Make your own free website on Tripod.com
ELLY MAZLEIN

Home

BIODATA | LIRIK LAGU | GALERI | RAHSIA KECANTIKAN | PRESS RELEASE
LIRIK LAGU

ellymazleinsmall.jpg

 
MERRY GO ROUND
Lagu : AIDIT ALFIAN
 
Dari minor ke major
Sekian lama ku kenali mu o..oh
Masih tetap serupa yang aku rasa pada mu
 
Hayat bak merry go round
Berpusing-pusing balik semula o..oh
Sua setelah lama kita berpisah tak jumpa
 
# Ku yakin telah tertulis
Kita masih belum berpunya
Mungkinkah kau di cipta untuk ku
Ku pula untuk mu
 
Ku yakin akan tertulis
Antara kau dan ku kan bercinta
Kerna aku kian pasti kini
Melakukan sesuatu
(2nd time to **)
 
Jalan bersimpang-siur yang ku lalui 
Selama ini o..oh
Tiada pernah ku duga
Menujukan ku pada mu
(ulang #)  

 ** Hayat bak merry go round
Berpusing-pusing balik semula
Sua setelah lama kita berpisah tak jumpa
Kini bersua dalam hayat yang
Bak merry go round
 
 
HATI INI
Lagu : EDDIE HAMID
 
* Bukan niat hati ini
Untuk berpisah dengan mu
Bukan jua ku memaksa
Untuk membenci diri mu
Tapi hatiku luka berdarah
Semakin hari semakin parah
Inikah balasan mu terhadap ku
 
# Tak ingin aku berputih mata
Melihat dirimu dan dirinya
Tak ingin aku menjadi mangsa
Lakonan sandiwara cintamu
 
Lamanya bercinta
Berjanji selama-lamanya
Akhirnya kecundang
Hilang dalam sekelip mata
 
Berkali ku bertanya
Mengapa kau tidak setia
Kata kau itu hanya
Perasaan cemburuku
 
Aku tak ingin susah melupakan mu
Tapi aku rela daripada menanggung sengsara
 
(ulang # dan *)
 
 
PENDITA PENIPU
Lagu : AZLAN ABU HASSAN
 
Dialog : Alasan biar beribu, asalkan kau dapat
apa yang kau mahukan.....betul tak?
 
Debaran di dalam dada
Semakin bertalu-talu (semakin bercelaru)
Berdetik telah berlalu
Ku mula merasa ragu
 
Semakin lama ku nanti
Semakin ku merindu (mula ku cemburu)
Kali kedua ke temu
Mungkin kau merasa jemu
 
* Dari jauh ku lihat dua kekasih
Terdiam ku terdengar gema suara mu
 
Kini baru ku tahu
Kau sebenarnya duri dan sembilu
Kini baru ku tahu
Fikiran mu pendita penipu
 
Oh bijaknya bermain kata
Alasan tak pernah satu (aku tak percaya)
Ada saja cerita menutup jejak langkah mu
(ulang*)
 
 
ISTANA DEPAN MATA
Lagu : AZMEER
 
Lebih elok rasanya kita tak berdepan
Jikalau bertentangan terguris perasaan
Apa lagi nak dikata
Dan salah ku yang sering diperkata
(olehmu ... padaku)
 
Istana depan mata lambang keagungan mu
Memukau pandangan menutup kenistaan
Ku berdoa suatu masa terbukalah segala rahsia
 
*Cukuplah sekali bersamamu tak ku ingin
Mengulangi walau dihujung nyawa
Biarpun tercabar kesabaran
Namun berundur
(Tak) Usah kau harapkan
Kau pandai merencanakan
Dengan cerita yang bukan-bukan
 
Biar fitnah mu datang melanda
Biar senyum mu dalam paksaan
Biar aku yang engkau salahkan
Tenang ku menghadapi
 
(ulang *)
 
 
ATAS NAMA CINTA
Lagu : AIDIT ALFIAN
 
*Riaku penghujungnya tiada sempadan
Dan kasihmu penawarnya segala kemuraman
Dikaulah alunan melodi
Aku hanyalah seorang penari
Hanya kan berdansa
Pabila kau bergema
(2nd time to **)
 
Oh! Jiwaku selapang seluasnya lautan
Dan kasihmu melepaskanku dari kekusutan
Dikaulah sinaran mentari
Dan aku hanyalah sang pelangi
Hanya kan menjelma pabila dikau beserta
 
**Dikala mimpi tak berona
Dikau hadir lantas kau mewarnakanya
Kala hatiku makin tak bermaya
Hadirmu menyegarkan
 
Cinta yang sejati telah melewati
Segala batasan logika
Cinta yang sejati rela gagahi
Segala apa dugaan tiba
 
Saktinya telah pun meresap
Menyusuk ke jiwa
Kan berkorban segala
Atas nama cinta
 
(Ulang *)
 
 
CUKUPLAH  SEKALI
Lagu : ZULKIFLI MAJID
 
Tiap detik berlalu
Sepi ku rasa bagaikan tiada
Mimpi-mimpi indah buatku
 
Inikah pilu yang kau ciptakan
Atau mungkinkah suratan
Adakah salah tutur kata
Atau ku dah jemu dimata
 
Tak pernah ku duga kasihmu, cintamu
Hanya bermain dibibir indah tak terkata
Pedihnya diri dipergunakan
 
Mungkin kau sengaja
Untuk mempermainkan
Hati bernama wanita
Hanya satu pesan dariku
Satu hari nanti kau jua kan merasai
 
Cukuplah sekali di takdir begini
Semoga kau kan insafi
Jangan kau ulangi
Biarku bawa diri bersama memori
 
 
TAKDIR KITA
Lagu : L.Y.
 
Biarkanlah dia pergi menyendiri
Oh biarkanlah aku jua menyedari
Pertemuanku bukan terancang
Percintaanku aku yang punya
Siapa lamunannya ..
 
*Didalam mimpi ku bunga ditaman berseri
Didalam mimpinya kemarau tiada bertepi
Ku serahkan pada nanti ..
Percayalah oh
 
**Seandainya sejahtera
Itu doa yang ku pinta
Sekiranya putus jua
Itu takdir milik kita oh percayalah
(ulang*)
 
Gemersiknya pujuk jiwa
Bergelora laut rasa
Adakala kita ria
Walau cuma pinjamannya oh..
(ulang**)
 
 
KEPASTIAN
Lagu : IS WOW
 
Kau, bagaikan permata
Kian menerangi di kamar hatiku
Dan kau, adalah segalanya
Siang dan malamku
Dan ku impikan kekal selama-lama
 
Kau, memukimkan rindu
Disudut jiwaku sedinginnya salju
Dan kau, melabuhkan resah
Yang sering bersama
Dihujung mimpiku
Terpendam kasih didalam penantian
 
Berikan daku kepastian
Berikan daku ketulusan
Ku ingin lari dari kepuraan
Cintaku usahlah dipersiakan
 
Andai benar diri ini amat dicintai
Usah sekali hati ini engkau lukai
Biarlah cinta yang tersemai
Kekal abadi didalam hati
 
 
UCAPAN CINTA IRAMA SETIA
Lagu : LAN LAGA
 
Bila bersendiri bicara pun sunyi
Terjagalah sepi
Rindu melanda dihati
 
Bila kita berjauhan
Berikanlah kata cinta
Hanya itu ucapan berbisa
Semakin berulang biarlah berkali-kali
 
Kini ku mengerti apa yang perlu
Kesepian mengajarku menangis
Ku melafazkan irama penantian
Saban tak bermaya
Melayar hidup sendiri
Seperti nakhoda tanpa kemudinya
 
Aku bagaikan syair tiada lagu
Perlu irama sakti darimu
Bagaikan malam dingin tiada lena
Ingin pelukan dan belaian mu
Dan itulah sebabnya
Ucapkanlah kata cinta
Tanpa jemu
 
 
DEFINASI CINTA
Lagu : AZMEER
 
Dambaan cinta bagai cermin kaca
Ceria nan indah pabila dipandang mata
Andai cermin retak berakah seribu
Cinta hancur tak bermakna
 
Akan tetapi jika tiada cinta
Hidup pula bagai malam tiada siangnya
Lumrah hidup semestinya berpasangan
Itu erti yang sebenar
 
*Yang dari mata turunnya ke hati
Sebaiknya disulami budi dan pekerti
Paras rupa nanti pastikan berubah
Wajah dalam hati dari azali
Hingga ke akhir nanti
 
Ada yang lambangkan cinta tinggi di galaksi
Ingin jadi mewah tukar jadi seksi
Hingga tersungkurnya cinta serendah-rendahnya
Tanpa dimengerti kemuliaan hawa
(2nd time to **)
 
Bila putus cinta berpatah hati
Di rindu  di benci cinta di kesali
Yang kacak di mata susahkan hati
Fobia akan diri ditinggal pergi
 
Sememangnya sukar untuk ditafsir
Sedalam lautan seluasnya angkasa
(ulang*)
 
**Biar cinta hadir dengan sendiri
Tak mungkin, tak mungkin
Cinta di definasi
 
 
  Bicara Kasih 
Haruskah aku yang meminta
Noktah hubungan cinta kita
Sedang masa berlalu pantas
Menelan waktu usiaku

Cinta yang kita bina bersama
Belum ada penghujungnya
Menghitung detik perjalanan
Mencengkam perasaan
Cinta dalam kedukaan

Bicara pada malam
Seakan mengerti apa kurasakan
Dalam keliru
Masih lagi mencari jawapan

Bicara pada sepi
Seakan memujuk hati
Kau tahu ku amat menyintai
Tak mungkin cari pengganti

Apakah aku hanya sandaranmu
Kau datang dan pergi sesuka hati
Kau hilang kala ku memerlukan
Tinggal keseorangan

Setitik kasih yang engkau berikan
Tak mampu lagi untuk ku bertahan
Izinkan ku mengundur diri
Pergi bersama hati yang terluka


Biar Pilu Ada Penawarnya


Entahkan mengapa debaran hati
Bagai terasa tertikam duri
Tanpa kusedari selama ini
Cintamu hanyalah dusta belaka

Dulu akulah permata idamanmu
Dulu akulah bidadari impianmu
Namun kini hanyalah igauan kernamu

Aku mengharapkan walau terluka
Aku teruskan langkahku ini
Mencari sinaran kerna kutahu
Masih ada insan penyayang

Biarpun pedih kutabahkan jua
Biarpun pilu 'kan ada penawarnya
Cukup sudah derita kurasa
Kerna mu

Kepahitan kepiluan
Menguji ketabahan jiwaku ini
Kesabaran... kekuatan
Meneguhkan pendirianku ini
Biarpun pedih kurebuh(?)kan jua
Biarpun pilu 'kan ada penawarnya
Cukup sudah derita kurasa
Kerna mu

Bungaku Bakawali

Di saat ini jiwa merintih
Teringatkan mu wahai kekasih
Setelah lama tidak berjumpa
Menatap wajah bertentang mata

Aduh sayang sakitnya hatiku
Bagai dipanah duri sembilu
Apakah dosaku kau buat begitu
Diri terseksa tiap waktu
Aduh sayang

Bakawali... bunga suci
Ditinggalkan sang kekasih
Bakawali... bunga sepi
Tak pernah curang dalam cinta
Biarpun hatinya sering saja menangis
Dan jiwanya terluka

Dulu sendiri, kini sendiri
Tiada siapa yang peduli
Dulu menanti, kini menanti
Dia yang dipuja-puja tiada di sisi

Sesekali aku teringin jua
Untuk merasakan manisnya cinta
Namun mengapa ku tak berdaya menggapainya oh...
Mungkin itu suratan azali
Oh oh... oh oh

Cintaku Untuk Bahagia

Berkali kukalis cinta
Berkali-kali ia memujuk jiwa
Datang merayu dengan manisan
Sedangkan ia berbisa
Ku sedih kerananya
Ku sayu kerananya
Asyik menggangguku

Setitik embun yang turun
Masih bermakna di tengah lautan
Begitu dulu cinta ini

Di manakah silapku
Terlalu menyanyangimu

Di manakah perlunya
Ku terus menunggu
Seandainya kau terus lagi menyakiti
Akan hadirkah bahagia
Cintaku bukan perhiasan
Bukan jua pertandingan
Biar kujadikan alas
Bahagiaku...

Datang Dengan Janjiku

Ke manakah resah nak ku lemparkan
Di mana hilang kemesraan lalu
Malamku suram bintang tak menyinar
Aku sepi tanpa hadirmu... di sisiku

Dalam rindu yang amat menyiksakan
Ku dakap potretmu dalam genggaman
Namun resahku tak bisa berlalu
Jeritan hati memanggil namamu
Sepi tanpa hadirmu... dirimu oh kasihku

Ku dengar... suaramu berbisik
Gemersiknya di celah sang bayu
Ku terbayang... wajahmu menjelma
Dalam senyum bagaikan ada tangisan
Ku turut merasakan

Kasih... perpisahan sementara ini
Mengajar kita erti sepi dan rindu
Teguhnya cinta suci

Sayang... biarpun berjauhan kita terpisah
Betapa tabahnya kesetiaanmu
Menantikan saat... supaya dapat bersatu

Kau hadir dengan setiamu
Aku datang dengan janjiku

Disapu Awan
Elly Mazlein & Acong Sweetchild 

( L )
Di bahang mentari
Perit lagi dalam hati
Tak mampu menahan
Pedih yang mengundang
Merobek...bisa berdenyutan terus
Kian jelas... bergetar, gagal ku
Merawan rintangan

( P )
Pantas kau berlari
Tertinggal aku sendiri
Sedangkan berhenti
Sakitnya duri ini
Gerimis... deras mengaburi mata
Pecah awan... dan runtuh ribut kasih antara insan

( L & P )
Akhirnya ternyata
Sedang asyik mesra
Pecah satu satu... tidak kita duga
Siapalah kita... menahan takdirnya
Hanyalah berdoa semoga bertemu
Bagaikan camar riang berpasangan
Di bawah kabus... mereda pelangi
Melukis cinta... di dada maya
Merawat harapan oh bahagia

( L )
Menjadi hamparan
Walau tidak kesampaian

( P )
Pasti kau berteduh
Sayangnya menghilang

( L & P )
Dan disapu awan

Gemersik Cintamu

Bisikan yang membelai
Menyatukan rasa cinta
Menggetarkan tiap kata terindah
Yang kau bariskan
Di dalam hati ini
Irama yang tercipta
Menyanyikan lagu rindu
Meluahkan rasa yang kan terpendam
Alam membicarakan
Kesyahduan malam ini
Ku terasa dingin menyelimutkan
Malam ku yang panjang
Menjadi teman sakti
Terdengar alunan suara
Memanggilku dengan mesra
Gemersik cintamu
Cintaku kekal satu
Mimpi-mimpi mengundang
Hadir mu di dalam lena
Menjanjikan ungkapan yang setia
Terasa hangatnya
Kasih yang kau berikan

Gerimis

Desiran bayu yang berlalu
Bawa diri mu kepada ku
Bersama sinaran senja yang berlabuh
Terasa dinginnya sentuhan mu
Ohh...

Kini ku rasa belaian mu
Jernih delima di wajahmu
Seiring pelangi menemani mu ohh...
Warna seluruh duniaku
Gerimis, gerimis petanda kasihku
Gerimis, gerimis titisannya
Rindumu
Ohh...

Hadir gerimis membasahi
Belum bererti di dada mimpi
Ribuan perpohon kan mengasihi
Menghabarkan haruman
Mewangi

Gerimis, gerimis luruhmu ke bumi
Gerimis, gerimis jernihmu berseri

Bila gerimis ini telah mengaburi
Pulangmu gerimis kasih
Rintih rindu berlagu

Bila gerimis ini hadir luruh ke bumi
Ceriakan nanti kan pasti
Walau masa berganti

Hujan Sanubari

Aku bukannya insan yang pertama kecewa
Mengecapi cinta ruang yang gelita
Aku bukannya insan pertama menangis
Sekiranya kita tak mungkin dapat berdua

Tiap saat menanti mu
Belum puas bersama mu
Mengira titis hujan sanubari
Sendu menghanyutkan
Nikmat kasih sayang

Semalaman ku sedari
Aku masih ingin dicintai
Semalamam ku rindui
Kehangatan belaian jiwa mu
Tahtakan di hati mu
Cinta mu jadi milik ku
Gemilangkan kesetiaan
Hilangkanlah resah di hati ku
Ooo...
Kau cahayakan kerinduan
Ku serlahkan percintaan
Bersama kita berdoa
Tanda kita kan bahagia selamanya

Indahnya Persada Cinta


Terbina tugu impian
Di penjuru hati
Dan terukir cinta
Bersulam rindu
Di antara kita
Saling memerlukan
Bagai layar dan kemudi
Seiring menuju arah

Sucinya titisan embun
Pagi dingin dinginan
Sesuci cinta ku demikian
Sumpah dan pengakuanku
Rasa bahagia meresap di jiwa
Murni kasih belai manja mempersona
Bintang cakerawala jadi saksi kita
Janji setia terpatri indah
Di persada cinta

Inikah Balasanmu

Cari aku mencari
Dikau yang pergi tak kembali
Tunggu aku menunggu
Biarpun dikau sudah benci

Apakah salah diri
Sehingga kau berlalu pergi
Pergi dari sisi aku ini

Beginikah balasan
Pada diriku yang setia
Beginikah akhirnya
Sebuah kasih yang kudamba

Di manakah salah ku
Pada dikau dan keluargamu
Hingga tergamak kau
Merobohkan istana cinta

Hati siapa pun pasti akan kecewa
Melihat kau bersama dengannya
Jiwa siapa pun pasti akan sengsara
Melihat kau bersanding dengannya

Musnah segala impian
Berkecai di simpang jalan
Engkau yang aku sayang kini milik orang

Biarlah aku pergi
Agar dirimu kan bahagia
Tak perlu aku tunggu lagi
Tak perlu aku cari

Jawapan yang pasti
Sengsara sendiri
Inikah balasanmu
Padaku yang menanti


Janji Kekasih

Mencari-cari ku mencari
Cari cinta yang hilang
Bermimpi-mimpi ku bermimpi
Mimpi engkau datang
Menangis-nangis ku menangis
Nangis oh kerana mu
Merintih-rintih ku merintih
Rintihan kesedihan
Kau teramat ku kasihi

Hanyalah kau kekasih ku
Tiada duanya
Aku sayang kepada mu
Sepenuh jiwaku
Kasihnya ku terhadapmu seharum kasturi
Tidak pernah aku curang
Kepadamu percayalah sayang ku
Aku cinta kepada mu
Engkaulah kekasihku

Sungguh aku rindu
Rindu belaian mu
Diri kehausan cebisan kasih mu
Penawar resah ku
Sungguh aku pilu pilu keranamu
Pergi tanpa kata tersiksa batin ku
Sunggu aku sendu sendunya hati ku
Tapi aku mahu bersama dengan mu
Untuk selamanya

Sungguh aku rindu
Rindu kepada mu
Menjelmalah kasih merawat diri ku
Yang terluka dan sengsara
Merayu-rayu ku merayu
Rayu sesungguh hati
Menunggu tunggu ku menunggu
Engkau pasti kembali
Kasihanilah diri ku

Ku Berkasih Pada Yang Tiada

Ku toleh ke kiri dan ke kanan
Indah menawan semua berpasangan

Ku renung lautan luas terbentang
Yang mengasyikan ombak berkejaran
Karam di laut dapat ku renang
Karamnya di hati siapa tahu
Segala rahsia yang tersimpan
Pada siapa hendakku mengadu

Bagai angin lembut yang bertandang
Tak dapat ku lihat di pandangan
Cuma pohon rendang yang bergoyang
Seperti rindu mu yang bertandang

Itu hanya dahulu
Bukannya baru semalam
Bukan esok yang mendatang
Hati ini kesepian
Tiada wajah tiada rupa
Tiada bayang yang menjelma
Rupa-rupanya ku berkasih pada yang tiada
Sedangkan ku rindu belaian mu
Meski ku tahu tak mungkin bersatu

Bagai angin lembut yang bertandang
Tak dapat ku lihat di pandangan
Cuma pohon rendang yang bergoyang
Seperti rindu mu yang bertandang


Layu Terlerai

Maafkanlah diriku
Di atas kesilapan lalu
Bukan ku sengaja
Melukakan hati mu
Tahukah oh sayang ku
Hidup ku tanpa diri mu
Hidup ku bagaikan
Mawar terlerai layu
Oh... oh... sayang engkaulah penyeri hidup ku
Memberi sinaran baru
Meluahkan rasa rindu
Oh... Oh... sayang lambang semangat cinta kita
Yang kian berkerlipan cahayanya
Maafkanlah diri ku
Di atas kesilapan lalu
Bukan ku sengaja
Melukakan hati mu
Ku tahu segalanya berpunca dari diri ku
Hanya kemaafan yang ku taburkan untuk mu
Oh sayang... oh... oh... (2X)

Pengorbanan Ku Racun Bagi Mu

Semalam yang berlalu
Hanya dingin dan membeku
Tinggal satu kenangan yang syahdu
Walau kau masih ku sayang
Tak bermakna kan selamanya
Setelah kau musnahkan istana
Yang telah terbina
Ukiran yang di jiwa
Hanya lukisan penuh duka
Tidak membawa kebahagiaan
Setelah retak seribu
Setelah musnah segala
Tak mungkin bisa ku kan bersama
Untuk selamanya
Walaupun rindu yang hadir kini
Di dalam hati
Tak mungkin ku nyatakan pada mu
Ku hapus apa jua kenangan di dalam jiwa
Tak mungkin ku ulangi
Cinta kita

Ku relakan perpisahan
Walau terhiris
Terasa pedih menikam sukma ku
Pengorbanan yang ku beri
Racun bagi mu
Tidak kau pandang
Walau seikhlasnya
Bukan niat di hati untuk ku membenci
Melepaskan dikau pergi

Rasa Ada Cinta

Pada senyumanmu aku tersenyum
Senyuman penuh makna
Pada renungmu aku merenung
Renung mengusik jiwa

Dari mata turun ke hati
Bergelora kini
Nampak mudah namun gelisah
Sesuatu di dalam jiwaku
Ada rasa ada cinta
Ada rindu dalam sembunyiku
Ada rasa ada asmara
Tersimpan kini di sudut hati ku
Pada katamu aku berkata
Saling berbalas mesra

Pada diamku aku berdiam
Diamku penuh makna
Dari mata turun ke hati
Bergelora kini
Nampak mudah namun gelisah
Sesuatu di dalam jiwaku

Sekilas Pandang

Terasing bunga dari tangkai
Disentuh rintik-rintik
Yang deras tajam tiada simpati
Dibawa angin nan gemersik
Menghempas pasir putih
Dan tercalar kelopaknya

Sekilas pandang seperti ada...

Semusim sudah berlalu pergi
Tinggalkan ku sendiri
Di kejauhan hujan semalaman
Mengira sisa cinta ini
Sepanjang rintik-rintik
Dan tersingkap sejarahnya

Sekilas pandang seperti ada...
Kiranya aku masih tak sedari

Memori ini bisa... menjadi saksi
Betapa sunyi, aku sepi
Tanpa ada benci

Apakah nanti ku temui... sekeping hati
Yang takkan sudi menyakiti
Cinta yang diberi
Datanglah sekali lagi
Biarkan hati merasa
Kerana cinta masih menyala

Aduhai sayang tidak ku sedari
Memori ini bisa... menjadi saksi
Betapa sunyi, aku sepi
Tanpa ada benci
Apakah nanti ku temui... sekeping hati
Yang takkan sudi menyakiti
Cinta yang diberi
Datanglah sekali lagi
Biarkan hati merasa
Kerana cinta masih menyala
Terasing bunga dari tangkai Disentuh rintik-rintik
Yang deras tajam tiada simpati
Dibawa angin nan gemersik
Menghempas pasir putih
Dan tercalar kelopaknya

Sekilas pandang... pasti ada... oh...

Serikan Hati Kita


Bila bertemu dengan mu
Hati bagai diusik
Rasa tak menentu
Ingin ku luahkan rasa
Tapi lidah ku kelu
Sudikah kau terima
Bila berjauh dengan mu
Jiwa bagai diburu
Terasa merindu
Ingin ku lahirkan rasa
Tapi rasa ku pudar
Bilakah kan bertemu
Kasih, tenangkan hati mu
Ku tahu kau sayang pada ku
Luahkan pada ku perasaan
Sayang mu itu

Serikanlah hati kita
Agar dapat kita rasakannya
Serikanlah hati kita
Moga kasih kekal selamanya
Ooo...

Sutera Kasih

Hati berbicara
Dengan madah seribu lara
Rinduku kian membara
Membakar jiwa

Tiada berubah
Umpama lilin menerangi
Biar pun membakar diri
Rela menanti

Semusim sudah pun berlalu
Kau terus membisu padaku
Masihkah kau ingin menguji
Kejujuran ini
Seandainya aku yang bersalah
Haruskah kau menyepikan diri
Bukan maksud persendakan
Perasaan hatimu
Maafkanlah daku wahai sayang

Aku tahu hatimu terluka
Ku ingin membalutnya
Dengan sutera kasih yang bersih
Berilah kesempatan yang terakhir

Tega

Sebak rasa bila ku kenang
Yang terjadi amat memilukan
Haruskah ku cari keputusan
Atau pun terus bertahan

Laut mana tiada bergelora
Sedang pantai penanti setia
Tugu kasih telah pun terluka
Mengalir ke muara

(hm..hm)
Sering ku pertahankan cinta
Walaupun badai datang melanda
Namun tiada ku menduga
Hebatnya gelora

Kau tega melakonkan
Menyayangi daku menyintai dia
Aku semakin keliru
Setelah kau pasrahkan kesetiaanku
Haruskah ku terus berlalu


Tidak Berjauh

Satu arca dalam kaca
Kian jelas
Berseri dan bercahaya
Adalah satu kemestian
Berharga dijaga sempurna
Garis luka dalam hati
Tidak jelas
Sembuh atau berdarah
Adalah satu kenyataan
Biarlah ku cari jawapan masih

Usah pergi nanti ku merana
Andai hilang tidak aku pinta
Takdir bercinta tidaklah lama
Yang tinggal janganlah ditanya

Usah rayu nanti ku keliru
Depan mata tidak aku jemu
Mengapa kasih
Mengapa aku rela
Garis luka dalam hati
Tidak jelas sembuh atau berdarah
Adalah satu kenyataan
Biarlah ku cari jawapan
Jika masih kau terlintas
Dan tertanya
Kasih yang telah tiada
Aduhai sayang aduh sayang
Tidak ku sisih jauh-jauh
Jauh... jauh...

Usah Ditambah Bara Yang Tersimpan

Tak sanggupku berdepan
Tak ingin memandang
Tergambar kepahitan semalam
Terhiris perasaan
Ku pernah dibiarkan
Tiada khabar yang kau kirimkan

Pinggan untuk perhiasan rupanya pecah di tepi
Tidak elok andainya dibuat hidangan
Apa pula kata tetamu yang datang
Itulah umpama kisah silam
Usah diungkit sengaja dibesarkan
Demi menutup kesilapanmu
Demi memohon kemaafanku

Tertutup sudah pintu hatiku
Tak usah engkau memujuk rayu
Biarpun berpisah nyawa dan badan
Sudah bersumpah tidak berdepan

Mendengar namamu bagai memikul beban
Mendidihlah kemarahan yang terpendam
Itu belum lagi kita berdepan
Lebihlah elok jika dibiarkan
Kemarahanku reda sendiri
Usah ditambah bara yang tersimpan

Walaupun berbagai rencana engkau lakukan
Sedikit pun tidak melembutkan hati
Malah makin tebal kebenciaanku
Serta marahku tiada berkesudahan
Biarlah aku menanggung sendiri
Segala dosa kerana membencimu

ellymazlein.jpg