| Oktober 1998 |
| Prakata |
|
| Senin | Selasa | Rabu | Kamis | Jumat | Sabtu | Minggu |
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 |
|
|
|
|
11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |
![]()
![]()
|
Prakata UKURANNYA BUKAN KEBERHASILAN Betapa sering pekerjaan hanya diukur dari
hasilnya. Seringkali hasil itu bahkan dipersempit lagi dalam bentuk angka-angka.
|
|
Bonus
Kuasa Untuk Memberi: Oleh : Pdt. Joseph Tong Ph.D. *) *) Penulis mendapatkan Master Teologi dalam bidang Sistimatika di Calvin Theological Seminary, dan Doktor Filosophy dalam bidang psikologi di Southern California University. Saat ini penulis melayani sebagai Rektor di International Theological Seminary, dan sebagai majelis di sebuah gereja di Los Angeles, USA. Judul asli artikel di atas adalah ON THE POWER TO GIVE: Christian Concern for the Poor. Artikel ini adalah salah satu artikel yangterdapat di dalam diktat beliau yang tidak diterbitkan yang berjudul THE TRIUMPH OF SOVEREIGN GRACE.
Saat ini Indonesia berada dalam situasi yang serba sulit. Semua bidang
kehidupan di negara ini mengalami degradasi atau kemunduran. Salah satu
yang sangat kasat dimata kita adalah mengenai harga-harga SEMBAKO yang
melangit tak terkendali. Bila kita melihat hal ini apa yang kita lakukan
sebagai orang Kristen. Menurut berita di koran-koran dan di media elektronik
lainnya, sudah banyak anak-anak kecil dan bayi-bayi yang kekurangan gizi,
karena orang tua mereka tidak mampu lagi membeli kebutuhan itu. PHK-pun
terjadi di banyak tempat yang mengakibatkan Indonesia bukan lagi masuk
dalam kategori negara berkembang, tetapi negara miskin. Belum lagi konflik
politik yang berkepanjangan di negara kita. Mau kemanakah Indonesia ini?
Mungkin itu pertanyaan kita semua. |
| Melihat
Allah
"Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisa berkata-kata,
orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka
memuliakan Allah Israel." |
| Tanggal :
1 Oktober 1998 Bacaan : Mat. 15:29-31 Refleksi : Bisakah kita melihat Tuhan dibalik semua keajaiban hidup ini? Bisa, kalau hati kita suci. Doakan Bersama : Kesulitan-kesulitan yang kita hadapi tetap membuat kita melihat kasih Tuhan dan tetap membagikan kasihNya kepada orang lain. |
Perikop ini dimulai "Yesus
menyusur pantai danau Galilea." Daerah yang sedang dimasuki oleh
Tuhan Yesus bukanlah daerah orang Yahudi, tetapi daerah orang kafir. Berarti
pada waktu itu Yesus sedang konsentrasi terhadap pelayanan orang kafir.
Artinya, perhatian Yesus terhadap orang kafir tidaklah serendah seperti
yang Dia katakan sendiri untuk menguji iman wanita Kanaan itu (ingat Perspektif,
20, 21 Sept '98). Yang menjadi perhatian kita dalam bagian ini adalah bahwa dalam perikop ini Matius masih ingin mengajak pembaca untuk membandingkan respon yang diberikan oleh orang Yahudi dengan respon oleh orang kafir terhadap tanda-tanda yang Tuhan Yesus nyatakan. Pada bagian akhir ayat 31 dikatakan orang-orang itu "memuliakan Allah Israel". Saudara, mereka bukanlah orang yang biasa pergi ke rumah ibadah. Mereka bukanlah orang yang mengenal siapa Allah Israel. Tetapi, perhatikan keterbukaan hati mereka terhadap berita kesukaan. Mereka akhirnya bisa melihat Allah dibelakang semua karya Tuhan Yesus. Itu yang membuat mereka memuliakan Allah Israel. Yesus berkata dalam Mat. 5:8, orang yang suci hatinyalah yang bisa melihat Allah. Itulah yang terjadi dengan orang kafir itu. Sementara telah berkali-kali Tuhan Yesus berkarya di tengah-tengah bangsa Israel, namun mereka tidak pernah melihat bahwa Allahlah yang berada dibalik semua karya Tuhan Yesus. Mengapa mereka tidak bisa melihat hal itu? Yesus katakan, karena hati mereka tidak suci, penuh dengan kemunafikan dan iri hati. |
| Belas
Kasihan
"HatiKu tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini.
Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan
di jalan." |
| Tanggal :
2 Oktober 1998 Bacaan : Mat. 15:32-39 Refleksi : Sudahkah hati kita tergerak oleh belas kasihan melihat orang-orang yang menderita, terlebih di tengah-tengah bangsa dan masyarakat kita yang sudah jatuh miskin? Doakan Bersama : Keadaan hukum di Indonesia dapat ditegakkan dan aparat penegak hukum diberi kekuatan untuk tidak melakukan perbuatan tercela tetapi dengan berani menyatakan kebenaran. |
Peristiwa memberi makan
sebanyak ribuan orang dua kali dicatat di dalam kitab Matius. Sebelumnya
terdapat dalam Mat. 14:13-21. Namun, ada perbedaan yang mencolok antara
keduanya, yaitu kepada siapa mujizat itu dilakukan. Kalau sebelumnya Yesus
mengadakan mujizat pada orang Israel, namun kali ini Yesus mengadakan mujizat
di antara orang-orang kafir di daerah pantai Galilea (ay. 29). Apa yang penting? Matius ingin menunjukkan bahwa anugerah yang diberikan kepada bangsa Israel oleh Sang Mesias mereka, juga diberikan kepada orang-orang di luar umat Israel. Ini adalah satu manifesto, satu deklarasi awal bagi murid-muridNya bahwa misi ke luar Israel sudah di mulai. Kasih yang dibawa Yesus tidak sebatas asal keturunanNya, tetapi juga menjangkau bangsa-bangsa. Ada hal yang menarik kalau kita membandingkan cara Yesus memandang masalah dengan cara murid-muridNya. Yesus berkata, "hatiKu tergerak oleh belas kasihan." Kasih itu adalah pertimbangan Yesus saat menghadapi pergumulan orang lain. Kasih yang mencari. Kasih yang ingin melihat segalanya menjadi baik. Namun, berbeda dengan para murid, pertimbangan mereka yang pertama dalam menolong orang lain adalah resiko. "Mana mungkin ada roti sebanyak itu ditempat sunyi ini?" , "Betapa repotnya kita harus memikirkan orang-orang banyak ini?; atau "mereka 'kan orang kafir, bagaimana penilaian bangsa kita bila kita berbuat baik bagi mereka?" Atau mungkin banyak pertimbangan yang lain. Kalau kita ditanya, pertimbangan mana yang ada pada kita? |
| Kalau
Saja Kita Komit...
"Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan
potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh." |
| Tanggal :
3 Oktober 1998 Bacaan : Mat. 15:32-39 Refleksi : Sebelum kita menuntut Allah berkarya dalam hidup kita, mari kita memeriksa komitmen, ketulusan dan keseriusan hati kita dalam mengikuti jalanNya. Doakan Bersama : Aparat keamaman agar diberi keberanian, kekuatan, hikmat, dan kebijaksanaan di dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk mengamankan segenap rakyat Indonesia. |
Apa akibat pertimbangan
belas kasihan yang Tuhan Yesus nyatakan dalam perikop ini? Luar biasa,
mereka bukan hanya makan sampai kenyang, tetapi lebih dari itu, mereka
bahkan mengumpulkan kelebihan makanan sampai tujuh bakul penuh. Bagi Allah bukan masalah berapa ikan dan roti yang dipersembahkan kepadaNya bagi orang banyak (sama halnya seperti yang terjadi waktu Ia memberi makan lima ribu orang), tetapi yang dilihat Allah adalah hati pemberian itu. Dengan hati yang rela memberi, hati yang tulus, hati yang penuh belas kasihan, Allah bisa berkarya dengan leluasa. Tetapi dengan hati yang munafik, pura-pura, penakut, Allah tidak mau berkarya. Bukan karena ia tidak mampu, tetapi karena hati yang seperti itu tidak selaras dengan hati Allah. Spirit yang dimiliki oleh perikop ini sama dengan spirit yang dialami oleh Daniel saat dia bersama ketiga temannya komit untuk tidak memakan makanan dari meja raja (Dan.1:8). Daniel dan teman-temannya minta agar mereka diberi makan sayur ganti makanan dari meja raja. Bahkan mereka minta diuji siapakah yang lebih sehat, gemuk dan pintar, Daniel atau mereka yang makan dari meja raja. Setelah diuji apa yang terjadi? Daniel dan temannya yang makan sayur lebih gemuk dan lebih pintar dari pada mereka yang makan makanan dari meja raja (Dan. 1:15,17). Daniel ingin membuktikan bahwa Tuhan bisa membuat sesuatu yang mustahil jadi mungkin. Sama dengan Daniel, dalam perikop pagi ini, kita diajar, bahwa hati yang komit, serius pada Tuhan adalah prasyarat Allah berkarya.
|
| Tuhan
Tahu Hati Kita
"Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda.
Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan suatu tanda selain tanda nabi
Yunus." |
| Tanggal :
4 Oktober 1998 Bacaan : Mat. 16:1-4 Refleksi : Tuhan Tahu hati kita saat kita sedang dalam pergumulan dan minta tanda dari Dia. Dia Tahu apakah kita tulus atau tidak. Jangan sampai kita dikatakan sebagai angkatan yang jahat dan tidak setia. Doakan Bersama : Pertumbuhan rohani dan kehidupan pribadi umat Kristen dalam hal doa, saat teduh, PI, dan persekutuan. |
Dalam perikop ini dikatakan
bahwa Yesus dengan murid-muridnya sudah berada di tengah-tengah orang Israel.
Kita akan melihat perbedaan respon yang sangat mencolok yang diberikan
oleh orang Israel sendiri dengan yang diberikan oleh orang kafir. Kita
telah membahas pada hari pertama bahwa respon orang kafir ketika mereka
melihat berbagai tanda yang dinyatakan oleh Yesus, mereka memuliakan Allah
Israel. Tetapi berbeda dengan orang Israel sendiri. Mereka yang diwakili
oleh orang Saduki dan Farisi, menganggap bahwa tanda yang Yesus berikan
belum cukup sehingga mereka butuh tanda yang lain. Sesungguhnya bukannya tanda itu belum cukup, tetapi ini masalah hati. Tujuan mereka adalah untuk mencobai Tuhan Yesus (ay. 1). Hati mereka penuh kemunafikan, kelicikan, tidak tulus. Dengan hati yang seperti ini tidak mungkin mereka bisa melihat tanda yang Tuhan berikan sebagai karya Allah. Hanya hati yang suci yang bisa melihat Allah dibalik karyaNya.Tanda apakah lagi yang kurang yang Yesus belum nyatakan di hadapan mereka? Sudah cukup! Mengapa hati yang seperti ini ada pada orang Farisi dan Saduki? Karena memang pada dasarnya mereka menolak Tuhan Yesus. Mereka yang semula menjadi panutan dan simbol dalam masyarakat mulai pudar, setelah kedatangan Tuhan Yesus. Semua orang mulai menoleh kepada Yesus. Mereka benci semua itu. Itu sebabnya Yesus berkata bahwa angkatan ini adalah "angkatan yang jahat dan tidak setia." Pada saat kita mencari tanda dari Tuhan atas pergumulan kita, adakah itu lahir dari hati yang tulus atau dari hati yang tidak percaya? |
| Ragi
"Yesus berkata kepada mereka: berjaga-jagalah dan waspadalah
terhadap ragi orang Farisi dan Saduki'." |
| Tanggal :
5 Oktober 1998 Bacaan : Mat. 16: 5-12 Refleksi : Adakah ragi yang telah merusak kesaksian hidup kita? Yesus mengatakan
agar hati-hati terhadap orang yang punya ragi; tetapi juga waspada agar
kitapun tidak memiliki ragi, tetapi murni (1.Kor.5:8) Doakan Bersama : Pendistribusian sembako agar dapat mencapai masyarakat kecil dengan harga yang dapat dijangkau. |
Ada dua tingkat kebodohan
para murid waktu itu yang menjengkelkan Tuhan Yesus. Pertama, betapa lambannya
hati mereka bahwa yang dipermasalahkan Tuhan Yesus bukanlah tidak adanya
roti. Sudah dua kali Yesus menyatakan mujizat dengan melipatgandakan roti
menjadi berkelimpahan. Belum cukupkah pelajaran itu bahwa makanan jasmani
tidak pernah menjadi perhatian Yesus? Yesus langsung menunjuk permasalahan
mereka yang sebenarnya, yaitu sesungguhnya mereka kurang percaya! Mereka
gagal melihat makna rohani mujizat pemberian makan itu. Mereka asyik dengan
hal-hal yang jasmani saja, yaitu roti Kekurang percayaan mereka menyebabkan tingkat kebodohan mereka yang kedua, mereka tidak mengerti kiasan ragi yang dipakai Tuhan Yesus. Ragi di dalam Alkitab seringkali disamakan dengan ajaran yang salah. Hal ini bisa kita baca dalam 1 Kor.5: 6-8; Gal.5: 9. Dalam Mar. 8:15, ragi itupun dimiliki oleh Herodes. Lalu adakah hubungan semua ungkapan ragi itu? Jelas sekali hal ini berhubungan dengan konsep mereka tentang Mesias, yaitu Yesus, dimana mereka meminta tanda (Mat,16:1-4). Ragi adalah simbol masuknya kuasa si jahat, hal ini nyata dengan kebusukan hati dari orang Saduki dan Farisi yang ditunjukkan dengan meminta tanda dari Yesus. Tanda itu bahkan menunjukkan ketidakpercayaan mereka, bukan karena percaya. Artinya, semua ajaran mereka adalah kemunafikan dan kebusukan. Itulah yang Tuhan mau agar para murid menjauhinya. Yesus mau murid-muridNya hidup dalam ketulusan, kemurnian, jangan ada ragi yang bisa merusak semua ajaran dan kesaksian mereka. |
| Masa
Depan Dari Sudut Pandang Ilahi
"Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya,
sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan!" |
| Tanggal :
6 Oktober 1998 Bacaan : Dan. 2:30-49 Refleksi : Mungkin Anda sering tidak dapat memahami kehidupan yang Anda jalani saat ini! Yang menjadi pertanyaan adalah sejauh mana keyakinan dan penyerahan hidup Anda ke dalam otoritas kedaulatan Allah saat ini? Doakan Bersama : Orang-orang Kristen yang terlibat dalam politik seperti Prof. Dr. Paul Tahalele, Prof. Dr. J. E. Sahetapy, Muchtar Pakpahan, Christian Wibisono, dll supaya dalam mengambil sikap sesuai dengan kehendak Tuhan. |
Daniel 2 merupakan salah
satu pasal yang menakjubkan dari Alkitab, meramalkan kebangkitan dan kejatuhan
empat kerajaan besar dunia di masa berikutnya. Sekalipun seolah-olah tampak
lebih sebagai kisah sejarah purba, tetapi semua ini merupakan gambar masa
depan bagi Daniel. Kalau kita perhatikan rangkaian perjalanan Daniel hingga berhadapan dengan raja, ini merupakan suatu rangkaian yang bukan kebetulan belaka. Setidaknya ada 3 alasan yang menunjukkan bukan suatu kebetulan belaka: Pertama, kita bisa melihat kegelisahan hati raja karena sebuah mimpi sehingga diambil suatu kebijakan yang kurang lazim bahkan tidak bisa diterima dengan akal sehat. Yakni memanggil para ahli dan cendikiawan untuk menceritakan mimpi dan makna dari mimpi tersebut. Ini bukan berarti raja lupa akan mimpinya tetapi suatu kecerdikan dari raja tersebut. Bahkan tidak segan untuk membunuh mereka yang gagal menceritakan. Kedua, pada akhirnya tidak ada seorangpun yang dapat menceritakan dan menjelaskan makna dari pada mimpi tersebut. Sekalipun orang-orang yang dipanggil oleh raja bukanlah orang sembarangan. Pada zaman itu mereka memiliki kedudukan yang cukup disegani. Ketiga, Daniel dapat menceritakan mimpi dari raja dengan begitu detail. Nebukadnezarpun menyakini sampai ia mau menyembah Daniel dan mengadakan upacara syukur dan kurban serta memuji Allah Daniel. Disini kita melihat bahwa Allah berdaulat atas sejarah manusia. Tidak ada yang kebetulan dalam dunia ini. Demikian juga hidup kita. |
| Masa
Depan Dari Sudut Pandang Ilahi
"Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya,
sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan!" |
| Tanggal :
7 Oktober 1998 Bacaan : Dan 2:30-49 (lanjutan) Refleksi : Kehidupan yang berjalan dengan sudut pandang Ilahi, akan senantiasa berpaling kepada Allah dan akan menghasilkan ketegaran sekalipun dimasa yang sulit! Doakan Bersama : Gerakan Sembako yang dilaksanakan kiranya boleh terus dipakai Tuhan untuk menolong orang-orang yang betul-betul membutuhkan. |
Semua orang memimpikan untuk
menjadi orang yang sukses dalam berbagai hal. Memiliki keluarga yang harmonis,
penghasilan yang banyak, status sosial yang baik dan secara batin bahagia,
hidup yang tenang serta disukai dan dihormati banyak orang. Tetapi tidak banyak orang yang tahu bagaimana cara untuk mencapainya. Namun, saat ini banyak orang mencoba dengan berbagai upaya dan mereka berjuang keras dengan seluruh kekuatan dirinya. Sampai akhirnya mereka sendiri tidak tahu lagi apa yang sebenarnya mereka cari. Akhirnya mereka frustasi, stres akibat merosotnya kepercayaan diri. Menjadi orang yang tidak bergairah dan putus asa. Perilaku hidupnya cenderung amoral dan tidak bertanggung jawab. Berbeda dengan Daniel, ia melihat masa depannya tidak secara manusiawi yakni dengan kekuatan diri dan kebanggan diri. Tetapi Daniel melangkah dengan langkah Ilahi. Ia melangkah tanpa malu, dengan menerima sebagai seorang tawanan. Langkah yang tidak lazim pada zaman itu dengan tidak berkompromi kepada hal-hal yang menajiskan rohaninya. Memiliki komitmen iman, bukan sekedar kata-kata dan janji yang muluk-muluk. Ketika mendapat kepercayaan dari Allah untuk mengerti mimpi dari pada raja, bahkan ketika ia mendapatkan pujian dan penghargaan serta penghormatan dari raja (ay. 47-49) tidak egois dan sombong, melainkan rendah hati. Akhirnya Tuhan mengangkat harga diri Daniel sedemikian rupa sehingga ia menjadi orang kepercayaan oleh raja-raja Babel. Maukah saudara sukses di mata Tuhan dan di mata manusia? Ikutilah teladan Daniel! |
| Dikuduskan
Dalam Kristus Yesus
"Kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka dikuduskan dalam
Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus...." |
| Tanggal :
8 Oktober 1998 Bacaan : 1 Kor 1:1-3 Refleksi : Kita adalah "orang-orang kudus" karena panggilan (1 Kor 6:11). Doakan Bersama : Karakter kita sebagai orang Kristen agar setiap hari mau diubah oleh Tuhan sendiri untuk menjadi semakin indah sehingga menjadi kesaksian hidup dan memuliakan Tuhan. |
Jemaat Korintus adalah suatu
jemaat yang suka bertengkar, terpecah dan tidak bermoral. Bastian Van Elderen
berkata: "Gereja di Korintus mempunyai kesulitan-kesulitan yang amat
serius dalam hal moral, rohani dan teologia. Gereja ini telah membuat Paulus
pusing dan jantungan dibandingkan dengan gereja-gereja yang lain."
Namun, Paulus tetap berkata bahwa jemaat Korintus adalah orang-orang yang
telah dikuduskan dalam Kristus Yesus. Arti dasar dari kata "dikuduskan" tidak menunjuk kepada karakter moral yang tinggi yang telah dimiliki seseorang sebelumnya, tapi lebih pada: dibersihkan dari dosa dan dianggap benar. Kata "dosa" dalam Alkitab acapkali disajikan di bawah dua aspek, yakni kesalahan (guilt) dan pencemaran (polution). Seseorang yang dikuduskan berarti semua dosa atau kesalahan yang menyebabkan pencemaran dan penghalang dalam dirinya telah dibersihkan, sehingga dihadapan Allah, ia dianggap atau diperlakukan sebagai orang yang kudus atau benar. Pengudusan yang demikian disebut pengudusan status atau posisi. Kekudusan dalam pengertian status atau posisi, tidak ada kaitannya dengan perbuatan-perbuatan baik atau kehidupan yang bermoral. Kebenaran ini dapat digambarkan seperti seorang presiden yang tidak berperilaku seperti presiden, tapi ia tetap adalah seorang presiden. Sebagai orang Kristen kita harus menjalani kehidupan yang kudus, tapi kehidupan yang kudus tidak menjadikan kita kudus. Kita menjadi kudus karena Kristus Yesus telah menguduskan kita dalam respon iman percaya kita kepada Kristus (Ibr. 2:11). |
| Dipanggil
Menjadi Orang-Orang Kudus
"Kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka dikuduskan dalam
Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus...." |
| Tanggal :
9 Oktober 1998 Bacaan : 1 Kor 1:1-3 Refleksi : Marilah kita memenuhi panggilan Tuhan yaitu untuk menjadi orang-orang kudus. (Ibr. 12:14) Doakan Bersama : Pakar ekonomi agar diberi hikmat oleh Tuhan, sehingga mereka dapat memperoleh jalan keluar yang terbaik untuk memulihkan ekonomi Indonesia. |
Kekudusan bukan hanya suatu
keadaan, status atau posisi. Allah memanggil jemaat Korintus tidak hanya
memasuki suatu keadaan yang kudus tapi juga mendorong mereka mempraktekkan
kekudusan sepanjang hidup mereka. Dengan demikian pekerjaan Roh Kudus akan
menjadi bukti yang nyata dalam kehidupan mereka. Pengudusan yang demikian
juga disebut pengudus praktis (practical sanctification). Panggilan untuk mempraktekkan kehidupan yang kudus, sebetulnya sejalan dengan arti dasar kata "kudus" yang dipakai dalam ayat ini, yakni pemisahan (separation). Karena itu kita mengenal adanya bangsa yang kudus, Bait Allah yang kudus dan korban yang kudus. Maka, jika seseorang telah dikhususkan menjadi milik Allah, seharusnya dalam kehidupannya sehari-hari memperlihatkan karakter-karakter kudus yang sesuai dengan standar Allah. Panggilan menjadi kudus adalah suatu tantangan yang berat. Ini dikarenakan, bagi orang-orang percaya, pengudusan bukan saja berupa suatu tindakan Allah bersifat definitif tapi juga suatu proses yang bersifat seumur hidup. Wayne Grudem mendefinisikan "pengudusan" sebagai suatu proses di dalamnya baik Allah maupun manusia bekerja bersama-sama, memberikan orang-orang percaya kebebasan yang semakin meningkat untuk keluar dari ikatan dosa dan semakin memiliki sifat-sifat yang menyerupai Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang Kristen terpanggil untuk bekerja sama dengan Allah dalam proses pengudusan. Marilah kita memberikan diri untuk mengalami proses pengudusan yang dilakukan Tuhan melalui kesediaan kita untuk bekerja sama. |
| Miskin
Tapi Kaya
"Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu namun engkau kaya dan
fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya
tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah iblis." |
| Tanggal :
10 Oktober 1998 Bacaan : Why. 2:8-11 Refleksi : Kekayaan yang didapat dari kecurangan sama dengan kemiskinan. Tetapi kemiskinan yang didapat dari kejujuran adalah kekayaan yang sebenarnya. Doakan Bersama : Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dalam pelayanannya menyebarkan Firman Tuhan serta menerjemahkannya ke dalam berbagai bahasa suku. |
Banyak orang secara tiba-tiba
menjadi kaya karena usahanya berhasil, karena mereka memiliki fasilitas-fasilitas
tertentu, akses-akses tertentu untuk mendapatkan kesempatan menjadi kaya.
Rezim Orde Baru yang baru saja jatuh, penuh diwarnai dengan praktek semacam
itu. Pada masa jaya Orba, banyak orang memanfaatkan fasilitas dan kesempatan
untuk menjadi kaya. Sistem seperti itu akhirnya menjadi sesuatu yang mendarah
daging dalam perekonomian kelas elite, dan tidak jarang ada juga anak Tuhan
yang terjerat dalam permainan tersebut. Kota Smirna (atau Izmir di negara Turki sekarang), adalah sebuah kota pelabuhan yang merupakan pintu jalur perdagangan antar benua pada waktu itu, sehingga begitu banyak peluang bisa di dapat untuk menjadi kaya. Tapi di kota yang kaya seperti itu, Gereja Tuhan ternyata hidup dengan keadaan miskin. mengapa? Dari pujian yang diberikan Tuhan kepada mereka, kita dapat menarik kesimpulan bahwa mereka orang-oang Smirna hidup miskin karena mereka jujur, karena mereka tidak ikut dalam arus KKN yang menjadi gaya hidup kota Smirna, bahkan karena status iman dan kesaksian hidup mereka, mengakibatkan mereka dikucilkan dari kesempatan usaha yang memberi keuntungan. Mereka terjepit di tengah-tengah rimba perekonomian yang kotor, mereka miskin, bahkan mereka masih harus menanggung fitnah dan aniaya. Tapi itu hanya seketika saja, semua itu hanya sementara saja. Mahkota kehidupan telah tersedia bagi mereka, karena dihadapan Tuhan, mereka adalah jemaat yang kaya meskipun secara materi mereka miskin. |
| Kaya
Tapi Miskin
"Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu namun engkau kaya dan
fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya
tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah iblis." |
| Tanggal :
11 Oktober 1998 Bacaan : Why. 3:14-22 Refleksi : Saya ingin menjadi orang yang kaya rohani, walaupun secara materi saya miskin. Tetapi kalau boleh Tuhan, berikanlah saya perasaan kaya dalam segala hal karena berkat Tuhan berkecukupan. Doakan Bersama : Lembaga Misionaris WEC yang mengirim para misionaris ke seluruh dunia. |
Kebalikan dari jemaat Smirna,
Gereja di Laodikia adalah gereja yang kaya secara materi. Jemaat di Laodikia
nampaknya telah memanfaatkan segala kelimpahan produksi dan kesuburan dunia
usaha di sana, dan sangat mungkin terjerat juga dalam permainan perdagangan
seperti yang dilakukan orang-orang di sana, yang tidak takut kepada Tuhan
dan menghalalkan cara demi tujuan keuntungan diri. Jemaat Laodikia kaya dalam materi, tapi miskin rohani. Mereka masih beribadah, bahkan masih melayani, tapi sudah kehilangan semangat dan dedikasi. Mereka terbuai dengan kekayaan mereka dan merasa puas diri. Mereka tidak sadar bahwa dengan kepuasan diri dan rasa bangga diri yang seperti itu, Tuhan sudah tidak ada di tengah-tengah mereka. Tuhan sudah terdesak keluar dari pintu gereja karena mereka sudah tidak merasa membutuhkan Tuhan lagi. Dihadapan manusia, mereka adalah jemaat yang kaya. Tapi di mata Tuhan, mereka begitu melarat, malang, miskin, buta dan telanjang, patut dikasihani. Tuhan menyerukan mereka agar bertobat dari kesalahan mereka dan kembali menikmati kehidupan penuh berkat di dalam kesucian dan kebenaran. Tuhan menegor dan menghajar mereka karena Tuhan rindu untuk bersekutu kembali dengan gereja yang dikasihaniNya, Dia menanti Gereja bertobat dari kesalahan dan kembali kepadaNya. Gereja Smirna dan gereja Laodikia melukiskan dua macam kehidupan gereja yang berbeda. Termasuk yang manakah GKA Gloria? Termasuk kelompok yang manakah Saudara? |
| Keseimbangan
"... sebab ditangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan
kamu ke dalam tangan kami." |
| Tanggal :
12 Oktober 1998 Bacaan : I Sam. 17:1-58 Refleksi : Apakah Anda memiliki keseimbangan antara iman Anda kepada Allah dan
kepercayaan kepada diri Anda sendiri? Allah ingin Anda menyeimbangkan kedua
kebenaran ini dalam hidup Anda. Doakan Bersama : Pemerintah Indonesia sungguh-sungguh menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai Hak Asasi Manusia. |
Memiliki keseimbangan antara
iman kepada Allah dan kepercayaan kepada diri sendiri adalah merupakan
hal yang penting. Karena disatu sisi dapat meluputkan kita dari perbuatan
atau tindakan 'iman' yang konyol dan buta. Di mana seseorang hanya bersikap
diam tanpa berbuat sesuatu dan hanya menunggu Allah yang turun tangan.
Dalam kisah pertempuran Daud dengan Goliat si manusia raksasa, menyeimbangkan kebenaran ini dapat terlihat dengan jelas dan indah. Di satu pihak, Daud menyadari dan mengakui bahwa Allahlah yang akan berperang dan memberikan kemenangan kepadanya. Keyakinan Daud itu dibangun atas dasar pengalaman imannya kepada Allah sebagai seorang gembala muda yang telah diluputkan oleh Tuhan Allah dari terkaman cakar binatang buas, baik itu singa maupun beruang (ay.37). Dan dipihak lain, Daud percaya bahwa ia sanggup mengalahkan Goliat dengan kemampuan uniknya dalam menggunakan umban ketapel (ay. 40,49). Keahlian Daud dalam menggunakan umban ketapel memerlukan waktu yang lama untuk berlatih di sisi bukit sambil menjaga domba-domba ayahnya. Di Israel, umban ketapel adalah senjata rahasia.Banyak orang yang mempelajari bagaimana caranya menggunakan alat ini secara tepat. Di dalam Kitab Hakim-hakim kita membaca, ada 700 orang pilihan yang bertangan kidal dan setiap orang dari mereka dapat mengumban dengan tidak pernah meleset sampai sehelai rambutpun (Hak. 20:16). Allah ingin agar kita menyeimbangkan kedua kebenaran ini dalam hidup kita. |
| Iman
Kepada Allah
"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah
bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu,
maka Ia akan meluruskan jalanmu." |
| Tanggal :
13 Oktober 1998 Bacaan : I Sam. 17:1-58 Refleksi : Ketika tantangan datang, apakah kita bersikap seperti Saul? Lari, menyembunyikan diri dan takut menghadapi realita yang ada. Atau seperti Daud ? Percaya penuh pada pertolongan Allah. Doakan Bersama : Keluarga, sahabat, kerabat, dan rekan kerja anda yang belum percaya kiranya Tuhan membuka jalan dan memakai anda sebagai penyalur berkat dan keselamatan bagi mereka. |
Selama empat puluh hari,
Goliat menuruni lembah dan berteriak kepada bangsa Israel, menantang mereka
untuk ke luar dan mengancam bangsa Israel (baca ay. 8-9). Ternyata akibatnya
sangat menghancurkan. Tidak ada seorang pun dari antara pasukan Israel
yang berani menerima tantangan itu. Dalam suatu kesempatan Daud tiba di medan pertempuran, ia melihat Goliat sedang menuruni bukit dan mendengarnya meneriakkan tantangan terhadap bangsa Israel. Dengan segera hati Daud terbakar, ini bukan hanya disebabkan oleh keinginan untuk membela negaranya, tetapi terutama karena nama Allah dicemoohkan (ay. 26). Daud sangat terkejut melihat sikap bangsanya, dan iapun menjadi kecewa. Lalu ia mengajukan diri untuk menerima tantangan si raksasa Goliat. Keberanian yang timbul dalam diri Daud bukanlah merupakan suatu tindakan yang konyol, membabi-buta atau usaha membunuh diri sendiri. Sebaliknya, keberanian itu timbul karena Daud memiliki keyakinan dan iman kepada Allah Yahweh serta percaya diri. Sehingga dengan lantang Daud berkata: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu (ay. 37). Dan sambil mendekati Goliat, Daud berseru: "aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kau tantang itu..." (Ay. 45-47). Sikap seperti Daudlah yang harus kita miliki dalam menghadapi setiap menghadapi tantangan kehidupan yang ada di depan kita. Bagaimana dengan Anda? |
| Tulus
Ikhlas Atau Terpaksa
"Marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas,
keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari
hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni." |
| Tanggal :
14 Oktober 1998 Bacaan : Ibr. 10:19-22 Refleksi : Mintalah Tuhan memurnikan hati kita, karena hati yang murnilah yang disukai oleh Allah dan manusia. Doakan Bersama : Orang-orang percaya yang mengalami penganiayaan di negara-negara yang menolak Injil agar kuasa salibNya menjadi sumber kekuatan dan penghiburan untuk tetap bertahan dalam Dia. |
Saya sedang berpikir, ketika
saya memberikan uang kecil kepada pengamen diperhentian lalu lintas, sungguhkah
saya memberikan uang dengan tulus ikhlas karena keprihatinan kondisi saat
ini ataukah karena saya tidak ingin mobil yang saya kendarai digores, bahkan
timbul masalah? Seringkali dalam kehidupan, hati nurani manusia telah dicemari oleh ketidaktulusan, baik terhadap sesamanya atau terhadap Allah. Mungkin saja hal ini terjadi karena pengalaman-pengalaman yang pernah dihadapi oleh dirinya sendiri atau orang lain. Tatkala seseorang sedang melakukan sesuatu hal dengan motivasi yang murni, ia dirugikan, bahkan dicelakakan. Akibatnya, manusia lebih sering membuat "defense" (pertahanan diri) sebelum timbul perkara. Tanpa disadari, manusia telah kehilangan tulus ikhlas dalam hati nuraninya. Namun dalam Kitab Ibrani, Paulus mengingatkan kepada kita, bahwa hati nurani kita yang jahat sudah disucikan dengan darah Yesus Kristus. Darah Yesus Kristus itulah yang memulihkan hati nurani yang murni, di mana menurut kemampuan manusia tidak dapat diterima dengan akal dan kehendaknya. Hati yang murni adalah, hati yang di dalamnya tidak tersembunyi suatu kepalsuan. Tidak ada kecurangan, motivasi yang tersembunyi. Hati yang seperti ini hanya didapatkan di dalam Kristus. Kristus Yesus telah mendamaikan diri kita dengan Allah dan dengan sesama kita. Marilah kita bersikap tulus kepada semua orang. Janganlah lagi kita cenderung mencurigai perbuatan orang lain. Karena hati yang demikianlah yang dapat datang kepada Allah. |
| Bahaya
Mengancam, Hidupku Tak Karam
"Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai
penolong dalam kesesakan sangat terbukti." |
| Tanggal :
15 Oktober 1998 Bacaan : Mzm. 46 Refleksi : Mari memandang semua kesulitan kita dalam kerangka berpikir yang dikehendaki Tuhan, bukan mencari untung pribadi atau keselamatan jasmani pribadi dan tetap menampakkan kesaksian yang memuliakan namaNya. Doakan Bersama : Para pemimpin Kristen, lembaga Kristen, Yayasan Kristen, LSM , dan ormas-ormas Kristen untuk senantiasa bersatu, bergandengan tangan, saling mendukung, dan saling mendoakan. |
Siapa yang tak tahu bahwa
mazmur ini pernah menggugah Martin Luther dan memberinya kekuatan sehingga
didendangkannya untuk menjadi salah satu lagu rohani kristiani? Mazmur
ini benar-benar mempunyai makna yang dalam untuk ditelusuri. Ungkapan di
ayat 2-4 sungguh merupakan pernyataan iman yang kukuh. Saat bahaya yang
mengerikan sekalipun mengancam beranikah kita mengucapkan pengakuan semacam
ini? Bukankah banyak yang mengaminkan bagian ini saat keadaan masih aman
sentosa tapi ketika benar ancaman merebak, kita tak lagi bisa mempercayai
bukan hanya Mazmur ini bahkan terhadap Tuhan sendiri? Lalu ayat 5-8 pemazmur mengajak kita untuk melihat ketenangan penuh damai ketika kita bersama Allah kita dan gemuruh para bangsa yang melawanNya tak pernah menggentarkan kita sebab DIA ada bersama kita. Bila DIA ada di pihak kita, siapakah yang berani melawan kita? Sayangnya banyak orang percaya lebih percaya negara Amerika, Australia dll. yang menjadi perlindungan mereka. Mazmur ini terasa hanya cocok buat mereka yang hidup di era Perjanjian Lama dan bukan untuk kita yang sedang dilanda krisis berkepanjangan ini. Dan ayat 9-12 mengajak kita untuk bernostalgia, melihat catatan sejarah yang sering kita abaikan. Di sana ada kiprah Allah dalam berkarya bagi kita. Marilah kita mencoba menjadi tenang dan memandang pada DIA. Allah kita bukan hanya menyertai tapi juga senantiasa bertindak bagi umatNya agar DIA dipermuliakan di atas bumi ini.
|
| Dosa
Yang Ringan
"Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah
perkataan yang baik untuk membangun...supaya mereka yang mendengarnya beroleh
kasih karunia." |
| Tanggal :
16 Oktober 1998 Bacaan : Ef. 4: 17-32 Refleksi : Melepaskan kita dari ikatan dosa bukat hanya sekedar berdoa dan mohon darahnya menyucikan kita. Tetapi juga dibutuhkan komitmen iman sebagai tanggungjawab kita yang telah dibasuh darahNya. Doakan Bersama : Mohon Tuhan memelihara semangat pelayanan kita sebagai anak-anak Allah di tengah-tengah semakin sibuk dan sulitnya tantangan hidup. |
Acapkali kita melakukan
"dosa yang ringan", namun kita tetap memanggul jabatan sebagai
pekerja Tuhan, bahkan tetap melaksanakan tugas sebagai hamba-hamba Tuhan. Dosa-dosa apakah yang disebut "dosa yang ringan"? Pada saat kita melakukan introspeksi diri. Kita sadar bahwa kita sering melaksanakan penghakiman, pengritikan terhadap orang lain. Penghakiman, sepertinya telah menjadi dosa yang ringan yang merupakan bagian dari kehidupan kita yang dapat ditolerir dalam kalangan orang Kristen. Selain penghakiman, sering juga kita mengucapkan kata yang sia-sia (Mat. 12:36). Kita sering menyampaikan berita-berita tentang perbuatan-perbuatan orang lain yang belum pasti kebenarannya. Paulus menasehati jangan ada perkataan kotor keluar dari mulut kita. "Perkataan kotor" meliputi segala perkataan yang merusak nama baik dan hari depan orang lain. Sering juga banyak "dosa yang ringan" yang tidak pernah merugikan posisi pelayanan kita; misalnya masalah yang berkaitan dengan hubungan antara kita. Ini mencakup dendam, iri hati, mudah marah, kepahitan, perseteruan, dll. Paulus menasehati "Janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah" (Ef. 4:30). Sebenarnya segala dosa mendukakan Roh Allah. Sangat jelas bahwa, Allah berduka atas segala "dosa ringan" yang kita lakukan sama dukanya atas dosa "besar" yang berkaitan dengan perzinahan, pencurian, ketidakjujuran, dll. Kalau kita risih dan malu dengan "dosa ringan", maka kita akan gampang menolak dosa-dosa yang dikatakan "besar" tadi. |
| Harta
Yang Sering Disia-siakan
"Perintah dari bibirNya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan
ucapan mulutNya." |
| Tanggal :
17 Oktober 1998 Bacaan : Maz. 119:161-168 Refleksi : Berdoalah pada Tuhan agar Dia memberi kerinduan untuk membaca dan merenungkan Firman Allah dan melakukannya dalam hidup kita seperti teladan yang kita baca hari ini! Doakan Bersama : Sikap kita sebagai orang Kristen di dalam beribadah agar benar-benar mempunyai hati yang takut dan hormat kepada Tuhan. |
Kita semua tahu bahwa Alkitab
adalah Firman Allah.Suatu hal yang demikian berharga, bukan? Tetapi sayang
tidak setiap kita memperlakukannya sebagaimana mestinya, harta yang demikian
berharga itu sering sekali disia-siakan. Buktinya: berapa dari kita yang
tidak mempelajarinya, merenungkannya, ataupun bahkan meluangkan sedikit
waktu setiap hari untuk membacanya. Ada seorang pria di Kansas City yang terluka parah karena suatu ledakan. Wajahnya rusak, menjadi buta dan kehilangan kedua tangannya. Ia adalah seorang Kristen baru. Ia begitu kecewa karena ia tidak dapat lagi membaca Alkitab. Suatu saat ia mendengar tentang seorang wanita di Inggris yang mampu membaca huruf braille (huruf timbul untuk para orang buta) dengan bibirnya. Berharap dapat melakukan hal yang sama, ia meminta kiriman beberapa buku tentang Alkitab dalam huruf braille. Namun ia harus menerima kenyataan bahwa saraf pada bibirnya telah rusak karena ledakan itu. Suatu hari, ia hendak mencoba lagi membaca dengan bibir, lidahnya menyentuh huruf-huruf yang menonjol, dan ia dapat merasakannya. Segera saja ia berpikir, "Aku dapat membaca Alkitab dengan lidahku!". Pada waktu seorang penginjil asal Amerika menceritakan hal ini, dia sudah empat kali membaca seluruh Alkitab. Kalau kita yang mempunyai indera lengkap dan masih sehat ini tidak melakukan seperti orang itu, apalagi jika kita mengalami penderitaan yang dialaminya, mungkin kita sudah demikian jauh dari Tuhan. Pria itu sangat sadar akan keberhargaan Alkitab. Dia tidak berhenti tetapi dia terus membaca dan terus membaca. |
| Membatasi
Sifat-Sifat Allah
" Masakan aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang
periuk ini...Demikianlah kamu di tanganKu, hai kaum Israel." |
| Tanggal :
18 Oktober 1998 Bacaan : Yer. 18:1-13; Refleksi : Allah itu penyabar, tetapi ia tidak pernah tidak menghukum dosa-dosa kita bila kita tidak bertobat kepadaNya. Doakan Bersama : Minta keberanian untuk menyatakan kebenaran di lingkungan masing-masing agar terang Tuhan dapat terpancar melalui setiap orang Kristen. |
Kita tidak akan maju dalam
kehidupan sebagai murid sejati Kristus, bila kita membatasi sifat-sifat
Allah hanya dari satu segi. Allah telah menunjukkan sifat kebaikan dan
kesabaranNya yang tidak terbatas. Allah telah memperlihatkan sifat ketegasan
dan keteguhan hatiNya, yang disebut dengan sifat kerasNya. Yeremia telah melihat kedua segi sifa-sifat Allah ini. Dalam pasal 18, dan 19 ia melihat Allah mengerjakan kembali bejana dari tanah liat yang rusak dan buli buli dan menjadikannya agar dapat digunakan. Terlalu banyak orang Kristen menganggap bahwa kesabaran Allah tidak terbatas, kasihNya sudah biasa disakiti oleh perbuatan dosa, semua dosa manusia telah di Golgota. Dengan pengertian ini, akan membawa kita pada segala macam kebebasan dan kecerobohan hidup sebagai murid sejati Kristus. Begitu keraskah hati kita, sehingga diperlukan pukulan untuk membangun kita? Haruskah kita diperlakukan budak agar kita dapat menghargai dan merasa berterimakasih atas kasihNya dan menginsafkan betapa baik dan mulia Tuhan kita? Atau apakah persekutuan yang erat dengan Dia, sehingga dengan sedikit gerakan jariNya, akan membuat kita menyerah kepadaNya? Allah menunjukkan sifatNya yang keras kepada semua orang yang tidak peduli terhadapNya. Tetapi Ia tidak pernah tidak berperasaan terhadap mereka yang berteriak memohon belas kasihan, rahmat dan pertolonganNya. Karena "Ia berkenan kepada kasih setia" (Mikha 7:18). (Disadur dari Setiap Hari Bersama Tuhan, Raja-ku, nomor 146). |
| Berdirilah
Tetap
"... janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan
dari TUHAN, yang akan diberikanNya hari ini kepadamu.." |
| Tanggal :
19 Oktober 1998 Bacaan : Kel. 14:1-14 Refleksi : Sudahkah Anda merendahkan diri dan berserah sepenuhnya kepada Tuhan? Doakan Bersama : Adanya kebebasan pers di Indonesia supaya yang benar dapat dinyatakan sehingga menjadi sarana media informasi yang bertangggung jawab. |
Waktu Musa memerintahkan
orang Israel untuk "berdiri tetap melihat keselamatan dari TUHAN",
sebenarnya konfirmasi sudah dinyatakan Tuhan pada hari itu juga. Mereka
sudah melihat pekerjaan Tuhan yang besar. Tuhan memimpin mereka ke dalam
suatu posisi yang sangat sulit sehingga mereka tak mampu menyelamatkan
diri sendiri. Mereka harus bergantung sepenuhnya pada Tuhan. "Adapun orang Mesir, segala kuda dan kereta Firaun, orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka... Dalam pembacaan kita, terlihat orang Israel dalam keadaan terjepit. Mau mundur kebelakang sudah dinantikan musuh yang mengejar, mau kedepan terbentang Laut Teberau yang dalam. Mereka sungguh tak berdaya, panik dan ketakutan. Jalan satu-satunya ialah berseru kepada Tuhan. Musa berkata: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikannya hari ini kepadamu, sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja." (ay. 13-14). Dengan mata rohani Musa dapat melihat keselamatan dari Tuhan walaupun saat itu belum terlihat. Untuk memperoleh keselamatan itu, mereka harus sepenuhnya bersandar pada Tuhan. Sering Tuhan mengijinkan persoalan yang sulit, sehingga kita tak berdaya. Akhirnya harus lari bersimpuh di bawah kaki Tuhan Yesus, berdoa mohon pertolongan. Demikianlah Tuhan mengajar kita berserah dan merendahkan diri karena hanya pada Yesus ada jawaban bagi semua problem kita. |
| Menjadi
Terlalu Sibuk
"Marta, Marta, engkau kuatir... dengan banyak perkara. Tetapi
hanya satu saja yang perlu." |
| Tanggal :
20 Oktober 1998 Bacaan : Luk. 10:38-42 Refleksi : Martin luter pernah berkata bahwa semakin ia sibuk semakin banyak ia berdoa. Artinya, semakin kita banyak pekerjaan sesungguhnya kekuatan yang kita butuhkan dari Tuhan harus lebih besar. Doakan Bersama : Pertobatan oknum-oknum yang memicu kerusuhan agar terus dipelihara oleh Tuhan, dan boleh menjadi kesaksian bagi yang lainnya. |
Orang Kristen seharusnya
terikat dalam pekerjaan Tuhan tetapi tidak mengorbankan hubungan pribadinya
dengan Tuhan. Marta begitu "kuatir dan cemas dengan banyak perkara"
dalam melayani Yesus sehingga dia tidak memiliki waktu untuk bercakap-cakap
dengan Dia. Oleh sebab itu Yesus menyatakan bahwa Maria, saudara Marta
telah memilih bagian yang terbaik, yaitu mendengarkan pangajaran Yesus.
Dalam hal ini bukan berarti bahwa Marta salah, tetapi sama halnya dengan
kebanyakan dari orang Kristen zaman ini Marta melakukan prioritas yang
keliru. Dia mendahulukan pekerjaannya dari beribadah pada Tuhan. Bila Anda sedang jatuh cinta dan ditanya, "Anda lebih suka berbicara tentang kekasih Anda atau berada bersama dia?" Pertanyaan yang mudah untuk dijawab, dan Anda pasti tahu jawabannya. Pasti Anda akan menjawab, saya lebih suka berada bersama dia. Kitapun perlu bertanya pada diri kita masing-masing, "Apakah kita lebih suka menghabiskan waktu melayani Tuhan atau berkomunikasi dengan Tuhan?" Jawaban kita akan ditentukan oleh keadaan kita, apakah kita terlalu sibuk atau tidak! Banyak kesibukan untuk melayani Tuhan tetapi apakah kita sudah memilih bagian yang terbaik yaitu bersekutu secara pribadi dengan Tuhan. Jikalau seorang pelayan Tuhan sudah kehilangan persekutuan secara pribadi dengan Tuhan maka kita harus sadar bahwa kita berada dalam ambang kehancuran. Melayani Tuhan itu penting tapi ada yang lebih penting yaitu persekutuan secara pribadi dengan Tuhan. Saat melayani Kristus membutuhkan saat teduh untuk pembaharuan setiap hari. |
| Bangunlah
"Itulah sebabnya dikatakan: Bangunlah, hai kamu yang tidur dan
bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu." |
| Tanggal :
21 Oktober 1998 Bacaan : Ef. 5:1-14 Refleksi : Terjagalah terus dalam rohanimu, karena iblis siap menerkam mereka yang tidur rohaninya. Doakan Bersama : Berdirinya partai-partai baru, bukan malah memecah belah bangsa ini, tetapi mengakomodasikan segenap aspirasi rakyat Indonesia. |
Kebanyakan orang walaupun
mereka tidak sadar, mereka sedang tertidur. Mereka dilahirkan dalam keadaan
tertidur. Mereka hidup dalam keadaan tertidur, mereka menikah dalam keadaan
tertidur, mereka membesarkan dan mengasuh anak dalam keadaan tertidur.
Pendeknya kita suka tertidur, tanpa pernah terjaga atau bangun dari tidur
kita. Memang bangun dari tidur tidak menyenangkan. Anda tahu itu. Anda merasa lebih nyaman dan enak di tempat tidur. Merupakan hal yang menjengkelkan jika kita dibangunkan dari tidur kita, meski sebelum tidur kita sudah berpesan untuk dibangunkan oleh pembantu kita, misalnya. Itulah sebabnya adalah bijak kalau firman Tuhan menegur kecenderungan kita yang hobinya tidur rohani. Paulus mengakhiri perikopnya dengan sebuah sajak/ kidung Kristen kuno, yang biasanya dipakai dalam upacara baptisan. Isi sajak itu mengungkapkan keadaan mereka yang sudah tertidur dalam penyembahan berhala untuk kemudian dibangunkan masuk dalam kehidupan cahaya terang Kristus. Petunjuk itu, kata beberapa komentator Alkitab sebenarnya adalah bagian dari nyanyian malaikat sorgawi menjelang akhir zaman, pada saat peniupan serunai terakhir ke atas bumi. Nyanyian itu adalah panggilan kepada orang-orang kudusNya untuk memasuki kerajaanNya yang kekal. Adakah kita mendengar suaraNya agar sebagai anak Tuhan kita selalu terjaga. Bahwa sesungguhnya iblis suka kalau kita terus tertidur, sampai akhirnya kita kaget kalau kita sudah berada di neraka bersama dia! |
| Sampah
Dibait Allah
"Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus
yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?"
|
| Tanggal :
22 Oktober 1998 Bacaan : Yoh. 2:13-22 Refleksi : Apa yang sering terbawa dalam pikiran Anda? Apakah sampah-sampah itu telah tuntas dikeluarkan dari dalam diri Anda? Doakan Bersama : Para orang tua agar memberikan waktu dan perhatian dalam kebenaran kepada anak-anaknya dengan lebih bertanggung jawab. |
Ada sebuah fakta yang unik
terjadi di Amerika, ada sekelompok pengemudi truk yang kadang-kadang mengangkut
sampah di dalam truk-truk pendingin mereka yang juga untuk makanan. Alasan
mereka melakukan itu adalah bahwa truk-truk yang digunakan untuk perjalanan
jauh mengirim makanan itu tidak mungkin kembali dalam keadaaan kosong.
Maka kemudian mereka mulai memikirkan jalan keluarnya, akhirnya mereka
menganggap sampah sebagai komoditi yang menguntungkan. Mereka dibayar untuk
mengangkut sesuatu dengan tidak perlu menanggung resiko kerusakannya. Peristiwa ini dikenal dengan skandal "polusi demi keuntungan", bahkan ada orang yang mengilustrasikannya dengan menghidangkan makanan dalam piring makanan kucing. Apa yang kita baca hari ini jauh lebih mengerikan. Yesus mengusir para penukar uang dari Bait Allah karena maksud mereka untuk mencari keuntungan dengan mengotori rumah Bapa. Dan yang jauh lebih buruk lagi adalah bila kita mengotori tubuh kita yang merupakan bait Roh Kudus dengan pikiran dan perbuatan yang kotor. Selama ini mungkin kita mengira bahwa kita dapat hidup baik dengan membawa sampah pemikiran dunia di dalam pikiran kita. Padahal kita tidak lebih baik dari para pengemudi truk dan pedagang di bait Allah itu. Berdoalah agar Tuhan mengampuni dan membersihkan kita. Menolong kita agar dapat bertindak tegas seperti yang diperbuat Yesus dan mengusir atau membuang semua yang mengotori bait di mana sesungguhnya hanya Dia yang berhak mendiaminya. |
| Bila
Nasehat Tak Lagi Diindahkan
"Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah bersuka
masa mudamu, turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah
Allah akan membawa engkau ke pengadilan!" |
| Tanggal :
23 Oktober 1998 Bacaan : Pkh. 11:9-10 Refleksi : Kalau kita berlaku seolah-olah di bawah pengadilan Allah, tidak hanya membuat kita takut berbuat jahat, tetapi juga menguatkan kita berbuat benar, karena di pengadilan Allah kebenaran selalu diberi upah sorgawi. Doakan Bersama : Pelaksanaan Sidang Umum MPR agar sesuai dengan waktu dan kehendak Tuhan dan dapat terlaksana dengan baik. |
"Tiga gadis korban
pil gedhek diseruduk bus". "Duapuluh delapan ABG di sebuah taman
kota terciduk karena keluyuran lewat tengah malam". "Tim buser
menahan beberapa anak muda pemakan dan pengedar Xtasy" dan masih banyak
lagi. Berita seperti ini sudah menjadi biasa buat kita. Tak ada lagi keterkejutan,
keprihatinan ataupun keperdulian. Rasanya kekisruhan hidup kaum muda itu
tak akan mungkin ditangani secara tuntas sebab yang satu diberantas yang
lain muncul dan merambah pesat. Salomo menyadari bahwa kehidupan anak muda itu penuh pesona, penuh gelitik kenikmatan untuk mempelajari, mengetahui dan mengalami apa yang selama ini mungkin "tabu" ataupun "belum waktunya" ketika mereka belum cukup umur. Karena itu rasa keingintahuan yang besar membuat mereka suka bertualang, mencoba banyak hal yang baru, tanpa menyadari bahwa mereka telah tergelincir dalam kubangan dosa dan jerat neraka yang mengenaskan. Salomo dalam catatan menjelang akhirnya bukan mempromosikan kehidupan dalam gelimang pemuasan hawa nafsu belaka, namun justru memaparkan fakta yang sering diabaikan: pengadilan Allah. Ini bukan dialami saat orang sudah ada di alam baka tapi juga konsekuensi selama seseorang hidup. Karena ini marilah dengan arif menjalani hidup ini bukan dalam keduniawian tapi dalam maknanya yang hakiki agar ketika pengadilan Allah digelar, kita mampu mempertanggungjawabkan hidup yang telah dititipkanNya kepada kita. Hidup itu singkat, namun walaupun singkat akan berarti bila apa yang kita lakukan dibawah kesadaran akan pengadilan Allah. |
| Keinginan
Atau Kebutuhan
"Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan
besar." |
| Tanggal :
24 Oktober 1998 Bacaan : I Tim. 6:1-10 Refleksi : Apa yang menjadi prioritas hidup Anda? Bisakah Anda bersyukur untuk apa yang Anda miliki sekarang? Doakan Bersama : Orang-orang yang duduk di Komnas HAM, agar dengan keberanian dan ketulusan hati memperjuangkan Hak Asasi Manusia di Indonesia. |
Saat ini kita hidup di era
yang serba materialistis. Arti dan kebahagiaan hidup sangat ditentukan
oleh banyaknya uang dan materi yang bisa kita miliki. Tidak heran banyak
mahasiswa mengambil bidang studi yang diyakini bisa cepat menghasilkan
uang banyak setelah lulus nanti. Prioritas hidup orang Kristenpun banyak yang dibangun di atas tuntutan dan keinginan duniawi. Tidak heran bila dewasa ini banyak orang percaya yang hidupnya tidak melimpah dengan ucapan syukur namun dipenuhi kekuatiran dan kegelisahan karena banyak yang ia inginkan tidak dapat terpenuhi. Rasul Paulus dengan tegas mengingatkan kita agar bisa memakai perspektif yang benar dalam menilai harta/ kekayaan. Bila Tuhan mengaruniakan kekayaan kepada kita itu tentu dengan maksud agar kita bisa menikmatinya dengan sewajarnya dan penuh tanggung jawab dan terlebih lagi bisa digunakan untuk melaksanakan rencanaNya melalui kita. Kekayaanpun tidak bersifat kekal karenanya tidak perlu dijadikan "sesuatu yang harus dikejar dan dimiliki" dalam hidup ini bila tidak kita akan diperbudak dan berani menghalalkan segala cara untuk mengejar kekayaan (ay. 9-10). Kita bisa menikmati hidup dengan damai sejahtera Allah bila kita bisa bersyukur untuk apa yang kita miliki sekarang (ay. 6-8), Tuhan Yesuspun mengingatkan kita agar tidak terlalu memfokuskan diri pada kekuatiran hari esok secara berlebihan tapi yang terpenting adalah mencari terlebih dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannNya pada hari ini dan semuanya nanti akan ditambahkan pada waktuNya (Mat. 6:33). |
| Memerangi
Kebiasaan Buruk
"Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan
manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran
dan kekudusan yang sesungguhnya." |
| Tanggal :
25 Oktober 1998 Bacaan : Ef. 5:17-32 Refleksi : Kita tidak dapat mengatakan bahwa kita benar-benar mengasihi Allah bila saja kita belum pernah dengan gigih melawan setiap cobaan dalam hidup kita dan kita terbebas dari kebiasaan-kebiasaan yang berdosa. Doakan Bersama : Kebijaksanaan Pemerintah dalam menanggapi kasus di Aceh; dan ketabahan para keluarga yang mengalami musibah. |
Banyak yang mengatakan bahwa
manusia adalah makhluk berkebiasaan. Banyak tindakan kita terjadi otomatis,
tanpa kita sadari kita melakukan sesuatu dengan cara yang sama. Celakanya
banyak pula kebiasaan buruk/ berdosa yang kita miliki yang belum benar-benar
kita akui dan menangkan. Kebiasaan-kebiasaan berdosa pada mulanya memang cukup tulus, terjadi karena kelengahan dan kekurangsiapan kita, namun bila tidak cepat dikuasai, kebiasaan ini yang akan menguasai kita. Kita mungkin pernah mengalami suatu siklus ini: menikmati suatu kesenangan yang terlarang, merasa berdosa, bertekad untuk tidak mengulangi lagi, sanggup bertahan beberapa saat, kemudian jatuh lagi. Rasul Pauluspun sadar betapa berat pergumulan yang dialaminya: "Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang kubenci, itulah yang aku perbuat." (Rm. 7:15). Adakah jalan keluar bagi kita? Syukur pada Tuhan bahwa tak seorangpun yang tak mungkin dapat diubah oleh Injil, karena pekerjaan Injil khususnya adalah merubah "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru... (Kor. 5:17). Persoalannya, sudahkah kita dibaharui di dalam roh dan pikiran dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya." Hanya bersandar anugerah dan terang Firman Tuhan yang kita timba terus menerus dari Kristus; ada kekuatan besar yang bisa memberi kemenangan bagi kita untuk mengalahkan kebiasaan-kebiasaan berdosa. |
| Perubahan "Katanya kepada orang itu: dan engkau, kuasailah lima kota." ( Luk. 19:9 ) |
| Tanggal :
26 Oktober 1998 Bacaan : Luk. 19:1-10 Refleksi : Apakah Kristus telah mengubah hidup Anda? Dapatkah Anda sungguh-sungguh
bekata, "Saya tidak sama seperti yang dulu?" Doakan Bersama : Daerah-daerah dan suku-suku terasing yang belum terjangkau oleh peradaban, mohon Tuhan mengirim pekerjaanNya agar mereka boleh mendengar Injil. |
Hal yang paling indah sebuah
reuni adalah bagaimana kita mendengarkan pengalaman-pengalaman yang indah
dari teman-teman kita yang telah lama tidak bertemu. Ada seorang teman pria yang menceritakan bagaimana saat ini dia memiliki 5 hal yang berbeda dari dulu, kepala botak, kacamata, gigi palsu, keriput dan bengkak di kaki. Ada juga seorang wanita yang dengan bercanda berkata, "Kalau saya sekarang dua kali lipat beratnya dari saya yang dulu." Dan semua orang yang mendengarkan akan tertawa membandingkan dalam bayangan bagaimana dulu dan sekarang. Tetapi mungkin ada juga seorang yang menceritakan bagaimana dia berubah, "Saya benar-benar telah berubah. Di SMA dulu saya adalah anak nakal. Tetapi beberapa tahun setelah lulus saya menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Hidup saya diubah, karena Kristus saya tidak sama seperti yang dulu, dan saya ingin menceritakan hal ini pada teman-teman sekalian." Dan teman-temannya pun melihat perbedaan yang indah dan dia menjadi kesaksian bagi teman-temannya. Menerima Kristus menandai mulainya kehidupan yang baru, kemudian sementara kita bertumbuh dalam anugerah dan pengenalan akan Tuhan, sikap dan perbuatan dosa kita digantikan dengan hidup yang kudus. Keegoisan diubah menjadi perhatian pada orang lain, keserakahan diubah menjadi kemurahan hati, hawa nafsu diubah menjadi kekudusan. Kekasaran diubah menjadi kesamaan. Seharusnya perubahan kualitas-kualitas itulah yang terjadi dalam hidup kita. Bagaimana dengan keadaan kita sekarang? |
| Ketika
Kasih Punya Nilai Lebih "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran." ( Ams. 17:17 ) |
| Tanggal :
27 Oktober 1998 Bacaan : Ams. 17:17 Refleksi : Janganlah kasih kita menjadi hambar, karena kasih itu hanya menjadi
lip's service Doakan Bersama : Orang-orang yang menjadi korban pemerkosaan, agar Tuhan memberikan damai sejahtera di hati mereka, mengampuni dan semakin mendekatkan diri pada Tuhan. |
Dalam salah satu tayangan
talk-show Ricki Lake (Anteve) digelar kaum hawa yang mencoba menunjukkan
bahwa mereka bisa dengan mudah mendapatkan para petualang cinta, yang bahkan
mau merogoh kocek untuk kesenangan yang mereka bisa reguk bersama. Andalan
mereka cuma pameran tubuh yang seronok atau rayuan gombal penuh kepornoan.
Salomo justru menunjukkan dasar berkualitas untuk sebuah hubungan yaitu kasih yang sejati, bukan sekedar cinta erotis. Di sini kasih yang dimaksud adalah kasih yang tidak sebatas ucapan bibir belaka namun berwujud dalam tindakan nyata. Kasih yang penuh pengertian dan pengorbanan. Kasih yang berani membayar harga dan tak tererosi oleh adanya "badai" yang coba menggoyahkannya. Bukan tak mungkin kita memiliki kasih sedemikian sebab Yesus Kristus sudah memberikan teladan dalam hal ini. Masalahnya adalah maukah kita mewujudkannya? Banyak orang mengobral kata "cinta" atau "kasih". Orang Barat lebih mudah untuk mengucapkan "I Love You" karena sudah menjadi kebiasaan yang tak bermakna lagi. Bagi kita mengucapkan hal itu belumlah biasa. Namun celakanya kitapun tak bisa untuk mengungkapkannya lewat wujud yang nyata. Ungkapan itu hanya menjadi kalimat klise yang menggantung di awan-awan. Seolah sesuatu yang indah untuk dipandang namun tak terjangkau untuk dijamah. Mari membiasakan diri untuk hidup dalam kasih. Lakukan sesuatu yang kecil namun berarti bagi seseorang satu hari demi satu hari untuk melatih kepekaan hati kita bukan hanya berujar kasih tapi mempraktekkannya. |
| Pertolongan
Sang Raja
"Berserulah kepadaKu pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan
engkau, dan engkau akan memuliakan Aku." |
| Tanggal :
28 Oktober 1998 Bacaan : Mzm. 20 Refleksi : Mintalah pertolonganNya sekarang juga, dan turuti perintahNya, sehingga dapat menghindari kesulitan-kesulitan hari esok yang lebih besar. Doakan Bersama : Orang-orang yang dengan sengaja merekayasa kerusuhan, kiranya melalui hati nurani, mereka di tegur dan bertobat. |
Sebuah legenda kuno menceritakan
tentang seorang raja yang mengupah beberapa orang untuk membuat permadani
dan pakaian untuknya. Di antara mereka ada seorang anak yang sangat terampil
menenun. Sang raja memberikan sutra dan pola kepada para pekerja sambil
berpesan agar mereka segera minta bantuannya kalau mengalami kesulitan.
Si anak kecil terus bekerja dengan tenang dan tampak jelas kemajuannya,
sementara para pekerja yang lain merasa putus asa karena kegagalan-kegagalannya. Suatu hari mereka berkumpul mengelilingi anak itu dan bertanya, "Mengapa kamu begitu berhasil dan gembira, sedangkan kami selalu menemui kesulitan? Sutra kami kusut dan hasil tenunan kami menyimpang dari pola yang diberikan raja." Anak itu menjawab, "tidakkah kalian ingat kata-kata raja ketika beliau menyuruh kita minta bantuannya kapan saja kita memerlukannya? Kami akhirnya memang minta bantuan beliau," jawab para pekerja itu, "tapi pekerjaan kami sudah terlanjur kacau sehingga kami menghabiskan waktu berhari-hari untuk memperbaiki kesalahan kami. Tidakkah kalian lihat betapa sering saya datang kepada beliau?" tanya anak itu. "Ya, tetapi dia sangat sibuk dan kami pikir kamu keliru karena sering menggang-gunya." Anak itu menjawab, "saya hanya menuruti ucapannya dan beliau selalu senang membantu saya." Tuhan mendorong kita untuk berseru kepadaNya pada waktu kesesakan. Jika kita segera menyerahkan setiap kesulitan kita kepadaNya, Dia akan menolong kita sebelum "benang sutra" kita kusut dan pola hidup kita menyimpang jauh dari kehendakNya. |
| Kejujuran
"Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik.
Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu." |
| Tanggal :
29 Oktober 1998 Bacaan : Yoh. 1:20 Refleksi : Bagaimana integritas iman kita? Doakan Bersama : Pengertian doa yang benar sesuai dengan Firman Tuhan dan kerinduan berdoa bagi semua orang. |
Kejujuran, adalah unsur
utama dalam mencapai kebahagiaan hidup, baik dalam kehidupan pribadi maupun
kehidupan bermasyarakat. Kejujuran menghasilkan rasa aman dalam hubungan
antar manusia.Sebaliknya tanpa kejujuran, hubungan antar manusia menjadi
penuh dengan tipu daya, kepalsuan dan kemunafikan. Kejujuran begitu penting,
tapi sayang, pada kenyataannya kejujuran menjadi langka dalam kehidupan. Orang seringkali berdalih bahwa sudah tidak mungkin lagi bisa hidup jujur dalam tatanan masyarakat seperti sekarang ini. Contoh kehidupan Yohanes Pembaptis adalah jawaban atas penyimpangan tersebut. Yohanes adalah seorang hamba Allah yang jelas akan status iman dan panggilan hidupnya. Dengan penuh dedikasi dia mengabdikan dirinya untuk panggilan tersebut, meskipun untuk itu dia telah menempatkan dirinya menjadi musuh masyarakat Yahudi pada waktu itu. Dia sering diinterogasi. Posisi Yohanes begitu terjepit. Satu jawaban yang salah dari dia, dapat menjerat dirinya ke dalam posisi yang sangat berbahaya. Tapi dicatat dalam Alkitab bahwa dia menjawab semua pertanyaan mereka dengan jujur. Dia mengaku dan tidak berdusta. Dia bisa memberi jawaban yang lebih meringankan resiko yang bisa terjadi, tapi dia tidak melakukan hal itu. Dia tetap dengan integritas imannya. Dunia membutuhkan orang seperti Yohanes, dunia membutuhkan kesaksian orang-orang Kristen yang memiliki integritas iman seperti Yohanes, yang berani mengambil resiko apapun demi mempertahankan keyakinannya. |
| Paduan
Musik Yang Indah
"Ketetapan-ketetapanMu adalah nyanyian mazmur bagiku di rumah
yang kudiami sebagai orang asing." |
| Tanggal :
30 Oktober 1998 Bacaan : Maz. 119:49-56 Refleksi : Apa yang Anda rasakan pada waktu Anda menjalani kehidupan keKristenan? Demikian berat dan monotonkah? Mulailah suatu kehidupan yang lain yang dinamis dan ada damai sejahtera bersama Dia! Doakan Bersama : Lembaga-lembaga pendidikan Kristen dan staf pengajar Kristen agar menjadi kesaksian nyata dalam membina kerohanian untuk kiprahnya bagi negara. |
Sejak kecil saya senang
mencoba memainkan alat musik, khususnya piano yang hanya tinggal menekan
tuts-tutsnya. Saya membaca partitur suatu lagu yang menunjukkan not-not
yang harus saya mainkan, kemudian saya mulai menekan tuts yang ada sesuai
dengan partitur itu. Setelah itu mulailah keluar alunan suatu lagu yang
sesuai dengan yang tertulis. Orang yang mendengarkan akan tahu lagu itu karena not yang saya mainkan sudah benar, dan tuts yang saya tekan sudah tepat. Saya cukup senang kalau sudah melakukannya, tetapi bagaimanapun saya sadar bahwa saya tidak memainkan suatu paduan musik yang bagus. Kehidupan Kristen mestinya menghasilkan 'musik' yang indah. Tetapi musik itu tidak akan tercipta bila hanya menjalankan hukum-hukum Kristen sebagai suatu kebiasaan saja. Kita tahu bahwa pergi ke Gereja, memberi persembahan, menghindari pembunuhan, perzinahan, pencurian dan penipuan adalah baik. Kita harus patuh pada Allah meskipun mungkin sesungguhnya kita tidak ingin melakukannya. Tetapi sejalan dengan pertumbuhan kita dalam menghayati kebijaksanaan standar moral Allah, dan dalam kasih kita padaNya, sedikit demi sedikit kita akan mengerti bahwa menjalankan hukumNya membawa kebahagiaan, kedamaian dan kegembiraan. Kita dapat menikmati perasaan yang sama seperti yang dirasakan para pemain musik dalam suatu orkestra sewaktu memainkan simfoni Beethoven. Melakukan kehendak Allah menjadi kesukaan kita seperti kata pemazmur, "Ketetapan-ketetapanMu adalah nyanyian mazmur bagiku di rumah yang kudiami sebagai orang asing." Hidup kita akan menghasilkan 'musik' yang indah. |
| Teladan
Yang Sepadan
"Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut
Kristus." |
| Tanggal :
31 Oktober 1998 Bacaan : I Ptr. 2:21-23 Refleksi : Sudahkah kita menjadi manusia sebelum kita menjadi sama seperti Kristus? Doakan Bersama : Kebahagiaan yang kita miliki membuat kita tetap bersyukur pada Tuhan dan tetap memiliki kepekaan, kasih, dan empati kepada orang lain. |
Pernahkan Anda mempunyai
saudara yang kecewa dengan Pendeta atau warga gereja? Biasanya dengan gampang
Anda menasehati "Kalau ke gereja sih jangan lihat manusia, namun
lihat saja Tuhan. Jika Anda lihat manusia akan kecewa lagi." Saya kuatir nasihat itu lahir dari hati yang ingin menghindar dari tanggung jawab manusia untuk menjadi teladan, dalam arti rela menjadi pengikut Kristus sejati. Orang seperti itu biasanya juga sering mengecewakan orang lain. Atau paling tidak cuek terhadap kekecewaan orang lain. Anda tahu bahwa kadang-kadang orang ingin meniru apa yang dilakukan oleh Kristus, tetapi seandainya seekor monyet dapat memainkan saksofon, monyet itu tidak dengan sendirinya menjadi pemain musik. Anda tidak dapat meniru Kristus hanya dengan meniru tingkah laku luarNya saja. Anda sebagai orang Kristen harus bisa menjadi Kristus mini baru sesudah itu anda mengetahui tepat apa yang harus anda lakukan dalam situasi tertentu. Dengan mempraktekkan karakter anda dan temperamen yang sepadan dalam Kristus anda akan menjadi seperti Kristus dan orang-orang akan mencontohinya. Tetapi bagaimana kita menjadi seperti Kristus kalau menjadi manusia saja belum? Menjadi manusia, paling tidak mempraktekkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Meniru yang nampak saja tidak menghasilkan apa-apa, bahkan seringkali membuat orang tambah kecewa. Sekarang beranikah kita berucap pada orang lain: ikutlah teladanku, sama seperti aku mengikut teladan Kristus. |
![]()