukul 22.00 malam. Saat usianya lanjut, ia mendapat penghormatan dari teman-temannya. Mereka menghadiahkan kepadanya sebuah kereta kuda khusus yang diperlengkapi dengan lemari buku dan meja tulis. Dengan demikian ia dapat lebih leluasa untuk menulis dan membaca buku di atas kereta kuda. Selama enam puluh tahun ia berhasil mengumpulkan laporan tulisan dalam bentuk steno sebagai tambahan catatan hariannya. Umur 83 tahun ia menyatakan kekecewaannya karena tidak dapat lagi menulis 15 jam sehari tanpa melelahkan matanya. Pada umur 86 tahun ia malu mengakui bahwa ia tidak sanggup lagi berkotbah dua kali sehari. Sungguh suatu semangat pelayanan yang sangat luar biasa. Prinsip pelayanan yang dipegang teguh sampai akhir hidupnya adalah "Seluruh dunia adalah tempat pelayannanku." |

|
Keinginan Yang Mengikat "Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan
daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup bukanlah berasal
dari Bapa, melainkan dari dunia." |
|
Tanggal : 2 Februari 1999 Bacaan : I Yoh. 2:15-17 Refleksi : Kenikmatan duniawi hanya bersifat sesaat dan menipu, sedangkan kenikmatan sorgawi bersifat kekal dan memberi kepuasan sejati.. Doakan Bersama : Berdoa untuk penginjilan di muka bumi, khususnya desa-desa terpencil yang masih primitif dan belum terjamah oleh Injil. Tuhan pakai anak-anak Tuhan untuk melayani mereka. |
D ulu sebenarnya saya pecandu nonton film. Ada satu film yang
saya tonton sampai tiga atau empat kali atau kadang kala dalam
satu hari saya bisa nonton sampai tiga film. Sulit bagi saya
untuk melepaskan kecanduan ini. Suatu malam saya dipukul Tuhan
melalui dompet saya yang hilang di dalam bioskop, namun saya
tidak kapok. Lalu suatu malam sehabis pulang nonton tengah malam,
mungkin karena mengantuk, motor saya jatuh tersungkur menabrak
batu-batu di tengah jalan. Sejak saat itu saya menjadi kapok.
Saya tidak mengatakan menonton itu jelek, tetapi kecanduan menonton
itu tidak baik. Suatu hari ada anak kecil yang sedang bermain-main dengan vas bunga yang cukup mahal. Tanpa sengaja ia memasukkan tangannya ke dalam vas tersebut dan tidak dapat menariknya kembali. Ayah dan ibunya juga berusaha keras, tetapi tetap tidak berhasil. Ketika ia hampir memecahkan vas bunga itu ayahnya berkata :"Sekarang, anakku, cobalah sekali lagi. Buka tanganmu, luruskan jari-jarimu dan lemaskan sedikit, seperti yang kamu lihat papa perbuat sekarang, sesudah itu tarik keluar tanganmu!" Namun anaknya berkata: "Aku, aku tidak mau pa, aku tidak mau." Lalu ayahnya bertanya, "Mengapa kamu tidak mau anakku?" "Aku tidak mau pa, aku tidak mau meluruskan jari-jariku. Nanti uangku jatuh ke dalam vas." demikian jawab anaknya. Sering kita seperti anak tersebut, yang begitu terikat akan hal duniawi, sehingga menghalangi kita untuk datang ke dalam hadirat Tuhan. Namun kita harus menang terhadap tawaran dunia. Kiranya Tuhan memberikan pertolongan dan kekuatan bagi kita. |

|
Kawan Menjadi Lawan "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah
seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap
yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu..."
|
|
Tanggal : 3 Februari 1999 Bacaan : Kol. 3:13 Refleksi : Sakit hati itu akan muncul ketika kita disakiti oleh orang yang sangat kita kasihi. Apakah kita pernah menyakiti hati Tuhan Yesus, sahabat sejati kita, yang begitu mengasihi kita? . Doakan Bersama : Berdoa agar orang Kristen boleh berperan aktif dalam kondisi zaman yang seperti ini. Orang Kristen tergerak untuk membantu mereka yang lemah dan yang kekurangan. |
Tanggal 2 Januari 1992 yang lalu, terjadilah suatu peristiwa
yang cukup mengejutkan orang Indonesia di Aspen, Clublodge Colorado.
Masalahnya sepele, yaitu terjadi pertengkaran kecil antara dua
orang sahabat lama yang sudah saling mengenal sejak dua puluh
tahun yang silam. Kalau pertengkaran kecil di antara dua orang
anak kecil tidaklah begitu bermasalah, tetapi yang menjadi masalah
adalah pertengkaran ini dilakukan oleh dua orang dewasa. Peristiwanya
kira-kira begini: Ratna Sari Dewi isteri almarhum mantan presiden
pertama Republik Indonesia, Soekarno bertengkar dengan Voctoria
Marie Osmena alias Minnie, yang mengakibatkan wajah Minnie berlumuran
darah akibat goresan pecahan gelas yang berisi sampanye yang
dipegang oleh Dewi. Masalahnya kurang jelas, tetapi para wartawan mengambil kesimpulan bahwa persoalannya adalah sekitar iri hati, cemburu dan dendam yang dipendamkan sejak Agustus tahun sebelumnya. Amarahnya meledak tatkala secara kebetulan mereka berdua diundang untuk hadir dalam suatu pesta. Akibat pertengkaran itu, Minnie menuntut Dewi, sahabat lamanya, sekitar sepuluh ribu dolar Amerika. Dewi juga harus mendekam di penjara selama 65 hari. Bagi Dewi, masalah itu tidak mungkin dapat didamaikan lagi. Kasih seorang sahabat lama bukanlah suatu jaminan bagi seseorang untuk tetap saling mengasihi. Ketika perselisihan itu muncul atau salah satunya merasa dirugikan, maka akan timbul masalah. Lain halnya dengan kasih Tuhan, Ia tetap saja mengasihi kita walaupun kadang-kala kita hampir-hampir tidak mengasihinya. |

|
Kesempatan "Pada hari ini, jika kamu mendengar suaraNya, janganlah
keraskan hatimu seperti dalam kegeraman." |
|
Tanggal : 4 Februari 1999 Bacaan : Ibr. 3:15 Refleksi : Kesempatan yang di depan mata tidak dapat kita ambil kembali
apabila ia sudah berlalu. Maukah kita berjanji bahwa kita akan
menggunakan kesempatan hidup kita ini untuk memuliakan Dia? Doakan Bersama : Bahaya La Nina yang sekarang melanda negeri kita. Berdoa supaya Tuhan meolong orang-orang yang terkena bahaya banjir atau mereka yang kehilangan rumah mereka. . |
Hidup atau mati bukan pilihan kita, tetapi merupakan anugrah
dari Tuhan. Biarpun uang kita banyak, jabatan kita tinggi, pengetahuan
kita hebat, semua itu tidak sanggup membeli kehidupan. Sebab
itu, tatkala kita masih diberi hidup, pakailah kesempatan ini
untuk mengerjakan suatu hal yang baik bagi Tuhan. Tatkala menerima berita bahwa anak yang dikasihinya, Conor, yang masih berumur empat tahun itu tewas terjatuh dari lantai ke lima puluh tiga sebuah gedung pencakar langit di kota Manhattan, New York, gitaris kenamaan Eric Clapton merasa seperti mimpi. Sewaktu kejadian naas ini Eric sedang berada di sebuah hotel, beberapa blok dari tempat anaknya jatuh. "Saya berlari menuju tempat kejadian, dan disana saya melihat ambulans serta mobil-mobil polisi. Saya baru sadar, bahwa semuanya benar-benar terjadi." tuturnya dengan nada murung mengenang peristiwa yang terjadi pada 20 maret 1990 itu. Setelah kematian anaknya, sampai saat ini Eric Clapton masih menerima ucapan rasa simpati dari rekan-rekannya. Bagi Clapton, kematian Conor terhitung sangat dekat dengan kematian sahabatnya, Stevie Ray Vaughan, yang mati karena kecelakaan helikopter. Kita tidak tahu bagaimana kerohanian Clapton, tetapi perkataannya yang dapat membuat kita kagum adalah: "Kematian anak saya dan kematian Stevie Ray, mengajar saya bahwa hidup sebenarnya sangat riskan. Apabila kamu masih diberi hidup 24 jam, itu sudah merupakan berkat bagi kita." Apakah kita sungguh sudah mengerjakan sesuatu yang baik buat Tuhan atau masih seperti orang bebal yang selalu mengeraskan hati? |

|
Dianiaya Karena Kebenaran "Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga." |
|
Tanggal : 5 Februari 1999 Bacaan : Mat. 5:10 Refleksi : Kemurnian iman kristiani terletak pada kerelaannya untuk menderita demi kebenaran. Doakan Bersama : Mandat Injili yang harus dilaksanakan oleh tiap orang Kristen. Kita berdoa agar kita tetap mempunyai semangat menginjili yang berkobar sampai selamanya. |
Orang Kristen dimusuhi, difitnah, ditekan, diintimidasi bahkan
dianiaya bukanlah hal yang mengejutkan, melainkan merupakan
konsekuensi iman yang terjadi secara wajar. Tuhan sudah menyatakan bahwa jika orang Kristen dianiaya karena kebenaran, maka anggaplah itu suatu kebahagiaan. Tapi apa yang dimaksud "Dianiaya oleh sebab kebenaran"? Istilah kebenaran yang dipakai di sini, bukan "truth" melainkan "righteousness." Yang dimaksudkan Tuhan di sini, bukan dianiaya karena iman kepercayaannya (doktrinnya), tetapi karena perilaku kehidupannya. Karena hidupnya benar, dia menderita aniaya. Mengapa seseorang dianiaya karena hidupnya benar? Sebab orang yang hidupnya benar meneladani Kristus sehingga hidupnya memancarkan kualitas hidup yang membuat orang-orang yang hidupnya tidak benar menjadi terpojok. Kehidupan orang benar menjadi semacam cermin yang menelanjangi kesalahan mereka dan membuat mereka marah. Perilaku mereka menjadi jelas keburukannya dan mereka tidak bisa menutupi rendahnya kualitas hidup mereka. Mereka terpojok tapi tidak berdaya merubah diri, maka secara instink dosa mereka membenci orang yang hidupnya benar. Tuhan menyatakan berbahagialah orang yang dianiaya karena alasan itu, sebab hal itu menunjukkan mereka sedang memancarkan keteladanan hidup yang menyerupai Kristus. Tuhan bangga atas kehidupan anak-anakNya yang seperti itu. Apakah hari ini kita hidup benar dihadapan Tuhan? Apakah hidup kita memancarkan sifat-sifat Kristus sendiri sehingga kita dibenci? |

|
Dianiaya Karena Ibadah Yang Hidup "Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam
Kristus Yesus akan menderita aniaya." |
|
Tanggal : 6 Februari 1999 Bacaan : 2 Tim. 3:12 Refleksi : Kebenaran tentang konsekwensi penganiayaan bukan untuk membuat kita patah hati melainkan dikuatkan untuk tetap setia melayani Dia. Doakan Bersama : Sekolah teologia dapat mencetak lulusan yang berkwalitas dan yang hidup seturut dengan Firman Tuhan, sehingga Tuhan memakai mereka untuk menjadi berkat bagi orang Kristen awam lainnya. |
Paulus, juga mengajarkan bahwa orang yang hidup beribadah kepada
Kristus akan menderita aniaya, sebaliknya orang jahat akan bertambah
jahat dan saling menyesatkan hidup mereka sendiri. Ajaran ini disampaikan Paulus kepada Timotius yang ditugasi untuk membantu gereja di Efesus (Ef. 1:3). Tugas yang harus dikerjakan Timotius begitu berat, karena dia harus mampu menjadi teladan bagi jemaat, menasehati dan membimbing mereka, sekaligus menjaga imannya sendiri. Paulus mengingatkan bahwa kondisi manusia tidak akan menjadi semakin baik, tapi sebaliknya, dan itu akan membuat tugas pelayanannya semakin berat. Itu adalah konsekuensi pelayanan dari seorang murid Tuhan yang sejati. Setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus, akan menderita aniaya. Hidup "beribadah" bukan hanya mengikuti kebaktian hari Minggu, bukan hanya beribadah di dalam gedung gereja selama dua jam, melainkan seluruh kehidupannya (24 jam/hari) merupakan ibadah berkelanjutan. Artinya, kemanapun dia pergi, apapun yang dia pikir dan kerjakan, dilakukannya dengan kesadaran bahwa Tuhan hadir mengawasi hidupnya. Sudah tentu orang yang seperti itu akan berjuang untuk hidup benar di hadapan Tuhan dan sesamanya. Sebagai konsekuensinya, dia akan mengalami apa yang Tuhan katakan dalam Mat. 5:10, yaitu menjadi objek kebencian dari orang-orang yang hatinya sudah dicap dengan meterai dosa. Apakah ini juga menjadi konsekuensi yang kita alami karena ibadah kita yang hidup kepada Kristus? |

|
Dianiaya Karena Pukulan Tuhan "Setiap kali mereka maju, tangan TUHAN melawan mereka
dan mendatangkan malapetaka kepada mereka, sesuai dengan apa
yang telah diperingatkan kepada mereka oleh TUHAN dengan sumpah..." |
|
Tanggal : 7 februari 1999 Bacaan : Hak. 2:14-15 Refleksi : Pukulan Tuhan bagi umatNya bukan untuk membinasakan melainkan untuk mendidik mereka. Doakan Bersama : Para pendidik /guru Kristen menjadi pendidik yang berkwalitas sehingga mereka dapat mendidik dengan benar dan menanam-kan kebenaran yang sejati dalam diri murid-muridnya. |
Umat Israel pernah mengalami banyak penderitaan di dalam sejarah
kehidupannya. Namun penderitaan yang mereka alami, bukan karena
mereka hidup dalam kebenaran dan hidup beribadah kepada Yahweh,
tapi karena mereka dianiaya oleh pukulan Tuhan. Ketika mereka gagal hidup sebagaimana yang Tuhan tuntut, mereka meninggalkan Tuhan dan hidup dalam dosa, menyangkali panggilan hidup sebagai umat tebusansehingga murka Allah bangkit atas mereka dan Tuhan menyerahkan mereka ke dalam tangan musuh untuk ditindak keras. Alasan Tuhan membiarkan mereka menderita supaya umatNya bertobat kembali kepada Dia, kembali hidup sesuai dengan perintah dan ketetapan Tuhan. Ini dilakukan Tuhan, bukan karena Dia gila sanjungan seperti seorang raja yang bengis, tetapi karena Dia telah menebus mereka. Tuhan menebus mereka dari perbudakan di Mesir, memberi hari depan baru di mana Dia akan menjadi Allah mereka. Maka ketika mereka mengabaikan perintahNya, sikap dan tindakan mereka menjadi penghinaan kepada anugrah dan kasih setia Tuhan. Untuk itu, Tuhan menghajar mereka dengan keras, memakai tangan musuh untuk menindas dan menganiaya mereka. Dan satu-satunya cara untuk luput dari pukulan itu melalui pertobatan. Hari ini, kalau orang Kristen mengalami tekanan, sudah lebih dari 500 gedung gereja yang dirusak dan dibakar, apakah semua itu terjadi karena orang Kristen hidup dalam kebenaran? Apakah hari ini Gereja dianiaya karena ibadahnya kepada Kristus dalam kehidupannya? Atau justru karena pukulan Tuhan? |

|
Keseimbangan "Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan
orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan." |
|
Tanggal : 8 Februari 1999 Bacaan : 2 Kor. 8:1-15 Refleksi : Orang yang mengumpulkan banyak, tidak berlebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak berkekurangan. Doakan Bersama : Setiap gereja Tuhan tahu dan melakukan mandat injili dan mandat budaya yang Tuhan perintahkan dengan baik dan benar. |
Pujian Rasul Paulus yang diberikan kepada jemaat di Makedonia
merupakan dorongan dan teguran bagi jemaat di Korintus, karena
meskipun mereka sangat miskin dan dicobai dengan pelbagai pencobaan
berat, jemaat Makedonia tetap rela mengambil bagian dalam pelayanan
kepada orang-orang kudus. Bahkan pelayanan mereka lebih banyak
dari pada yang diharapkan, karena mereka telah memberikan diri
pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah
juga kepada orang-orang kudus (ay. 1-5). Berbeda dengan jemaat di Korintus. Meski-pun mereka kaya dalam segala sesuatu, dalam iman dan perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihnya terhadap orang-orang kudusmereka belum dapat menyelesaikan pelayanan kasih ter-hadap orang-orang kudus. Paulus meminta agar mereka dapat menyelesaikan pelayanan ini bukan dengan apa yang tidak ada pada diri mereka, tetapi pada apa yang ada pada mereka (ay.7-12). Tuhan mengajarkan, bila seorang memiliki kelebihan, berikan kelebihan itu kepada orang yang sedang membutuhkan. Bukan karena supaya orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan (ay. 13). Ini berarti bahwa setiap orang dapat saja terpuruk dalam kesulitan hidup. Tatkala seorang berkecukupan, ingatlah orang lain. Sebaliknya, tatkala saudara dalam keadaan sulit, ada saja berkat Tuhan. Ini yang disebut dengan keseimbangan. Dalam sikon sekarang kita perlu membantu mereka yang membutuhkan pertolongan, bahkan mungkin untuk sesuap nasi. Karena ini adalah kasih karunia Tuhan. |

|
Harta Terpendam "Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulutNya
datang pengetahuan dan kepandaian" |
|
Tanggal : 9 Februari 1999 Bacaan : Ams. 2:1-11 Refleksi : Penghayatan akan Firman Tuhan akan menghantar kita kepada hikmat Tuhan.
Doakan Bersama : Gerakan sembako yang terselenggara dapat membantu masyarakat yang kekurangan dan dapat disalurkan dengan benar sehingga dapat bermanfaat. |
Banyak orang tua mengajarkan anaknya sejak kecil untuk berusaha
mencari sesuatu yang berharga di dunia ini. Mungkin itu perak
dan emas, mungkin itu pengetahuan, mungkin itu keahlian, dan
sebagainya. Tetapi banyak orang tua lalai mengajar anaknya untuk
mencari hikmat, tempat mereka memperoleh pengertian takut akan
Tuhan dan pengenalan akan Allah. Siapa yang mencari hikmat dikatakan seperti mencari perak atau harta terpendam. Mengapa dikatakan demikian? Bukankah orang berhikmat tidak memperoleh sesuatu apapun? Bila kita menyimak kata himat ini, hikmat bukan berarti kepandaian yang diperoleh dari dunia. Apa yang dipandang dari sudut manusia berbeda dengan sudut pandang Allah. Hikmat yang datangnya dari Allah menjadikan manusia dapat mengenal atribut dan perbuatan Allah di dunia. Salah satu aspek umum yang diterapkan manusia: memperoleh harta sebanyak mungkin dan menghalalkan semua cara untuk mendapatkannya. Sebab itu, tidak sedikit orang berbuat semena-mena terhadap orang lain. Tetapi bagaimanakah orang yang mencari hikmat Tuhan? Tuhan memberikan pertolongan dan menjadi perisai, memelihara jalan orang-orang yang berhikmat. Ia tidak bercela lakunya, jujur, setia dan menjaga jalan keadilan (ay. 6-11). Ia tidak akan terjerat oleh tipu muslihat, tidak ingin mencelakakan orang lain, karena ia benci akan ketidakadilan. Orang-orang berhikmat juga dapat membaca situasi, ia akan menjadi cerdik seperti ular bila ada sesuatu yang mencoba untuk menjatuhkannya. Hikmat itu tidak datang sendiri, tanpa pendekatan kita pada Tuhan dan firmanNya. |

|
Ketika Hati Dipenuhi Syukur "Hatiku bersukaria karena Tuhan, tanduk kekuatanku
ditinggikan oleh Tuhan; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku
bersukacita karena pertolonganMu" |
|
Tanggal : 11 Februari 1999 Bacaan : 1 Sam. 2:1-11 Refleksi : Jalan Tuhan yang berliku-liku bagi umatNya demi membentuk iman dan karakter yang murni di dalam diri mereka. Doakan Bersama : Anak-anak yang bertambah dewasa dapat semakin cinta dan hidup dekat dengan Tuhan. Anak-anak ini, walaupun masih kecil, tapi Tuhan ijinkan untuk membawa berkat di sekelilingnya. |
Tidaklah heran bila kehadiran bayi yang didambakan Hana akhirnya
terpenuhi. Sukacita yang luar biasa ini disadari berasal dari
Tuhan. Bila saat berdoa pertama Hana harus dengan khusuk, sambil
menahan kepedihan hatinya karena dilecehkan oleh madunya, maka
sekarang tidak ada lagi yang bisa menghalanginya untuk mengumandangkan
puji syukur. Semua ucapannya adalah pengalaman berharga yang
berasal dari Tuhan. Satu hal berharga yang diperolehnya yaitu
Yahweh. Tuhan perjanjian itu tidak pernah meninggalkan umatNya,
terutama mereka yang hidup dalam kesalehan namun terhina. Memang cara Tuhan bertindak bagi kita sering terasa lambat. Kita menginginkan segala sesuatu terjadi dengan cepat. Kita mengamini semua firmanNya, tapi mengapa seringkali kenyataan tak seindah perkataanNya? Buat kita, alangkah indahnya bila Tuhan semenjak pertama memberikan anak kepada Hana, bukankah permasalahannya bisa lebih minimal? Mengapa mesti lewat pengorbanan yang begitu menyakitkan? Memang bila kita yang menjadi "sutradara" semua akan berjalan lain, tapi "sutradara agung" kita punya hikmat yang melampaui segala pemikiran manusia. Yang pasti, justru melalui semua kegetiran itulah maka dari mulut Hana meluncur pujian yang tulus, rasa syukur yang menggelegak tanpa henti, sebab semua itu dialami dengan nyata. Apakah hari ini kita bisa bersikap seperti Hana? Tetap berserah di tengah kepahitan hidup, selalu setia meski dihadang berbagai kesulitan, sampai waktunya nanti kita melihat Dia "meninggikan tanduk" kita sehingga rasa syukur dan pujian yang murni. |

|
Saat Kejahatan Merasuki Baitnya "Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila:
mereka tidak mengindahkan TUHAN" |
|
Tanggal : 11 Februari 1999 Bacaan : 1 Sam. 2:12-17 Refleksi : Membina iman anak tidak cukup hanya sebatas mendengar Firman Tuhan melainkan pada mengenal Tuhan dan menaati FirmanNya. Doakan Bersama : Orang tua semakin hari dapat bertambah hikmat dan bijaksananya dalam membesarkan dan mendidik anak-anak mereka. |
Orang mengira bahwa tempat ibadah adalah tempat yang indah, suci
dan tanpa kejahatan. Pandangan seperti ini tak bisa dipegang
lagi. Buktinya, banyak masjid sekarang menggunakan loker atau
tukang jaga, berhubung banyaknya kasus sandal hilang setelah
sholat. Belum lagi kasus kehilangan-kehilangan misterius di gereja
yang sulit dilacak pelakunya. Sungguh sekarang ini kriminalitas
sudah masuk ke rumah ibadah. Bisa jadi kedua anak imam Eli dulunya tak biasa berbuat demikian. Semua ini akibat dari salah pergaulan, dikiranya kepolosan dan kepasrahan jemaat adalah suatu keuntungan yang menjadi hak bagi mereka. Kedudukan, kekuasaan dan kekhususan telah membuat mereka tenggelam dalam keserakahan dan kedurjanaan. Di sinilah kita lihat "tapak sejarah kehancuran anak-anak hamba Tuhan", yang sebenarnya sudah terlebih dahulu dipelopori oleh kedua anak Harun, Nadab dan Abihu yang karena sembrono melawan maka diterpa api murka Tuhan. Peristiwa ini menyiratkan perenungan bagi kita yang membawa anak-anak sejak kecil ke selolah minggu, bahkan hingga remaja dan pemuda. Apakah peran orang tua dalam pendidikan kerohanian anak-anak mereka? Adakah jejak Eli, yang asal pasrah pada pengajaran Taurat di Bait Allah, juga dapat kita lakukan? Rasa terbebas dari tanggungjawab sebab anak-anak itu sudah diserahkan pada Tuhan, biar Dia yang bertanggungjawab untuk membimbing? Marilah kita tak menjadi "pengacau" ketentraman Rumah Tuhan dengan ikut andil membiarkan anak-anak kita dekat dengan ajaran Alkitab tapi perbuatannya melawan kebenaran Firman. |

|
Reformasi Tuhan "Adapun Samuel menjadi pelayan di hadapan TUHAN; ia
masih anak-anak, yang tubuhnya berlilitkan baju efod dari kain
lenan" |
|
Tanggal : 12 Februari 1999 Bacaan : 1 Sam. 2:18-36 Refleksi : Reformasi sejati terjadi jika Tuhan yang campur tangan dan hukum ditegakkan. Doakan Bersama : Penulis-penulis Kristen dapat menghasilkan karya tulisan yang bermutu dan juga dapat menjadi berkat bagi para pembacanya. |
Banyak kekaguman bila kita mendapati seorang anak kecil dapat
melakukan hal yang biasa dilakukan seorang dewasa. Samuel sudah
bekerja dari umur 4 tahun sebagai pembantu imam. Bukankah ini
sesuatu yang luar biasa? Bila yang dewasa tak becus melakukan
tugasnya, Dia dapat menggantikannnya. Seorang anak mestinya masih
butuh bermain dengan teman dan butuh kedekatan fisik dengan ibunya,
justru dijadikan teladan yang memukau. Itulah reformasi yang
Tuhan kerjakan. Lalu reformasi kedua, pengungkapan semua kesalahan dan hukuman Eli. Meskipun dia seorang imam, keturunan Harun, telah membaktikan diri berpuluh tahun, namun kesalahannya tak dihapuskan sedikitpun karena jasanya. Salah tetap salah, hukum mesti ditegakkan. Sesuatu yang ternyata tidak mampu diberlakukan di negara kita. Tuhan melakukan reformasi untuk membenahi sistim pelayanan di baitNya. Allah memaparkan segala keistimewaan kedudukan Eli (ay. 28), juga segala kebejatannya (ay. 29). Semuanya menjadi kontras sehingga Tuhan harus bertindak tegas dan sangat menyakitkan, sebab hukuman itu berlangsung ke beberapa generasi berikutnya (ay. 31-36). Dasarnya, Tuhan tetap berkasih-karunia. Dia telah memberi kesempatan bagi Eli dan keluarganya untuk bertobat dan dalam penghakiman itu tetap ada janji keselamatan yang menghiburkan (ay. 35). Kisah ini menjadi peringatan bagi kita semua. Memang kita diperlakukan istimewa di hadapanNya, terutama mereka yang melayaniNya tapi jangan sekali-kali membuat diri kita sendiri jadi istimewa di hadapanNya dengan mengabaikan titah dan peringatanNya. |

|
Dapatkah Mengucap Syukur "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah
yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." |
|
Tanggal : 13 Februari 1999 Bacaan : 1 Tes. 5:18 . Refleksi : Cobalah kita renungkan pagi ini, dalam hal apa saja kita dapat mengucapkan syukur pada Tuhan atas kebaikanNya? Doakan Bersama : Orang-orang Kristen yang bergerak dalam bidang perbankan adalah orang-orang yang jujur dan boleh bersinar terang didalam bidangnya. |
Tahun 1998 yang lalu merupakan tahun yang penuh dengan kesulitan
baik secara ekonomi, sosial politik dan kesulitan-kesulitan lainnya.
Oleh sebab itu, kita tidak akan menemukan orang yang tidak mengeluh
di tahun tersebut sehingga ucapan syukur kita nampak sekali berkurang. Pertanyaan sebagai refleksi ayat ini adalah: Apakah orang Kristen yang sedang dilanda krisis dan kesulitan atau bahkan penderitaan dapat mengucap syukur senantiasa? Jawabannya tergantung pada pengenalan orang Kristen akan Allahnya. Kalau ia mengenal dengan tepat Allahnya maka ia tetap dapat mengucap syukur. Allah yang kita sembah bukan Allah yang kejam, melainkan Allah yang baik, yang tidak pernah merencanakan kejahatan bagi anak-anakNya. Yang tidak pernah memberi ular pada mereka yang meminta roti. Sekalipun Ia mengijinkan sesuatu yang sulit terjadi namun di balik semua kejadian itu, Ia mendatangkan kebaikan bagi orang-orang percaya. Karena Dia adalah Allah yang tidak pernah salah bertindak maka perlakuan Allah atas diri kitapun tidak akan pernah salah. Sebab itu jangan melulu mengeluh atau mempersalahkan siapapun dulu, sebaiknya kita merenungkan diri dihadapan Tuhan dan tanyakan apa kehendakNya di balik semua kejadian yang terjadi. Allah adalah kasih maka Allah sangat mengasihi umatNya. Apapun yang kita hadapi, Ia tidak akan membiarkan kita, tapi Ia akan menjaga kita seperti menjaga biji mataNya. Marilah kita menggantikan keluhan dengan pujian. Mengucap syukurlah senantiasa atas kebaikan-Nya. |

|
Orang-Orang Pilihan Allah "Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah
karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah
tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir." |
|
Tanggal : 14 Februari 1999 Bacaan : 1 Ptr. 1:5 Refleksi : Apakah hidup Anda sudah menunjukkan bahwa Anda orang pilihan Allah? Doakan Bersama : Negara-negara yang sedang berseteru. Berdoa agar pemeritahan yang berkuasa mengendalikan diri sehingga peperangan dapat cepat dihentikan. |
Orang pilihan Allah adalah orang yang mendapat anugrah yang besar
yang tidak mungkin di perolehnya sendiri. "Dipilih"
oleh Allah sudah merupakan anugrah, kemudian "dikuduskan"
untuk taat dan menerima percikan darah Kristus, yaitu pengampunan
dosa. Orang pilihan Allah, dikuduskan oleh Allah dan diampuni dosanya dan diberikan hidup yang baru dalam iman oleh Allah.Orang pilihan Allah, hidup penuh dengan pengharapan. Hidup penuh pengharapan yaitu memandang ke depan menantikan realisasi janji Tuhan, yaitu sorga yang kekal. Iman merupakan kekuatan untuk tetap hidup dalam pengharapan. Dan pengharapan di dalam Tuhan tidak mengecewakan. Allah sendiri yang memelihara orang-orang pilihanNya supaya mereka dapat tekun menantikan penggenapan keselamatan yang sempurna. Sungguh merupakan kasih karunia yang melimpah untuk orang yang percaya Yesus. Sekalipun hidup di dalam dunia ini banyak masalah dan pergumulan, namun mata rohani kita terarah pada janji-janji Tuhan. Tuhan telah menyediakan berkat berlimpah yang kekal, yang mulia dan sempurna. Keselamatan yang kita terima sekarang baru sebagian kecil saja dari kebahagiaan kekal yang akan kita nikmati di sorga mulia. Allah khusus menyediakan bagi kita tempat dan berkat di sorga. Oleh sebab itu, marilah kita senantiasa mengucap syukur kepada Dia yang telah memilih kita dan menyelamatkan kita serta kita lebih giat melayani Tuhan di dunia ini sambil mengharapkan kedatangan Kristus untuk menjemput anda sekalian. |

|
Allah Melihat Hati Kita "...barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun
kepada salah seorang yang kecil ini... Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya." |
|
Tanggal : 15 Februari 1999 Bacaan : 1 Sam. 16:7 Refleksi : Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati. Doakan Bersama : Pelayan-pelayan Tuhan rela dibentuk olehNya melalui tantangan, reintangan dan hambatan di depan mereka, sehingga mereka menjadi lebih indah lagi. |
Sangat heran, memberi segelas air kepada orang lain akan memperoleh
pahala, bukankah sangat menguntungkan?! Namun dengan tegas Yesus
mengatakan bahwa mereka akan memperoleh upah atau pahala. Namun di sisi lain, Paulus berkata: "Sekalipun aku membagi-bagikansegala sesuatu yang ada padaku bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku" (1 Kor. 13:3). Apa yang Paulus katakan di 1 Kor 13:3, merupakan pengorbanan-pengorbanan yang cukup berarti, mengapakah tidak ada faedahnya bagi Paulus? Namun segelas malah mendapatkan upah? Jawaban yang tepat adalah terletak pada motivasi. Motivasi yang benarakan bermanfaat, motivasi yang tidak benar akan sia-sia. Sangat jelas bahwa Allah sangat memperhatikan motivasi sebagai sumber kelakuan manusia, yang terpendam dalam hati kita yang terdalam. Jelas bahwa upah yang yang dimaksud oleh Yesus di sini diperuntukkan bagi mereka yang mendukung para murid Yesus yang ditugasi untuk memberitakan Injil. Mereka mendukung dengan kasih dan ketulusan. Orang-orang yang demikian tidak akan kehilangan pahalanya. Sebaliknya yang dimaksud Paulus adalah pengorbanan-pengorbanan yang nampak besar tetapi sesungguhnya tanpa kasih yang tulus ikhlas, sehingga semua itu menjadi kesia-siaan besarpula. Ingat Allah selalu memeriksa hati kita dalam segala perkara. Tidak ada motivasi kita yang luput dari pengamatanNya. |

|
Keterbatasan "Tiada seorangpun berkuasa menahan angin dan tiada
seorangpun berkuasa atas hari kematian
" |
|
Tanggal : 16 Februari 1999 Bacaan : Pkh. 8:7-8 Refleksi : Kiranya Tuhan mengingatkan kita senantiasa akan keterbatasan kita sebagai manusia yang dicipta agar kita belajar untuk tidak menjadi angkuh dan juga sombong. Doakan Bersama : Mohon Tuhan memelihara semangat dan komitmen pelayanan kita di tengah-tengah kesibukan kerja, study ataupun keluarga kita masing-masing. |
Apakah yang membedakan seorang anak Tuhan dengan orang yang tidak
mengenal Tuhan di dunia ini? Bukan nasibnya di dunia ini, melainkan
kualitas hidupnya. Bukan akhir hidupnya di dunia ini, yaitu sama-sama
mati tapi ke mana ia akan pergi setelah mati. Itu sebabnya walaupun Pkh. 9:1-6 sepertinya meniadakan perbedaan nasib, namun nasehat pengkhotbah kepada anak-anak Tuhan tetaplah relevan untuk dilakukan. Sebab hanya dengan kualitas hidup yang berbedalah dapat dibedakan orang Kristen dengan orang berdosa. Seharusnya orang Kristen hidup sedemikian rupa sehingga dapat bermakna atau berarti. Bagaimana hidup orang Kristen dapat bermakna. Ada 2 cara yang dapat kita lakukan sehingga kita dapat melakukan yang terbaik: 1. Kita dapat melakukan yang terbaik dalam hidup ini jika kita hidup untuk membangun orang lain. 2. Kita dapat melakukan yang terbaik dalam hidup ini jika kita hidup untuk Allah semata-mata (Pkh. 12:13-14). Apakah Saudara belum menjadi anak Tuhan? Ingat walau nasib Saudara di dunia ini mungkin lebih baik tapi pada akhirnya Saudara akan mati juga. Dan akan terdapat akhir yang sangat berbeda dengan mereka yang sudah mendapatkan pengampunan dosa di dalam Kristus. Rinduhkah Saudara mendapatkan kepastian masa depan? Saat ini juga, berlututlah dihadapan Allah. Akui dosa-dosamu dan terimalah Tuhan Yesus sebagai Juruselamat secara pribadi. Dia akan masuk dalam hatimu dan mengampuni segala dosamu dengan menjadikan Anda anak Allah serta memberi hidup yang kekal. |

|
Misteri Ketidakadilan "Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat
seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut
akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap
hadiratNya" |
|
Tanggal : 17 Februari 1999 Bacaan : Pkh 8:9-13 Refleksi : Takut akan Allah merupakan rahasia kebahagiaan dan kepuasaan hidup orang yang percaya Tuhan. Doakan Bersama : Mohon Tuhan meningkatkan kerinduan doa kita dan membiarkan kita mengalami keindahan dan kuasa dari jawaban doa-doa kita. |
Realita ketidakadilan pada tahun-tahun terakhir ini sebegitu
banyak terjadi dan intens sehingga terasa memuakkan. Kejahatan
dan ketidakadilan susul-menyusul terjadi di berbagai tempat.
Kita merasa jenuh mendengarnya dan masyarakatpun seolah sudah
kebal mende-ngarnya. Bukankah penjarahan dan pembakaran gereja
masih terjadi walaupun jumlahnya sudah mencapai 500 lebih? Adakah
penyelesaian yang adil atas penembakan mahasiswa tahun lalu?
Kerusuhan dan perkosaan massal pada Mei 1998? Pembunuhan di Banyuwangi?
Dan seterusnya, dan seterusnya. Ketidakadilan seperti sekarang telah dilihat Pengkhotbah dengan gamblang pada zamannya sendiri. Dia menyaksikan orang-orang fasik mendapat pahala yang sepatutnya diterima orang-orang benar. Orang fasik dikuburkan dengan upacara yang layak dan penuh penghormatan (kelalaian penguburan sedikitpun menjadi pertanda ketidakberuntungan yang sangat besar). Sebaliknya orang yang benar banyak dilupakan oleh komunitasnya. Jadi dunia tampak seolah-olah "terbalik" karena hukuman tidak segera jatuh atas orang-orang yang berbuat jahat (ay. 11). Dalam suasana demikian, Pengkhotbah berjalan dengan iman. Walaupun orang yang berbuat jahat hidup lama dalam dosanya namun ia tidak akan membuat hari-hari hidupnya menjadi panjang (ay. 12). Orang-orang fasik tidak akan berbahagia dan hidupnya tidak akan melampaui kubur (ay. 13). Ada batas hidup dan kejahatan manusia di bumi ini dan setelah itu akan diadili Tuhan. Sebaliknya, orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan karena mereka takut terhadap hadiratNya. |

|
Bertumbuhkah Aku? "Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan
kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala
itu, dan dari tanganmu, ya raja;.." |
|
Tanggal : 18 Februari 1999 Bacaan : Dan. 3 Refleksi : Kadangkala Tuhan membiarkan badai pencobaan menimpa anak-anakNya demi pertumbuhan iman mereka. Doakan Bersama : Tuhan berikan kepada kita hati kerinduan dan keberaninan untuk menjadi garam dan terang dunia di lingkungan kita masing-masing. |
Tahun 1998 lalu merupakan tahun yang penuh dengan kesulitan baik
secara ekonomi, sosial politik dan kesulitan-kesulitan lainnya.
Oleh sebab itu, kita tidak akan menemukan orang yang tidak mengeluh
di tahun tersebut sehingga ucapan syukur nampak berkurang. Pertanyaan sebagai refleksi ayat ini adalah: Apakah orang Kristen yang sedang dilanda krisis dan kesulitan atau bahkan penderitaan dapat mengucap syukur senantiasa? Jawabannya tergantung pada pengenalan orang Kristen akan Allahnya. Kalau ia mengenal dengan tepat Allahnya maka ia tetap dapat mengucap syukur. Allah yang kita sembah bukan Allah yang kejam, melainkan Allah yang baik, yang tidak pernah merencanakan kejahatan bagi anak-anakNya. Yang tidak pernah memberi ular pada mereka yang meminta roti. Sekalipun Ia mengijinkan sesuatu yang sulit terjadi namun di balik semua kejadian itu, Ia tetap mendatangkan kebaikan bagi orang-orang percaya. Karena Dia adalah Allah yang tidak pernah salah bertindak maka perlakuan Allah atas diri kitapun tidak akan pernah salah. Sebab itu janganlah selalu mengeluh dan mempersalahkan siapapun dulu, sebaiknya kita merenungkan diri dihadapan Tuhan dan tanyakan apa kehendakNya di balik semua kejadian yang terjadi. Allah adalah kasih maka Allah sangat mengasihi umatNya. Apapun yang kita hadapi, Ia tidak akan membiarkan kita, tapi Ia akan menjaga kita seperti menjaga biji mataNya. Marilah kita menggantikan keluhan dengan pujian. Mengucap syukurlah senantiasa atas kebaikan Allah kita. |

|
Yesus Bermazmur "Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus
dan murid-muridNya ke Bukit Zaitun." |
|
Tanggal : 19 Februari 1999 Bacaan : Mat. 26:30-35 Refleksi : Kegemaran bersyukur kepada Tuhan merupakan ungkapan penghayatan iman yang dalam kepada Tuhan. Doakan Bersama : Untuk sesama kita yang hidup di negara miskin, mereka yang kekurangan makan atau yang tertimpa sakit penyakit. Tuhan menolong dan kuatkan mereka. |
Pernahkah saudara melihat Yesus bernyanyi? Penulis-penulis Injil
pernah melihat dan mencatatnya. Nyanyian puji-pujian tersebut
barangkali adalah parohan kedua dari Hallel (Mzm. 115-118). Dalam bukunya Jesus in Blue Jeans, Laurie Beth Jones menulis: "Saya percaya bahwa Yesus bersenandung dan melakukan itu dengan sering. Contohnya ketika Ia berjalan melewati ladang bunga bakung." Mungkin Yesus juga bersenandung tatkala Ia mengunjungi kubur Lazarus, meskipun wanita-wanita yang menunggu merasa kalut akan kelambananNya. Dia mungkin bermazmur sebelum melakukan mukjizat air menjadi anggur atau saat Ia memecah-mecah roti untuk 5000 orang, atau saat menghadapi Pontius Pilatus yang sedang geram. Pendeknya, dalam situasi yang rumit, sulit dan krisis sekalipun Ia jarang mengeluh melainkan lebih banyak bersyukur dan bermazmur. Saya juga ingin menyatakan bahwa kita harus memberanikan diri untuk bermazmur di rumah, di kelas, di institusi religius dan di tempat kerja kita. Bersyukur dan bermazmur membuat kita berada dalam sebuah kondisi mental yang sehat untuk melihat karya Tuhan di tengah-tengah masa sukar seperti penglihatan dan cetusan hati seorang nabi: "Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmatNya, selalu baru tiap pagi, besar kesetiaanMu." (Ratapan 3:22-23). Di tengah-tengah situasi yang dilanda pelbagai krisis dan membuat kita cemas, apakah ucapan syukur dan mazmur-mazmur masih mengalir dari lubuk hati kita yang terdalam? |

|
Mandul Dan Kering! "Melihat kejadian itu tercenganglah murid-murid-Nya,
lalu berkata: Bagaimana mungkin pohon ara itu sekonyong-konyong
menjadi kering?" |
|
Tanggal : 20 Februari 1999 Bacaan : Mat. 11:12-14 Refleksi : Ibadah yang berkenan kepada Tuhan bukan yang legalistis melain-kan yang batiniah yang berdasarkan relasi pribadi denganNya. Doakan Bersama : Pembinaan orang Kristen yang lahir baru dilakukan dengan sungguh-sungguh dan minta supaya Tuhan boleh terus membina mereka secara pribadi. |
Seringkali saya bertanya-tanya mengapa Yesus menegur pohon ara.
Tampaknya hal ini seperti di luar karakter-Nya untuk mengutuk
sesuatu yang tidak berarti, seperti sebuah pohon misalnya. Apabila
Ia sungguh-sungguh lapar dan menginginkan buah ara, tentu Ia
tahu bagaimana menciptakannya. Namun, disaat saya berpikir mengenai hal ini, saya simpulkan bahwa Ia mengutuk pohon tersebut karena bagaimanapun dan di manapun, pohon itu telah dengan sadar memutuskan untuk menahan kekuatannnya sendiri. Bagaimana Allah dapat bekerja sama dengan sesuatu yang telah dengan sadar dan berani memutuskan untuk tidak bertumbuh? Mukjizat ini mendapat kritikan tajam dari para ahli modern: perbuatan Tuhan itu tidak masuk akal, karena Tuhan mencari buah ara di musim paskah. Sebenarnya, pohon ara di Palestina itu memberi hasil panen pertama, yang terdiri dari buah-buah yang belum masak, seperti tunas-tunas hijau, yang muncul sebelum daun-daunnya. Tunas-tunas ini dikenal sebagai 'taksh', yang menjadi makanan umum bagi para petani. Tidak adanya tunas-tunas di pohon itulah yang membuktikan dengan jelas bahwa pohon ara itu mandul. Pohon ara itu melambangkan orang Israel yang berlimpah ruah dengan daun-daun aktivitas keagamaan namun mandul dalam buah-buah kebenaran. Namun keadaan tersebut dapat pula terjadi pada orang yang menyebut dirinya sebagai orang "Kristen." Hidup yang seperti ini jelas akan dibabat dan di kutuk oleh Yesus! Diharapkan murid-murid tidak kaget. |

|
Perubahan Di Dalam Kristus "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh
iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah" |
|
Tanggal : 21 Februari 1999 Bacaan : Ef. 2:1-10 Refleksi : Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal. Doakan Bersama : Indonesia yang sekarang sedang dilanda krisis perekonomian, kepemimpinan dan lainnya dapat segera bangun kembali dan menata diri dengan lebih serius lagi. |
Kehidupan bangsa Israel setelah kepemimpinan Musa dan Yosua merupakan
masa sangat menyedihkan. Mereka hidup di dalam satu pola yang
terus menerus terulang bagaikan lingkaran setan, mereka jatuh
berulang kali di lubang yang sama. Ketika mereka ditekan dan
ditindas bangsa asing, maka mereka berteriak kepada Tuhan meminta
belas kasihan dan pertolongan. Kemudian Tuhan membangkitkan seorang
hakim untuk membebaskan. Tapi begitu keadaan membaik, merekapun
segera kembali kepada pola hidup yang lama. Sikap seperti itu mencerminkan kondisi hati yang bebal, yang tidak bisa diajar. Orang seperti itu hanya ingat Tuhan kalau ada kebutuhan saja. Pada saat butuh seperti itu, orang-orang ini bisa kelihatan seperti sangat "rohani", doanya bisa kelihatan begitu tekun dan sungguh-sungguh. Tapi orang seperti ini biasanya ditandai oleh gejala yang sama dengan bangsa Israel pada zaman Hakim-hakim, yaitu ingat Tuhan waktu butuh, dan segera melupakan Tuhan kalau masalah sudah teratasi. Mereka tidak pernah sungguh-sungguh menyembah Dia sebagai Tuhan, mereka hanya memperalat Tuhan saja. Sesungguhnya, mereka adalah orang-orang bebal yang menyedihkan. Tapi lebih menyedihkan lagi, bahwa gejala yang sama juga dapat terlihat dalam kehidupan Gereja hari ini. Banyak orang datang mencari Tuhan, hanya kalau ada kebutuhan yang mendesak, tapi lupa Tuhan kalau keadaan sedang baik dan lancar. Mental bebal seperti itu, kadang bahkan cukup sering juga bisa ditemukan di dalam Gereja hari ini. Apakah kita orang seperti itu? |

|
Hidup Orang Yang Diubahkan "Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus...." ( Fil. 1:27 ) |
|
Tanggal : 22 Februari 1999 Bacaan : Flp. 2:12-18 Refleksi : Tuhan memanggil kita untuk menjadi orang yang konsisten antara keyakinan dan perbuatan. Doakan Bersama : Dokter-dokter Kristen mulai berkiprah di dalam bidangnya sehingga bantuannya dirasakan oleh mereka yang membutuhkan. |
"Oh... Maafkan saya. Saya tidak melihat Anda. Anda siapa
tadi? Anak Raja, wah... saya juga! Tapi tampaknya Anda tidak
seperti yang Anda katakan. Anda anak Raja tetapi pakaian Anda
compang-camping." "Apa? Oh... Anda ingin saya melihat pedang Anda. Ya, saya melihatnya. Pedang itu adalah lambang status Anda, bukan? Tapi tampaknya pedang itu tidak sebanding dengan pakaian Anda yang compang-camping. Lagi pula, Anda tidak bersikap seperti layaknya seorang anak Raja. Ya, Anda tidak bersikap sebagaimana layaknya seorang anak Raja. Jangan-jangan Anda hendak menipu saya! Saya kira Anda telah mencuri pedang kehormatan tersebut dan kemudian mengaku-ngaku sebagai seorang anak Raja. Anak Raja yang asli tahu bagaimana harus bersikap. Ia, sama seperti Bapanya, akan berlaku seba-gaimana golongan ningrat lainnya, tapi Anda...?" "Bagaimana? Anda sudah menerima meterai Roh Kudus!!! Ah, jangan bercanda. Anda tidak hidup seperti Kristus. Anda mengatakan bahwa Anda telah diubahkan oleh Kristus tetapi kenya-taannya, Anda hidup seperti orang yang tidak pernah menerima Kristus. Ha... ha... jangan berharap saya percaya! Kalau Anda telah diu-bahkan oleh Allah, Anda harus menunjukkannya melalui hidup Anda." Ini memang hanya percakapan imaginar, tetapi begitu menantang, bukan? Saya percaya Anda telah menangkap maksudnya. Orang yang telah diubahkan oleh Allah di dalam Kristus harus menunjukkan perubahan itu melalui hidupnya, sehingga orang lain melihat apa yang telah dikerjakan Allah dan menjadi percaya kepadaNya. Sudahkah Anda melakukannya? |

|
Sejenak Ia Dekat "Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah
kepada-Nya selama Ia dekat." |
|
Tanggal : 23 Februari 1999 Bacaan : Yes. 55:6-9 Refleksi : Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui maka kepuasan sejati akan terbit dalam hidupmu. Doakan Bersama : Para pemimpin bangsa, baik yang di atas maupun yang di daerah dapat melayani rakyat dengan baik menurut kewajibannya masing-masing. |
Seorang raja Saxon pada masa lampau berangkat dengan pasukannya
untuk meredam sebuah pemberontakan di propinsi perbatasan kerajaannya.
Ketika huru-hara itu dapat dihentikan, para pemberontak dikalahkan,
raja memberi kesempatan bagi pemberontak. Mereka yang menyerah
akan diampuni selama lilin di atas gerbang istana masih menyala.
Ia menawarkan kemurahan dan pengampunan, tetapi penawaran ini
terbatas hanya selama lilin itu menyala. Demikian juga Yesus berseru kepada kita semua yang sibuk memburu uang, kekuasaan, dan mencari kepuasan dunia. Kita lupa diri, waktu tersita, tenaga terkuras, dan hati tetap kosong. Karena yang kita cari tidak dapat memuaskan jiwa kita dan juga tidak mungkin dapat menyelamatkan kita. Kesempatan masih ada bagi Anda, carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui. Waktu Tuhan tidak dapat ditawar, seka-rang adalah waktu yang paling baik untuk mencari Tuhan. Hari depan seseorang tidak dapat dipastikan, jangan mengisi waktu dengan perbuatan yang sia-sia, tetapi tinggalkan jalan orang fasik (Yes. 55:7). Orang fasik memiliki banyak rancangan jahat yang merugikan orang lain dan dirinya. Tinggalkan kehidupan yang sia-sia. Kembalilah kepada Tuhan yang sedang menanti kita. Ia berkenan mengampuni dan mengasihani orang yang mau berpaling kepadaNya. Kesempatan masih terbuka bagi siapa saja. Mencari Tuhan adalah perkara mulia, tetapi sering diabaikan. Tuhan tidak akan mengecewakan kita, karena Dia sumber hidup semua manusia. Menemukan Tuhan berarti menemukan segala-galanya. |

|
Kasih "Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan
dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih." |
|
Tanggal : 24 Februari 1999 Bacaan : 1 Kor. 13:4-13 Refleksi : Kasih Tuhan yang menjadikan kita ada, hidup, selamat, dan melayani. Doakan Bersama : Buku saat teduh ini dapat dipakai Tuhan untuk mendewasakan kerohanian para pembacanya dan membuat kita mengerti kehendak Tuhan. |
Siapa tidak butuh kasih? Sejak bayi hingga tua, manusia membutuhkan
kasih. Dalam hari kasih sesama yang disebut Valentine Day, banyak
sejoli memanfaatkan kesempatan ini untuk mengungkapkan perasaannya.
Tidak heran bunga di toko atau di jalanan laris pada waktu itu.
Seakan pesta kasih sedang berlangsung di mana-mana. Paulus menggarisbawahi makna kasih ini. Kualitas kasih tidak tergantung pada situasi, kapan saja kasih dapat diwujudkan dalam kehidupan kita. Kasih itu sabar, tidak memegahkan diri, tidak mencari kepentingan diri, tidak pemarah dan tidak mencari kesalahan orang lain. Sifat kasih abadi adanya, berlaku kapan saja dan dimana saja. Seorang janda yang bekerja berat di pabrik dan di rumah untuk membesarkan empat anaknya, suatu hari terkapar di tempat tidur karena sakit keras. Di sekelilingnya berdirilah keempat anaknya yang sudah menjadi orang-orang dewasa. Anak lelaki tertua berkata sambil menangis, "Ibu, Anda sangat baik terhadap kami. Kami ingin berterimakasih kepadamu. Kami begitu bangga terhadap kasih ibu yang besar." Ibu itu membuka matanya dan bertanya, "Mengapa kamu menunggu begitu lama untuk mengatakan hal itu kepadaku? Kamu tidak pernah mengatakan itu sebelumnya." Ibu itu memalingkan wajahnya dan meninggal tanpa memberi kesempatan bagi anak-anak yang lain. Kasih Tuhan telah dinyatakan kepada kita. Ia memancarkan kasihNya tanpa memandang bulu. Sudahkah kita mengucap syukur dan menyatakan kasih kepada Tuhan, sesama, dan orang tua kita pada setiap kesempatan kita? |

|
Pohon Anggur Dan Ranting "Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dipotongNya
dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkanNya, supaya lebih
banyak berbuah." |
|
Tanggal : 25 februari 1999 Bacaan : Yoh. 15:1-8 Refleksi : Hati-hatilah kalau kita sudah jauh dari ibadah dan Firman Tuhan. Itu artinya ranting kita sudah mulai layu dan buah kita sudah mulai busuk. Kebusukan itu menimbulkan bau. Akibatnya, kita dijauhi Tuhan dan juga sesama kita. Doakan Bersama : Para hamba Tuhan tidak terlelap dalam tugas gerejawi sehingga mengabaikan aturan-aturan Tuhan. Berdoa supaya mereka tetap berada dalam tangan kuasaNya. |
Pohon anggur sangat banyak buahnya. Dalam PL, anggur melambangkan
Israel dalam mengerjakan karya Allah di dunia (Maz. 80:8; Yes.
5:1-7; Yeh. 19:10-14). Pada jamuan Paskah, buah anggur melambangkan
kebaikan Allah kepada umatNya. Kristus adalah pokok anggur dan Allah adalah tukang kebun yang merawat ranting-rantingnya supaya menjadi semakin berbuah lebat. Ranting-ranting adalah mereka semua yang menyatakan menjadi pengikut Kristus. Ranting yang berbuah adalah orang yang sungguh-sungguh percaya, hidup dalam persekutuan dengan Kristus sehingga mereka dapat berbuah lebat. Mereka yang tidak produktif lagiyaitu mereka yang tidak lagi mengikuti Kristus dengan sungguh-sungguh setelah menyatakan komitmennyaakan dipisahkan dari pokok anggur. Pengikut yang tidak produktif boleh dikatakan sudah mati, akan dipotong dan dibuang. Mereka yang tidak lagi berbuah bagi Tuhan, arus kehidupan dari Allah akan dihentikan baginya. Bagaimana agar kita tetap berbuah baik? Banyak orang berusaha untuk jujur dan berbuat baik, tetapi Yesus mengatakan bahwa satu-satunya jalan untuk benar-benar hidup baik adalah tetap dekat dengan Dia. Terpisah dari Kristus berarti hidup sia-sia. Hidup dalam Kristus berarti: (1) percaya Ia adalah Anak Allah; (2) melakukan apa yang dikehendakNya (1 Yoh. 3:24); (3) berhubungan dalam kasih dalam Tubuh Kristus (Yoh. 15:12); (4) bahkan mengasihi orang yang memusuhi dan menganiaya kita (Mat 5:39,44). Semua ciri-ciri di atas akan menentukan apakah kita tetap melekat pada pohon anggur itu atau tidak. |

|
Saling Mendoakanlah Kamu! "Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada Tuhan dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus." ( 1 Sam. 12:23 ) |
|
Tanggal : 26 Februari 1999 Bacaan : Kej. 39:1-23 Refleksi : Kesulitan yang Engkau alami hari ini, ingatlah ada penyertaan Allah dalam hidupmu. Inilah yang memungkinkan Engkau senantiasa dapat bertahan. Doakan Bersama : Untuk suku-suku yang belum mempunyai agama supaya mereka boleh terbuka terhadap pengabaran Injil yang dilakukan oleh anak Tuhan. |
Doa syafaat yaitu mendoakan orang lain adalah sangat indah. Allah
selalu mendengar doa Tuhan Yesus karena Ia selalu mendoakan orang
lain. Itulah sebabnya kita menyebutNya sebagai Jurusyafaat
(Ibr. 4:14). Bahkan saat Ia ada di sebelah kanan BapaNya, Ia
terus mendoakan kita (Rm. 8:34). Bukan berarti mendoakan diri kita abaikan, karena itu adalah kehendak Tuhan juga: "Tetapi nyatakanlah segala keinginan kepada Allah dalam doa...(Fil. 4:6b)." Kita harus meningkatkan doa untuk orang lain karena doa yang demikian adalah tanda dipenuh Roh Kudus. Doa yang dipenuhi dengan kasih, iman dan pengharapan. Ingatlah bahwa doa syafaat itu besar kuasanya bila diimani. Samuel tahu bangsa Israel tegar tengkuk dan bebal. Satu-satunya yang bisa dilakukan terhadap bangsa yang demikian hanyalah berdoa! Apalagi disertai dengan tekad seperti Samuel: "Mengenai aku, jauhlah daripadaku untuk berdosa kepada Tuhan dengan berhenti mendoakan kamu..." Bagi Samuel, tidak semua doa sama dengan berdoa kepada Tuhan! Karena apa? Karena berdoa adalah sesuatu yang baik. Kalau kita tahu itu baik dan kita tidak melakukannya maka itu dosa. Sebaliknya, berdoa bagi Samuel adalah memanggil Allah untuk menggerakkan tanganNya. Sebab, kalau Ia yang memperbarui hati pribadi atau bangsa, setegar apapun hati itu akan berubah. Setelah merenungkan nats ini, maukah Anda bertekad untuk "mengubah" ayah, ibu, anak-anak kita, keluarga ataupun teman-teman kita dengan doa supaya dunia ini lebih baik? Mengapa tidak mustahil? Karena doa orang benar mencapai sorga. Itulah tugas kita. |

|
Penyertaan Alah 1 "Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih." ( Mat. 22:14 ) |
|
Tanggal : 27 Januari 1999 Bacaan : Kej. 39:1-23 Refleksi : Kesulitan yang Engkau alami hari ini, ingatlah ada penyertaan Allah dalam hidupmu. Inilah yang memungkinkan Engkau senantiasa dapat bertahan. Doakan Bersama : Untuk suku-suku yang belum mempunyai agama supaya mereka boleh terbuka terhadap pengabaran Injil yang dilakukan oleh anak Tuhan. |
Kedaulatan Allah atas segala kejadian secara jelas digambarkan
dalam kehidupan Yusuf dengan kasus-kasus yang di alaminya. Di
sini kita bertemu dengan seorang yang diperlakukan secara tidak
adil. Sesudah ditolak oleh saudara-saudaranya dan dijual menjadi
budak di suatu negara asing, masih juga mengalami nasib yang
kejam. Setelah mengangkat harkat dirinya dengan kesetiaan dan
kerajinan, ia mendapatkan pekerjaan yang menuntut tanggung jawab
di rumah tangga tuan Potifar (ay. 1-6), dan ia mendapati dirinya
diserang oleh godaan dari hari ke hari. Penolakan yang berhasil
justru membawanya kepada tuduhan palsu yang menyebabkan ia dijebloskan
ke dalam penjara (ay. 7-20). Dari sudut pandang manusia inilah
kemalangan yang dialami seorang pemuda yang bernama Yusuf. Namun bagi Allah dan Yusuf sendiri tidaklah demikian. Kenapa? Karena adanya penyertaan Allah di dalamnya (ay. 2,21,23). Pengaruh penyertaan Allah tampak jelas, sehingga orang lainpun menjadi terkesan (ay. 3,22), dan hal inilah yang membuat Yusuf diam saja ketika menghadapi tuduhan palsu, berdiri teguh dalam menghadapi setiap kesulitan yang datang secara bertubi-tubi, dan selalu merasa damai dalam hatinya. Ini merupakan contoh yang menonjol tentang kebenaran "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia" (Rm. 8:28). Kisah mengenai kemalangan Yusuf ini menjadi pengalaman yang menentukan dalam hidup Yusuf. Inilah cara yang dipakai oleh Allah dalam kedaulatanNya yang penuh dengan kasih untuk membentuk murid-murid yang mau dipakai oleh Dia. |

|
Penyertaan Allah 2 "Tetapi Tuhan menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih
setiaNya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala
penjara itu" |
|
Tanggal : 28 Februari 1999 Bacaan : Kej. 40:1-23 Refleksi : Penyertaan Allah adalah demi memelihara anak-anakNya namun juga untuk memperkenalkan Allah melalui anak-anakNya. Doakan Bersama : Untuk para calon misionaris yang akan berangkat ke tempat tujuan mereka. Tuhan tuntun dan persiapkan dalam segala hal agar semuanya boleh berjalan lebih baik. |
Bukti penyertaan Allah berlanjut dalam kejadian 40. Dalam situasi
yang tidak menguntungkan ini, Yusuf berusaha untuk melakukan
yang terbaik yang dapat dilakukannya dan kualitas inilah yang
diperlukan untuk tugas yang berdampak sangat luas yang pada akhirnya
tugas itu dapat diemban olehnya. Kesetiaannya dalam hal yang
sangat kecil menjadi dasar bagi Tuhan untuk mempercayakan masalah
yang sangat serius. Adanya dua tawaran terhormat, yaitu juru minuman dan juru pembuat roti Firaun di penjara merupakan suatu kejadian yang luar biasa dalam kehidupan Yusuf di penjara (pejabat yang berhu-bungan dengan soal makanan dan minuman raja dianggap kaum elit yang dipercaya, (lihat Neh. 1:11-2:1). Kedudukan mereka jauh di atas Yusuf, sehingga ia dijadikan pelayan pribadi merekapelayan narapidana (ay. 4). Pada suatu kali bermimpilah keduanya (dalam kebudayaan Mesir pada waktu itu, mimpi dianggap mengandung suatu arti atau nubuatan), mereka mengalami kebingungan karena tidak mengerti arti di balik mimpi itu, dan mereka tidak dapat berhubungan dengan pejabat yang dapat memberikan tafsiran atas mimpi mereka. Kesempatan ini dipergunakan oleh Yusuf untuk memperkenalkan Allah "Bukanlah Allah yang mengartikan mimpi itu" (ay. 8). Dari peristiwa inilah, seluruh perjalanan kehidupan Yusuf mengalami perubahan di kemudian hari. Allah ingin agar Yusuf membuktikan siapa dirinya, dan yang lebih penting lagi ialah membuktikan siapa Dia, yakni Allah yang senantiasa menyertai kehidupan anak-anakNya. |


gloria@mitra.net.id