Mei 1999

Prakata

 Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu

1
2
3 4

5

6

7

8
9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 / 31 25 26 27 28 29 30

Webmaster

PEMILU dan ALLAH YANG BERDAULAT

Jika tidak aral melintang, pemilu kali ini akan diselenggarakan pada tanggal 7 Juni 1999 yang akan datang. Pemilu kali merupakan pemilu yang paling semarak mengingat jumlah pesertanya mencapai 48 partai dengan beranekaragam latar belakang, ideologi, basis massa, program, dan lain sebagainya. Dengan jumlah parpol yang sedemikian banyak dan majemuk, pemilu kali ini sarat dengan potensi konflik. Beberapa peristiwa mengindikasikan hal itu, misalnya kasus Purbalingga dan Surabaya. Namun sekalipun situasi pra-pemilu, pemilu dan pasca pemilu berpotensi konflik, harapan berbagai pihak yang mendambakan Indonesia baru dan lebih baik bertumpu pada hasil pemilu kali ini. Hasil pemilu bulan Juni ini akan menentukan dapat atau tidaknya negara kita keluar dari pelbagai krisis yang masih mendera saat ini.
Diperhadapkan pada situasi demikian, bagaimanakah sikap kita sebagai orang Kristen yang sepatutnya? Pertikaian antar pendukung parpol, adanya beberapa wilayah yang dilanda konflik berdimensi SARA (Ambon dan Sambas), dan peledakan bom di berbagai wilayah Jakarta, memang dapat membuat kita menjadi pesimis. Namun mata hati kita perlu tertuju ke "sorga" untuk mengingatkan kita bahwa ada Allah yang berdaulat atas negara Indonesia dan sejarah dunia ini. Riwayat dan penglihatan-penglihatan Daniel sebagaimana yang ditulis dalam kitabnya, menunjukkan dengan jelas bahwa Allah mengontrol jalannya dunia ini. Kerajaan Babilonia, Media-Persia, Yunani dan Romawi pernah berjaya tetapi pada akhirnya satu demi satu berlalu dari panggung sejarah dunia ini. Hanya Allah dan kerajaanNya yang kekal, dan Dia tetap mengontrol negara dan bangsa kita.
Dalam situasi demikian kita perlu terus menerus mempercayakan nasib kita dan bangsa kita kepada Allah yang berdaulat. Kita juga patut pro-aktif dalam menyukseskan pemilu kali ini, khususnya dengan aktif mendaftarkan diri sebagai calon pemilih dan mengikuti pemilu bulan Juni yang akan datang. Keterlibatan orang percaya dalam pemilu kali ini merupakan wujud ketaatan kristiani kepada Allah, kasih dan tanggung jawab kepada bangsa dan negara, serta manifestasi iman; terwujudnya negara Indonesia baru.

 

Back to Top


Pilihanku Atau Pilihan-Nya ?
"Ketika engkau masih muda, engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki tapi jika engkau tua, orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kau kehendaki."
( Yoh. 21:18 )

Tanggal :

1 Mei 1999

Bacaan :

Yoh. 21:18-23

Refleksi :

Ikut Tuhan berarti hidup seturut dengan kehendak-Nya bukan kehendak kita pribadi.

Doakan Bersama :

• Perang Kosovo yang sedang terjadi dapat segera berhenti sehingga tidak memakan korban jiwa. Berdoa supaya pimpinan mengambil cara damai untuk menyelesaikan pertikaian ini.

    Ada suatu jajak pendapat yang dilakukan lembaga internasional, dimana orang muda dan tua diperbolehkan membuat pilihan-pilihan dalam hidupnya. Hasil angketnya adalah sebagai berikut:
Kalau manusia disuruh memilih istri, maka gadis tradisional Jepanglah yang menjadi favorit. Maklum, mereka biasanya patuh dan pengabdi suami. Kalau mau studi? Yang dipilih tentunya benua Australia, yang agak kebarat-baratan tapi masih berbau Asia dan murah harganya. Jika rumah? Inggris menjadi idamannya! Selain besar-besar, keamanannya lumayan. Kalau makanan, pilih yang mana? Ya pasti chinese food. Meski banyak lemak tetapi enak. Kalau gaji? Ya tentu dollar AS, masak rupiah, yang terus melorot nilainya.
Manusia memang pandai membuat pilihan-pilihan dalam hidupnya. Tapi bagaimana kalau disuruh pilih Tuhan? Apakah mereka lebih memilih Tuhan yang hidup dan bangkit dari pada tuhan yang mati? Yesus pernah berkata: "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilihmu" (Yoh. 15:16).
Adalah merupakan anugerah-Nya jika kita termasuk dalam orang-orang pilihan Tuhan. Yang menjadi masalah adalah apakah kita sanggup taat kalau suatu saat Allah berkata: "Ikutlah Aku!" Apakah kita akan menuruti kehendak diri kita sendiri atau seturut dengan kehendak-Nya.
Petrus terus belajar bagaimana ia dapat terus mengikuti dan mengasihi Tuhan secara benar. Ia rela taat sampai ia mati di salib dengan badan yang terbalik. Petrus telah membuat pilihan itu demi terlaksananya kehendak Tuhan. Bagaimana dengan kita?
 

Back to Top


Hikmat Allah Dan Hikmat Kita

"Maka nyatalah kepadaku, bahwa manusia tidak dapat menyelami
segala pekerjaan Allah ... Bagaimanapun juga manusia berlelah-lelah mencarinya , ia tidak akan menyelaminya…"
( Pkh. 8:17 )

Tanggal :

2 Mei 1999

Bacaan :

Pkh 8:16-17

Refleksi :

Allah yang Mahatahu mengenal dan berdaulat atas sejarah umat manusia, baik secara individu maupun kolektif. Karena itu, jaminan yang pasti bagi kita terletak pada Allah sendiri.

Doakan Bersama :

• Ujian EBTANAS untuk kelas SMU akan dimulai esok hari. Segala persiapan yang sudah dilakukan dapat membantu mereka supaya mereka dapat berhasil menja-lankan ujian dengan baik.

    Setelah berbagai kerusuhan terjadi dalam negara kita, kerusuhan susulan masih saja terjadi, dan yang terakhir terjadi di Sambas dan sekitarnya. Beberapa bom yang meledak di Jakarta baru-baru ini juga mengindikasikan hal itu. Namun hingga saat ini, bukan saja kita tidak memiliki jaminan bahwa kerusuhan pasti berhenti, tapi tentang "siapa dan apa" yang berada di balik pelbagai kerusuhan itu masih penuh teka-teki. Pemahaman dan hikmat kita memang terbatas.
Keterbatasan hikmat kita sebagai manusia fana direfleksikan Pengkhotbah dalam dua ayat ini. Sebagai seorang cendekiawan dan orang bijak, dengan rendah hati ia mengakuinya di hadapan Tuhan dan kepada kita (melalui kitab ini), bahwa hikmatnya terbatas! Sekalipun ia telah "memberi perhatian" yang sangat teliti untuk memahami hikmat dan kegiatan manusia, ia tetap tidak sanggup memahami seluruh rencana dan karya Allah. Ia menginsyafi bahwa segala usaha keras, kegigihan, ketekunan, dan sebagainya, tidak akan dapat mengungkap seluruh misteri dalam hidup ini. Hanya Allah saja yang tahu segala misteri di dalam kehidupan manusia.
Kebenaran ayat ini mengingatkan kita bahwa memang banyak hal yang kita tidak ketahui tentang apa yang sedang terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Kita tidak tahu bagaimana akhir dari rangkaian kerusuhan yang masih marak saat ini. Kita tidak tahu masa depan bangsa dan negara kita. Namun, Allah tahu segala sesuatu yang telah terjadi selama ini, pelbagai tragedi yang sedang terjadi saat ini, dan masa depan bangsa dan negara kita. Dia juga adalah Tuhan yang berdaulat atas bangsa dan negara kita.
 

Back to Top


Resiko Reformis

"... segala firman yang Ku-perintahkan untuk kaukatakan kepada mereka. Janganlah kaukurangi sepatah katapun!"
( Yer. 26:2 )

Tanggal :

3 mei 1999

Bacaan :

Yer. 26:1-24

Refleksi :

Firman Tuhan itu adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahpisahkan dan tidak dapat dikurangi.

Doakan Bersama :

• Berdoa untuk setiap KTB yang terbentuk dapat berperan dalam membantu pertumbuhan kerohanian orang percaya. Setiap pemimpin bertanggungjawab atas orang yang dipimpinnya.

    Seorang nabi adalah seorang utusan Allah untuk memberitakan maksud dan kehendak Allah bagi zamannya. Waktu ia memberitakan kabar baik, ia diperlakukan ramah namun bila ia memberitakan hukuman Allah dan mendesak umat-Nya bertobat, maka itu suatu pekerjaan yang sangat berat.
Nabi Yeremia kali ini diperintahkan Allah membawa seluruh bangsa Yehuda bertobat. Kalau mereka mau, maka Allah akan menyesalkan malapetaka yang dirancangkan bagi mereka. Kalau tidak, maka Allah akan membuat bait Allah sama seperti Silo dan kota Yerusalem yang menjadi kutuk bagi segala bangsa di bumi. Bagaimana respons dari umat Allah? Mereka tidak bertobat, malahan mereka mengancam membunuh nabi Yeremia. Lalu apakah Yeremia menjadi takut? Tidak! Nabi Yeremia meneruskan misinya dan ia tidak mengurangi sepatah katapun Firman Allah. Yeremia adalah seorang nabi Allah yang dipakai Allah dan Allah bertanggungjawab atas kehidupannya. Akhirnya Yeremia dilindungi oleh Ahikam bin Safan, sehingga ia tidak diserahkan ke dalam tangan rakyat untuk dibunuh.
Para reformis seperti Martin Luther ataupun Yohanes Calvin juga mengalaminya. Zaman ini membutuhkan reformis-reformis yang berani menegur dosa jemaat maupun pemimpin gereja, agar gereja Tuhan semakin kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Doakan agar Tuhan membangkitkan mereka yang peka akan suara Tuhan, tidak takut kepada manusia juga tidak kompromi dengan dosa, sebaliknya dengan kuasa dan penyertaan Tuhan membersihkan hal-hal dan masalah yang perlu dibersihkan, agar gereja semakin murni dan berkenan kepada-Nya.
 

Back to Top


Barnabas Orang Baik

"Karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan."
( Kis. 11:24 )

Tanggal :

4 Mei 1999

Bacaan :

Kis. 4:36-37

Refleksi :

Rindukah kita menjadi Barnabas masa kini?

Doakan Bersama :

Terjemahan Alkitab baru dalam bahasa: Tamil, Bengal dan Urdu dapat menjadi alat yang dipakai Tuhan untuk memperkenalkan Tuhan Yesus pada mereka yang belum mengenal.

    Barnabas digambarkan sebagai orang baik. Kebaikannya terwujud dalam tiga dimensi:
a. Ia memiliki ‘hidup yang baik’. Tidak ada catatan yang menulis tentang mujizat yang dilakukan Barnabas, namun Alkitab menyebut-nya ‘orang baik, dipenuhi Roh Kudus dan iman’. Dipenuhi di sini berarti: Barnabas mempersilahkan Roh Kudus berkuasa penuh sebagai tuan dalam hati dan kehidu-pannya.
b. Ia memiliki ‘karakter yang baik’. Ia menjual ladang miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul. Pemberiannya dilukiskan dengan: pertama, ia penuh dengan kasih. Ia berbuat hal tersebut bukan karena ‘diperintahkan’ oleh Tuhan, tetapi karena kebutuhan Kerajaan Tuhan. Dengan sukacita ia mempersembahkan; kedua, ia rendah hati. Berbicara mengenai usia dan pengalaman pela-yanan gerejawi, Bernabas mengungguli Paulus; Barnabaslah yang mengangkat Paulus masuk dalam pelayanan, namun Barnabas rela menduduki posisi di belakang Paulus, karena ia melihat akan talenta dan kepemimpinan Paulus.
c. Ia memiliki ‘pelayanan yang baik’. Satu, ia mengangkat tenaga-tenaga baru. Dalam Kis. 9:26-27, murid-murid Tuhan menolak penggabu-ngan diri Paulus kepada murid-murid. Dalam Kis. 11:25; Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus dan ia membawanya ke Antiokhia. Bila bukan Barnabas, mungkin Paulus tidak dapat melayani Tuhan. Ia juga memimpin Markus, penulis Injil Markus; dua, ia menjalankan misi penginjilan. Barnabas adalah tokoh penting di jemaat Antiokhia. Saat Roh Kudus mengutus Barnabas dan Saulus meninggalkan Antiokhia untuk menjalankan misi penginjilan, ia segera taat dan pergi.
 

Back to Top


Barnabas Yang Rendah Hati

"Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada kepada rasul-rasul dan menceritakan kepada mereka bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan ..."
( Kis. 9:27 )

Tanggal :

5 Mei 1999

Bacaan :

Kis. 9:26-27
Kis. 11:22-26
Kis. 13:1-3

Refleksi :

Orang yang rendah hati dapat melihat kelebihan yang dimiliki oleh orang lain dengan bahagia. Apakah Anda memilikinya?

Doakan Bersama :

Umat Kristen yang bersaksi di lingkungan sangat dibutuhkan oleh lingkungannya. Orang Kristen bertambah rindu untuk mempunyai hidup yang kudus.

    Menurut pandangan manusia, manusia dibagi menjadi golongan: kaya-miskin, mulia-hina, pandai-bodoh, dan lain-lainnya.
Menurut pandangan Allah, manusia hanya dibagi menjadi: ‘terpakai’ atau ‘tak terpakai’. Hari ini banyak gereja senantiasa mencari ‘cara terbaik’, namun Allah senantiasa mencari ‘orang yang sesuai dengan hatiNya’. Manusia adalah ‘cara Allah’, yaitu pada saat ia mau berserah diri dalam tangan Allah, rela dibentuk, dikuasai dan dipakai olehNya, maka seorang yang ‘sangat sederhana’ dapat menyatakan hidupnya dengan ‘luar biasa’.
Rasul Paulus adalah rasul yang terbesar, karena ia memiliki otak yang tajam, lidah yang fasih, penuh dengan segala talenta, penulis 13 buku dalam Alkitab, dan pahlawan rohani yang tak tertandingi. Munculnya Paulus ke permukaan gereja, tidak lain tidak bukan adalah jasa Barnabas, yang menerima dan memperkenalkan Paulus (saat itu Saulus) kepada rasul-rasul, karena tidak seorangpun mau menerima Paulus.
Menurut umur dan pelayanan gereja, Paulus setingkat lebih rendah dari barnabas, apalagi Barnabaslah yang memperkenalkan Paulus. Namun dalam Kis. 13:2, pada mulanya catatan menyebutnya sebagai ‘Barnabas dan Paulus’ dan kemudian posisi tersebut berubah menjadi ‘Paulus dan Barnabas' (Kis. 13:42). Barnabas adalah orang yang sangat rendah hati, ia rela menjadi ‘orang kedua’ ketika ia melihat talenta dan kuasa Paulus yang mengungguli dirinya.
Hari ini, banyak orang memiliki talenta menyerupai Barnabas, namun sangat sedikit orang yang memiliki kerendah-hatian seperti Barnabas.
 

Back to Top


Doa Tidak Merubah Apapun

"Tetaplah berdoa."
( 1 Tes. 5:17 )

Tanggal :

6 Mei 1999

Bacaan :

1 Tes. 5:17

Refleksi :

Doa membawa kita lebih mendekatkan diri kepada rencana dan kehendak Tuhan, bukan kehendak kita. Apakah kehendak Tuhan atas hidup kita? Tetaplah berdoa!

Doakan Bersama :

Fungsionaris FKKI, Bamag Jatim, Bamag Surabaya, dan para pemimpin gereja agar dapat menyikapi berbagai permasalahan dengan bijaksana dari Tuhan.

    Pernyataan bahwa "Doa Tidak Merubah Apapun?" cukup mengagetkan banyak orang, khususnya jemaat almarhum Pdt. Dr. Donald Barnhause, seorang pendeta dan pengarang buku di Amerika. Dr. Barnhause pernah menga-takan kepada jemaatnya demikian: "Doa Tidak Merubah Apapun!", saat itu juga semua jemaatnya terdiam. Lalu beliau melanjutkan lagi, bagaimana mungkin doa kita yang sepotong kalimat pendek ini sanggup merubah kehendak Allah yang begitu besar. Bukankah Allah yang kita sembah menguasai seluruh hidup kita? Oleh sebab itu Dr. Barnhause berpendapat bahwa doa kita sebenarnya bukan merubah kehendak Allah, tetapi justru menyempurnakan kehendak-Nya.
Dr. Barnhaause tidak keliru, kecuali dalam satu hal kecil, sebab doa merubah setiap kita. Apabila kita berdoa, kitalah yang berubah! Itulah sebabnya mengapa doa mampu mengalahkan ketakutan, kesedihan dan kecemasan kita. Doa mampu melawan dukacita yang paling dalam.
Tatkala orang yang kita kasihi meninggal, kita terhanyut dengan kesedihan dan kehilangan; kita begitu sedih dan menangis tak henti-henti; lalu kita berdoa. Orang yang meninggal itu tidak pernah bangkit atau hidup kembali; namun ada perubahan dipihak kita, ada kekuatan dalam diri kita untuk menghadapi semua itu. Dengan kata lain, kita diberi kekuatan —yang saya percaya— dari Tuhan untuk menghadapi segala permasalahan yang ada.
Doa sanggup mengubah kita menjadi lebih kuat. Oleh sebab itu, sebagai anak-anak Tuhan; jangan sekali-kali melupakan doa. Kita harus berdoa, Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang baik untuk diri kita.
 

Back to Top


Boleh Atau Tidak Boleh?

"Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan."
( Ef. 5:17 )

Tanggal :

7 Mei 1999

Bacaan :

Kel. 3:1-9

Refleksi :

Pernahkan kita bersyukur atas semua yang telah Dia berikan untuk kita? Pernahkah kita berusaha untuk menyenagkanNya atas apa yang telah Dia berikan untuk kita?

Doakan Bersama :

Gereja kita masing-masing menjadi gereja yang tidak terpuruk dengan program-program ke dalam tanpa memperhatikan masyarakat sekitar.

    Bangsa Israel yang dituntun Allah keluar dari tanah Mesir merupakan rencana Allah bukan rencana manusia. Ketika umatNya diperbudak dengan keras, mereka berteriak minta tolong kepada Tuhan. Kesengsaraan seakan sudah memuncak. Dari sinilah Allah mulai bekerja untuk memulai lembaran baru dalam kehidupan bangsa ini supaya mereka mengenal Allah Yahweh yang menyelamatkan mereka dari kesengsaraan perbudakan di Mesir dan menjadi saksi Allah yang hidup untuk keturunan bangsa ini. Dari ayat 6-8, Allah menanggapi seruan mereka dalam beberapa hal:
Pertama, Allah memperhatikan (ay. 7), terjemahan bahasa sekarang adalah peduli. Penderitaan yang sedang mereka alami memang sangat berat, tapi Allah sorgawi peduli akan hal itu. Manusia pada dasarnya butuh perhatian, apa lagi di saat kesusahan. Siapa yang dapat mengerti kesusahan saudara? Tidak ada! Hanya Allah! Serahkan segala pergumulan Anda padaNya dan Dia akan memperhatikan keadaan saudara.
Kedua, Allah mendengar dan mengetahui penderitaan umatNya. Allah tidak tuli, Ia Mahatahu. Apapun yang sedang terjadi dalam kehidupan kita hanya Allah yang tahu. Sewaktu kita dalam penderitaan, kita mengharapkan Allah dapat menolong kita. Tetapi, ketika kita sedang dalam dosa, kita tidak mengharapkan Allah mengetahuinya. Pemahaman subyektif ini menilai Allah menurut kondisi hidupnya sendiri. Allah yang menyatakan diri kepada Musa adalah Allah yang mendengar dan mengetahui penderitaan kita dan juga dosa kita. Di hadapan Allah tidak ada yang tersembunyi. Dia mndengar dan mengetahui keadaan hidup kita.
Ketiga, Allah akan melepaskan dan menuntun umatNya keluar dari Mesir (ay. 8). Janji Allah itu pasti dan menyakinkan. Musa percaya bahwa penderitaan bangsanya akan berakhir saat memasuki tanah perjanjian yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Apakah kita percaya bahwa Allah juga dapat melepaskan kemelut hidup kita saat ini? Bukankah Allah telah menyatakan kuasa dan janjiNya? Sebagai orang yang beriman kepada Tuhan, kita harus yakin dan percaya Allah dapat melakukan hal yang sama, melepaskan kita dari belenggu kesulitan dan menuntun kita memasuki kehidupan yang penuh berkat.
 

Back to Top


Mengisi Hidup

"Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan ... "
( Pkh. 2:26 )

Tanggal :

8 Mei 1999

Bacaan :

Pkh. 2:12-26

Refleksi :

Apakah Anda sudah mencari Allah lebih dulu dalam perjalanan hidup Anda? Dialah yang akan menunjukkan makna hidup Anda.

Doakan Bersama :

• Karakter orang Kristen harus serupa seperti karakter Kristus. Berdoa supaya karakter kita terus mempero-leh pembaha-ruan sehingga dapat memuli-akan Tuhan.

    Melewati hari tanpa makna akan mendatangkan keluh kesah dan kebencian dalam hati karena segala usaha di bawah matahari, dianggapnya sebagai suatu kesia-siaan belaka dan usaha untuk menjaring angin (Pkh. 2:21-26).
Dari perikop ini kita melihat suatu gambaran yang indah bersama Tuhan. Pertama, orang yang tidak menghargai hikmat Tuhan. Tentu saja orang yang bodoh dan yang berhikmat akan sama-sama mengalami kesulitan di dunia ini. Tetapi orang berhikmat tahu bagaimana caranya mengatasi kesulitan yang datang, bahkan mungkin juga menghindar. Berbeda dengan orang bodoh, ia berjalan dalam kegelapan, sehingga ia tidak dapat membedakan yang benar dan yang salah (Ams. 4:18-19).
Kedua, orang bodoh hanya tahu kepentingannya sendiri, hanya tahu cara memuaskan dirinya sendiri tanpa memperhatikan orang lain; ia tidak akan memperoleh kepuasan untuk selamanya. Karena kadar kepuasan itu sangat bergantung pada kebutuhan yang berubah-ubah. Orang yang bodoh menganggap jerih payahnya adalah sia-sia, karena segala usahanya akan ditinggalkan kepada orang sesudahnya (2:18,21,23). Keegoisan untuk menikmati kesenangan tercermin pada orang-orang yang tidak mengerti makna hidup.
Ketiga, orang bodoh tidak dapat menikmati anugerah Tuhan. Dia menganugerahkan hikmat, pengetahuan dan kesukaan. Kesenangan yang dinikmatinya bukan kesenangan mutlak yang datangnya dari dunia. Bahkan ia menerima berkat dari Tuhan melalui tangan orang berdosa (2:26). Ini adalah yang sudah ditentukan olehNya.
Bagaimana dan dengan apa Anda mengisi hidup Anda?
 

Back to Top


Ibu ... oh Ibu ...

"Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu."
( Kel. 20:12 )

Tanggal :

9 Mei 1999

Bacaan :

Kel. 20:12

Refleksi :

Tuhan berikan kesempatan kepada kita untuk menduduki jabatan yang penting dalam keluarga, sudahkah kita memakainya dengan baik dan bertanggungjawab?

Doakan Bersama :

Ibu-ibu mempunyai hikmat Tuhan dalam mengatur rumah tangga mereka. Tuhan pimpin ibu-ibu dalam setiap pergumulan dan permasalahan yang sedang mereka hadapi.

    Menjadi seorang ibu merupakan idaman dari seorang wanita yang sudah menikah. Sering kali seorang wanita merasa sangat cemas apabila sesudah menikah sekian lama namun belum dikaruniai anak. Tapi ketika sang wanita tersebut sudah memiliki anak, masalah baru timbul lagi.
Sekarang dia tidak dapat santai lagi; mau menonton dan piknik tidak sebebas dulu, sebab ada anak yang harus dijaga yang banyak menyita waktu; belum lagi kalau anak sakit, bisa pusing tujuh keliling. Bahkan pelayanannya di gerejapun sedikit-banyak mengalami gangguan.
Untuk mendapatkan seorang anak, seorang wanita harus berjuang keras. Selama 9 bulan dia harus mengandung, kadang kala bagi wanita yang lemah sering mual dan muntah-muntah, selera makan menurun dan tubuh menjadi lemas. Belum lagi pada saat melahirkan, sang wanita sekali lagi harus berjuang antara hidup dan mati. Jikalau tidak dapat melahirkan secara wajar, maka harus melalui operasi. Setelah menjadi seorang ibu, ia harus menyusui anaknya, lalu memeliharanya; ketika sakit ia harus dirawat dan dijaga siang dan malam. Saat sang anak sudah bertumbuh dan besar, sangat disayangkan jika ada anak yang tidak mengasihi ibunya, bahkan cenderung melawan dan kurang ajar. Sungguh menyakitkan hati ibu? Sampai-sampai mungkin terpikir di benak sang ibu: "Jika aku tahu anakku kurang ajar, lebih baik aku tidak melahirkan anak?"
Hari ini kita memperingati Hari Ibu secara Internasional, cobalah kita renungkan; tanpa ibu maka hari ini kita tidak akan ada. Seberapa jauh perlakuan kita terhadap ibu kita? Sudahkah kita mengasihinya? Atau kita tidak menghormatinya? Hormati dan kasihilah ibumu selama ia hidup.
 

Back to Top


Harga Diri 1

"Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah."
( Ams. 15:1 )

Tanggal :

10 Mei 1999

Bacaan :

1 Sam. 25:1-31

Refleksi :

Banyak kegagalan yang dialami oleh anak-anak Tuhan ketika harga dirinya dilecehkan. Hati-hatilah dan berwaspadalah akan hal itu.

Doakan Bersama :

• Ujian EBTANAS yang dihadapi oleh anak SMP dan SD yang dilaksanakan hari ini dapat berjalan dengan lancar sehingga setiap murid dapat mengerja-kannya dengan baik.

    Dalam banyak hal, kisah kehidupan Daud merupakan kisah yang kontras. Salah satu kekontrasan kehidupan Daud yang dapat kita lihat adalah dari perubahan sikapnya dari suatu keadaan, dimana ia mendemonstrasikan kesabaran dan kasih yang besar kepada raja Saul, yang secara terus-menerus berusaha membunuhnya. Kemudian, dalam situasi yang tidak menekan, Daud justru membiarkan dirinya menjadi marah ketika ia ditolak oleh seorang kaya yang bodoh—yang bernama Nabal— yang secara harafiah berarti 'bodoh'.
Kenapa Daud dapat mengalami perubahan sikap hidup yang demikian? Bila kita mencermati bagian Firman Tuhan yang kita baca dalam 1 Sam. 25:1-31, kita akan memperoleh suatu gambaran yang jelas. Kesemuanya ini dapat terjadi, karena Daud merasa harga dirinya dilecehkan oleh Nabal. Tanggapan Nabal terhadap utusan Daud sungguh menghancurkan harga diri Daud. Ketika Nabal berkata: "Siapakah Daud? Siapakah anak Isai itu? Pada waktu sekarang ini ada banyak hamba-hamba yang lari dari tuannya. Masakan aku mengambil rotiku, air minumku dan hewan bantaian yang kubantai bagi orang-orang pengguntingku untuk memberikannya kepada orang-orang yang aku tidak tahu dari mana mereka datang?" (1 Sam. 25:10-11))
Sikap Nabal yang menolak permintaan Daud itu sudah cukup membuat Daud tersinggung jika dilihat apa yang telah Daud lakukan untuknya. Apalagi dengan sengaja Nabal tidak mengenal Daud dan menyamakan Daud dengan seorang hamba yang lari dari tuannya. Ini sungguh merupakan suatu pelecehan yang menghancurkan harga diri Daud.
 

Back to Top


Harga Diri 2

"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."
( Fil. 4:13 )

Tanggal :

11 Mei 1999

Bacaan :

1 Sam. 25:1-44

Refleksi :

Ketika harga diri kita dihiha oleh orang lain, ingatlah bahwa Tuhanpun sudah mengalami peristiwa itu untuk kita.

Doakan Bersama :

• Roh Kudus bekerja secara luar biasa untuk membangunkan dan menguatkan orang-orang percaya yang ada di Semenanjung Malaysia

    Bila kita membandingkan apa yang telah dilakukan oleh raja Saul yang terus-menerus berusaha untuk membunuh Daud— yang telah membelanya dengan mengalahkan Goliat dan menghiburnya kala sedang depresi; dengan penolakan dan penghinaan yang dilakukan oleh Nabal terhadap Daud, sebenarnya itu adalah masalah yang sangat kecil dan ringan bagi pribadi Daud. Karena siapa saja akan mendapat tanggapan seperti itu dari seorang yang bodoh, seperti Nabal. Namun, Daud justru lepas kendali dan nyaris melakukan pembunuhan masal. Oleh karena itu, berhati-hatilah seperti yang dikatakan oleh Paulus kepada jemaat di Korintus: "Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh" (1 Kor. 10:12).
Pada umumnya manusia akan lebih mampu atau lebih siap untuk mengahadapi ancaman fisik daripada ancaman mental. Kita semua akan menjadi rapuh, apabila secara pribadi kita diserang dan diremehkan oleh orang lain. Kita sedang berada dalam bahaya kehilangan kendali emosi ketika harga diri dan reputasi hidup kita dirobek-robek oleh orang lain. Inilah yang juga terjadi atas diri Daud.
Hari ini, Anda mungkin merupakan salah seorang dari sekian orang yang menghadapi masalah yang sama seperti yang dialami oleh Daud. Harga diri Anda mungkin sedang dilecehkan oleh orang lain, dan reputasi hidupmu di robek-robek orang lain. Tapi ingat, jangan biarkan engkau terhujat dan kalah karena hal itu. Ingatlah janji Tuhan dalam Fil. 4:13 , yang berbunyi: "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia (Kristus) yang memberikan kekuatan kepadaku."
 

Back to Top


Rancangan Tuhan

"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan."
( Yer. 29:11 )

Tanggal :

12 Mei 1999

Bacaan :

Yer. 29:1-23

Refleksi :

Sudahkah Anda selalu berdoa untuk negeri ini? Berdoalah supaya rancangan damai yang Tuhan berikan memenuhi hati kita.

Doakan Bersama :

• Tantangan serta desakan atas Kekristenan di Malaysia tidak menjadikan orang Kristen undur dan kapok tetapi semakin bangkit dan giat ber-PI.

    Karena tidak taat pada pimpinanNya, Tuhan menghukum bangsa Israel dengan membuang bangsa ini dari Yerusalem ke Babel pada zaman pemerintahan Nebukadnezar selama 70 tahun. Tuhan menghukum bangsa ini karena bangsa Israel hampir selalu mendua hati dalam menyembah Allah yang hidup, dan karena itulah Tuhan ingin menghapus satu generasi bangsa ini.
Walau dalam pembuangan, Allah masih memperhatikan keadaan umatNya—bangsa Israel masih diijinkan beranak-cucu, menikmati hasil panen negerinya, bahkan Tuhan berjanji akan mendengar setiap seruan permohonan doa dan akan membawa pulang kembali setelah masa pembuangannya berakhir.
Terhadap Babel—kota dimana bangsa Israel dibuang—Tuhan menginginkan agar bangsa Israel berdoa untuk kota tersebut, karena kesejahteraan kota tersebut adalah kesejahteraan bangsa itu juga. Bahkan Tuhanpun sudah menetapkan masa depan yang penuh harapan bagi bangsa ini.
Saati ini kita hidup di Indonesia yang sedang dilanda krisis yang benar-benar sangat berdampak bagi kelangsungan hidup pekerjaan sehari-hari. Perputaran uang tidak selancar dulu, kepercayaan luar negeri sudah semakin berkurang terhadap bangsa Indonesia dan juga masalah jumlah pengangguran yang semakin meningkat. Memang kita tidak mengalami masa pembuangan seperti bangsa Israel. Bacaan Alkitab hari ini mengajarkan, sebagai anak Tuhan kita harus rutin berdoa untuk negara ini. Kita percaya keadaan negara akan bertambah hancur jika tidak didukung oleh doa orang Kristen. Tuhan sedang memproses dan merencanakan masa depan yang penuh harapan bagi negara ini.
 

Back to Top


Kuasa Pentakosta

"Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu ... ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, kertahuilah dan camkanlah perkataanku ini."
( Kis. 2:14 )

Tanggal :

13 Mei 1999

Bacaan :

Kis. 2:14

Refleksi :

Hari ini adalah hari Pentakosta, berdoalah dan minta Tuhan untuk memberikan hidup yang memuliakan nama Tuhan selalu.

Doakan Bersama :

• Tuhan bangkit, bersyukur atas anugerah dan ksihNya yang telah diberikan-Nya sehingga kita dapat menjadi anakNya. Biarlah hati kita rindu menyatakan kabar ini pada yang lainnya.

    Pentakosta, hari bersejarah bagi Gereja Tuhan. Janji kedatangan Roh Kudus untuk tinggal bersama orang-orang percaya, memperlengkapi mereka untuk melaksanakan misi hidup Kristen, telah digenapi. Dengan kedatangan Roh Kudus, terjadilah suatu transformasi besar dalam kehidupan para murid.
Kehidupan iman para murid-murid Tuhan tidak pernah bisa menerobos hambatan tertentu dari kelemahan kedagingan. Di satu sisi, mereka mengenal siapa Tuhan sebenarnya, tapi di sisi lainnya mereka seperti tidak mengenal Dia dengan benar. Kadang mereka bersemangat untuk mengikut Tuhan, tapi pada saat lainnya, mereka lari ketakutan. Ketika Tuhan ditangkap, mereka lari menyembunyikan diri. Bahkan ketika Tuhan sudah bangkit dan berulang kali menampakkan diri kepada mereka, mereka masih juga tidak mampu meresponi secara positif. Tapi ketika Roh Kudus turun atas mereka, terjadilah suatu perubahan yang sangat drastis dalam sikap iman mereka, Roh Kudus memperlengkapi mereka dengan kuasa yang belum pernah mereka miliki sebelumnya.
Sebagai dampaknya kuasa Roh Kudus; mereka bangkit dari rasa takut dan kelesuan iman, bangkit melayani Tuhan dengan semangat dan berani. Mereka melaksanakan tugas kera-sulan mereka; memberitakan dan menyaksikan kebangkitan Tuhan kepada orang lain.
Hari ini, ketika untuk kesekian kalinya gereja-gereja Tuhan memperingati Pentakosta, marilah kita dengan serius berdoa supaya kuasa Roh Kudus mengubah kehidupan iman dan rohani menjadi tidak lesu, tapi boleh melayani Tuhan dengan semangat yang dibaharui.
 

Back to Top


Baptisan Mula-Mula

"Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hati itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa."
( Kis. 2:41 )

Tanggal :

14 Mei 1999

Bacaan :

Kis. 2:41

Refleksi :

Tuhan yang begitu baik telah memberikan kepada kita anugerah yang tidak layak kita dapatkan. Masihkah kita tak sadar akan kasih-Nya yang begitu luar biasa ini?

Doakan Bersama :

• Ibadah-ibadah dan persekutuan di gereja-gereja, penjara, dan rumah sakit agar senantiasa memberitakan Tuhan dan kebenaran, serta berkatNya bagi orang yang mencari Dia.

    Sebagai hasil khotbah Petrus, ada sekitar 3000 orang bertobat, menerima Kristus menjadi Juruselamat mereka, dan mengambil keputusan untuk dibaptis sebagai tanda pengakuan iman mereka. Saat itu, keputusan menjadi Kristen sekaligus dibaptis adalah keputusan yang beresiko besar. Mereka telah menempatkan posisi mereka sebagai musuh orang Yahudi yang menolak Kristus, bahkan mungkin juga akan ditolak dan dikucilkan oleh keluarga mereka sendiri. Tetapi mereka telah mengambil suatu keputusan iman yang benar, dan mereka tidak pernah menyesalinya.
Ketika mereka mendengar khotbah Petrus, hati mereka ditempelak. Mereka mengerti arti dari pemberitaan Petrus dan mereka menyadari kesalahan mereka (ay. 2:37). Kesadaran akan keberdosaan membawa mereka kepada pertobatan sejati, dan pertobatan sejati menghasilkan suatu penilaian baru tentang makna dan arah hidup, dan kesadaran tersebut memimpin mereka kepada pengambilan keputusan untuk dibaptis menjadi orang Kristen yang sah. Kesaksian pertobatan dan baptisan mereka dicatat dalam Kitab Suci sebagai suatu kesaksian yang kekal.
Hari ini, banyak orang yang menyatakan diri dan dibaptis. Apakah alasan kita dibaptis? Kesadaran akan status dosa kita? Atau karena desakan orang tua? Atau karena kepentingan lain yang bersifat formalitas administratif Gereja? Marilah kita teladani sikap dari mereka yang pada hari Pentakosta memberi diri dibaptis untuk dibaptis karena sadar anugerah, supaya baptisan kita juga boleh menjadi kesaksian yang tercatat di dalam buku kehidupan Allah, sebagai kesaksian kekal dan bukan kepura-puraan.
 

Back to Top


Kehidupan Petobat Baru

"Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa."
( Kis. 2:42 )

Tanggal :

15 Mei 1999

Bacaan :

Kis. 2:42

Refleksi :

Baptisan hanyalah tanda, tapi aksi berikutnya adalah sangat penting. Apakah Anda akan melewatkannya begitu saja, tanpa ada suatu arti?

Doakan Bersama :

• Liburan sekolah sudah dekat. Doakan supaya orang tua berbijaksana dalam memakai waktu liburan yang ada supaya dapat bermanfaat bagi anak-anak mereka.

    Orang-orang yang hari itu bertobat dan menerima baptisan memberi kesaksian baik lainnya barupa aktifitas rohani yang benar-benar sehat dan membangun iman yang ditandai dengan beberapa aktifitas: Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Bertekun muncul karena kesadaran akan kebutuhan yang bersifat keharusan.
Mereka mengerti bahwa baptisan adalah awal dari suatu proses pertumbuhan yang harus terjadi, sebagai bukti status iman mereka. Mereka juga sungguh-sungguh menerjunkan diri ke dalam usaha mencari dan belajar kebenaran.
Mereka sadar bahwa diri mereka telah terputus dari ikatan dengan dunia. Mereka bersekutu bersama-sama orang-orang percaya lainnya. Kebersamaan menjadi salah satu ciri utama dalam kehidupan mereka, baik di dalam saling berbagi berkat, tapi lebih lagi di dalam kehidupan doa. Ada ikatan saling membutuhkan dan saling membagi di antara mereka. Mereka membangun kehidupan berdoa bersama-sama; saling mendoakan dan bersama-sama berdoa kepada Tuhan untuk hal-hal lainnya. Tanda-tanda positif ini mewarnai kehidupan para petobat baru pada hari itu, yaitu Hari Pentakosta yang pertama.
Baptisan yang dilakukan karena kesadaran anugerah, akan dan pasti dilanjutkan dengan kerinduan yang sungguh untuk bertumbuh dalam suatu lingkup keluarga Allah, karena setiap orang yang dibaptis secara prinsip adalah anggota dari satu keluarga besar, keluarga besar Kerajaan Allah sendiri; di mana setiap bagian merasakan kebersamaan dan ikatan kasih dari dan kepada Tuhan. Bagaimana dengan kehidupan iman dan kerohanian para peserta baptisan hari ini?
 

Back to Top


Roh Tuhan Atas Orang Kristen

"Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki."
( Kis. 4:4 )

Tanggal :

16 Mei 1999

Bacaan :

Kis. 4:1-22

Refleksi :

Tuhan mengutus Roh Kudus untuk menyertai kita senantiasa. Apakah kita masih takut untuk hidup bekerja untuk Tuhan?

Doakan Bersama :

• Penginjilan yang sedang dilakukan di Sabah dapat berjalan di dalam pimpinan Tuhan. Berdoa supaya alat-alat yang dipakai Tuhan dapat menjadi berkat bagi orang-orang di sana.

    Setelah Pantekosta, semangat pekabaran Injil penuh di hati para rasul. Khususnya Petrus dan Yohanes. Mereka terus mengabarkan Injil. Mereka juga dipenuhi kuasa Tuhan dalam melakukan mujizat-mujizat. Pengaruh mereka tersebar, sampai pada imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah dan orang Saduki. Walaupun mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan, semangat mereka tidak pernah pudar.
Para pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli taurat penasaran dan ingin tahu tentang kuasa manakah dan dalam nama siapakah mereka bertindak demikian. Dengan lantang dan berani serta penuh dengan Roh Kudus, Petrus menjawab: "Dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati." Kemudian para pemimpin Yahudi dan pemimpin sidang melarang Petrus dan Yohanes berbicara dan mengajar lagi dalam nama Yesus. Namun Petrus dan Yohanes tidak takut; mereka malah memberitakan Injil serta mereka mengatakan bahwa mereka harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia. Semua ini karena pengalaman Petrus dan Yohanes akan Yesus yang tidak dapat membungkam mereka. Akhirnya mereka dilepas karena takut jika lebih banyak orang akan memuliakan Allah.
Tantangan, ancaman dan larangan menyembah Allah dan melayani serta mengabarkan Injilpun sedang kita alami saat ini. Apakah kita menjadi takut atau tetap setia kepada-Nya? Biarlah Roh Kudus yang datang dan tinggal di dalam hati kita terus mengobarkan semangat kita setiap hari, walaupun tantangan dan ancaman tidak akan pernah berhenti.
 

Back to Top


Ditampaki Atau Menampakkan ?

"Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya."
( 1 Kor. 15:8 )

Tanggal :

17 Mei 1999

Bacaan :

1 Kor. 15:1-11

Refleksi :

Tuhan telah menampakkan diriNya melalui banyak perkara dalam hidup kita. Sadarkah Anda akan hal ini?

Doakan Bersama :

• Pendidik Kristen mempunyai kualitas berpikir yang baik supaya dapat menjadi pendidik yang menyuarakan kebenaran kepada anak didiknya.

    Menurut Kitab Suci, kematian, penguburan, kebangkitan dan penampakan diri Tuhan Yesus adalah paket ajaran Injili yang sangat penting bagi manusia. Sebagai bukti bahwa Tuhan telah bangkit dari mati-Nya ialah bahwa Tuhan telah menampakkan diri-Nya berkali-kali, entah secara personal (kepada Kefas, Yakobus maupun Paulus) atau juga secara kolektif (kepada 12 murid dan 500 orang sekaligus).
Tentu penampakan diri Tuhan Yesus bukan-lah halusinasi para murid Tuhan seperti tuduhan orang-orang modern. Mereka betul-betul melihat dengan mata kepala mereka sendiri bahwa Yesus telah bangkit dan hidup kembali.
Yang lebih unik lagi adalah pengalaman spiritual diri rasul Paulus pribadi. Dalam ayat ini rasul Paulus menegaskan kembali bahwa dirinya memang tak pernah hidup bersama Yesus seperti 12 murid Tuhan Yesus yang lainnya. Namun Paulus benar-benar pernah ditampaki Tuhan Yesus di jalan menuju ke Damsyik, yang membuat ia bertobat dari penganiayaan jemaat pengikutNya. Bagi Paulus, ini adalah kasih karunia yang Tuhan sudah berikan untuknya secara gratis.
Dari pengalaman penampakan itu, Paulus semakin hidup untuk menampakkan Tuhan Yesus. Buktinya ialah bahwa ia bekerja dan melayani Tuhan Yesus dengan lebih keras dibandingkan dengan yang lainnya. Memang kasih karunia dapat membuat orang lebih tergerak dan juga sibuk untuk menampakkan Tuhan Yesus di dalam seluruh kehidupan dan pelayanan seorang yang dalam hidupnya benar-benar telah berjumpa dengan-Nya! Jika kita memang anak-Nya, kita seharusnya juga menampakkan-Nya dalam hidup kita.
 

Back to Top


Bila Kemuliaan Itu Kembali

"Mengapa kamu berkeras hati, sama seperti orang Mesir dan Firaun berkeras hati?
( 1 Sam. 6:6 )

Tanggal :

18 Mei 1999

Bacaan :

1 Sam. 6:1-7:1

Refleksi :

Segala puji, syukur bagi Tuhan, kita mau tinggikan nama Tuhan selalu, kemuliaan hanya bagi Tuhan. Terpujilah nama Tuhan!

Doakan Bersama :

• Suku Hani, suku minoritas RRC, yang masih teri-kat pada penyembahan roh leluhur, dapat diputuskan dari kuasa gelap sehingga mereka mampu untuk mendengar Injil.

    Merasakan kehadiran Allah bagi orang berdosa adalah suatu kemalangan. Bangsa Filistin mencatatnya dengan baik sehingga mereka tak akan mengulangi hal yang sama. Mereka harus rela menanggung kerugian fisik dan materi untuk menebus kesalahan mereka yang fatal. Semua persyaratan dipenuhi demi pulihnya kesejahteraan masyarakat sebab mereka telah mendapatkan balasan setimpal atas kesembronoan mereka merebut tabut perjanjian dari tangan Israel, pendosa lainnya.
Kemenangan tak harus berbuahkan kesenangan. Bahkan bisa jadi sebaliknya. Pengarang lagu terkenal Papa T. Bob boleh bangga dan senang akan kesuksesannya tapi dia juga mengalami tekanan karena berbagai ancaman yang datang. Mengapa demikian? Itulah misteri Allah. Ada sesuatu yang ingin diungkapkanNya. Bagi Filistin, Yahweh menghendaki agar mereka sadar bahwa tak ada illah lain selain DIA. Seharusnya mereka tak pantas memperlakukan DIA seperti illah lainnya. Mari mencermati apa yang Tuhan kehendaki bila hidup kita mempunyai kenyataan yang bertolak belakang seperti itu.
Singkat cerita, mereka berhasil menghantar persembahan itu, namun peristiwa dahsyat lain muncul. Penduduk Bet-Semes mencoba menanggung rasa ingin tahu dengan melongok tabut, padahal mereka tahu bahwa perbuatan itu tak pantas. Rasa ingin tahu membawa malapetaka. Me- reka lupa akan kesucian dan kedahsyatan-Nya. Orang Filistin tentu membawa cerita Yahweh ini, dan penduduk Bet-Semes mestinya belajar dari situ. Bukankah pongah karena menganggap diri umat pilihan Allah lalu berbuat sembarangan. Apakah sikap seperti ini juga ada pada diri kita?
 

Back to Top


Yang Mengasihi Musuhnya

"Dijauhkan TUHANlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia ..."
( 1 Sam. 24:7 )

Tanggal :

19 April 1999

Bacaan :

1 Sam. 24:1-23

Refleksi :

Sikap apakah yang Anda ambil bila bertemu dengan orang yang berniat jahat pada Anda? Menghancurkan dia atau mendoakannya?

Doakan Bersama :

• Mohon Tuhan meningkatkan kerinduan doa kita dan membiarkan kita mengalami keindahan dan kuasa dari jawaban doa-doa yang dinaikkan.

    Berkat perlindungan dan pertolongan Tuhan, Daud tetap luput dari jebakan maut yang dirancang oleh raja Saul yang berikhtiar untuk membinasakannya. Daud berusaha lari dari satu tempat ke tempat yang lain. Dan suatu ketika tibalah ia di pegunungan En Gedi. Dalam masa pelariannya, Daud memilih untuk bersembunyi di dalam gua. Pada saat yang bersamaan, Saul juga berada di dalam gua yang sama dengan Daud. Hal ini terjadi tanpa pernah disadari oleh Saul, bahwa di dalam gua itulah musuh yang sedang dicarinya—sedang bersembunyi. Dalam pandangan para pengikut Daud, ini adalah suatu kesempatan emas bagi mereka untuk dapat menaklukkan Saul. Bahkan mereka melihat kesempatan itu sebagai perbuatan tangan Tuhan. Sebab itu mereka berkata kepada Daud: "Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kau pandang baik" (ay. 5).
Tindakan Daud ternyata di luar dugaan para pengikutnya, ia tidak menggunakan kesempatan itu untuk membunuh Saul, sebaliknya ia hanya memotong punca jubah Saul. Para pengikut Daud tentu merasa sangat heran atas sikap dan tindakan yang telah diambil Daud. Mereka pasti bertanya mengapa Daud berbuat demikian? Kenapa kesempatan baik itu tidak dimanfaatkan oleh Daud? Apakah ini bukan suatu kebodohan? Ternyata sikap Daud ini dilandasi dengan suatu pemahaman yang mulia, seperti yang ia ucapkan di ayat 7 (band. dengan ay. 11). Sikap seperti inilah yang dimaksudkan oleh Tuhan dalam Mat. 5:43-48, dan Paulus pada saat berbicara kepada orang percaya di Roma (Rm. 12:17-21).
 

Back to Top


Doa Salomo

"Salomo, anak Daud, menjadi kuat dalam kedudukannya sebagai raja; TUHAN, Allahnya, menyertai dia dan menjadikan kekuasaannya luar biasa besarnya."
( 2 Taw. 1:1 )

Tanggal :

20 Mei 1999

Bacaan :

2 Taw. 1:1-13

Refleksi :

Sudahkah kita menjadi pendoa-pendoa yang setia?

Doakan Bersama :

• Orang Kristen yang ada di Timur Tengah, walaupun mereka menghadapi kesulitan dan rintangan dalam iman percaya-ya, Tuhan tetap kuatkan iman mereka. jiwa.

    Raja Salomo adalah raja Israel yang sangat terkenal dalam sejarah bangsa Israel. Raja inilah yang mendirikan bait suci, yang saat ini masih menjadi bukti kejayaan bangsa Israel.
Dalam bacaan dijelaskan bagaimana Allah yang telah terlebih dulu memperkenalkan diri kepada raja Daud, ayahnya, yang juga menyapa Salomo di Gideon, tempat pertemuan Allah yang dibuat Musa di padang gurun.
Setelah mempersembahkan korban bakaran, maka Allah menampakkan diri dan bertanya kepada Salomo: "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu." Dengan sikap yang sangat rendah hati dan menyadari akan keberadaan dirinya, Salomo minta agar dia diberikan hikmat dan pengertian dalam memimpin bangsa Israel yang sangat besar jumlahnya dan yang tentunya mempunyai banyak masalah.
Salomo tidak mengajukan permintaan yang aneh, tetapi Salomo sadar bahwa dalam menjalani hidup sebagai raja Israel, ia akan gagal bila tidak ditopang oleh hikmat Tuhan: hanya hikmat Tuhanlah yang dapat menemani Salomo dalam mengambil keputusan. Dan Tuhan memenuhi permintaan Salomo bahkan Tuhan menambahnya dengan kekayaan, harta benda dan kemuliaan. Dalam seluruh masa pemerintahannya, dapat dibuktikan bahwa hikmat Tuhan sungguh memenuhi Salomo.
Pembaca yang dikasihi Tuhan, saya merenungkan, apabila tiap anak Tuhan memiliki cara memohon doa seperti Salomo, maka saya percaya hidup anak Tuhan akan sukacita tiap hari. Makin banyak orang akan percaya Tuhan karena telah melihat adanya hikmat Tuhan yang membedakan kita dengan orang lain.
 

Back to Top


Kitab Suci Tak Melarang ?

"Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatanNya; yang mencari Dia dengan segenap hati."
( Mzm. 119:2 )

Tanggal :

21 Mei 1999

Bacaan :

Mzm. 119:1-10

Refleksi :

Firman Tuhan telah begitu jelas menunjukkan apa yang tidak boleh kita lakukan.

Doakan Bersama :

• Perkabaran Injil harus tetap dilakukan oeh orang Kristen dalam kondisi apapun juga. Berdoa supaya bertambah banyak orang yang rindu untuk membawa jiwa untuk Tuhan.

    Sering orang menutup-nutupi dosanya dengan mengatakan bahwa perbuatannya bukanlah dosa, karena dalam Kitab Suci tidak menyebutnya dosa, meski hati nuraninya menuduh berdosa. Orang yang mengatakan seperti itu hendaklah membaca Alkitab, merenungkan dengan memohon hikmat dari Allah, supaya mengerti makna apa yang dikandung dalam kata-kata Tuhan, dan membaca seluruh Alkitab supaya mengerti apa yang Tuhan kehendaki dan apa yang tidak. Dengan wawasan yang luas kita dapat menalarkan suatu bagian FirmanNya dengan pengertian yang kita dapatkan dari bagian Alkitab yang lainnya, dan juga menalarkan perbuatan kita yang sesuai dengan pengetahuan yang kita dapat dari FirmanNya.
Merokok—tidak boleh? Pertama kali mencoba tidak nikmat, kedua kali lumayan, dan seterusnya, tidak merokok jadi tidak enak semua. Ke gereja ingin lekas selesai karena tidak dapat merokok dalam gereja. Bekerja tidak konsentrasi. Semangat dan tenagapun tidak seperti sebelumnya. Kita ketagihan dan mendahulukan panggilan rokok, kita dijauhkan dari Tuhan. Rokok menggantikan kedudukan Tuhan. Ingat Tuhan telah berfirman: "Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi, di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud, menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Tuhan Allahmu, adalah Allah yang cemburu" (Ul. 5:7-9a). Camkanlah ini: "Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!" (Mat. 22:29).
 

Back to Top


Gereja Setan

"Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-ngaum dan mencari orang yang dapat ditelannya."
( 1 Ptr. 5:8 )

Tanggal :

22 Mei 1999

Bacaan :

1 Ptr. 5:5-11

Refleksi :

Maka hendaklah hidup Anda selalu merendahkan diri di bawah Tuhan yang kuat, jangan sombong dan serahkan segala kekuatairanmu kepada-Nya!

Doakan Bersama :

• Usaha perbaikan pertumbuhan perekonomian negara ini dapat dilaksanakan berdasarkan kebaikan dan keuntungan bersama bukan hanya untuk kepentingan golongan.

    Gereja Setan (Satanic Church) membuat heboh di Menado dan menjadi topik ulasan di beberapa media surat kabar. Dari hasil investigasi sebuah media di Menado, nampaknya pengaruh sekte kegelapan ini sudah masuk di balik ketenangan daerah nyiur melambai itu. Bukti-bukti nyata sudah ditemukan.
Bahkan jejak gerejanya sempat ditemukan di Surabaya. Persekutuan sekte beraliran sesat ini memiliki jaringan dan pola operasi rapi. Mereka kerap memanfaatkan momentun yang pas, sehingga tak jarang calon pengikut nyaris tak menyadari ada sebuah kekuatan yang sedang bekerja memasuki jiwanya.
Sebuah pengakuan menarik dari seorang yang sudah dilepaskan dari tipu muslihat iblis, berkata: "Menado dijadikan gereja setan di Asia dan terbesar kedua di dunia, setelah California, AS." Bahkan pemimpin gereja setan di Menado yang disebut 'Princes Of Michael' mengklaim sudah hampir setengah kota itu yang terkuasai. Bahkan dikatakan pula 'Raja Iblis Lucifer' yang disembah oleh pengikutnya menegaskan bahwa Menado adalah 'ranjangnya'."
Mengapa Menado menjadi incaran mereka? Mereka mencari wilayah yang kekristenannya tangguh'? Apa benar Manado merupakan wilayah yang 'kekristenannya tangguh'? Apakah kemayoritasan menjamin suatu ketangguhan? Yang pasti, waspadalah terhadap bahaya iblis yang menyerang dan yang siap menghancurkan gereja-gereja Tuhan dan orang-orang Kristen yang merasa bahwa dirinya tangguh dan rohani, dimana ketangguhan dan kerohanian hanya seperti merk pakaian yang kita pakai.
 

Back to Top


Harta Paling Berharga

"Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang."
( 2 Kor. 11:14 )

Tanggal :

23 Mei 1999

Bacaan :

Mzm. 138

Refleksi :

Harta yang paling berharga yang dapat dimiliki setiap kita adalah pengenalan pribadi akan Yesus, Bapa dan Roh Kudus.

Doakan Bersama :

• Berdoa untuk tim Hamba Tuhan yang berperang secara rohani untuk membantu melepaskan orang-orang yang ingin dilepaskan dari jerat dan tipu daya iblis.

    Nothern California Bay Area adalah gereja setan. Di sanalah Anton Szandor La Vey mendirikan ‘Black House’, tempat pengikutnya mengadakan ziarah sesat. Ajaran resmi La Vey Satanism diresmikan 30 April 1966. Hingga saat meninggalnya La Vey tahun 1997, pengikutnya diperkirakan 10.000-20.000 orang di AS. Jumlah pastinya sulit diterka, karena kegiatannya terselubung. Ketika La Vey meninggal, putrinya bersumpah akan terus menyebarkan ajaran ayahnya.
Edward E. Plowman, koresponden World Religion, seorang pastor, mempunyai kenangan bersama La Vey. Plowman bertemu La Vey karena rumahnya tak jauh dari gereja setan perta-ma, yang didirikan La Vey tahun 1967. Bahkan La Vey mengundang Plowman untuk datang ‘kapan saja’, termasuk saat ia mengadakan ‘Misa Hitam’. Sebenarnya, sebagai seorang pastor, Plowman ialah musuh La Vey.
Plowman mengatakan tidaklah susah untuk menyukai La Vey. La Vey memaparkan kepercayaan hedonisme (kesenangan adalah tujuan hidup) secara terus terang. Ajaran ini sangatlah bertentangan. La Vey berpendapat: hidup adalah sebuah pesta. Makan, minum dan bergembiralah sepuas-puasnya, berdosa jika kamu tidak melakukan itu’. Free sex juga tidak dipermasalahkan.
Tak heran bila kaum muda adalah sasaran utama sekte ini. Pemuda-pemudi biasanya tak bertumbuh dalam iman mereka sehingga pengaruh dapat masuk dengan mudah. Tempat hiburan malam (diskotek, pub, dan lainnya) menjadi medium yang tepat untuk penyembahan ini. Iblis sangat cerdik. Ia menyamar sebagai malaikat terang yang seakan-akan menjadi penolong untuk setiap ‘kebutuhan kita.’
 

Back to Top


Serangan Iblis

"Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu."
( Kis. 20:29 )

Tanggal :

24 Mei 1999

Bacaan :

Kis. 20:25-31;
Yud. 1:4

Refleksi :

Sadarlah bahwa iblis sangat licik, maka Anda dituntut untuk hidup lebih dekat kepada Allah dan Firman Tuhan.

Doakan Bersama :

• Berdoa supaya orang Kristen rindu berdoa untuk meminta petunjuk Tuhan dalam berperang menghadapi serangan samacam ini dalam kehidupan kita.

    Iblis berencana untuk menghancurkan kekristenan. Setiap gereja Kristen dibuat seperti gereja di Laodikia (Why. 3:15-16) yang penuh dengan jemaat yang pasif (suam-suam kuku). Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tapi mereka memungkiri kekuatannya (2 Tim. 3:5). Ini tidak menjadi ancaman bagi iblis.
Mantan seorang pengikut iblis yang sudah bertobat menceritakan apa yang dilakukannya saat ia menjadi pengikut iblis. Pengikut iblis harus membuat ‘pernyataan iman’. Mereka berpura-pura diselamatkan agar memperoleh kepercayaan dari jemaat. Apabila gereja mengadakan tantangan, orang itu maju ke depan, biasanya dengan air mata dan berpura-pura agar ‘diselamatkan’. Jika gereja karismatik sangat menekankan karunia bahasa lidah, maka pengikut iblis juga dapat berbahasa lidah. Ini bukan suatu masalah, karena setan-setan dapat berbahasa lidah. Pengikut-pengikut iblis mengambil banyak keuntungan. Mereka berbicara dalam bahasa lidah secara teratur dalam setiap ibadah dan persekutuan doa mereka. Tak ada seorangpun dapat menafsirkannya. Pengikut setan mengutuki gereja, pendeta, seluruh jemaat dan Allah Bapa. Tidak seorangpun tahu mengapa gereja Tuhan tidak memperhatikan peringatan yang dinyatakan-Nya dalam 1 Kor. 14:26-28; yaitu bahwa harus ada seorang lainnya yang dapat menafsirkan bahasa lidah.
Banyak gereja Tuhan dan orang Kristen sering mengabaikan Firman Tuhan seperti yang tertulis dalam 1 Yoh. 4:1-3 dan Luk. 21:8; supaya kita waspada agar tidak disesatkan sebab banyak orang akan memakai nama-Nya. Kita harus menguji roh-roh itu terlebih dahulu sebelum kita percaya bahwa itu berasal dari Allah Tuhan kita.
 

Back to Top


Waspadai Keluarga Anda !

"Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang."
( Kol. 3:25 )

Tanggal :

25 Mei 1999

Bacaan :

Kol. 3:18-21

Refleksi :

Waspadalah! Iblis ingin menghancurkan keluarga Anda karena dari sinilah ia mendapatkan pengikut.

Doakan Bersama :

• Berdoa supaya lebih banyak lagi keluarga kristen yang dapat diperbarui dan tetap menjadi kesatuan yang utuh antara orang tua dan anak.

    Setelah mempelajari dan mengamati gereja setan dan cara iblis bekerja, saya mendapatkan satu hal menarik yang berkenaan dengan orang-orang yang direkrut oleh iblis untuk menjadi pengikutnya. Saya memperhatikan ada satu kesamaan, yakni tentang latar belakang yang berkaitan dengan penerimaan diri.
Anton Szamor La Vey, pendiri gereja setan, lahir tanggal 11 April 1930 di Chicago, ketika AS dicekam depresi. Ia putra seorang distributor minuman keras. Sejak masih ingusan, ia terpesona akan hal-hal yang berbau ‘magic’. Umur 17 tahun, ia bekerja sebagai pelatih singa, pekerjaan yang cukup langka. Setelah itu dia keluar dan masuk pangung glamor (Hollywood). La Vey adalah lulusan ilmu kriminologi di San Fransisco City College, ia menjadi fotografer kriminalitas yang akhirnya masuk dalam masalah supranatural dan klenik.
Bagaimana dengan mantan pendeta gereja setan? Ia lahir dari sepasang suami-istri yang tak harmonis dan hidup dalam kemiskinan. Ayahnya seorang pemabuk. Ia dilahirkan cacat; bibir sumbing, dan ayahnya mengatakan kepadanya bahwa ia berharap agar anaknya mati. Dia merasa kelahirannya memang tidak diinginkan, tidak ada orang yang mau menerima keadaannya, baik keluarga maupun lingkungannya. Jemaat gereja setan lainnya, Laura (16 tahun), sejak usianya 12 tahun, ia ditinggal ibunya, yang pergi entah ke mana.
Mereka ini adalah gambaran korban kehancuran kesatuan keluarga, sehingga anak-anak tidak lagi melihat bahwa orang tua / lingkungan keluarga merupakan cermin gambaran pikiran Allah. Alkitab menekankan bahwa keluarga adalah gereja dalam bentuk mini.
 

Back to Top


Tiga Perintah
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu."
( Mat. 7:7 )

Tanggal :

26 Mei 1999

Bacaan :

Mat. 7:7

Refleksi :

Dapatkah Anda meminta sesuai dengan apa yang Anda butuhkan, yang tentunya sesuai dengan keinginan Tuhan.

Doakan Bersama :

• Sahabat atau keluarga Anda tetap memiliki hati yang tertuju pada Kristus. Berdoa supaya mereka tidak meninggalkan jalan Tuhan dalam meraih kesuksesan mereka.

    Tiga perintah ini menjadi kesukaan bagi pendoa-pendoa yang setia karena Yesus menganjurkan kita meminta, mencari dan mengetuk pintu dan Tuhan berjanji akan membukakannya. Dalam Luk. 18, Yesus juga memberi perumpamaan tentang seorang janda memohon kepada hakim yang jahat, yang akhirnya dikabulkan juga. Maksud Tuhan adalah agar kita hidup dalam doa senantiasa, jadi bukan semua doa akan dijawab. Tuhan mengabulkannya sesuai kebutuhan kita.
Seorang biksu berdoa: “Tuhan, tanaman ini membutuhkan air, kirimlah hujan.” Lalu Tuhan mencurahkan hujan. Ia berdoa kembali, “Tuhan pohon ini membutuhkan sinar matahari, maka bersinarlah matahari, menyapu awan yang berair.“ “Sekarang embun beku, Tuhanku, untuk melapisi jaring-jaringnya,” teriak biksu tersebut. Kemudian pohon kecil itu bersinar karena penuh dengan embun beku, tapi pada petang harinya ia mati. Kemudian seorang Kristen berkata kepada biksu, “Saya juga menanam sebuah pohon kecil. Lihatlah! Ia tumbuh dengan baik, saya mempercayakan pohon itu kepada Tuhan. Ia yang membuatnya, Ia tahu apa yang terbaik bagi tumbuhan itu. Saya hanya berdoa, Tuhan kirimlah apa yang pohon ini perlukan entah itu badai, hujan atau sinar. Engkau yang membuatnya, Engkau yang mengetahuinya.”
Demikian juga seharusnya kehidupan doa kita; tidak semua yang kita minta, cari, ketuk akan terkabul dengan sendirinya, karena Tuhan tahu kapan dan apa yang kita perlukan. Bukan sekedar memberi tapi mengajar kita mengenal Dia lebih dalam. Bagaimana dengan kehidupan doa saudara?
 

Back to Top


Waspadalah !


"Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki."
( Mat.16:11 )

Tanggal :

27 Mei 1999

Bacaan :

Mat. 16:5-12

Refleksi :

Hikmat Tuhan membuat kita mampu melihat mana yang benar dan mana yang salah. Berdoalah dan mintalah hikmatNya!

Doakan Bersama :

• Suku Hani, di bagian barat RRC. Doakan untuk para pekerja yang sedang bersaksi mengenai Tuhan di antara mereka, agar bijaksana aman dan berani memberitakan Injil.

    Seorang pria memiliki tiga anak laki-laki. Ia ingin menguji kemampuan mereka. Ia memberikan mereka masing-masing sebuah apel busuk. Anak pertama menggigit semua bagian. Anak kedua membuang yang busuk. Anak ketiga memisahkan yang busuk dari yang baik. Sang ayah men- catat bahwa putranya yang ketiga adalah anak yang bijaksana. Demikian juga seorang Kristen harus dapat memisahkan ajaran sesat dan memisahkan kehidupan yang buruk.
Yesus mengingatkan murid-muridNya agar waspada terhadap golongan yang akan menyesatkan mereka saat itu. Golongan Farisi yang kaku dengan ajaran tradisional, menjalankan agama secara lahiriah, tapi melupakan intinya (Mat. 23). Golongan Saduki cenderung memperhatikan tradisi para iman (Kis. 23:6-10). Mereka percaya kelima kitab pertama dalam PL itu adalah Firman Tuhan, selain itu bukan. Itu sebabnya mereka meragukan hal-hal mengenai malaikat dan kebangkitan orang mati. Bukankah mereka adalah apel-apel yang busuk perlu disingkirkan dan tak dapat ditelan begitu saja.
Akhir-akhir ini banyak ajaran yang tidak menguntungkan orang Kristen di mana gereja setan semakin santer mempengaruhi iman percaya kita. Dengan kedok kristen tapi ajarannya menyesatkan, anak-anak remaja menjadi sasaran utama karena mereka mudah dijebak dan labil dalam iman.
Mawaslah diri terhadap segala ajaran yang berkeliaran pada saat ini, bahkan dalam ibadah dan gereja-gereja tertentu yang tidak dikenal. Doakanlah iman orang-orang Kristen, khususnya anak-anak remaja, agar tidak terseret ke dalam jurang yang salah.
 

Back to Top


Sejak Bertemu Yesus

"Lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"
( Mat. 9:9 )

Tanggal :

28 Mei 1999

Bacaan :

Mat. 9:9-13;
Luk. 19:1-10

Refleksi :

Pertemuan kita dengan Tuhan seharusnya membu-at hidup kita berbe-da. Sudahkan?

Doakan Bersama :

• Masa kampanye yang sedang berlangsung dapat terselenggara dengan baik dan aman, setiap partai dapat berperan aktif dan bijak dalam mengarahkan masanya.

    Pemungut cukai adalah kelompok yang dibenci oleh masyarakat Yahudi saat itu. Mereka hanya mencari kepentingan pribadi sebanyak-banyaknya sambil memeras orang lain. Alkitab mengisahkan 2 pemungut cukai yang akhirnya menjadi pengikut Kristus.
Yang pertama adalah salah satu dari 12 murid Yesus (Mat. 9:9 dan 10:3), Matius, yang disebut juga Lewi. Ia sedang duduk di rumah cukai mendengar panggilan Yesus dan segera meninggalkan pekerjaannya langsung mengikut Yesus. Dialah yang diberi ilham untuk mencatat banyak perkataan Yesus yang tidak dicatat pada Injil-Injil lainnya dan menyusun ajaran-ajaran itu secara rapi menurut pokoknya. Ia juga secara khusus menekankan bahwa Yesuslah Kristus, yaitu Mesias yang menggenapkan segala nubuat PL. Yang kedua adalah Zakeus (Luk 19:1-10). Dengan sengaja Yesus memasuki kota Yerikho dan mencari Zakeus. Yesus secara aktif menumpang di rumahnya. Terjadilah pertobatan dalam diri Zakeus dan dilanjutkan dengan perbuatan baik sesudah Allah bekerja dalam hatinya.
Dari kedua pemungut cukai ini terlihat beberapa kebenaran, antara lain: Dahulu hartalah yang utama, dibenci sesama, mengeraskan hati dan hanya mencari kepentingan diri sendiri. Setelah memiliki Tuhan, mengasihi sesama, kini merendahkan hati dan menjadi berkat bagi orang lain; bahkan rela menyerahkan hidupnya bagi orang lain. Latar belakang kita mungkin tidak sejelek dan sejahat pemungut cukai tapi setelah pertemuan kita dengan Kristus, apakah ada perubahan dalam hidup kita. Apa yang terutama dalam hidup kita, bagaimana kasih kita pada sesama dan apa tujuan hidup kita?
 

Back to Top


Memandang Kepada Yesus

"Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus."
( Ibr. 3:1 )

Tanggal :

29 Mei 1999

Bacaan :

Ibr. 3:1-6

Refleksi :

Mengerti dengan benar Firman Tuhan adalah indah. Perhatikanlah apa yang Tuhan ingin kita lakukan.

Doakan Bersama :

• Industri hiburan Kristen, baik band musik, bacaan ataupun majalah; dapat menjadi alat penginjilan yang dipakai Tuhan sebagai berkat bagi orang yang belum mengenal Tuhan.

    Hak istimewa untuk dipanggil Allah juga disertai dengan suatu perintah. Para pembaca diminta untuk memandang kepada Yesus dan melakukannya senantiasa. Dalam bahasa Yunani, kata 'memandang' (katanoeo) tidak berarti hanya sekedar atau sepintas melihat kepada sesuatu. Setiap orang dapat melihat kepada suatu benda tanpa mengeri apa-apa. Kata 'memandang' di atas mengandung pengertian: memperhatikan sesuatu demikian rupa, atau mengobservasi sesuatu secara terus-menerus sehingga orang yang memandangnya dapat mengerti 'makna yang sesungguhnya' dari benda itu.
Di Luk. 12:24, Yesus menggunakan kata yang sama ketika Ia berkata: "Perhatikanlah burung-burung gagak." Yesus tidak sekedar bermaksud: "Pandanglah burung gagak itu." Yang Ia maksudkan ialah "Perhatikanlah!", berusahalah mengerti dan petiklah pelajaran yang Allah ingin kita ketahui melalui burung-burung itu. Jadi ketika penulis Ibrani menasehati pembacanya untuk memandang kepada Yesus, ia menginginkan agar pembacanya "Menaruh pikiran mereka kepada Yesus dan membiarkan pikiran mereka tetap di situ, sehingga mereka mengerti siapakah Yesus dan apa yang Ia inginkan dari mereka."
Memandang kepada Yesus merupakan hasrat yang paling besar dalam diri Paulus. Ia berkata: "Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya..." (Fil. 3:10,12). Bila memandang kepada Yesus adalah suatu kerinduan orang-orang kudus sebelum kita, megapa kita tak melakukannya seperti nasehat penulis Ibrani kepada pembacanya.
 

Back to Top


Allah Penguasa Sejarah

"Lalu Raja bertitah ... untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan ... yang tidak ada suatu cela."
( Dan. 1:3-4 )

Tanggal :

30 Mei 1999

Bacaan :

Dan. 1:1-7

Refleksi :

Percayalah bahwa dalam sitausi yang terburukpun Allah mempunyai rencana yang indah dan sempurna atas hidup kita. Kita tak tahu apa yang akan terjadi di hari esok tapi kita tahu siapa yang menguasai hari esok.

Doakan Bersama :

• Berdoa untuk pihak keamanan, supaya mereka mempunyai kebijaksanaan dalam mena-ngani masalah keamanan yang timbul dalam masyarakat.

    Sejarah manusia terus berubah ... generasi silih berganti, namun sebagai orang percaya kita harus mengingat bahwa Allah yang kita percaya adalah Allah yang menguasai seluruh sejarah.
Kisah pembuangan bangsa Israel ke Babel sudah dinubuatkan jauh sebelum terjadi, dan semua yang dicatat oleh Yesaya begitu akurat dan tergenapi semuanya dalam sejarah Israel. Di sini kita melihat campur tangan Tuhan yang Maha Kuasa untuk suatu visi bagi pemurnian dan pemulihan bangsa Israel.
Pembuangan ke Babel bisa dikatakan sebagai suatu hukuman atas dosa-dosa Israel yang senantiasa memberontak kepada Allah, namun di balik semuanya itu terselip suatu rencana Allah yang indah dan agung. Raja Nebukadnezar berkenan membawa Daniel dan ketiga temannya ke Babel untuk diajarkan tulisan dan bahasa Kasdim karena mereka adalah orang-orang muda yang tiada cela, berperawakan baik, memahami berbagai hikmat, berpengetahuan dan berwawasan luas dan sangat tepat dipekerjakan dalam istana.
Meski Daniel dan ketiga temannya hidup di tengah orang kafir, identitas mereka sebagai orang percaya tidak berubah bahkan mereka dapat memperkenalkan Allah yang mereka percaya kepada bangsa kafir dan raja Nebukadnezar sampai sujud menyembah Daniel dan mengata-kan: "Sesungguhnya Allahmu itu Allah yang mengatasi sagala allah dan Yang berkuasa atas segala raja ..." ( Dan. 2:46-47 ).
Sebagai orang percaya yang Tuhan ijinkan hidup di Indonesia, kita mesti beriman bahwa hidup kita dalam perlindungan dan penguasaan Allah yang berdaulat atas seluruh sejarah manusia.
 

Back to Top


Identitas & Harga Diri

"Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; Ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu."
( Kej. 25:34 )

Tanggal :

31 Mei 1999

Bacaan :

Kej. 25:24-34

Refleksi :

Godaan dunia kian hari kian kuat dan hanya ada sati cara untuk mengatasinya, yaitu : "Berjaga-jagalah danberdoalah supaya kita jangan kena pencobaan .. " (Mat.26:41).

Doakan Bersama :

• PEMILU yang sudah semakin mendekat, berdoa supaya keamanan dapat terjaga sehingga negara ini masih dapat menjalankan pesta demokrasinya dengan baik danbenar.

    Sebagai anak sulung, seharusnya Esau mempunyai hak kesulungan, yaitu hak memimpin ibadah dan keluarga, hak mewarisi seluruh kekayaan ayahnya yaitu Ishak serta memperoleh berkat rohani yang dijanjikan Allah kepada Abraham dan ayahnya.
Namun sulit dipercaya bahwa Esau dengan mudahnya menganggap hak kesulungan sebagai sesuatu yang tidak berbilai, terlebih menjualnya hanya dengan harga sepotong roti dan semang-kuk kacang merah kepada adiknya, Yakub. Bagi Esau hal-hal rohani bukanlah sesuatu yang penting dan perlu dihargai, yang ia pentingkan adalah kenikmatan dan kemudahan hidup di masa kini (sesat).
Sebagai orang yang percaya kepada penebusan Kristus, kitapun diberi hak sulung menjadi anak-anak Allah, supaya serupa dengan AnakNya Yang Tunggal Tuhan Yesus Kristus (Rm. 8:29 ).
Di tengah arus dunia yang kian materialitis, harga diri dan identitas diri rasanya tidak dipentingkan lagi, yang dicari hanya manusia hanyalah uang dan kepuasan duniawai. Segala cara dihalalkan yang penting tujuan hidup tercapai. Celakanya banyak kehidupan orang percayapun yang tidak dapat dijadikan suatu teladan bagi orang yang belum percaya.
Sebagai orang beriman, adakah kita telah menunjukkan identitas dan harga diri kita sebagai anak-anak Allah kepada dunia?
Adakah kita menyediakan waktu secara khusus untuk Tuhan dan merenungkan Firman-Nya? Adakah kita menjaga kesucian hidup dan mementingkan hal-hal rohani?
 


 

Back to Top

Webmaster