Juni 1998

Prakata

Bonus

 Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
1 2 3 4 5 6 7
8 9

10

11

12

13
14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30

husen@hotmail.com

Prakata

PELAJARAN BERHARGA

Dalam satu bulan ini telah begitu banyak peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi dinegara kita Indonesia ini. Mungkin kalau kita mulai mengingatnya, kita akan terheran-heran sendiri karena peristiwa-peristiwa tersebut telah mengubah dan menguncang Indonesia dengan sedemikian hebatnya. Suatu luapan emosi massa yang luar biasa liar memporak porandakan ibukota Jakarta dan juga demonstrasi dari kalangan pemuda yaitu mahasiswa-mahasiswa telah menjadi suatu pemandangan yang umum dimana sebenarnya peristiwa tersebut tidak pernah terjadi sejak orde baru. Ditambah lagi pergantian kepemimpinan pemerintahan negara yang terjadi untuk pertama kalinya sejak 30 tahun terakhir. Belum lagi peristiwa-peristiwa lain yang mewarnainya, suatu perjuangan rakyat untuk meneriakkan suatu kata "REFORMASI". Sebuah kata yang bisa menegur kita akan pentingnya suatu perubahan total terhadap suatu kehidupan yang telah 'rusak' dan patut diganti dengan yang baru dan bersih.
Luar biasa, mengingatnya kembali saja membuat buluk kuduk kita berdiri. Bagi kita yang berada di Indonesia dan mengikuti langsung peristiwa demi peristiwa (dan bukankah kelanjutannya belum juga selesai, bukankah akan terus dilanjutkan di hari-hari mendatang), tentu kita bisa melihat pelajaran demi pelajaran yang Tuhan ingin untuk kita belajar sungguh-sungguh. Masalahnya apa kita benar-benar sudah menangkap maksud Tuhan.
Paling tidak apakah kita sudah merasa bahwa waktu itu demikian berharga, karena dengan pergolakan yang begitu cepat dan mencekam hampir-hampir menghilangkan segala kesempatan kita sebagai orang Kristen khususnya, untuk berkiprah di Indonesia. Hal ini harus membuat kita semakin peka akan keadaan yang terjadi di sekitar kita, dan yang lebih penting lagi cepat-cepat mengambil bagian yang memang telah menjadi tanggung jawab kita.
Di samping itu, akibat pergolakan dan segala peristiwa di Indonesia ini membuat banyak orang menjadi lebih nasionalis dan mulai dengan sadar menjadikan Indonesia sebagai pokok doa yang penting. Banyak juga orang yang menjadi lebih dewasa dengan melihat begitu banyak reaksi yang ada dari orang lain. Tetapi tidak sedikit juga orang yang tidak belajar apa-apa atau malah menjadi semakin parah pertumbuhannya. Tuhan sudah memberi kesempatan, dan di dalamnya terisi begitu banyak pelajaran, apakah kita sudah mempelajarinya atau malah kehilangan harta yang mahal itu.

Back to Top


 

Back to Top


Aku Akan Menyertai Engkau

"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaanKu."
( Yes. 43:1b )

Tanggal :

1 Juni 1998

Bacaan :

Yes. 43:1-2

Refleksi :

Marilah kita terus berharap kepada penyertaanNya supaya kita dikuatkan untuk terus melangkah melalui krisis hebat yang sedang terjadi di negara kita ini.

Doakan Bersama :

• Umat Kristen di seluruh dunia, di Indonesia khususnya agar lebih banyak berdoa karena melaluinya umat Tuhan dapat lebih peka terhadap kehendak Tuhan.

    Bangsa Israel telah berdosa kepada Tuhan, maka Tuhan mengajar dan menghajar mereka supaya bertobat. Tuhan memakai tangan bangsa Babel untuk tugas itu, berarti akan ada penderitaan yang harus mereka alami. Tapi di tengah nubuat penghukuman, Tuhan juga menjanjikan penyertaan dan perlindunganNya. Penyertaan itu mencakup krisis yang kecil sampai yang besar. Tuhan tidak berjanji akan menyingkirkan segala krisis dan penderitaan, tapi menjanjikan penyertaan, karena hanya Dialah Juruselamat yang telah menebus umat yang dikasihiNya.
Kebenaran ini bukan saja berlaku atas Israel tapi juga berlaku atas diri setiap orang yang telah ditebus menjadi umatNya sepanjang zaman. Janji ini berlaku secara penuh atas gereja Tuhan di Indonesia hari ini, yang sedang menghadapi berbagai macam pengujian dan krisis besar.
Sama dengan bangsa Israel, gereja juga banyak melakukan kesalahan yang menyedihkan hati Tuhan dan mendatangkan disiplin ilahi. Seperti dulu Tuhan bisa memakai bangsa Babel untuk memukul umatNya, hari ini Tuhan juga bisa memakai tangan orang-orang yang menentang Dia untuk mendisiplin gerejaNya. Itu berarti krisis dan penderitaan mungin akan menimpa kehidupan gereja, kehidupan jemaat Tuhan.
Belajar dari pengalaman bangsa Israel, mari peka memeriksa diri apakah kita sudah berdosa kepada Tuhan. Mari akui kemalasan dan ketidaksetiaan kepada Tuhan, dan biarlah terus berharap kepada kemurahanNya semata-mata. Kalau proses pembentukan Tuhan mengharuskan kita melewati krisis demi krisis, mari relakan hati dan taat kepada rencana dan kehendakNya yang tidak pernah bersalah.
 

Back to Top


Reformasi

"Tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi."
( Kel. 4:21 )

Tanggal :

2 Juni 1998

Bacaan :

Kel. 4:18-23

Refleksi :

Saat ini banyak orang berseru reformasi, menuntut terjadinya perubahan segala bidang, namun lebih bijak kalau terlebih dahulu berani mereformasi diri kita sendiri khususnya reformasi rohani.

Doakan Bersama :

• Para pemerintah dan rakyat Indonesia dalam memperjuangkan reformasi dalam segala bidang agar dengan hati yang takut akan Tuhan, jujur, dan setia pada kebenaran.

    Mungkin kita mengatakan Allah sangat humoris. Ia mengutus Musa untuk membebaskan bangsa Israel, sisi lain Firaun dikeraskan hatinya supaya bangsa Israel tidak dibiarkan ke luar dari Mesir. Kenapa Allah bersikap demikian? Apa maksud Allah?
Secara pasti kita dapat katakan Allah ingin melepaskan bangsa Israel, Ia mendengar seruan umat pilihanNya dan ingat janjiNya dengan Abraham, Ishak dan Yakub (Kel. 2:23-25). Namun Allah juga tahu bagaimana kondisi umat pilihanNya dalam pengenalannya terhadap Allah dan cara hidupnya. Nampaknya, lamanya orang Israel tinggal di Mesir memberikan pengaruh akan pengenalan terhadap Allah Yahweh dan membuat pola kehidupan mereka banyak mencontoh pola kehidupan orang Mesir. Apalagi saat itu bangsa Mesir memiliki peradaban yang tinggi dan mengagungkan.
Allah memakai kekerasan hati Firaun, raja Mesir sebagai sarana mereformasi atau memperbaharui bangsa Israel dalam pengenalan akan Allah dan pola hidup mereka. Dengan kekerasan hati Firaun ini, bangsa Israel dapat melihat kebesaran akan kuasa Allah dengan adanya tulah-tulah yang diberikan oleh Allah kepada seluruh bangsa Mesir.
Dalam melihat kondisi saat ini yang terjadi di negara kita yang secara terus menerus didengungkan tentang reformasi disegala bidang termasuk pemberantasan praktek perilaku KKN (korupsi, Kolusi, Nepotisme) yang menjadi budaya bangsa ini. Saat ini banyak orang Kristen yang tidak memiliki kehidupan rohani yang baik dan hidup dengan pola-pola duniawi serta tidak memiliki hati yang takut akan Tuhan.
 

Back to Top


Tersinggung Karena Kecongkakan

"Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkanNya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
( Yak. 4:6 )

Tanggal :

3 Juni 1998

Bacaan :

Dan. 4:28-37

Refleksi :

Sudahkah Anda merasa puas dalam menerima diri Anda? Atau masihkah Anda sering tersinggung oleh orang lain?Mari menjadikan Kristus yang paling utama dalam hidup ini dan bukannya ego Anda.

Doakan Bersama :

• Keamanan di Indonesia dalam meyongsong reformasi dalam segala bidang.
• Masyarakat dalam menyalurkan aspirasinya dengan tidak emosi dan tidak merugikan orang lain.

   

Raja Nebukadnezar memang harus membayar mahal untuk sebuah pelajaran tentang rendah hati. Setelah menghubungkan pengalamannya menjadi makhluk rendah yang dihinakan manusia dan kemudian memuji Allah, Raja Surga, Nebukadnezar baru dapat menyimpulkan bahwa mereka yang berlaku congkak akan direndahkan (ay.37).
Dan ketika Alkitab telah mengajarkan kita tentang hal ini marilah kita benar-benar belajar dengan baik. Memang mungkin kita tidak menunjukkan kecongkakan kita seperti halnya raja Nebukadnezar, tetapi bukankah kita juga tidak luput dari tindakan tersebut. Misalnya saja, kita merasa tersinggung dan terluka. Ingatlah bahwa justru banyak orang Kristen tegar yang terkalahkan oleh hal-hal sepele yang kita sebut 'rasa tersinggung' daripada oleh hal-hal besar yang mencobai ketabahan hati kita. "Saya telah diremehkan. Saya tak diberi kedudukan yang pantas saya dapatkan atau hal-hal lain yang senada." Harga diri kitapun terluka. Pikiran dan perasaan kita disepelekan kemudian kita mulai merasa terabaikan dan terkalahkan, bukan oleh suatu hal yang besar tetapi hanya oleh hal-hal yang remeh. Dan kitapun tersinggung. Langkah kita menjadi berat dan wajah kita semakin keruh dan tidak lagi merasa bahagia dan bersukacita. Harga diri kita yang terluka menyebabkan kita hanya melihat diri kita sendiri dan bukannya Kristus. Inilah inti permasalahannya.
Marilah saat ini kita mengkoreksi diri kita masing-masing. Sekaranglah saat yang tepat untuk kembali mengutamakan Kristus dalam hidup kita. Itulah cara terbaik untuk menyembuhkan kecongkakan.

 

 

Back to Top


Belas Kasihan Berarti Tindakan

"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan sege-nap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
( Luk. 10:27 )

Tanggal :

4 Juni 1998

Bacaan :

Luk. 10:25-37

Refleksi :

Sudahkah kita mempunyai arti belas kasihan itu sebagai tindakan? Marilah kita berdoa kiranya Tuhan memberikannya kepada kita.

Doakan Bersama :

Rencana-rencana yang kita buat agar benar-benar mengikutsertakan Tuhan dan hanya untuk kemuliaan Tuhan bukan untuk kenikmatan kita sendiri.

    Ketika Tuhan Yesus akan berangkat ke Yerusalem, seorang ahli Taurat bertanya kepadaNya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal? (ay.25). Yesus berbalik bertanya, dan Ia menjawab dengan mengutip Ul. 6:5 dan Im. 19:18: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Yesus memberitahukannya bahwa jika ia melakukan semua ini, ia akan hidup.
Ahli Taurat tersebut mengetahui bahwa tidak seorangpun yang dapat menjalankan kedua hukum di atas dengan sempurna, maka ia mencoba mencari alasan membenarkan diri dengan bertanya: "Siapakah sesamaku?" Yesus menjawab dengan perumpamaan "Orang Samaria yang baik hati." Seseorang bepergian dari Yerusalem ke Yerikho diserang habis-habisan oleh kawanan perampok dan ditinggalkan dalam keadaan setengah mati. Kebetulan seorang imam lewat dan tidak memberikan pertolongan. Demikian pula dengan seorang Lewi datang ke tempat itu dan juga tidak mau menolong. Ada orang Samaria, yang biasa dipandang rendah, berhasil menyelamatkan orang yang terluka parah itu, dan motifasinya adalah karena tergerak oleh belas kasihan.
Rasa belas kasihan orang Samaria itu tidak hanya dalam wujud merasa prihatin dengan situasi yang ada, tapi ia juga mengorbankan hartanya untuk membantu orang yang terluka itu. Belas kasihan berarti tindakan. Buatlah kehadiranmu lebih nyata sehingga orang yang ada didekatmu akan merasa nikmat tatkala anda hadir ditengah meraka yang mungkin membutuhkan pertolongan..
 

Back to Top


Mempersiapkan Diri

"Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur."
( Mat. 5:4 )

Tanggal :

5 Juni 1998

Bacaan :

Mat. 5:1-12

Refleksi :

Mari mengingat motto Perspektif yang sedang kita baca ini "Do not face the day until you have faced GOD"! Apakah anda benar-benar telah melakukannya, atau hanya kadang-kadang saja? Mulailah sekarang!

Doakan Bersama :

Setiap orang Kristen dengan profesinya masing-masing agar tetap meningkatkan profesionalitas dalam pelayanan dan semangat untuk menjadi saluran kasih Allah kepada orang-orang disekitarnya.

    Seorang teman saya mempunyai kebiasaan setiap kali akan pergi berbelanja selalu membuat daftar barang-barang yang akan dibelinya. Dengan demikian dia tidak lupa akan barang-barang yang dibutuhkan dan tidak membeli barang-barang yang tidak diperlukan. Kebiasaan ini mengingatkan saya akan pentingnya mempersiapkan diri sebelum memulai hari-hari kita. Ketika kita memikirkan apa yang akan kita hadapi, kita dapat mengatakan semuanya itu pada Tuhan. Dengan demikian kita dapat memperoleh keuntungan dari peristiwa-peristiwa hari itu dan sanggup mengatasi kekecewaan yang akan terjadi.
Seseorang pernah menulis suatu kesaksian demikian: "Saya suka mengawali hari yang baru dengan doa. Setelah menaikkan puji-pujian dan pengakuan dosa saya mengambil buku yang berisi kegiatan saya sehari-hari dan mulai berdoa untuk beberapa lama. Saya memohon semoga saya dapat menolong mereka yang akan bekerja dengan saya dan juga memberi kemungkinan pada mereka untuk menolong saya. Saya juga berdoa bagi mereka yang mungkin saya jumpai secara kebetulan. Saya mendapati bahwa jika saya berdoa bagi hal-hal yang mungkin mengganggu saya dan secara jujur menyerahkan diri di bawah pengawasan kuasa Tuhan, maka hal-hal tersebut merupakan bagian dari rencana Tuhan." Maka dari itu berdoalah sebelum memulai segala sesuatu dan teruslah berdoa. Apapun yang terjadi kita telah mempersiapkan diri.
Setiap hari membawa suasana yang baru, tantangan yang khas dan kesempatan yang kita nanti-nantikan. Dasarilah semuanya itu dengan bersandar pada Tuhan.
 

Back to Top


Yesus Yang Mengubah

"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."
( 2 Kor. 5:17 )

Tanggal :

6 Juni 1998

Bacaan :

2 Kor. 5:17-21

Refleksi :

Apakah masih ada gambar-gambar lama yang tergantung dalam hati kita? Gambar-gambar yang tidak pantas ada ketika kita sudah mengundang Kristus masuk dalam hati kita? Mintalah Tuhan membantu mengubahnya!

Doakan Bersama :

Gereja-gereja Tuhan diseluruh dunia, kiraya Tuhan terus membangun mereka dalam kebenaran FirmanNya.

    Ada seorang pemuda yang tinggal di sebuah kost ketika dia mulai kuliahnya. Suatu hari ibunya mengunjunginya, ketika memasuki kamar anaknya sang ibu demikian terkejut, bukan karena melihat kamar anaknya kacau balau, kertas-kertas dan buku-buku berserakan di mana-mana. Tetapi yang paling mengejutkannya adalah gambar-gambar porno yang tergantung di dindingnya.
Pada waktu Natal ia mengirim satu kotak hadiah kepada anaknya, termasuk sebuah gambar Yesus. Anaknya berterima kasih lewat surat untuk pemberian tersebut, tetapi tidak mengatakan apa-apa tentang gambar itu. Beberapa waktu kemudian ketika ia kembali mengunjungi anaknya, sang anak ingin sekali supaya ibunya masuk ke kamarnya. Dan ketika ia masuk, ia menemukan gambar Kristus di tempat yang paling baik. Semua gambar yang lain sudah tidak ada. Dengan bijaksana ibu itu berkata, "Tom, ada sesuatu yang berbeda di kamarmu. Ketika dulu ibu ke sini, nampaknya ada lebih banyak gambar daripada sekarang." "Ya , ibu betul, tetapi semua gambar yang lain itu tidak pantas lagi ada di sini sejak gambar Yesus masuk kamar ini."
Bagaimana dengan hidup kita, sudahkah ada perubahan di dalamnya, mari kita pikirkan perubahan yang dapat dibuat oleh Yesus sendiri apabila Ia masuk ke dalam hati seseorang. Dengan menerima Kristus, kita dibuat baru. Kasih yang baru muncul di dalam diri kita melebihi kekuatan nafsu-nafsu lama kita. Marilah kita tetap ada di dalam kasih itu. Maka Sang Pengubah akan terus mengubah kita menjadi semakin serupa dengan Dia.
 

Back to Top


Menabur Dan Menuai

"Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diriNya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya."
( Gal. 6:7 )

Tanggal :

7 Juni 1998

Bacaan :

Hos. 8:7; Gal. 6:7-8

Refleksi :

Kita harus selalu ingat peringatan Tuhan; apa yang yang ditabur, itulah yang akan kita tuai.

Doakan Bersama :

Pemuda pemudi di Indonesia agar bertanggung jawab, penuh kasih dan hikmat dalam menyalurkan aspirasi mereka sebagai generasi muda.

    Apa yang ditabur orang itu yang akan dituai suatu hari kelak. Ini adalah kebenaran ilahi yang dinyatakan kepada kita, dan begitulah kenyataan sesehari membuktikan kebenaran ini. Ada orang yang menabur kebajikan, dan orang lain menyimpan untuk dibalas nanti. Ada yang hidupnya penuh kelicikan dan kejahatan, pada waktunya akan mengalami balasan yang setimpal. Keadilan dan kebenaran akan muncul pada akhirnya, dan setiap orang akan menerima upah sesuai perbuatannya.
Kebenaran ini berlaku jauh lebih serius dalam kehidupan rohani. Alkitab memberi peringatan yang keras akan hal ini. Orang Israel tidak takut akan Tuhan dan hidup dalam dosa, maka akan datang harinya di mana hukuman Tuhan ditimpakan kepada mereka. Mereka akan diserahkan ke dalam tangan musuh untuk ditindas.
Jika hari ini yang menjadi tujuan hidup kita adalah hal-hal yang bersifat kedagingan, kita pasti akan menuai kebinasaan sebab semua kesenangan kedagingan adalah bersifat sementara, sebab semua yang bersifat materi memang akan menuju kehancuran. Tapi jika orang mementingkan iman dan kerohanian dan berjuang untuk hal itu, dia akan tekun membaca dan merenungkan firman Tuhan, dia akan terus bertumbuh dalam firman dan menjadi semakin kuat. Hidupnya akan terus diarahkan kepada hal-hal yang baik, dan akan menerima buahnya suatu hari kelak.
Hidup ini memang perjuangan, dan bagi orang Kristen secara prinsip hanya ada dua pilihan; kita mau mementingkan hanya yang bersifat materi dan kedagingan saja atau rela membayar harga untuk hal yang bermanfaat bagi iman kerohanian kita. Kita sendiri yang harus memutuskan.
 

Back to Top


Arti Suatu Standar

"Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejakNya."
( 1 Ptr. 2:21 )

Tanggal :

8 Juni 1998

Bacaan :

1 Tim. 4:11-16

Refleksi :

Dalam setiap pelajaran yang Anda dapat waktu bermeditasi, adakah Anda belajar menjadikan Kristus sebagai standar hidup Anda untuk meneladani Dia?
Mulailah sekarang!

Doakan Bersama :

• Karakter kita sebagai orang Kristen agar setiap hari mau diubah oleh Tuhan sendiri untuk menjadi semakin indah sehingga menjadi kesaksian hidup dan memuliakan Tuhan.

    Ada sebuah cerita yang menarik tentang standar:
Di sebuah desa kecil, seorang pria selalu berhenti di depan jendela sebuah toko jam untuk mencocokkan jamnya setiap pagi.
Pada suatu hari pemilik toko jam itu keluar dan bertanya padanya, "Mengapa anda selalu berhenti di sini setiap pagi dan mencocokkan jam anda?"
Pria itu menjawab, "Saya bekerja di sebuah pabrik besar di jalan itu, dan saya bertugas membunyikan peluit pada waktu siang setiap hari. Saya berhenti di sini untuk mencocokkan jam saya."
Pemilik toko itu berkata, "Lucu sekali, karena saya sendiri mencocokkan jam saya setiap siang hari di saat mendengar bunyi peluit Anda."
Bayangkan betapa sengsaranya hidup ini bila tidak ada suatu pedoman yang benar-benar bisa kita andalkan, suatu teladan yang benar-benar menunjukkan kepada kita hidup yang benar. Sayangnya setiap kali Tuhan mengajarkan kepada kita suatu standar hidup melalui Kitab Suci, kita selalu merasa baik tetapi kemudian hanya menganggapnya sebagai suatu idealis yang tidak perlu terlalu dipikirkan. Kita belum menyadari bahwa semakin kita jauh dari standar yang diajarkan oleh Kitab Suci semakin kita sulit menemukan standar yang benar dan dapat diandalkan di dunia ini.
Mari kita memohon agar Roh Kudus memampukan kita dalam meneladani Kristus, memang bukanlah sesuatu yang instant tetapi bukankah dengan ketekunan dan iman, kita akan dibimbing dalam suatu pertumbuhan rohani yang indah.
 

Back to Top


Doa Yang Dijawab

"Dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari padaNya, karena kita menuruti segala perintahNya dan berbuat apa yang berkenan kepadaNya."
( 1 Yoh. 3:22 )

Tanggal :

9 Juni 1998

Bacaan :

1 Yoh. 3:19-24

Refleksi :

Sudahkah kita mencoba mengerti dan melakukan segala sesuatu yang memperkenan hati Tuhan? Adakah hal-hal yang perlu kita perbaiki dalam hidup kita?

Doakan Bersama :

• Segala aspek kehidupan sebagai anak-anak Tuhan agar benar-benar kita perhatikan dan pertanggungjawabkan khususnya semakin sulitnya tantangan hidup.

    Salah satu sebab banyaknya doa-doa kita yang tidak terjawab adalah kita tidak melakukan hal-hal yang berkenan kepada Tuhan. Rasul Yohanes mengatakan dengan jelas: "Dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya, karena kita menuruti segala perintahNya..."
Janji Tuhan ini pasti, yaitu apa saja yang kita minta kita akan memperolehnya bila kita memperhatikan segala hukumNya. Ketaatan dan kesungguhan kita dalam melakukan setiap perintah Tuhan merupakan salah satu syarat dikabulkannya doa-doa kita dan hal ini juga menunjukkan seberapa dekat hubungan kita denganNya.
Seorang anak yang benar dan mengasihi bapanya, ia tidak akan puas hanya dengan melakukan apa saja yang diperintahkan bapanya, tetapi ia akan berinisiatif mencari dan melakukan hal apa saja yang ia ketahui bisa memperkenankan hati bapanya meski hal itu tidak diperintahkan kepadanya.
Bagaimana kita bisa melakukan perintah-perintah Tuhan bila kita tidak mengetahui apa saja perintah-perintah Tuhan atas hidup kita?
Jika kita rindu mendapat kuasa di dalam doa, kita harus mempelajari firmanNya dengan tekun dan teratur setiap hari. Lewat pembacaan firman Tuhan yang teratur setiap hari, banyak kekuatan dan petunjuk dari Tuhan yang berguna untuk menghadapi kerasnya kehidupan ini? (2 Tim. 3:16-17).
Tidak jarang kita memperalat dan mungkin meminta Tuhan yang taat kepada kita dengan mengabulkan semua doa-doa kita. Bila kita rindu memperkenankan hati Tuhan, kita harus taat dan dengan sukacita terus setia melakukan perintah-perintahNya.
 

Back to Top


Jangan Ada Ilah Lain DiHadapanKu

"Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu."
( Kel. 20:2-3 )

Tanggal :

10 Juni 1998

Bacaan :

Kel. 20:2-3

Refleksi :

Tuhan adalah Tuhan dalam hidup seorang umat dan Tuhan bukan Tuhan dalam hidup seorang yang bukan umat.

Doakan Bersama :

• Berbagai krisis yang terjadi di Indonesia kiranya membuat kita semakin peka akan rencana Tuhan sehingga dapat melakukannya dengan rendah hati dan taat kepada Tuhan.

    Sebelum peristiwa eksodus, wahana kemesiran membentuk cara pandang bangsa Israel, termasuk wawasan ibadah keagamaan mereka. Pluralisme merupakan kewajaran bagi religi Mesir, mereka akrab dengan keanekaragaman dewa dewi. Namun, saat pemanggilan Israel keluar dari Mesir, untuk menjadikan mereka umat pilihan Allah, Ia tak ingin situasi itu terus berlanjut dan, Allahpun menegakkan hukum: "Akulah TUHAN, Allahmu..." (ay.2-3).
Allah menantikan sembah ibadah Israel, karena Ia yang memanggil mereka menjadi umatNya. Allah ingin mendidik umatNya untuk belajar mencintai diriNya dengan sepenuh hati, jiwa, dan akal budi. Seperti yang pernah dikatakan Martin Luther, kita harus takut, mengasihi Tuhan, serta mengandalkan Dia lebih dari segalanya.
Kita cenderung merasa diri tidak pernah melanggar Hukum ini, karena kita bukan penyembah berhala. Sesungguhnya, kita sedang menjalani kekompleksan zaman (materialisme, rasionalisme, hedonisme, dan masih banyak lagi lainnya). Tanpa sadar, kita telah mengabdikan diri kepada ilah lain di luar Allah. Karena hobby, orang mungkin akan bermain-main sedemikian rupa, dengan jenis permainan tertentu, hingga ia absen dari ibadah hari Minggu. Karena pengaruh rasionalisme, orang telah menghakimi penuturan Alkitab tentang Allah secara semena-mena. Karena materialisme orang mengumpulkan harta dengan melanggar semua rambu-rambu etika ekonomi yang Allah tegakkan. Hedonisme mungkin menyeret orang untuk lebih mencintai diri sendiri daripada Allah. Itu sebabnya, hukum inipun masih terus relevan bagi kita: Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu.
 

Back to Top


Hukum MenJadi Panglima Bangsa

"Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum."
( Ams. 29:18 )

Tanggal :

11 Juni 1998

Bacaan :

Mat. 5:13-16

Refleksi :

Sebagai Garam Ilahi yang seharusnya mempengaruhi dunia,
tidakkah gereja harus mulai memikirkan kepeloporannya di bidang penegakkan hukum?

Doakan Bersama :

• Orang-orang yang sakit, kekurangan, mencari pekerjaan, dan bermasalah agar tidak undur iman dan tetap bersandar pada Tuhan.

    Pakar UI berhasil menuntaskan paket reformasi, yaitu sejumlah konsep (di bidang politik, ekonomi, dan hukum) untuk menanggulangi krisis di Indonesia; ini merupakan bentuk kepedulian UI terhadap tatanan masa depan Indonesia, dan rumusan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah. Reformasi di bidang hukum pun harus dilakukan. Sebagai negara hukum, sesuai dengan UUD ’45, hukum harus menjadi panglima dalam penyelenggaraan berbangsa dan bernegara. Di masa depan, perlu dilakukan revitalisasi pengadilan, termasuk penciptaan pengadilan yang independen dan melaksanakan hukum secara tegas dan lugas.
Setelah setengah abad merdeka, baru hari ini, masyarakat berteriak tentang keharusan bagi hukum untuk menjadi panglima dalam penyelenggaraan berbangsa dan bernegara. Ironis bukan; dan anehnya, para pemimpin gerejapun seakan tidak peduli terhadap semua kebutaan itu.
Jauh sebelum semua terpapar di hadapan kita. Si bijak Salomo sudah menarik garis pene-gasan yang kaidahwi: "Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat..." (Ams. 29:18). Wahyu yang dimaksud oleh Salomo adalah Taurat, perangkat hukum yang dinyatakan Allah kepada Musa, untuk ditempatkan sebagai dasar dari tatanan hukum Israel bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Tanpa penyataan ilahi itu, rakyat tidak akan menjadi rakyat, tapi penjarah dan perampok. Sehingga, Salomopun menyimpulkan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara membutuhkan hukum; dan Allah melihat serta mengetahui kebutuhan tersebut. Kesadaran demikian ia aminkan dengan berkata: "Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum."
 

Back to Top


Bermegah Dalam Dia

"... siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku..."
( Yer. 9:24 )

Tanggal :

12 Juni 1998

Bacaan :

Yer. 9:23-24

Refleksi :

Maz. 1 adalah falsafah hidup orang yang mengandalkan Tuhan dalam seluruh aspek hidupnya. Apakah Anda orang seperti itu?

Doakan Bersama :

• Para pekabar Injil di seluruh dunia, agar tahu menempatkan dirinya dan menyampaikan kebenaran dengan cerdik, tulus, dan bijaksana.

    Ironis dan tragis. Itulah kata yang bisa dipilih untuk melukiskan apa yang sudah dan sedang terjadi di Indonesia pada satu tahun terakhir ini. Sebelumnya, orang begitu bangga dengan apa yang dicapai melalui pembangunan negara, yang secara fisik nampak begitu hebat. Banyak orang terbuai dalam rasa bangga karena kehebatan dirinya.
Tapi keadaan berubah. Buih-buih indah yang selama ini dinikmati tiba-tiba pecah diterpa krisis. Kebijakan, kekuatan dan harta kekayaan yang selama ini dibanggakan tiba-tiba hilang begitu saja, habis tanpa pamit, dan hanya meninggalkan bekas luka yang dalam berupa penyesalan. Orang kaya tiba-tiba bangkrut, yang berkuasa akhirnya harus terhempas dari tahtanya. Semua yang menjadi kebanggaan, kini berubah menjadi aib yang mendatangkan malu dan penyesalan.
Di tengah dunia yang penuh dengan kesombongan, ada sekelompok orang minoritas yang selalu tertekan, terdesak bahkan kadang terluka oleh aniaya. Tapi di dalam diri dan hidup orang ini selalu akan dapat ditemukan adanya suatu kekuatan yang terus menopang dan memberi kekuatan untuk terus tegak berdiri. Ada damai yang melampaui situasi dan kondisi dalam dirinya. Sebab kekuatan yang menopang dan membuat dirinya kuat berdiri penuh rasa bangga dalam pengenalannya kepada satu-satunya Tuhan dan Juruselamat; Tuhan Yesus Kristus.
Mengenal Tuhan secara dalam dan benar, itulah rahasia kekuatan hidup. Sebab di dalam pengenalan itu, mengerti sifatNya, kehendakNya, rencanaNya. Dia selalu menaruh dirinya di jalan yang berkenan kepadaNya, dan dia hidup dengan penuh bahagia.
 

Back to Top


Salah Berdoa

"Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu."
( Yak.4:3 )

Tanggal :

13 Juni 1998

Bacaan :

Yak. 4:1-10

Refleksi :

Apakah Anda sering tidak menerima apa yang Anda doakan? Mungkin karena Anda salah berdoa, mintalah Roh Kudus membantu Anda dalam kelemahan ini.

Doakan Bersama :

• Keluarga, sahabat, kerabat, dan rekan kerja anda yang belum percaya kiranya Tuhan membuka jalan dan memakai anda sebagai penyalur berkat dan keselamatan bagi mereka.

    Ketika membaca bagian ini mungkin kita akan mendapati suatu pesan yang mengkagetkan kita, ternyata pada waktu kita berdoa, kita bisa salah berdoa, bahkan dikatakan bahwa doa-doa kita hanya untuk memuaskan hawa nafsu kita. Suatu hal yang mengerikan bukan?
Mengingat hal yang demikian menakutkan ini, Allah mengajak kita untuk mendekatkan diri padaNya sehingga kita mendapat kekuatan untuk melawan hal-hal dunia yang jahat. Demikian juga Tuhan akan menunjukkan pada kita kelemahan kita, bukankah karena itu dikatakan bahwa Roh akan membantu kita berdoa kepada Allah (Rm. 8:26).
Bukankah kadang kita melihat seorang ahli mesin dengan cekatan memperbaiki suatu mesin yang rusak sedangkan bila hal itu diberikan pada kita untuk kita kerjakan akan memakan waktu berbulan-bulan. Demikian juga seorang dokter ahli yang sedang mendiagnosa suatu penyakit. Itu dapat mereka kerjakan karena mereka memang ahlinya. Di dalam permasalahan kehidupan kita siapa yang ahli didalamnya? Diri kita sendiri sudah demikian dipengaruhi oleh hal-hal dunia yang menyesatkan. Sebelum beranjak ke orang lain, kita perlu mencari dasarnya yaitu Roh Kudus, inilah yang diutus Allah untuk menolong kita, Dialah Sang Penolong bagi permasalahan kita.
Roh Kudus tahu bagian mana yang harus diperbaiki. Kita tidak tahu apa yang seharusnya kita doakan. Kita sering tidak menerima karena kita meminta hal-hal yang salah. Kalau demikian kenapa kita tidak memintaNya untuk menolong kita, dan berhenti untuk berdoa secara salah.
 

Back to Top


Kebenaran Yang Bernyanyi

"Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, diantara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit."
( Luk. 24:5b-6a )

Tanggal :

14 Juni 1998

Bacaan :

Luk. 24:1-12

Refleksi :

Kebangkitan Kristus akan senantiasa memberikan pengharapan kepada setiap orang Kristen.

Doakan Bersama :

• Orang-orang percaya yang mengalami penganiayaan di negara-negara yang menolak Injil agar kuasa salibNya menjadi sumber kekuatan dan penghiburan untuk tetap bertahan dalam Dia.

    Pemberitaan Kristus bangkit yang diwartakan oleh malaikat Tuhan dapat menjadi kabar yang membangkitkan semangat iman dari murid-murid yang sudah mulai memudar. Semangat iman ini berkobar kembali didasarkan pada fondasi 'kehistorisan' Yesus, yaitu Ia telah mati karena dosa-dosa kita sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan dan Ia telah bangkit pada hari ketiga, sesuai dengan Kitab Suci (1Kor. 15:3b-4). Kehistorisan Yesus ini, jelas didasarkan pada penggenapan nubuatan yang terjadi pada hidupNya. Dengan kata lain hidup dan karyaNya merupakan penggenapan dari kebenaran Kitab Suci.
Iman yang bertumpu pada hidup dan karya Yesus, menjadi kebenaran yang dapat membangun pengharapan yang lebih terjamin dan memuaskan. Hal ini dapat termungkinkan karena adanya bukti yang menunjukkan bahwa kebangkitan Kristus merupakan prototipe bagi orang pecaya untuk menang dan mengalahkan dosa. Dosa tidak lagi menjadi 'momok' yang menakutkan manusia. Melainkan semuanya itu sudah dikalahkan dan dipatahkan oleh kebangkitan Kristus. Artinya kebangkitan Kristus memiliki kuasa untuk memberikan jaminan bahwa permasalahan dosa dan kebinasaan sudah diselesaikan oleh Kristus sendiri.
Kekuatan dari kebangkitan Kristus, menempatkan orang percaya pada keberanian untuk menyatakan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kami (1Kor. 15:14,17). Inilah yang seharusnya menjadi nyanyian kemenangan yang senantiasa dikumandangkan. Nyanyian yang melantunkan adanya syair Kristus bangkit dan hidup selamanya.
 

Back to Top


Tuan Dan Hamba

"... Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna, kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."
( Luk. 17:10b )

Tanggal :

15 Juni 1998

Bacaan :

Luk. 17:7-10

Refleksi :

Mintalah mental seorang hamba dengan kemurnian kerendah hatiannya pada Tuhan untuk mewarnai pelayanan Anda!

Doakan Bersama :

• Pelbagai Lembaga-Lembaga Kristen yang ada agar terus menjadi wadah yang dipakai Tuhan lebih efektif lagi sehingga nama Tuhan dimuliakan.

    Perikop yang kita baca ini menarik sekali khususnya bagi kita yang telah melayani Tuhan. Sebagai anak Tuhan yang telah ditebus dengan darahNya yang kudus, kita semua terpanggil untuk melayaniNya sebagai panggilan hidup kita. Tetapi kemudian pada waktu kita mulai melayani ada beberapa sikap yang muncul, salah satunya adalah sikap yang demikian senang dipuji karena pelayanan yang telah dikerjakannya.
Memang bukanlah salah kalau kita senang dipuji, tetapi kalau sampai pujian itulah yang menjadi alasan kita melayani, ini sudah tidak benar lagi. Dengan jelas Tuhan Yesus memberikan nasihat tentang jiwa seorang pelayan Tuhan yang mesti punya mental seorang hamba. Yang dimaksud penuh penyangkalan diri bukan hanya pada waktu sedang melakukan pelayanannya itu tetapi juga pada waktu telah selesai mengerjakannya.
Hal yang paling saya takuti setiap kali melayani Tuhan adalah mencuri kemuliaan Tuhan. Bukan berarti karena itu, Allah menjadi tidak mulia, tetapi saya sebagai pelayan Tuhan yang sedang "nebeng" kemuliaan yang seharusnya bagi Tuhan. Yang sering terjadi dalam kehidupan ini adalah farisi-farisi yang demikian ingin dilihat kerendahan hatinya oleh orang lain supaya bisa tinggi hati. Yang ingin dipuji-puji orang adalah pelayanannya, supaya nafsu harga dirinya bisa terlayani.
Mari kita koreksi diri masing-masing khususnya bagi setiap kita yang sedang melayani Tuhan. Masihkah ada semangat yang demikian dalam diri kita?
 

Back to Top


Persengkongkolan Melawan Allah

"Dan berkata: Kamu harus mengatakan, bahwa murid-muridNya datang malam-malam dan mencuriNya ketika kamu sedang tidur."
( Mat. 28:13 )

Tanggal :

16 Juni 1998

Bacaan :

Mat. 28:11-15

Refleksi :

Ketidakpercayaan pada kebangkitan Yesus, merupakan bukti akan adanya ketidakpercayaan pada Tuhan penyelamat.

Doakan Bersama :

• Mohon Tuhan memelihara semangat pelayanan kita sebagai anak-anak Allah di tengah-tengah semakin sibuk dan sulitnya tantangan hidup.

    Mayat Yesus dicuri oleh murid-murid, merupakan cerita bohong yang sengaja dihembuskan oleh imam-imam kepala untuk menolak fakta kebenaran Yesus bangkit. Cerita bohong ini sengaja 'diumpankan' untuk mengaburkan keterangan para penjaga kubur Yesus yang telah menyaksikan proses kebangkitan Yesus, yaitu melihat malaikat Tuhan turun dari langit dan menggulingkan batu penutup kubur Yesus (ay.2). Tidak mengherankan peristiwa ini menjadi pengalaman yang dahsyat dan menakutkan bagi para penjaga kubur ini (ay.4).
Sayang sekali, peristiwa yang seharusnya menjadi kebenaran yang menyadarkan bahwa Yesus bangkit dan harus dipercaya, tidak menjadikan mereka bersukacita dan bersyukur, melainkan mereka menyusun rencana untuk menggagalkan fakta kebangkitan Yesus. Yaitu memfitnah murid-murid yang mencuri mayat guruNya dan dikatakan bangkit. Ini termungkinkan karena ada suap yang memberi sejumlah uang untuk menutup mulut para penjaga ini. Menjadi lembaran kelabu yang menunjukkan adanya persengkongkolan manusia melawan kedaulatan Allah. Ini dosa yang dapat menjerumuskan orang lain.
Dusta dan kebohongan menjadi penekanan yang dikerjakan oleh iblis di dalam mengaburkan dan menutupi kebenaran sejati, yaitu Kristus bangkit. Penekanan dari iblis, dapat menjadi penolong bagi manusia untuk memahami kenapa muncul orang-orang 'kunci' baik di dalam gereja maupun di luar yang menyerang kebangkitan Kristus. Karena strategi iblis adalah menyesatkan pemimpin dan pengikutNyapun akan melakukan hal yang sama. Ini menakutkan.
 

Back to Top


Pengampunan Tuhan Sempurna

"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."
( 1 Yoh. 1:9 )

Tanggal :

17 Juni 1998

Bacaan :

1 Yoh. 1:5-11

Refleksi :

Sudahkah Anda mengakui dosa-dosa Anda dan memohon pengampunan dari Tuhan? Mintalah kekuatan dari Tuhan agar Anda bisa menang atas dosa-dosa yang telah Anda akui.

Doakan Bersama :

• Sikap kita sebagai orang Kristen di dalam beribadah agar benar-benar mempunyai hati yang takut dan hormat kepada Tuhan.

    Salah satu penghambat pertumbuhan kerohanian orang Kristen adalah perasaan bersalah atas dosa-dosa tertentu yang belum terselesaikan. Iblis sering memakai perasaan bersalah ini untuk menghalangi hubungan kita dengan Tuhan terlebih bila kita sering jatuh bangun terhadap dosa yang sama.
Kita perlu mengingat bahwa kematian Kristus di kayu salib merupakan korban tebusan yang sempurna untuk segala dosa-dosa kita apa pun dosa kita baik yang kita perbuat di masa lalu, sekarang dan masa akan datang (Yes. 1:10).
Suatu ketika seorang atheis mengajukan pertanyaan yang menjebak kepada Billy Graham: "Seandainya Hitler menerima Kristus saat menjelang kematiannya, apakah dosanya bisa diampuni dan ia akan masuk surga dan bagaimana dengan orang lain yang hidup dengan baik namun menolak Kristus akankah masuk neraka?" Jawab Billy Graham: "Seandainya Hitler menerima Kristus, Allah dapat mengampuni semua dosa-dosanya dengan sempurna, namun Allah tidak dapat menerima orang yang hidupnya sebaik apapun namun menolak Kristus."
Jika Allah dapat mengampuni dan melupakan dosa masa lalu anda, Iapun tetap tidak menyesal memberikan kesempatan kedua bagi anda untuk mencoba hidup lebih dekat denganNya dan mencoba menghadapi cobaan-cobaan di sekitar kita. Percayalah bahwa Allah itu baik dan tidak akan menuntut anda melakukan hal yang tidak mungkin anda lakukan dan Ia selalu setia menyediakan kekuatan yang cukup bagi anda untuk menghadapi hari esok.
 

Back to Top


Akar Yang Pahit

"Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang."
( Ibr. 12:15 )

Tanggal :

18 Juni 1998

Bacaan :

Ibr. 12:14-17

Refleksi :

Adakah hati kita menyimpan akar-akar kepahitan hidup yang kita biarkan tumbuh dengan subur? Jangan beri sedikitpun kesempatan padanya. Agar pada saat hendak menerima berkat, kita tidak ditolak.

Doakan Bersama :

• Minta keberanian untuk menyatakan kebenaran di lingkungan masing-masing agar terang Tuhan dapat terpancar melalui setiap orang Kristen.

    Don Mansell pernah mengisahkan bahwa bangsa Jepang terkenal di dunia sebagai petani yang ulung. Beberapa puluh tahun yang lalu Jepang mengekspor bawang ke Selandia Baru. Begitu terkenalnya bawang ini sehingga banyak petani Selandia Baru yang tertarik untuk menanam sendiri bibit yang akan mereka beli dari Jepang. Tetapi orang Jepang menyadari bahwa mereka akan kehilangan sesuatu yang menguntungkan, maka dengan sopan mereka menolak untuk menjualnya.
Oleh karena tidak dapat membeli bibit itu, para petani Selandia Baru mencoba menanam bawang dagangan. Bangsa Jepang yang berpandangan jauh ke depan tidak meremehkan kemungkinan itu. Dengan hati-hati mereka membersihkan akar-akar bawang itu, bahkan mereka mengebiri bawang itu. Setelah beberapa kali petani Selandia Baru menanam bawang itu, kebanyakan dari mereka menyerah kalah. Tetapi seorang petani tetap berusaha. Setiap kali dia membeli bawang dari Jepang, dengan hati-hati dia menelitinya satu per satu kalau-kalau masih ada satu bawang yang masih terdapat akarnya, biar sedikit saja. Akhirnya dia menemukan satu biji bawang yang masih mempunyai akar. Dengan hati-hati dia menanamnya. Dengan setia dia merawatnya. Akhirnya usahanya itu berhasil. Tidak lama kemudian, Jepang pun kehilangan pasaran bawang di sana. Penulis Ibrani pun hendak menyatakan janganlah menjauhkan diri dari kasih karunia, dan jangan memberi kesempatan sedikitpun akar kepahitan itu tumbuh. Karena hal itu akan menyebabkan kita kehilangan kesempatan untuk memperbaiki diri (bnd. ay.17).
 

Back to Top


Bukti Kebangkitan Kristus

"Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu."
(Luk. 24:37 )

Tanggal :

19 Juni 1998

Bacaan :

Luk. 24:36-49

Refleksi :

Kebangkitan Kristus menjadi jaminan keselamatan yang kita dapatkan.

Doakan Bersama :

• Pembinaan masyarakat dalam mental, moral, etis, dan dasar spiritualitas yang tangguh dalam menyongsong era perdagangan bebas.

    Penampakan diri Kristus setelah kebangkitan kepada murid-murid menjadi meterai kesempurnaan karya keselamatan yang dikerjakan Allah bagi manusia. Karena jelas, jika Kristus tidak dibangkitkan maka penderitaan kayu salib hanya menunjukkan kebaikan seseorang yang mau berkorban bagi orang lain, tetapi tidak dapat menyelamatkan. Selain itu, nubuatan keselamatan melalui karya Kristus yang dicatat di dalam Kitab Suci hanya selogan kosong yang tidak terbukti, karena si Pelaksana tidak berkuasa menghadapi maut.
Keyakinan ini, harus menjadi pemahaman yang dimengerti oleh murid-muridNya. Karena di dalam diri merekalah pertama-tama kesempurnaan keselamatan Kristus harus dinikmati. Mereka adalah orang-orang yang sudah dipersiapkan oleh Kristus untuk menjadi 'ujung tombak' misi penyampaian keselamatan Allah dalam Kristus kepada dunia. Mereka perlu diyakinkan dan diteguhkan dalam kesempurnaan keselamatanNya.
Untuk merealisasikan peneguhan ini, Kristus menampakkan diri kepada murid-murid. Namun respon pertama mereka adalah terkejut dan ketakutan.
Keterbatasan ini, menjadikan Kristus mengajarkan bukti kebangkitan sebagai tanda pengesahan bahwa yang mereka lihat adalah Tuhan yang sama yang mereka kenal, bahkan lebih mulia karena memiliki tubuh kebangkitan yang sempurna dan tak binasa. Penampakan Kristus menjadi bukti untuk mengimani bahwa percaya kepada Kristus adalah hal yang benar. Bukti kebangkitan Kristus menjadi alat yang menyadarkan manusia bahwa keselamatan dari Kristus sangat dibutuhkan.
 

Back to Top


Pemimpin Rohani (I)

" Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umatKu, orang Israel keluar dari Mesir."
( Kel. 3:10 )

Tanggal :

20 Juni 1998

Bacaan :

Kel. 3:1-22

Refleksi :

Melayani Tuhan itu merupakan hak istimewa yang Allah berikan , biarlah semua ini menjadikan tetap setia dan rendah hati dalam pelayanan yang Tuhan percayakan.

Doakan Bersama :

• Anak-anak di seluruh dunia agar dapat mengatasi godaan seperti: obat-obat terlarang, tindakan kriminal, dan perbuatan amoral.

    Baru-baru ini seorang remaja putri akan lulus dari SMU tahun ini datang kepada saya. Dia menjelaskan kepada saya bahwa ia berminat untuk masuk sekolah Alkitab di kota Malang. Kemudian saya bertanya kepada dia, apa yang mendorong dia untuk sekolah Alkitab tersebut? Kemudian ia menjawab kalau kuliah di sekuler itu mahal dan ia ingin sekolah di Malang supaya ia terbebas dari tekanan orang tuanya. Nampaknya anak remaja ini tidak tahu tujuan dan arti panggilan untuk menjadi seorang hamba Tuhan.
Memang saat ini banyak orang Kristen ingin menjadi hamba Tuhan tetapi ia tidak tahu kenapa ia menjadi hamba Tuhan. Bahkan ada seorang yang menjadi pemimpin rohani atau pengurus gereja tidak tahu tujuan kenapa ia menjadi seorang pemimpin rohani. Maka tidak mengherankan kalau mereka menganggap remeh pelayanan Tuhan itu dan mereka tidak lagi melihat bahwa melayani Tuhan itu merupakan anugerah yang Allah berikan kepada kita. Di mana kita dijadikan rekan sekerja Allah dalam menggenapkan rencana keselamatan Allah bagi dunia.
Musa sadar kalau Allah memanggil dan mengutusnya untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir itu merupakan anugerah Allah dan inisiatif Allah sendiri. Kita bisa melihat dari kelahirannya yang mendapatkan perlakuan istimewa. Bahkan Allah sendiri menyatakan kepadanya di gunung Horeb. Jadi bukan kebetulan atau diminta oleh manusia. Bukan pula karena ambisinya atau kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh Musa yang diperoleh di istana Firaun (bnd. Kis 7:23-29).
 

Back to Top


Pemimpin Rohani (II)

" Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umatKu, orang Israel keluar dari Mesir."
( Kel. 3:10 )

Tanggal :

21 Juni 1998

Bacaan :

Kel. 3: 1-22

Refleksi :

Menjadi Pemimpin rohani bukan tujuan akhir dari seorang Kristen, tetapi tujuan akhirnya adalah memiliki jiwa rohani yang mau memimpin orang lain kepada pengenalan dan hidup sesuai kehendak Allah.

Doakan Bersama :

• Pertumbuhan rohani dan kehidupan pribadi umat Kristen dalam hal doa, saat teduh, PI, dan persekutuan.

    Ketika Allah memanggil Musa untuk melepaskan bangsa Israel dari perbudakan di tanah Mesir. Musa berusaha untuk menghindar dari panggilan tersebut dengan berdebat dengan Allah.
Dari perdebatan Allah dengan Musa, kita juga dapat melihat suatu tuntutan dari Allah kepada seorang pemimpin rohani. Tuntutan ini dapat dikatakan sebagai tugas bagi seorang pemimpin rohani. Diantaranya:
Pertama, Melepaskan dan menuntun umatnya dari Mesir dibawa ke negeri yang baik dan luas serta berlimpah-limpah susu dan madu (ay.8). Melepaskan dan menuntun merupakan gambaran suatu tugas untuk membebaskan umat manusia dari belenggu dosa dan menuntun kehidupan mereka dalam kebenaran yang membawa kebahagiaan yang kekal dan abadi.
Kedua, Membawa umat untuk beribadah kepada Allah (ay.12). Kata ibadah disini memakai kata sujud yang memiliki arti pernyataan hormat dengan berlutut serta menundukkan kepala sampai ke tanah. Penekanan ibadah ini bukan secara lahiriah, tetapi hati yang berpaut kepada Allah sepenuhnya.
Ketiga, Mengenalkan Allah kepada umat bahwa Yahweh yang membuat perjanjian dengan Israel (ay.14-15), artinya"Aku adalah Aku" atau "Aku akan jadi seperti yang Aku akan jadi." Yaitu, Ia adalah asli dan bebas (tidak tergantung pada apapun saja), dan hadir secara aktif bersama umatNya.
Keempat, Menjadi berkat bagi umat melalui teladan hidup dan kesaksian yang baik di tengah-tengah umat dan masyarakat yang sedang dilanda krisis ketidakpercayaan.
 

Back to Top


Gerbang Indah

"Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan padamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazareth itu, berjalanlah."
( Kis. 3:6 )

Tanggal :

22 Juni 1998

Bacaan :

Kis. 3:1-10

Refleksi :

Ketergantungan hidup orang percaya sangat dipengaruhi oleh keimanan pada Allah.

Doakan Bersama :

• Para orang tua agar memberikan waktu dan perhatian dalam kebenaran kepada anak-anaknya dengan lebih bertanggung jawab.

    Mujizat kedua yang dicatat di dalam Kisah Rasul setelah turunnya Roh Kudus adalah penyembuhan orang lumpuh sejak lahirnya. Mujizat ini dapat terjadi karena ada kuasa dalam nama Kristus. Ini berarti nama Kristus dapat menjadi jaminan yang membuat Gerbang Indah Bait Allah makin indah dan semarak. Jadi bukan Gerbang Indah yang menjadikan orang lumpuh ini indah kembali dengan berjalan, melainkan nama Kristus yang menjadikan orang ini elok kembali.
Keberanian untuk mempraktekkan nama Kristus yang berkuasa ini, jelas didasarkan pada pemahaman adanya Roh Kudus yang meyertai Petrus dan Yohanes. Roh Kudus memberikan keberanian bukan saja di dalam berkhotbah tentang Kristus, tapi juga memberikan keberanian untuk beriman di dalam nama Kristus. Maka kehadiran Roh Kudus menjadi pendobrak kesempitan manusia di dalam memahami keberadaan Allah yang tak terbendung apapun ketika Dia bekerja melalui manusia yang terbatas dan tak sempurna. Inilah keberanian iman yang melampaui batas-batas keraguan yang seringkali membelenggu iman orang percaya kepada Tuhan.
Batas-batas keraguan di dalam beriman kepada Tuhan, menjadi nihil ketika Petrus berkata kepada orang lumpuh itu berjalanlah. Di mana perkataan Petrus bukanlah bersumber pada kuasa manusia, melainkan pada kuasa Allah. Mujizat yang menyadarkan adanya kuasa Allah yang tak tertandingi oleh kuasa apapun di dalam dunia ini. Kuasa Allah yang menyiratkan adanya kemampuan yang tidak terbatas di dalam menangani kesulitan apapun. Kuasa Allah membangun kehidupan orang percaya makin berani menempatkan Allah di dalam tahta kehidupannya.
 

Back to Top


Teladan Zakheus

"Lalu kata Yesus kepadanya: Melihatkah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!"
( Luk. 18:42 )

Tanggal :

23 Juni 1998

Bacaan :

Luk. 19:1-10

Refleksi :

Sudahkah Anda memiliki kerinduan seperti Zakheus yang kemudian disapa dengan mesra oleh Tuhan? Kalau sudah apakah Anda juga sudah menyapa orang lain seperti Tuhan menyapa Zakheus?

Doakan Bersama :

• Para aparat keamanan dalam menjalankan tugas tetap dengan sabar, bijaksana, dan adil.
• Keluarga dan kesehatan para aparat keamanan.

    Banyak orang waktu itu menganggap Zakheus orang berdosa yang hina, tetapi mereka berhenti sampai di sana. Mereka menganggap orang berdosa itu terlalu hina dan perlu dikucilkan, tidak perlu ditegur apalagi untuk berteman dengannya dan makan dirumahnya. Mungkin hal ini juga yang membuat Zakheus terus hidup dalam pekerjaannya sampai bertemu Tuhan Yesus.
Sebenarnya perikop ini langsung menunjukkan keunikan yang luar biasa, di satu pihak kita melihat Zakheus sebagai seorang yang dikucilkan oleh masyarakat, tetapi kerinduannya untuk melihat Tuhan lebih besar dari yang hina, karena tubuhnya yang pendek sehingga tidak bisa melihat Tuhan, tetapi dia tidak menyerah, dia naik di atas pohon dan melihat dari sana. Kita perlu malu bukan kalau saat ini untuk kerinduan yang kita punyai tidak begitu disertai pengorbanan dan usaha seperti Zakheus.
Dan yang indah ketika bagaimana Tuhan menjawab kerinduan Zakheus dengan sapaan yang manis. Saya yakin sapaan Tuhan waktu itu begitu indah dan menyejukkan hati, itulah sebabnya Zakheus berani turun dan menghampiriNya dan seketika itu juga bertobat dihadapan Tuhan. Suatu hal yang demikian indah ketika kita rindu, kemudian Tuhan dengan hangat menyapa kita. Apakah kita ingin mendapatkan sapaan yang demikian, teladanilah Zakheus! Dan kita juga kemudian dimampukan untuk menyapa orang lain dengan sapaan penuh berkat itu. Suatu sapaan yang menghibur orang seperti Zakheus untuk kemudian bertobat, adakah kita juga mempunyainya?
 

Back to Top


Global Wave of Change

"Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?"
( Kej. 41:38 )

Tanggal :

24 Juni 1998

Bacaan :

Mat. 5:13-16

Refleksi :

Sebagai Terang Ilahi yang seharusnya menerangi dunia, Allah mengisyaratkan gereja untuk melakukan reformasi, bukan cuma di zaman Martin Luther saja; tapi, sejak awal sejarahnya hingga hari ini.

Doakan Bersama :

• Keluarga dan kesehatan jasmani maupun rohani para pemerintah agar dapat menjalankan roda pemerintah dengan jujur dan setia.

    Global Wave of Change bertiup di tengah tahun 1980-an, sebagai arus angin perubahan yang ingin menyampaikan pesan kepada umat manusia agar melakukan penyegaran di sektor-sektor kehidupannya; dari situlah orang sekarang ramai berbincang tentang arus reformasi. M. Gorbachev menggebrak Rusia yang alot untuk berubah, dengan Prestorika (reformasi ekonomi), Glasnost (transparansi), dan Democratcia (demokratisasi). Langkah politis ini terus merembet dan berhasil merontokkan blok-blok komunis dan sosialis di seantero bumi.
Di tengah kebekuan gereja Katolik, Martin Luther juga tanggap terhadap kebutuhan jemaah dizamannya. Reformas Martin Luther kondang dengan sola-gracia, sola-fide, dan sola-scripturanya (hanya anugerah, iman, dan Alkitab), dan melahirkan kelompok Protestan (protestimonium, sejalan dengan kesaksian).
Reformasi tidak harus dimotori oleh orang hebat. Alkitab mencatat tentang sosok Yusuf yang sederhana; mantan budak, baru bebas dari terali penjara, kurang sekolah, bukan lulusan pendidikan ketatanegaraan. Orang ini ditunjuk untuk mereformasi Mesir, negara adi daya ini bakal dihadang oleh krisis ekonomi dan pangan. Ia harus cakap menggariskan kebijakan, trampil menangani sektor-sektor riil, tidak gagal dalam menyiapkan sarana dan prasarana pendukung. Yusuf ternyata berhasil dengan baik, bahkan masih mampu menyediakan ekonomi berkapasitas plus bagi masyarakat pendatang dari luar Mesir. Sampai hari inipun, gereja tetap membutuhkan peran-peran reformasi dari seorang yang penuh dengan Roh Allah, yang bermanfaat bagi penyegaran setiap anggota Tubuh Kristus.
 

Back to Top


Apa Yang Allah Hendaki Kuperbuat?

"Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat?..."
( Kis. 22:10 )

Tanggal :

25 Juni 1998

Bacaan :

Kis. 22:1-22

Refleksi :

Acapkali seseorang pada saat memutuskan karier masa depannya, itu dipengaruhi oleh keputusan yang diberikan oleh orang lain, tanpa melibatkan Tuhan. Bagaimana dengan Anda hari ini?

Doakan Bersama :

• Negara-negara di dunia yang mengalami berbagai masalah, agar dapat diselesaikan dengan hati yang bijaksana dan terus bersandar pada pimpinan Tuhan.

    "Susan, Susan, kalau gede mau jadi apa? Inilah lirik lagu yang dinyanyikan oleh Ria Enes yang sangat populer dengan boneka Susannya. Kita memang sering menanyakan atau mendengar kalimat yang bunyinya seperti lirik lagu di atas. Ketika seorang bocah kecil ditanya tentang cita-citanya. Jawaban yang akan kita perolehpun tentunya beragam.
Seorang anak berkata "Saya mau menjadi supir bis kota." Kemudian ia berkata lagi "Saya mau menjadi dokter." Seperti yang juga dicita-citakan oleh boneka Susan. Namun dalam kesempatan yang lain, di mana pada suatu hari ia melihat buruh pengangkut sampah, sedang mengangkat sampah ke dalam truk. Ia sangat terheran-heran, lalu berkata "Saya mau menjadi pengangkat sampah!" Ayahnya yang berakal budi dan bijaksana berkata "Anakku, engkau harus menjadi apa yang dikehendaki Allah. Allah membutuhkan pendeta dan misionaris. Ia juga membutuhkan dokter Kristen, guru Kristen, perawat Kristen, hakim Kristen, pengacara Kristen demikian juga pengusaha dan pedagang Kristen. Allah mempunyai rencana yang indah dalam kehidupanmu. Bertanyalah kepadaNya, apakah yang Engkau kehendaki aku perbuat?"
Memang benar setiap anak Tuhan harus menggumulkan tentang masa depannya, agar ia boleh berada di tempat yang tepat sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah. Rasul Paulus di dalam pengalaman pertobatan iapun bertanya pada Tuhan, sebagaimana yang kita baca dalam Kis. 22:10. Lalu Tuhan menyatakan kehendakNya kepada Rasul Paulus tentang apa yang harus ia lakukan untuk masa depannya (baca ay.21).
 

Back to Top


Kompetisi (I)
"Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayanan dari semuanya."
( Mrk. 9:35 )

Tanggal :

26 Juni 1998

Bacaan :

Mrk. 9:33-37

Refleksi :

Benarkah disekeliling kehidupan Anda nampak ada perilaku kompetisi? Dan apakah juga Anda terlibat dalam perilaku kompetisi? sejauh mana Anda terlibat ?

Doakan Bersama :

• Daerah-daerah dan suku-suku terasing yang belum terjangkau oleh peradaban, mohon Tuhan mengirim pekerjaanNya agar mereka boleh mendengar Injil.

    Kompetisi atau persaingan merupakan suatu hal yang familiar dalam kehidupan kita. Bagi yang mempunyai hobby sepak bola langsung teringat pada kompetisi liga Italia atau Inggris, atau yang mempunyai hobby basket teringat akan kompetisi NBA.
Kompetisi mengharuskan dua pihak atau lebih berhadapan dan nantinya memunculkan salah satu pihak atau satu saja yang menang.
Ada 3 sebab perilaku seseorang atau pihak berkompetisi, yakni 3 K :
1. Kemuliaan atau kehormatan.
2. Kekayaan.
3. Kekuasaan.
Ketiganya merupakan suatu kebutuhan yang mendasar bagi manusia yang berusaha diraih selama ia hidup di dunia. Sehingga kompetisi merupakan suatu yang tidak terlepas dari kehidupan kita dan kompetisi ini tidak mengenal batasan.
Baik sudah tua atau masih muda, kaya atau miskin, mereka berlomba untuk mendapatkan yang lebih. Berkedudukan atau tidak, pandai atau bodoh, berintelektual atau tidak, bergaji jutaan atau pengemis dijalanan. Bahkan bermoral atau tidak bermoral, bahkan sampai pada pendeta-pendeta dan gereja-gereja tidak steril dari perilaku kompetisi atau persaingan.
Dalam Alkitab baik Perjanjian Baru maupun Perjanjian Lama juga mencatat bentuk perilaku-perilaku berkompetisi. Kita akan melihat pada bagian selanjutnya atau perenungan hari selanjutnya, contoh perilaku kompetisi dalam Alkitab, bagaimana Tuhan Yesus memandang perilaku kompetisi dan apakah kompetisi itu dilarang serta dampak dari perilaku kompetisi.
 

Back to Top


Kompetisi (II)
"Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayanan dari semuanya."
( Mrk. 9:35 )

Tanggal :

27 Juni 1998

Bacaan :

Mrk. 9:33-37
(lanjutan)

Refleksi :

Berkompetisi untuk berprestise, melayani bukan dilihat dari prestise melainkan dilihat dari kasih, kesetiaan, ketulusan hati dan perasaan empati atas penderitaan orang lain serta kebanggaan bukan oleh pengakuan manusia.

Doakan Bersama :

• Kehidupan kerohanian kita agar melalui kesaksian hidup pribadi banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan sehingga nama Tuhan dipermuliakan.

    Memang kompetisi itu tidak mengenal batasan. Manusia pada zaman PL dan zaman PB bahkan sampai zaman sekarang ini terlibat pada perilaku kompetisi ini.
Contoh dalam PL, dapat dilihat dari Yusuf dan saudara-saudaranya. Memang awalnya dari sikap orang tua yang kurang bijak (kasih sayang dan materi) sehingga memunculkan rasa iri dan muncul persaingan. Yakub dan Esau jelas bersaing untuk mendapatkan hak kesulungan (kehormatan). Abraham dan keponakannya Lot, memang sekilas tidak ada apa-apa tetapi sebenarnya ada persaingan kekayaan. Selanjutnya Kain dan Habil, mereka bersaing mencari kemuliaan dihadapan Allah. Bahkan Adam dan istrinya Hawa mencoba untuk menyaingi Allah baik secara kemuliaan dan kekuasaan.
Dalam PB kompetisi dapat terlihat dalam komunita murid-murid Tuhan Yesus. Indikasinya, terjadinya perdebatan diantara murid-muridNya "Siapa yang paling terbesar diantara mereka?" (ay.33-37). Kemudian Ibu Yakobus dan Yohanes datang kepada Yesus sehingga menimbulkan kemarahan murid-murid yang lain (Mrk. 10:35-45). Bahkan Petrus yang menonjolkan diri: "Biarpun mereka tergonjang imannya, aku tidak" (Mrk. 14:29). Sampai akhirnya Yesus mengatakan "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya"(Mrk. 9:35). Kemudian Ia memberikan teladan dengan mencuci kaki muridNya (Yoh. 13:1-20). Dan akhirnya Ia memberikan perintah 2 kali sebelum Ia meninggalkan murid-muridNya, supaya mereka saling mengasihi.
 

Back to Top


Kompetisi (III)

"Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayanan dari semuanya."
( Mrk. 9:35 )

Tanggal :

28 Juni 1998

Bacaan :

Mrk. 9:33-37
(lanjutan)

Refleksi :

Sejauh mana perilaku kompetisi ada dalam hidup Anda dan sejauh mana pengaruhnya terhadap hubungan Anda dengan Tuhan?

Doakan Bersama :

• Kualitas dan kuantitas kesaksian gereja dalam masyarakat luas.
• Mimbar-mimbar gereja agar memberitakan kebenaran yang setia kepada Firman Tuhan.

    Kita sudah melihat bagaimana perilaku kompetisi dalam Alkitab dan juga didalam kehidupan sehari-hari kita. Menjadi pertanyaan apakah perilaku kompetisi salah dan apakah orang Kristen tidak boleh berkompetisi? Bagaimana pula dengan kompetisi yang sehat?
Mari kita merenungkan! Apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus.
Pertama,"Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua itu akan ditambahkan kepadamu."(Mat. 6:33). Artinya hidup kita berorientasi kepada Kristus saja bukan harta, kehormatan, kedudukan dan kekuasaan. Kalau kita menjadi guru, ahli hukum, dokter, pengusaha, hamba Tuhan semua itu anugerah Allah dan kita dipercayai oleh Tuhan — itu bukan karena usaha kita.
Kedua, Melayani vs Kompetisi. Tuhan Yesus mengatakan "Jika seorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayanan dari semuanya." Jelas prinsip melayani itu berlawanan dengan prinsip bersaing yakni mencapai kemenangan. Melayani tidak mementingkan diri sendiri sedangkan kompetisi berorientasi pada diri sendiri.
Ketiga, Tuhan memberikan setiap anak-anakNya talenta yang berbeda-beda. Dan kompetisi mengajak kita terus melihat perbedaan, sedangkan manusia diciptakan oleh Tuhan dengan memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda-beda. Dimana perbedaan itu menjadikan kita saling melengkapi. Perbedaan di sini hanya perbedaan fungsi tetapi tanggung jawab yang sama. Ketika perilaku kompetisi ada di dalam kehidupan kita, maka kita tidak lagi mampu mengenal potensi kita.
 

Back to Top


Kompetisi (IV)

"Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayanan dari semuanya."
( Mrk. 9:35 )

Tanggal :

29 Juni 1998

Bacaan :

Mrk. 9:33-37
(lanjutan)

Refleksi :

Ciri-ciri perilaku kompetisi sudah dipaparkan, bagaimana dengan Anda, apakah ciri-ciri itu ada dalam perilaku kehidupan Anda?

Doakan Bersama :

• Pengertian doa yang benar sesuai dengan Firman Tuhan dan kerinduan berdoa bagi semua orang.

    Dalam kompetisi ada yang kalah atau menang. Dan setiap orang pasti memilih untuk menang, mereka berupaya untuk menang dan tidak menutup kemungkinan untuk menghalalkan segala cara. Mari kita melihat ciri-ciri perilaku yang nampak dalam perilaku kompetisi.
Pertama, Ciri perilaku dalam kompetisi terlihat pada waktu terjadi perdebatan diantara murid-murid yang mempertanyakan siapa yang paling besar. Kalau kita perhatikan mereka melakukan dengan cara sembunyi-sembunyi tidak berani terang-terangan. Didepan baik-baik dan kelihatan kompak. Adanya perang dingin.
Pertama, Yakobus dan Yohanes menyuruh ibunya untuk menemui Tuhan Yesus dan meminta supaya kedua anaknya mendapatkan tempat disebelah kanan dan kiri ketika nanti Tuhan Yesus menjadi Raja. Memang mereka tidak tahu arti itu Kerajaan Allah Janjikan. Bukankah seringkali kita melihat dalam upaya mencapai kemenangan mereka mencari dukungan dengan berbagai cara.
Kedua, Bagaimana sikap Petrus? Ia mencoba menonjolkan dirinya dan merasa ia adalah yang paling hebat. Ia terjebak kepada kesombongan. Sehingga tidak lagi bisa menghargai orang lain. Menang menjadi sombong sedangkan yang kalah menjadi minder. Perilaku kompetisi bisa menumbuhkan benih kesombongan.
Selanjut, ciri perilaku yang nampak dalam kompetisi dapat dilihat pada diri Yudas. Ia menegur wanita yang menuangkan minyak yang mahal kepada Tuhan Yesus. Disini Yudas terlihat seperti yang orang bijak dan mengkambing hitamkan wanita tersebut. Jadi ciri yang nampak menyalahkan orang lain.
 

Back to Top


Kompetisi (V)

"Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayanan dari semuanya."
( Mrk. 9:35 )

Tanggal :

30 Juni 1998

Bacaan :

Mrk. 9:33-37
(lanjutan)

Refleksi :

Biarlah kesuksesan Anda bukan dari melihat orang lain (bersaing) tetapi bersandar kepada Allah dan tahu tangung jawabnya sebagai anak Tuhan.

Doakan Bersama :

• Lembaga-lembaga pendidikan Kristen dan staf pengajar Kristen agar menjadi kesaksian nyata dalam membina kerohanian untuk kiprahnya bagi negara.

    Bagaimana pandangan kita dengan kompetisi yang sehat? Apa salahnya kalau kita berkompetisi yang sehat? Semua orang dunia juga mempraktekkan kompetisi ini. Mereka berpandangan kompetisi itu baik dan merupakan sarana memacu kita untuk memiliki daya juang tinggi serta suatu upaya mencapai kesuksesan, asalkan dengan cara yang sehat. Bukankah daya juang dan kesuksesan itu merupakan suatu yang harus dimiliki dan diupayakan sebagai insan manusia. Alkitab juga tidak melarang kesuksesan asal diperoleh dari cara yang sehat.
Mari kita melihat apa yang diajarkan Alkitab tentang kesuksesan? Alkitab memang mengajarkan tentang kesuksesan dan tidak melarang orang Kristen berusaha untuk meraih sukses. Tetapi Alkitab tidak mengajarkan kesuksesan berpacu (bersaing) dengan orang lain atau karena melihat orang lain. Alkitab mengajarkan dalam meraih kesuksesan bukan karena orang lain tetapi karena bersandar kepada Tuhan dan tahu tanggung jawab sebagai orang yang sudah dianugerahi. Bersandarkan kepada Allah dan Allah akan memberikan kemampuan untuk meraih kesuksesan. Sedangkan tanggung jawab merupakan bentuk kedewasaan seorang anak Tuhan.
Contoh seorang yang sukses tanpa melalui proses kompetisi adalah Daniel. Daniel tidak melihat teman-temannya sebagai saingan, tetapi sebagai team work yang saling mendukung. Bahkan Daniel ketika menghadapi tantangan ia mengambil sikap datang kepada Allah. Akhirnya menjadi seorang yang sukses tiada tandingan, menjadi wakil penguasa di negeri dan mengabdi 4 raja yang berbeda tanpa cacat.
 

Back to Top


 

Back to Top

husen@hotmail.com